Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Puisi Dalam Mengembangkan Kreativitas Siswa di SMP Negeri 3 Percut Sei Tua Enjelina Pitri Simamora; Ida Binneka; Grace Angel Sirait; Adetha Sari Manik; Jesika Melissa Wati Simanjuntak; Irzi Armando Panjaitan; Safinatul Hasanah Harahap
Journal of Education Transportation and Business Vol 1, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v1i2.4414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran puisi dalam mengembangkan kreativitas siswa di SMP Negeri 3 Percut Sei Tuan. Puisi dianggap sebagai media yang tidak hanya mengembangkan kemampuan berbahasa tetapi juga kreativitas serta kemampuan ekspresi emosional siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan wawancara dan observasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi berkontribusi signifikan dalam peningkatan kreativitas siswa, baik secara emosional maupun kognitif. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar pembelajaran puisi diintegrasikan dalam kurikulum untuk mendukung perkembangan siswa secara lebih komprehensif.
Transformasi Paradigma Leksikografi Digital dalam Standardisasi Bahasa Indonesia: Kajian Literatur terhadap KBBI Daring Enjelina Pitri Simamora; Eylen Yossi Siagian; Apri Ulita; Hadya Aminah Harahap; Anggia Puteri; Ferdinand Simbolon
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol. 3 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v3i1.8181

Abstract

Transformasi digital telah membawa perubahan mendasar dalam praktik leksikografi di Indonesia. Artikel ini bertujuan menganalisis perubahan paradigma leksikografi dari format cetak menuju sistem digital melalui kajian literatur terhadap Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dikelola oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dengan menelaah buku leksikografi, artikel jurnal terindeks nasional, serta dokumen kebijakan kebahasaan dalam kurun sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya mengubah medium distribusi kamus, tetapi juga memengaruhi metodologi penyusunan lema, sistem pembaruan kosakata, serta relasi antara fungsi deskriptif dan preskriptif dalam standardisasi bahasa. Integrasi pendekatan korpus memperkuat objektivitas dalam penentuan makna, tetapi otoritas ilmiah tetap diperlukan untuk menjaga legitimasi kebakuan. Kajian ini menegaskan bahwa leksikografi digital merupakan transformasi epistemologis dalam dokumentasi bahasa Indonesia, bukan sekadar inovasi teknologis.
PERAN LINGUISTIK FORENSIK DALAM PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA PENCEMARAN NAMA BAIK DI MEDIA SOSIAL: KAJIAN PUSTAKA Hadya Aminah Harahap; Enjelina Pitri Simamora; Apri Ulita; Wisman Hadi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Released
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.19227

Abstract

The rapid growth of social media use has led to an increase in the number of lawsuits related to language, particularly defamation. In such cases, the meaning of a post is often disputed, necessitating an objective linguistic analysis. This study aims to describe the role of forensic linguistics in proving criminal defamation on social media, as well as the challenges of utilizing linguists in Indonesia. The method used is a literature review employing a qualitative descriptive approach to books, journal articles, and legislation, including Law No. 1 of 2024 and Constitutional Court Decision No. 105/PUU-XXII/2024. Data were analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that forensic linguistics plays a role in (1) interpreting the meaning of utterances through semantic and pragmatic analysis, (2) distinguishing between statements of fact, opinion, and emotional expressions to assess elements that may defame a person’s honor or reputation, and (3) tracing the authorship of texts through idiolect analysis. Identified challenges include the lack of uniform methodological standards, the absence of a mechanism for expert qualification, limited data context, and the need to maintain expert independence. This study concludes that the involvement of linguists contributes to a more objective evidentiary process; however, linguistic conclusions remain merely an aid to judges and do not determine a person’s guilt or innocence.