Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Puisi Dalam Mengembangkan Kreativitas Siswa di SMP Negeri 3 Percut Sei Tua Enjelina Pitri Simamora; Ida Binneka; Grace Angel Sirait; Adetha Sari Manik; Jesika Melissa Wati Simanjuntak; Irzi Armando Panjaitan; Safinatul Hasanah Harahap
Journal of Education Transportation and Business Vol 1, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v1i2.4414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran puisi dalam mengembangkan kreativitas siswa di SMP Negeri 3 Percut Sei Tuan. Puisi dianggap sebagai media yang tidak hanya mengembangkan kemampuan berbahasa tetapi juga kreativitas serta kemampuan ekspresi emosional siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan wawancara dan observasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi berkontribusi signifikan dalam peningkatan kreativitas siswa, baik secara emosional maupun kognitif. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar pembelajaran puisi diintegrasikan dalam kurikulum untuk mendukung perkembangan siswa secara lebih komprehensif.
Busana Tradisional Pakpak sebagai Identitas Budaya: Kajian Semiotik: Pakpak Traditional Clothing as a Cultural Identity: A Semiotic Study Daniela Maretty Situmorang; Fenny Yuliani Pasaribu; Irzi Armando Panjaitan; Nanda Claudia Pardede; Kevin Pardede; Tri Indah Prasasti
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji cara kerja tanda dalam busana tradisional Pakpak serta menjelaskan kontribusinya dalam pembentukan dan peneguhan identitas budaya. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotik. Semiotika Roland Barthes digunakan sebagai kerangka utama untuk membaca lapisan denotasi, konotasi, dan mitos budaya, sedangkan semiotika Charles Sanders Peirce digunakan sebagai kerangka pendukung untuk mengklasifikasikan tanda ke dalam ikon, indeks, dan simbol. Sumber data berupa dokumen akademik, artikel penelitian, deskripsi visual busana adat Pakpak, dan dokumentasi budaya yang relevan. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi dokumenter, dan pencatatan unsur visual busana, kemudian dianalisis melalui identifikasi tanda, pengodean denotatif, klasifikasi tanda Peircean, interpretasi konotatif, pembacaan mitos budaya, dan penarikan makna identitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baju Merapi-api, bulang-bulang, oles, borgot, rante abak, saong, leppa-leppa, rempu riar, ucang, tongket, serta kombinasi warna hitam, merah, dan putih bekerja sebagai sistem tanda yang menandai kehormatan, kewibawaan, kesantunan, status sosial, relasi adat, dan kesinambungan tradisi. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa busana tradisional Pakpak merupakan medium komunikasi budaya yang menghubungkan tubuh, adat, memori, dan identitas etnik.
INTEGRASI MEDIA DIGITAL POPULER DALAM PEMBELAJARAN BIPA: TINJAUAN LITERATUR NARATIF TENTANG TIKTOK, NETFLIX, DRAMA LOKAL, DAN PERAN MAHASISWA SEBAGAI MEDIATOR PEDAGOGIS Yesna Enika Br Lingga; Baherianta Tarigan; Irzi Armando Panjaitan; Safinatul Hasanah Harahap
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2620

Abstract

TikTok, Netflix, dan drama lokal sebagai sumber input autentik dan multimodal dalam pembelajaran BIPA, serta merumuskan peran mahasiswa sebagai mediator pedagogis pada ekosistem pembelajaran digital. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur naratif dengan penelusuran sumber ilmiah dan relevan pada rentang 2018-2024, kemudian dianalisis secara tematik berdasarkan tiga fokus: karakteristik media, peluang pedagogis, dan model mediasi mahasiswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa TikTok berpotensi mendukung pembelajaran mikro dan praktik pragmatik bahasa, Netflix mendukung pemahaman menyimak melalui kombinasi audio-visual dan subtitle, sedangkan drama lokal memperkaya kompetensi sosiokultural pemelajar BIPA. Mahasiswa dapat berperan sebagai kurator konten, desainer kegiatan belajar, fasilitator interaksi, penghubung budaya, dan penyusun evaluasi formatif. Kajian ini menegaskan bahwa media digital populer tidak dapat digunakan secara spontan tanpa desain pedagogis; efektivitasnya bergantung pada kesesuaian level pemelajar, tujuan pembelajaran, akurasi bahasa, sensitivitas budaya, dan kepatuhan terhadap etika serta hak cipta. Artikel ini menawarkan kerangka integrasi media digital dalam pembelajaran BIPA yang dapat dikembangkan melalui penelitian empiris di kelas BIPA.
PERAN LEKSIKOGRAFI DALAM PENDOKUMENTASIAN DAN PELESTARIAN BAHASA DAERAH: RELEVANSINYA BAGI BAHASA NIAS Daniela Maretty Situmorang; Fenny Yuliani Pasaribu; Irzi Armando Panjaitan; Nanda Claudia Pardede; Ferdinand Simbolon
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2707

Abstract

Ancaman terhadap keberlangsungan bahasa daerah di Indonesia, termasuk bahasa Nias, semakin nyata seiring menguatnya pergeseran bahasa, melemahnya transmisi antargenerasi, dan terbatasnya dokumentasi leksikal yang dapat diakses publik. Dalam konteks tersebut, leksikografi dipandang sebagai instrumen strategis untuk mendokumentasikan kosakata, merekam pengetahuan budaya, dan mendukung revitalisasi bahasa. Artikel ini bertujuan menganalisis peran leksikografi dalam pendokumentasian dan pelestarian bahasa daerah serta merumuskan relevansinya bagi pengembangan dokumentasi bahasa Nias. Penelitian menggunakan studi pustaka naratif-analitis dengan menelaah buku linguistik, artikel jurnal, dan dokumen kelembagaan yang relevan dengan leksikografi, dokumentasi bahasa, bahasa Nias, dan pelestarian bahasa daerah. Analisis dilakukan melalui reduksi data, pengelompokan tema, sintesis temuan, dan interpretasi kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa leksikografi tidak hanya berfungsi sebagai penyusunan daftar kata, tetapi juga sebagai kerja ilmiah untuk menafsirkan makna, mencatat variasi pemakaian, dan mengarsipkan pengetahuan budaya. Bagi bahasa Nias, leksikografi relevan untuk mendokumentasikan kosakata kekerabatan, adat, ekologi, tradisi lisan, dan ungkapan sosial yang berpotensi melemah penggunaannya pada generasi muda. Kajian ini mengimplikasikan perlunya pengembangan kamus digital bahasa Nias berbasis komunitas yang memadukan validasi penutur, analisis linguistik, dan teknologi digital agar dokumentasi bahasa tidak berhenti sebagai arsip pasif, tetapi berfungsi sebagai sarana pembelajaran dan revitalisasi.