Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Eksplorasi Hegemoni dalam Cerpen "Sebutir Peluru Saja" Karya Iksaka Banu: Kajian Teks Apri Ulita; Hadya Aminah Harahap; Rosmawaty Harahap
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6292

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hegemoni yang terjadi pada masa koloniaisme dalam cerita pendek Sebutir Peluru Saja karya Iksaka Banu. Metodologi penelitian yang digunakan untuk menganalisis cerita pendek ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajian teks. Peneliti akan membaca dan mengumpulkan data berupa kata, ungkapan dan kalimat dari salah satu cerpen karya Ikasaka Banu yang berjudul “Sebutir Peluru Saja” pada buku kumpulan cerpen Teh dan Pengkhianat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hegemoni pada cerpen sebutir peluru saja. Hegemoni kekuasaan antara kolonialisme belanda dengan penduduk asli. Kata Kunci: Hegemoni, Cerpen, Analisa
Eksplorasi Hegemoni dalam Cerpen "Sebutir Peluru Saja" Karya Iksaka Banu: Kajian Teks Apri Ulita; Hadya Aminah Harahap; Rosmawaty Harahap
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6292

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hegemoni yang terjadi pada masa koloniaisme dalam cerita pendek Sebutir Peluru Saja karya Iksaka Banu. Metodologi penelitian yang digunakan untuk menganalisis cerita pendek ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajian teks. Peneliti akan membaca dan mengumpulkan data berupa kata, ungkapan dan kalimat dari salah satu cerpen karya Ikasaka Banu yang berjudul “Sebutir Peluru Saja” pada buku kumpulan cerpen Teh dan Pengkhianat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hegemoni pada cerpen sebutir peluru saja. Hegemoni kekuasaan antara kolonialisme belanda dengan penduduk asli. Kata Kunci: Hegemoni, Cerpen, Analisa
Transformasi Paradigma Leksikografi Digital dalam Standardisasi Bahasa Indonesia: Kajian Literatur terhadap KBBI Daring Enjelina Pitri Simamora; Eylen Yossi Siagian; Apri Ulita; Hadya Aminah Harahap; Anggia Puteri; Ferdinand Simbolon
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol. 3 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v3i1.8181

Abstract

Transformasi digital telah membawa perubahan mendasar dalam praktik leksikografi di Indonesia. Artikel ini bertujuan menganalisis perubahan paradigma leksikografi dari format cetak menuju sistem digital melalui kajian literatur terhadap Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dikelola oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dengan menelaah buku leksikografi, artikel jurnal terindeks nasional, serta dokumen kebijakan kebahasaan dalam kurun sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya mengubah medium distribusi kamus, tetapi juga memengaruhi metodologi penyusunan lema, sistem pembaruan kosakata, serta relasi antara fungsi deskriptif dan preskriptif dalam standardisasi bahasa. Integrasi pendekatan korpus memperkuat objektivitas dalam penentuan makna, tetapi otoritas ilmiah tetap diperlukan untuk menjaga legitimasi kebakuan. Kajian ini menegaskan bahwa leksikografi digital merupakan transformasi epistemologis dalam dokumentasi bahasa Indonesia, bukan sekadar inovasi teknologis.
Analisis Tingkat Pemerolehan Bahasa Anak Usia 3 sampai 4 Tahun Apri Ulita; Samuel Simamora; Grace Angel Sirait; Gabriella Kembaren; Nurul Azizah
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2025): January, Local Cultural Heritage and Traditional Practices: Advancing Research
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/eej5w314

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pemerolehan bahasa anak usia 3-4 tahun, dengan fokus pada aspek fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap empat anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan bahasa subjek berada dalam rentang yang sesuai dengan usia mereka, meskipun terdapat variasi individual. Analisis MLU (Mean Length of Utterance) menunjukkan kompleksitas ujaran yang sebanding dengan usia. Secara fonologis, ditemukan pola substitusi bunyi, penyederhanaan kluster konsonan, dan variasi pengucapan. Morfologi didominasi penggunaan kata dasar dengan afiksasi terbatas. Dari segi sintaksis, anak-anak menggunakan kalimat sederhana hingga semi-kompleks. Secara keseluruhan, penelitian-penelitian ini memberikan wawasan tentang kompleksitas pemerolehan Bahasa anak melalui pendekatan yang beragam, yang mencakup pengamatan perilaku berbahasa secara langsung, análisis rekaman, dan interaksi melalui wawancara.
PERAN LINGUISTIK FORENSIK DALAM PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA PENCEMARAN NAMA BAIK DI MEDIA SOSIAL: KAJIAN PUSTAKA Hadya Aminah Harahap; Enjelina Pitri Simamora; Apri Ulita; Wisman Hadi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Released
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.19227

Abstract

The rapid growth of social media use has led to an increase in the number of lawsuits related to language, particularly defamation. In such cases, the meaning of a post is often disputed, necessitating an objective linguistic analysis. This study aims to describe the role of forensic linguistics in proving criminal defamation on social media, as well as the challenges of utilizing linguists in Indonesia. The method used is a literature review employing a qualitative descriptive approach to books, journal articles, and legislation, including Law No. 1 of 2024 and Constitutional Court Decision No. 105/PUU-XXII/2024. Data were analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that forensic linguistics plays a role in (1) interpreting the meaning of utterances through semantic and pragmatic analysis, (2) distinguishing between statements of fact, opinion, and emotional expressions to assess elements that may defame a person’s honor or reputation, and (3) tracing the authorship of texts through idiolect analysis. Identified challenges include the lack of uniform methodological standards, the absence of a mechanism for expert qualification, limited data context, and the need to maintain expert independence. This study concludes that the involvement of linguists contributes to a more objective evidentiary process; however, linguistic conclusions remain merely an aid to judges and do not determine a person’s guilt or innocence.