Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The Effect of Lavender Therapeutic Scent Toward Sleep Quality for Elderly at Nursing Home Zuriati .; Melti Surya
Elevate Vol 1 No 1 (2018): Elevate, The International Journal of Nursing Education, Practice and Research
Publisher : Faculty of Nursing, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/elevate.1.1.114-120.2018

Abstract

Background: Poor sleep quality in elderly can brings fatigue, poor concentration, and frequently sleep in the afternoon. There were 26 elderly that experiencing poor sleep quality at Nursing home. This condition can be countered by non-pharmacology which is using lavender therapeutic scent. Purpose: To find out the effect of lavender therapeutic scent toward sleep quality of elderly at Nursing home. Method: The type of this study was quantitative with quasi-experimental and two group pretest-posttest design, and T-test dependent as testing instrument. Sampling technique in this study was purposive sampling which was 26 respondents that divided into 13 respondents in intervention group and 13 respondents in control group. The study was conducted on January to July 2016. Data collection was conducted on 18th to 31st May. Results: Study finding was average score of elderly sleep quality before lavender therapeutic scent application was 15.23 and after application of lavender therapeutic scent was 5.54. Statistical testing result found p = 0.000 where it showed that there was an effect of lavender therapeutic scent toward improvement of elderly sleep quality. Conclusion: It was suggested to Nursing home to apply lavender therapeutic scent twice a week before sleep time in order to improve sleep quality of elderly.
EFEKTIFITAS KOMPRES AIR HANGAT DAN KOMPRES JAHE TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PASIEN ASAM URAT DI PUSKESMAS LUBUK BEGALUNG TAHUN 2017 Zuriati Zuriati
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol 2, No 2 (2017): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscs1kep.v2i2.77

Abstract

Latar belakang; Artritis gout merupakan salah satu penyakit inflamasi sendi yang paling sering ditemukan, yang ditandai dengan penumpukan kristal monosodium urat di dalam ataupun di sekitar persendian sehingga menimbulkan nyeri. Efek panas dari kompres hangat dan kompres jahe akan menyebabkan terjadinya vasodilatasi pembuluh darah dan akan meningkatkan aliran darah ke tubuh yang mengalami nyeri sehingga terjadi penurunan nyeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kompres air hangat dan kompres jahe terhadap penurunan skala nyeri pada pasien asam urat di Puskesmas Lubuk Begalung Tahun 2017.Metode; Penelitian ini menggunakan desain Quasy Experiment dengan rancangan Pretest-Posttest dengan menggunakan uji T-test dependent. Teknik pengambilan sampelmenggunakan Accidental sampling.Sampel pada penelitian ini sebanyak 24orang dengan 12 kelompok kompres air hangatdan 12kelompok kompres jahe. Penelitianinidilakukanpadabulan Februari s/d Juli 2017, pengumpulan data dilakukanpadatangga l13 s/d 30 Juni 2017 di Puskesmas Lubuk Begalung Padang.Hasil; Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan efektifitas kompres air hangat dan kompres jahe terhadap penurunan skala nyeri padapasien asam urat, dimana untuk kompres air hangat dengan p value= 0.002 penurunan rerata skala nyeri sebesar 1,167, dan pada kompres jahe dengan p value= 0.000 mengalami rerata penurunan skala nyeri  sebesar 2.Kesimpulan; Disimpulkan bahwa kompres air hangat dan kompres jahe berpengaruh dalam penurunan nyeri asam urat. Harapan kepada penderita asam urat di Puskesmas Lubuk Begalung agar dan mengaplikasikan kompres air hangat dan kompres jahe sebagai obat nonfarmakologi yang mampu menurunkan skala nyeri. Kata Kunci: Skala Nyeri, Asam Urat, Kompres Air Hangat, Kompres Jahe
Pengaruh Teknik Stimulasi Oral Pada Bayi Dengan Resiko Stunting Terhadap Peningkatan Berat Badan Bayi: The Effect of Oral Stimulation Techniques in Babies at Risk of Stunting on the Increase in Baby's Weight Prastiwi, Ikha; Zuriati, Zuriati; S, Melti; Kamila, Syifa Halida
Binawan Student Journal Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Direktorat Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Dan Kerjasama Universitas Binawan (DPPMK Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/33c7ga47

Abstract

Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) seringkali sulit mengalami peningkatan berat badan dikarenakan kurangnya kemampuan minum yang membuat bayi mengalami kegagalan dalam pertumbuhan. Pertumbuhan bayi yang baik dapat dilakukan dengan stimulasi seperti sentuhan atau pijat bayi dan rangsangan sensorik pada struktur oral yang dapat meningkatkan kemampuan struktur oral dalam menyedot (sucking) dan menelan (swallow) bayi ketika menyusu. Tujuan penelitian adalah menjelaskan pengaruh teknik stimulasi oral pada bayi dengan resiko stunting terhadap peningkatan berat badan bayi. Desain penelitian menggunakan desain studi two group test design dengan pre and post test. Sampel yang digunakan 15 bayi kelompok intervensi dan 15 bayi kelompok kontrol dengan accidental sampling. Pemberian stimulasi oral selama 10 hari, setiap hari dilakukan selama tiga kali selama 10 menit, kemudian dievaluasi pada hari terakhir. Analisa univariat dan bivariat dengan Uji T Test. Hasil Penelitian menunjukkan peningkatan berat badan kelompok stimulasi oral rerata sebesar 340 gram, dengan nilai Sig. (2 tailed) sebesar 0,000 < 0,05  dapat disimpulkan ada perbedaan rerata hasil berat badan bayi untuk pretest kelompok intervensi dengan post test kelompok intervensi. Saran Stimulasi oral dan pijat bayi treatment sebagai salah satu asuhan komplementer dalam merangsang reflek hisap dan menelan bayi sehingga nutrisi terpenuhi untuk menaikkan berat badan bayi.
Quality of Life of Coronary Artery Disease Patients Based on the Degree of Physical Ability Zuriati, Zuriati; Farida Moh. Said
Sriwijaya Journal of Internal Medicine Vol. 2 No. 2 (2024): Sriwijaya Journal of Internal Medicine
Publisher : Phlox Institute: Indonesian Medical Research Organization

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59345/sjim.v2i1.107

Abstract

Introduction: Coronary artery disease (CAD) is a chronic disease that can reduce the patient's quality of life (QoL). Decreased physical ability is one of the factors that can influence the QoL of CAD patients. Methods: This study used a cross-sectional descriptive design with a sample of 125 CAD patients aged 35-64 years at Dr. M. Djamil General Hospital Padang. QoL data was collected using the WHOQOL-BREF questionnaire, and the degree of physical ability was measured using the Duke Activity Status Index (DASI) questionnaire. Data analysis used the chi-square test. Results: The results showed that 43.8% of patients had good QoL, and 56.2% had very severe physical abilities. There is a significant relationship between the degree of physical ability and QoL in CAD patients (p-value 0.000). Conclusion: The degree of physical ability is a predictor of QoL in CAD patients. Interventions to improve physical abilities can help improve QoL in CAD patients.
Pengabdian kepada Masyarakat Edukasi Anemia pada Remaja dalam Upaya Pencegahan Stunting Prastiwi, Ikha; Suriya, Melti; Setiawati, Noor Lusty Putri; Zuriati, Zuriati; Yusup, A. baharudin; Furqon, Muhammad; Putri, Kinanti Amelia; Karmila, Syifa Halida
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15591

Abstract

ABSTRAK Anemia merupakan suatu keadaan dimana komponen di dalam darah yaitu hemoglobin dalam darah jumlahnya kurang dari kadar normal. Remaja putri memiliki risiko sepuluh kali lebih besar untuk menderita anemia dibandingkan dengan remaja putra.  Hal ini dikarenakan remaja putri mengalami menstruasi setiap bulannya dan sedang dalam masa pertumbuhan sehingga membutuhkan asupan zat besi yang lebih banyak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang Anemia dalam upaya pencegahan Stunting di SMK Bintang Harapan Cibarusah Kabupaten Bekasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu dimulai dengan tahap persiapan, pembagian tugas untuk tim pengabmas, pemberian edukasi, tahap pelaksanaan dilakukan dengan pemberian edukasi menggunakan dengan metode ceramah dan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab serta, tahap evaluasi dilakukan dengan menggunakan ceklist pre-test dan post test terhadap peningkatan pengetahuan terkait anemia dalam upaya pencegahan stunting. Hasil pre-test pengetahuan 27% dan post-test 67%. Kesimpulan adanya peningkatan pengetahuan remaja terhadap pencegahan stunting. Diharapkan adanya kerjasama lebih lanjut antara sekolah dan puskesmas setempat dalam hal pemeriksaan hemoglobin berkala dan pemberian tablet tambah darah sebagai tindakan pencegahan anemia dalam upaya pencegahan stunting. Kata Kunci: Anemia, Stunting, Hemoglobin  ABSTRACT Anemia is a condition in which the hemoglobin levels in the blood are lower than normal. Young women are ten times more likely to develop anemia compared to young men. This is because adolescent girls experience menstruation every month and are in a period of growth, which increases their need for iron intake. This community service activity aims to increase adolescents' knowledge about anemia in an effort to prevent stunting at SMK Bintang Harapan Cibarusah, Bekasi Regency. This community service activity is carried out through several stages, starting with the preparation stage, the division of tasks for the community service team, and providing education. The implementation stage involves delivering education using the lecture method, followed by discussions and Q&A sessions. The evaluation stage is conducted using a pre-test and post-test checklist to measure the increase in knowledge related to anemia and its prevention as a means to prevent stunting. The results showed that the knowledge pre-test scores were 27%, and the post-test scores were 67%. In conclusion, there was an increase in adolescent knowledge about stunting prevention. It is hoped that there will be further cooperation between schools and local health centers for periodic hemoglobin checks and the provision of iron supplement tablets as a preventive measure for anemia in efforts to prevent stunting. Keywords : Anemia, Stunting, Hemoglobin
The Relationship between Coping Mechanisms and the Level of Stress in Type 2 Diabetes Mellitus Patients Zuriati, Zuriati; Azizah, Rahmalia Nurul; Suriya, Melti; Zahlimar, Zahlimar
Jurnal Medika Cendikia Vol 11 No 02 (2024): Jurnal Medika Cendikia
Publisher : Karsa Husada Health Institute Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33482/jmc.v11i02.262

Abstract

Diabetes Mellitus is a chronic disease that has a negative impact on the physical and psychological effects of sufferers, the psychological impact that occurs is like stress, Stress is twice as easy to attack diabetics, one way to adapt to stress in diabetics is with coping mechanisms. This research is to determine the relationship between coping mechanisms and the stress level of type 2 diabetes mellitus patients in Ambarawa Pringsewu. This type of research is quantitative research with a cross-sectional correlation approach design. The population of this study was 324 patients with type 2 diabetes mellitus at the Ambarawa Pringsewu Community Health Center, with a sample of 76 people taken using the Accidental Sampling technique. The research instrument used a questionnaire, and data analysis was carried out univariately and bivariately using the chi square test. The results of the analysis obtained were that the majority of respondents with maladaptive coping mechanisms were 72 (94.7%), with the category of severe stress level being 41 (53.9%). Analysis results using the chi square test obtained a result of 0.000. This means that there is a relationship between coping mechanisms and the stress level of type 2 diabetes mellitus patients at the Ambarawa Pringsewu Community Health Center. Suggestions are expected for people with type 2 diabetes mellitus to always increase their knowledge of each disease they suffer from, in order to be able to maintain the desired health and it is hoped that people with type 2 diabetes mellitus will be more diligent in checking their blood sugar every month at the nearest health service to improve their quality of life long.
Penyuluhan kesehatan pencegahan HIV/AIDS pada remaja di SMAN 1 Sukatani Bekasi: Penyuluhan kesehatan pencegahan HIV/AIDS pada remaja di SMAN 1 Sukatani Bekasi Zuriati, Zuriati; Avia, Imelda; Solih Setiawan, Asep Widi Muharom; Suriya, Melti; Libriyanty, Rina; Wijaya, Indra; Ramadhani, Lecya Bela
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/jphi.v7i2.1054

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap penularan HIV/AIDS akibat kurangnya pengetahuan dan pengaruh lingkungan sosial yang kuat. Penyuluhan kesehatan menjadi salah satu upaya preventif yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja dalam mencegah HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penyuluhan kesehatan dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang pencegahan HIV/AIDS di SMAN 1 Sukatani, Bekasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain pre-eksperimen menggunakan pretest dan posttest. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang diisi oleh responden sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan penyuluhan. Temuan ini menegaskan bahwa penyuluhan kesehatan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan remaja mengenai HIV/AIDS. Diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari program promosi kesehatan di sekolah.
Sehat Bersama Masyarakat Sejahtera: Pemeriksaan Dan Penyuluhan Kesehatan Upaya Mendukung Kesejahteraan Lansia Zuriati, Zuriati; Imelda Avia; Rina Librianty; Rias Wildan
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v7i1.475

Abstract

The increasing number of elderly people in Indonesia brings major challenges in the field of public health, especially related to the prevalence of degenerative diseases such as hypertension, diabetes mellitus, high cholesterol, and gout. The elderly group is often unaware of the importance of early detection and prevention of these diseases. The purpose of this activity is to increase awareness, knowledge, and concern for the health of their elderly, as well as a form of active role of universities in community service. This activity was carried out using the counseling and health examination method involving lecturers and students from STIKes Bhakti Husada Cikarang. The examination included blood pressure, random blood sugar levels, cholesterol, and uric acid, as well as education about healthy lifestyles provided in the form of presentations and leaflets. This activity was carried out on February 25, 2025. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of degenerative diseases and their preventive measures, as indicated by an increase in pre-test and post-test scores by 35%, and an increase in the participation of the elderly in routine health checks by 45%. Health cadres were also formed to assist in the implementation of sustainable activities at the RT/RW level. Suggestions given included the importance of implementing regular counseling, increasing cross-sector cooperation such as health centers and RT/RW, and strengthening cadres as the spearhead of public health promotion. Similar activities are highly recommended to include them in order to realize a healthy, independent, and prosperous elderly society.