Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH REBUSAN DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PENDERITA ASAM URAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTO LOLO KOTA SUNGAI PENUH EFFECT OF SOURSOP LEAF DECOCTION (ANNONA MURICATA L.) ON DECREASING PAIN INTENSITY IN URIC ACID PATIENTS IN THE WORK AREA OF PUSKESMAS KOTO LOLO KOTA SUNGAI PENUH Helena Patricia; Niken .,; Widya Usmarini
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 3, No 1 (2020): November 2020
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v3i1.843

Abstract

ABSTRAK Prevalensi penyakit asam urat di dunia menurut World Organization Health (WHO, 2018) mengalami kenaikan dengan jumlah 1370 (33,3 %) sedangkan Indonesia merupakan negara terbesar di dunia yang penduduknya menderita penyakit asam urat. Data Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh Tahun 2020, asam urat termasuk 10 penyakit tertinggi.  Sedangkan berdasarkan data asam urat  di Puskesmas Koto Lolo tahun 2020 sebanyak 59 kasus. Cara pengobatan asam urat secara herbal yaitu menggunakan rebusan daun sirsak yang berfungsi sebagai analgesik yang kuat serta bersifat sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh rebusan daun sirsak terhadap penurunan intensitas nyeri pada penderita asam urat di Wilayah Kerja Puskesmas Koto Lolo Kota Sungai Penuh Tahun 2020.  Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperiment dengan pendekatan Two Group Pretest-Posttest Design yang dilaksanakan tanggal 14-18 September 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita asam urat di Wilayah Kerja Puskesmas Koto Lolo sebanyak 47 orang. Teknik sampel Purposive Sampling dengan jumlah 16 orang yang terdiri dari 8 orang kelompok eksperimen dan 8 orang kelompok kontrol. Data diolah secara komputerisasi dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji T Test Independent. Hasil penelitian didapatkan rata-rata intensitas nyeri pada kelompok intervensi sebelum diberikan rebusan daun sirsak adalah 4,63 sedangkan sesudah adalah 2,38 sedangkan pada kelompok kontrol sebelum tanpa perlakuan rebusan daun sirsak adalah 5,00 sedangkan sesudah adalah 3,75. Berdasarkan uji statistik di dapatkan p value = 0,014 < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh rebusan daun sirsak terhadap penurunan intensitas nyeri pada penderita asam urat. Diharapkan pihak puskesmas dapat menerapkan terapi herbal dengan rebusan daun sirsak pada penderita asam urat. Kata kunci : Rebusan Daun Sirsak (Annona muricata L.), Intensitas Nyeri, Penderita Asam Urat   ABSTRACK The prevalence of gout in the world according to the World Health Organization (WHO, 2018) has increased by 1,370 (33,3%), while Indonesia is the largest country in the world whose population suffers from gout. Data from the health office of Sungai Penuh City in 2020, gout is one of the 10 highest diseases. Meanwhile, based on uric acid data at the Koto Lolo Community Health Center in 2020, there were 59 cases. The herbal method of treating uric acid is to use soursop leaf decoction which functions as a strong analgesic and acts as an antioxidant. The purpose of this study was to determine the effect of soursop leaf decoction on reducing pain intensity in uric acid sufferers in the Work Area of the Koto Lolo Public Health Center Kota Sungai Penuh in 2020. The type of research used was a Quasy Experiment with a Two Group Pretest-Posttest design approach which was held on September 14 th to 18 th. The population in this study were 47 people with gout in the Puskesmas Koto Lolo. The sample technique was purposive sampling with a total of 16 people consisting of 8 people in the experimental group and 8 people in the control group. Data were processed computerized with univariate and bivariate analysis using the Independent T Test. The results showed that the average pain intensity in the intervention group before being given soursop leaf decoction was 4,63 while after it was 2,38 while in the control group before without treatment it was 5,00 while after it was 5,00 while after it was 3,75. Based on statistical tests, it was found that p value = 0,014 < 0,05. It can be concluded that there is an effect of soursop leaf decoction on reducing pain intensity in gout sufferers. It is hoped that the health center can apply herbal therapy with soursop leaf decoction for gout sufferers. Keyword : Soursop Leaf Decoction (Annona muricata L.), Pain Intensity, Uric Acid Patients
PENGARUH KOMPRES HANGAT KAYU MANIS (Cinnamomum burmani) TERHADAP PENURUNAN NYERI PENDERITA ARTHRITIS GOUT EFFECT OF WARM COMPRESS OF SWEET WOOD (Cinnamomum burmani) TOWARDS DECREASE IN ARTHRITIS GOUT PATIENTS Niken .,; Helena Patricia; Emira Apriyeni
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 2, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v2i2.571

Abstract

ABSTRAKPrevalensi penyakit Arthritis Gout termasuk kategori tinggi. Gangguan akibat kadar asam urat yang tinggi bisa mengakibatkan nyeri sendi kuat, pembengkakan sendi, peradangan pada sendi, dan kerusakan pada sendi. Kayu manis memiliki efek farmakologi seperti anti rematik, dan analgesic dapat penghilang rasa sakit. Kayu manis mengandung minyak atsiri (1-4%) yang  terdiri atas senyawa eugenol, safrol, sinamaldehide, tannin, kalsium oksalat, damar, serta zat penyamak. Jenis penelitian adalah Quasi Experiment, dengan rancangan pre test post test two group design dengan jumlah 20 orang sampel. Penelitian dilakukan  tanggal 10 - 13 September 2019 di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Begalung Padang dengan teknik Porposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan dianalisa secara Univariat dan Bivariat.  Hasil penelitian diketahui nilai rata-rata skala nyeri sebelum diberikan kompres hangat kayu manis yaitu 5,00 sedangkan setelah diberikan kompres hangat kayu manis yaitu 2,30. Berdasarkan hasil uji statistik Mann Whitney didapatkan nilai Sig (2-tailed) = 0,005, maka Sig  ≤ 0,05. Ada pengaruh pemberian kompres hangat kayu manis terhadap penuruanan skala nyeri penderita Arthritis Gout. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan dalam memberikan pendidikan kesehatan bagi pimpinan puskesmas pada penderita Artritis Gout untuk dapat menggunakan kayu manis sebagai salah satu terapi non farmakologi  penderitaArthritis Gout. Kata Kunci: Skala nyeri, Cinnamomun burmani, Arthritis Gout. ABSTRACTThe prevalence of Gouty Arthritis is high. Disorders due to high uric acid levels can result in strong joint pain, joint swelling, inflammation in the joints, and damage to the joints. Cinnamon has pharmacological effects such as anti-rheumatism, and analgesics can be pain relief. Cinnamon contains essential oils (1-4%) consisting of eugenol, safrol, sinamaldehide, tannin, calcium oxalate, resin, and tanning substances. This type of research is Quasi Experiment, with a pre-test post test two group design with a total of 20 samples. The study was conducted September 10-13, 2019 in the working area of the Lubuk Begalung Public Health Center in Padang using the Porposive Sampling technique. Data collection uses observation sheets and analyzed by Univariate and Bivariate. The results of the study revealed the average value of the pain scale before given cinnamon warm compress is 5.00 while after given cinnamon warm compress is 2.30. Based on the Mann Whitney statistical test results obtained Sig (2-tailed) = 0.005, then Sig ≤ 0.05. There is an effect of giving warm cinnamon compresses to reduce the pain scale in patients with Arthritis Gout. It is hoped that the results of this study can be used as material in providing health education for health center leaders in patients with Arthritis Gout to be able to use cinnamon as one of the non-pharmacological therapies for Gout Arthritis patients. Keywords: Pain scale, Cinnamomun burmani, Arthritis Gout. 
HUBUNGAN RELIGIOSITAS DAN EFIKASI DIRI DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL BEING PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER Helena Patricia; Emira Apriyeni; Dwi Christina Rahayuningrum
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 13, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v13i1.1381

Abstract

 Penyakit jantung koroner mempunyai pengaruh yang cukup besar bagi penderita dalam melakukan kegiatan sehari-hari yang dapat berpengaruh terhadap kesejahteraan psikologis atau Psychological well-being. Psychological well-being dipengaruhi oleh beberapa faktor terutama religiusitas dan efikasi diri  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dan efikasi diri  dengan  Psychological well-being. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analitik, dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang dirawat di ruangan Instalasi Rawat Intensive (IRI) RSUD Sawahlunto, penelitian dilakukan pada bulan November 2021. Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling, dengan jumlah sampel 35 orang. Pengolahan data menggunakan komputerisasi dengan untuk menganalisa secara univariat yaitu dengan distribusi frekuensi dan univariat dengan melakukan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan lebih dari separuh responden 19 (54,3%) memiliki Psychological Well Being yang rendah, lebih dari separuh responden 21 (60%) memiliki religiusitas yang rendah, dan lebih dari separuh responden yaitu 23 (65,7%) memiliki efikasi diri yang rendah. Hasil Bivariat ditemukan terdapat hubungan yang signifikan antara religiusitas (0,002), dan efikasi diri (0,000) dengan Psychological well being pada pasien penyakit jantung koroner. Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada perawat agar dapat memberikan penyuluhan kesehatan kepada pasien dan keluarga pasien tentang religiusitas dan  efikasi diri agar dapat lebih meningkatkan religiusitas dan efikasi diri pasien demi terciptanya Psychological well being yang tinggi.
Upaya Penurunan Kecemasan Saat Vaksinasi Dengan Terapi Musik Helena Patricia; Emira Apriyeni; Dwi Christina Rahayuningrum; Veolina Irman
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5701

Abstract

ABSTRAK  Kasus covid-19 yang terkonfirmasi sampai bulan Oktober tnimbulkan efek negatif pada kesehatan fisik dan psikologis individu. Dampak psikologis selama pandemi diantaranya gangguan stres, kecemasan, kebingungan, kegelisahan, frustrasi, ketakutan akan infeksi, insomnia dan merasa tidak berdaya. Kecemasan merupakan salah satu dampak psikologis yang paling banyak ditemukan pada masyarakat Indonesia. Kecemasan akan berpengaruh terhadap menurunnya imunitas seseorang serta penerimaan seseorang terhadap vaksin sehingga meningkatkan resiko seseorang terpapar virus (Puteri dkk, 2021). Tujuan penelitian ini apakah ada terjadinya penurunan kescemasan saat vaksinasi dengan terapi musik. Tahap persiapan dari kegiatan adalah pembuatan pre planing, mengajukan ijin dan persiapan tempat dan alat – alat lainnya di STIKES Syedza Saintika Padang. Pembuatan leaflet dan persiapan musik yang akan digunakan pada 2 hari sebelum kegiatan penyuluhan dimulai. Pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan kesehatan tentang Covid 19 dan kecemasan serta pemberian terapi musik sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai upaya menurunkan kecemasan sehingga dapat mengantisipasi mahasiswa cemas dan takut saat dilaksanakan vaksinasi. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mahasiswa mahasiwa tingkat pertama STIKES Syedza Saintika. Siswa yang hadir sebanyak 40 Orang. Dari hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat tentang  upaya penurunan kecemasan saat vaksinasi dengan terapi musik di STIKES Syedza Saintika,  maka disimpulkan adanya peningkatan pengetahuan mahasiswa pada saat pretest 49.65 menjadi 55.23 pada saat posttest mengenai pengertian, penularan dan pencegahan Covid19, konsep kecemasan, dan penurunan kecemasan mahasiswa saat vaksinasi dengan terapi music. Kata Kunci : Covid-19, Kecemasan, Terapi Musik, Vaksinasi ABSTRACT Confirmed cases of covid-19 until October have a negative effect on the physical and psychological health of individuals. Psychological impacts during the pandemic include stress disorders, anxiety, confusion, restlessness, frustration, fear of infection, insomnia and feeling helpless. Anxiety is one of the most common psychological effects found in Indonesian society. Anxiety will affect a person's immunity to decrease and a person's acceptance of vaccines, thereby increasing a person's risk of being exposed to the virus (Puteri et al, 2021). The purpose of this study is whether there is a decrease in anxiety when vaccinated with music therapy. The preparation stage of the activity is making pre-planing, applying for permits and preparing places and other tools at STIKES Syedza Saintika Padang. Making leaflets and preparing music that will be used 2 days before the outreach activity begins. Community service in the form of health education about Covid 19 and anxiety as well as providing music therapy as an effort to increase student knowledge about efforts to reduce anxiety so that students can anticipate anxiety and fear when vaccination is carried out. The target of this community service activity is the first-year students of STIKES Syedza Saintika. There were 40 students who attended. From the results of Community Service activities regarding efforts to reduce anxiety when vaccinating with music therapy at STIKES Syedza Saintika, it was concluded that there was an increase in student knowledge at pretest 49.65 to 55.23 in posttest about the understanding, transmission and prevention of Covid19, the concept of anxiety, and a decrease in student anxiety when vaccinating with music therapy. Keywords: Covid-19, Anxiety, Music Therapy, Vaccination
EDUKASI PENCEGAHAN BULLYING PADA SISWA SEKOLAH DASAR Dwi Christina Rahayuningrum; Helena Patricia; Emira Apriyeni; Veolina Irman
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 9 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i9.3110-3116

Abstract

Bullying merupakan persoalan serius dan mengancam bagi anak Indonesia. Kejadian bullying yang berlangsung lama akan menyebabkan dampak bagi korban bullying, baik fisik, psikologis, dan sosial. Perlu dilakukan program untuk pencegahan bullying yang dapat meningkatkan pengetahuan untuk menurunkan tindakan bullying. Tujuan kegiatan ini memberikan edukasi kepada siswa sekolah dasar mengenai pencegahan bullying. Pengabdian masyarakat dilaksanakan kepada siswa dan siswi SD 37 Pegambiran Padang dengan metode ceramah, diskusi, Sebelum kegiatan dilakukan pre test dan post test untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta terkait pencegahan bullying. Setelah diberikan edukasi kepada siswa dan siswi SD 37 Pegambiran serta dilakukan evaluasi terjadi peningkatan pengetahuan siswa dan siswi mengenai pencegahan bullying yaitu dari 40% menjadi 85%. Diharapkan kepada pihak sekolah dapat menjadikan pendidikan kesehatan mengenai bullying dalam salah satu kegiatan di sekolah.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS AIR REBUSAN JAHE EMPRIT DAN MADU HUTAN PADA PENDERITA HIPERTENSI Helena Patricia; Emira Apriyeni; Dwi Christina Rahayuningrum
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 3 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i3.2199

Abstract

Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah dalam pembuluh arteri yang melebihi batasan normal. Tindakan untuk mengatasi hipertensi secara nonfarmakologi yaitu cara pemberian air rebusan jahe emprit dan madu hutan. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas pemberian air rebusan jahe emprit dan madu hutan terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Jenis penelitian ini quasy eksperimental dengan desain penelitian pre test dan post test one group designt. Penelitian dilakukan  di wilayah Kerja Puskesmas Lolo Kabupaten Kerinci dengan jumlah sampel 16 orang melalui teknik purposive sampling. Analisis hasil penelitian dilakukan secara univariat dan bivariat dengan mengunakan uji t-test independen. Hasil penelitian terdapat pengaruh air rebusan jahe emprit terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan p-value 0,000, dan terdapat pengaruh madu hutan terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan p-value 0,000. Tidak terdapat perbedaan efektivitas antara pemberian air rebusan jahe emprit dan madu hutan terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi dengan nilai signifikan > 0,05. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara efektivitas pemberian air rebusan jahe emprit dan madu hutan terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Saran, melalui kepala Puskesmas diharapkan kepada petugas kesehatan agar dapat memberikan pendidikan kesehatan terapi non farmakologi sebagai tindakan mandiri.
Pendidikan Kesehatan Hipertensi pada Lansia Emira Apriyeni; Dwi Christina Rahayuniingrum; Helena Patricia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8239

Abstract

ABSTRAK  Prevalensi hipertensi pada lansia di Asia diperkirakan sudah mencapai 8-18% dan di Indonesia sebesar 115 juta penduduk (31,7%). Data Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin didapatkan jumlah lansia sebanyak 107 orang dan lebih dari 50% menderita hipertensi. Tingginya kasus disebabkan kurangnya pengetahuan dan sikap lansia dalam pencegahan hipertensi. Hipertensi yang tidak terkendali akan dapat menimbulnya komplikasi penyakit lain dan kematian. Salah satu penanganan dengan meningkatkan pengetahuan lansia mengenai hipertensi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pendidikan kesehatan pada lansia tentang hipertensiagar meningkatkan derajat kesehatan lansia. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan dengan media audio visual dan leaflet. Hasil yang diperoleh adalah kegiatan pendidikan kesehatan berjalan dan lancar, peserta aktif memberi dan menjawab pertanyaan dan mengikuti kegiatan sampai akhir serta pengetahuan lansia meningkat terkait hipertensi sebesar 8,25. Kegiatan ini sebagai antisipasi terjadinya komplikasi hipertensi lebih lanjut pada lansia. Kata Kunci: Hipertensi, Pendidikan Kesehatan dan Pengetahuan  ABSTRACT  Prevalence of elderly’s hypertension in Asia is estimated to have reached 8-18% and in Indonesia by 115 million people (31.7%). Data from the Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin Social Institution, it was found 107 elderly and more than 50% suffered from hypertension. The high cases was due to a lack of knowledge and attitudes of the elderly in preventing hypertension. Hypertension was not controlled will lead to complications of other diseases and death. One of treatment was by increasing the knowledge of the elderly about hypertension. The purpose of this activity was to provide health education to the elderly about hypertension in order to improve the health status of the elderly. The counseling methods was used with audio-visual media and leaflets. The results obtained were health education activities running well and smoothly, participants actively gave and answered questions and followed activities until the end and increased knowledge aound 8.25. This activity to anticipated hypertension complication for eldery.  Keywords: Health Education, Hypertension, Knowledge
APPLICATION OF HAND MASSAGE THERAPY TOWARDS PAIN LEVEL IN PATIENTS POST HEART CATETERIZATION AT DR M DJAMIL PADANG Putri Dafriani; Helena Patricia; Dian Dedi Priyadi; Weni Sartiwi
Jurnal Ipteks Terapan (Research Of Applied Science And Education ) Vol. 16 No. 4 (2022): Jurnal Ipteks Terapan : research of applied science and education
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.468 KB) | DOI: 10.22216/jit.v16i4.620

Abstract

Cardiovascular disease is one of the leading causes of death in Indonesia. One way to overcome and treat heart disease is cardiac catheterization. The effect of cardiac catheterization is pain. One of pain management is hand massage. The purpose of this study was to determine the effect of hand massage therapy on pain levels in post cardiac catheterization patients at Dr M Djamil Hospital Padang in 2021. The type of research was Quasy Experimental design Two Group Pretest-Posttest. The data were collected 12-25 February 2021. The population were patients after cardiac catheterization. Sampling technique was purposive sampling. The total sample was 20 patients. We divided into 2 groups, intervention and control group. The data were processed by univariate and bivariate analysis using the Mann Whitney-U test. The results of the intervention group study obtained an average pre-test pain intensity of 5.8 and post-test 2.9. Meanwhile, in the control group, the pre-test scores were 5.7 and the post-test scores were 5.7. Statistical test results obtained p value = 0.000 <0.05. It can be concluded that there was an effect of hand massage therapy on pain levels in post cardiac catheterization. Nurses expected to apply hand massage therapy in reducing pain.
Faktor Determinant yang Mempengaruhi Kecemasan Remaja pada Masa Pandemi Emira Apriyeni; Helena Patricia
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan: Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.136 KB)

Abstract

Pandemi covid-19 menimbulkan kecemasan pada remaja untuk beraktivitas di luar rumah, terbatasnya sosialisasi, dan khawatir jika terpapar dengan virus Covid-19. Kecemasan akan berdampak pada masalah kesehatan mental remaja. Banyak faktor yang mempengaruhi kecemasan pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinant yang berhubungan dengan tingkat kecemasan remaja pada masa pandemi. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 25 Padang dengan 105 orang sampel dengan Proporsional Stratified Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian didapatkan lebih dari separuh remaja yang mengalami kecemasan sedang-berat sebesar (71,4%). Hasil statistik menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan adalah konsep diri (p=0,002), dukungan keluarga (p=0,000) dan strategi coping (p=0,000), serta religiusitas (p=0,006). Faktor yang paling dominan untuk kecemasan adalah strategi koping (OR=6,7). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dengan konsep diri, dukungan keluarga, strategi coping dan religiusitas pada remaja. Faktor yang paling dominan adalah strategi koping. Diharapkan sebaiknya remaja memahami konsep diri, dan meningkatkan religiusitas dan menggunakan strategi koping yang baik serta di harapkan keluarga memberikan dukungan kepada remaja agar menggunakan strategi koping untuk mengurangi kecemasan pada remaja.
Sosialisasi kepada Masyarakat tentang Bahaya Penyalahgunaan Narkotika di Klinik Pratama BNN Provinsi Sumatera Barat Weni Sartiwi; Dwi Christina Rahayuningrum; Veolina Irman; Helena Patricia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9268

Abstract

ABSTRAK Rendahnya keingina pasien untuk datang sendiri ke pusat layanan rehabilitasi sebagian besar dipengaruhi dangkalnya pengetahuan pasien tentang narkotika. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan pasien tentang bahaya penyalahgunaan narkotika. Kegiatan ini dilaksanakan di Klinik Pratama Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Barat tanggal 20 September tahun 2021 sebanyak 15 orang. Kegiatan ini diawali dengan mengukur tingkat pengetahuan dengan cara pasien diminta menjawab 25 pertanyaan tentang penyalahgunaan narkotika, kemudian diberikan pendidikan kesehatan dan diakhiri dengan post test untuk melihat tingkat pengetahuan pasien. Hasil didapatkan bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan rata-rata nilai yang didapatkan adalah 14 dengan nilai minimal 8 dan nilai maksimal 21 dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan didapatkan nilai rata-rata 17 dengan nilai minimal 13 dan nilai maksimal 22. Terlihat adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang penyalahgunaan narkotika. Diharapkan kegiatan penyuluhan ini dapat menjadi kegiatan rutin bagi klinik Pratama Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Barat agar pasien dapat mengingat secara terus menerus tentang bahaya penyalahgunaan narkotika. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Tingkat Pengetahuan, Bahaya Penyalahgunaan Narkotika  ABSTRACT The low willingness of patients to come alone to the rehabilitation service center is largely influenced by the patient's shallow knowledge of narcotics. The purpose of this activity is to increase patient knowledge about the dangers of narcotics abuse. This activity was carried out at the Pratama Clinic of the National Narcotics Agency of West Sumatra Province on September 20, 2021, with 15 people. This activity begins with measuring the level of knowledge by asking the patient to answer 25 questions about narcotics abuse, then giving health education and ending with a post test to see the level of knowledge of the patient. The results showed that before being given health education the average value obtained was 14 with a minimum score of 8 and a maximum value of 21 and after health education, an average value of 17 was obtained with a minimum value of 13 and a maximum value of 22. There was an increase in knowledge after being given education. health about drug abuse. It is hoped that this outreach activity can become a routine activity for the Pratama clinic of the National Narcotics Agency of West Sumatra Province so that patients can remember continuously about the dangers of narcotics abuse. Keywords: Health Education, Level of  Knowledge, Dangers of Drug Abuse