Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tindak Tutur Masyarakat di Pasar Raya MMTC, Medan Cicilia Gultom; Enjelita Hutagalung; Hasea Simanjuntak; Lentiar Gultom; Mayesa Purba; Nazwa Pasaribu; Sarah Siregar
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2025): January, Local Cultural Heritage and Traditional Practices: Advancing Research
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/56retb11

Abstract

This study aims to analyze the use of speech acts in buying and selling interactions at Pasar Raya MMTC Medan. This market was chosen as the research location because it is often visited by local people and people from outside the area, and the majority of interactions in the market use Indonesian, which makes it easier for researchers to understand the speech acts that occur. This study uses a qualitative method with observation, recording, and note-taking techniques to collect data. The main focus of the study is on the analysis of the types of speech acts used by traders and buyers in their daily interactions. The results of the study show that the speech acts used in this market tend to be polite, friendly, and full of joy, reflecting the values of local culture that are maintained. In addition, traders also use regional languages and Indonesian alternately to create social closeness with buyers. The principles of cooperation and the principles of politeness are seen in the interactions that occur, which make communication run smoothly and effectively. This study also reveals that politeness in language plays an important role in creating harmonious social relationships in traditional markets, where language is an important tool in bringing sellers and buyers closer together
Larangan Perkawinan Semarga Dalam Masyarakat Batak Angkola dan Implikasi Sanksi Terhadap Pelanggar Pintauli Silaban; Eny Risana Sihite; Enjelita Hutagalung; Nayla Apriani Lubis; Fitriani Lubis
Journal of Citizen Research and Development Vol. 1 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v1i2.3884

Abstract

Perkawinan semarga adalah perkawinan yang dilakukan oleh satu marga yang sama dan dianggap perkawinan sedarah dari garis keturunan ayah (patrilinial). Seiring berjalannya waktu, pernikahan satu marga ini terjadi terjadi di beberapa tempat. Perubahan sosial ini bisa saja terjadi oleh masyarakat itu sendiri bahkan masyarakat dari luar. Dengan meningkatnya wawasan masyarakat, pola pikir masyarakat terhadap nilai-nilai budaya tradisi yang semakin menurun mengakibatkan terjadinya penyimpangan terhadap nilai-nilai budaya, salah satunya diantaranya adalah penyimpangan yang dilakukan masyarakat Batak Angkola mengenai pernikahan semarga. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perkawinan semarga dalam Batak Angkola, 2) Untuk mengetahui dampak dari pernikahan semarga dalam Batak Angkola, 3) Untuk mengetahui kehidupan masyarakat Adat Batak Angkola yang melakukan perkawinan semarga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Perkawinan semarga ini dapat terjadi karena, cinta dan kematian, menyembunyikan marga, lokasi atau lingkungan faktor dan faktor agama. Sanksi adat yang diterapkan terhadap pelanggar bervariasi, mulai dari denda berupa penyembelihan hewan, penggantian marga, hingga pengucilan dari upacara adat. Adapun kehidupan pelaku perkawinan dari semarga, awalnya mereka menerima cibiran, yang lama kelamaan akan hilang dan kehidupan mereka akan normal dan tidak ada diskriminasi yang akan diterima.