Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS POLA RUANG DAN TIPOLOGI ARSITEKTUR MARITIM DI PESISIR PANTAI LEATO SELATAN KOTA GORONTALO Mohammad Imran; Putalan, Reinal; Hakim, Didiet Haryadi; Bahmid, Mohamad Raihan; Isima, Mohamad Teguh
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 31 No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v31i1.5766

Abstract

Coastal areas are strategic regions that reflect the interaction between humans and the maritime environment. In Leato Selatan Village, Gorontalo City, there is a coastal community settlement with distinctive spatial characteristics and architectural forms as a result of adaptation to local geographical and cultural conditions. This study aims to analyze the spatial patterns of the settlement and the maritime architectural typology in the area. The method used in this study is a descriptive qualitative approach with data collection techniques through field observations, in-depth interviews, visual documentation, and literature studies. The analysis was conducted on the spatial arrangement, building orientation, and architectural elements that reflect adaptation to the coastal environment. The results of this study identified the spatial patterns in South Leato Village as coastal fishing settlements and classified the maritime architectural typology that reflects local wisdom and socio-ecological factors in South Leato Village.
ANALISIS POLA RUANG DAN TIPOLOGI ARSITEKTUR MARITIM DI PESISIR PANTAI LEATO SELATAN KOTA GORONTALO Mohammad Imran; Putalan, Reinal; Hakim, Didiet Haryadi; Bahmid, Mohamad Raihan; Isima, Mohamad Teguh
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 31 No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v31i1.5766

Abstract

Coastal areas are strategic regions that reflect the interaction between humans and the maritime environment. In Leato Selatan Village, Gorontalo City, there is a coastal community settlement with distinctive spatial characteristics and architectural forms as a result of adaptation to local geographical and cultural conditions. This study aims to analyze the spatial patterns of the settlement and the maritime architectural typology in the area. The method used in this study is a descriptive qualitative approach with data collection techniques through field observations, in-depth interviews, visual documentation, and literature studies. The analysis was conducted on the spatial arrangement, building orientation, and architectural elements that reflect adaptation to the coastal environment. The results of this study identified the spatial patterns in South Leato Village as coastal fishing settlements and classified the maritime architectural typology that reflects local wisdom and socio-ecological factors in South Leato Village.
Analisis Kondisi Lalu Lintas di Ruas Jalan Ar Jhon Katili, Kota Gorontalo Didiet Haryadi Hakim; Zulkifli Mappasomba; Aulia Saraswati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1698

Abstract

Ruas jalan Ar Jhon Katili di Kota Gorontalo merupakan salah satu titik strategis yang memiliki tingkat kepadatan lalu lintas tinggi, terutama pada jam-jam sibuk. Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk menganalisis dampak lalu lintas yang terjadi di Ruas Jalan tersebut, termasuk tingkat pelayanan (Level of Service), volume kendaraan, waktu tundaan, dan potensi kecelakaan menggunakan metode kuantitatif deskriptif serta teknik survei lapangan dengan mengumpulkan data primer dan sekunder yang relevan dengan kinerja lalu lintas di sepanjang bagian Jalan AR Jhon Katili. Survei volume lalu lintas (traffic counting) dilakukan dengan metode manual counting yang dibantu oleh tim survei menggunakan tally sheet untuk mencatat jenis dan jumlah kendaraan yang melintas. Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat diambil kesimpulan bahwa Volume lalu lintas pada Jalan AR John Katili saat hari kerja (weekday) menunjukkan pergerakan kendaraan yang cukup tinggi. Bila dikonversi ke dalam Satuan Mobil Penumpang, maka total volume lalu lintas mencapai 11.897,6 smp/hari, dengan rata-rata sebesar 1.322 smp/jam. Pola lalu lintas menunjukkan fluktuasi sepanjang hari, dengan pergerakan yang cenderung padat pada pagi dan sore hari. Jalan AR John Katili pada akhir pekan (weekend) menunjukkan aktivitas kendaraan yang cukup tinggi, terutama di sore hari. Oleh karena itu Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan bagi pemerintah daerah dalam penataan dan pengembangan infrastruktur transportasi di Kota Gorontalo.
Peningkatan Kapasitas Pemuda Sadar Lingkungan di Kelurahan Leang-Leang: Menuju Partisipasi Aktif dan Konservasi Berbasis Komunitas Nur, Nurhidayat; Haidir, Muh.; Saraswaty, Aulia; Hakim, Didiet Haryadi; Mappasomba, Zulkifli
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v5i01.3146

Abstract

Persoalan lingkungan di kawasan wisata Leang-Leang semakin kompleks akibat rendahnya keterlibatan pemuda, meskipun mereka memiliki potensi strategis sebagai agen perubahan, sehingga pelibatan komunitas bertujuan memperkuat kesadaran lingkungan dan kapasitas kepemimpinan pemuda di Kelurahan Leang‑Leang, Kecamatan Bantimurung, melalui pendekatan partisipatif dan berakar lokal. Kegiatan dilaksanakan dengan metode Penelitian Tindakan Partisipatif (PAR) melibatkan 36 pemuda. Prosedurnya meliputi observasi awal, survei pre‑test, edukasi lingkungan kontekstual, diskusi kelompok dengan studi kasus lokal, serta pembentukan kelompok komunitas yang dipimpin pemuda. Instrumen pengamatan dan pengumpulan data mencakup catatan lapangan, kuesioner, dan post‑test untuk mengukur peningkatan pengetahuan serta perubahan perilaku. Hasil utama menunjukkan peningkatan pemahaman lingkungan sebesar 46 % (pre‑test 38 %, post‑test 84 %), terciptanya lima solusi lingkungan berbasis komunitas, dan pendirian kelompok “Pemuda Leang‑Leang Sadar Lingkungan” sebagai agen aksi berkelanjutan. Intervensi juga meningkatkan perilaku ekologi individu, seperti pemilahan sampah rumah tangga dan penyebaran pesan lingkungan. Evaluasi mengungkap 94 % peserta menilai program sangat relevan, partisipatif, dan berdampak. Temuan mendukung bahwa pendidikan partisipatif berbasis komunitas signifikan memperkuat kewarganegaraan ekologi pemuda serta kepemimpinan komunitas dalam mengatasi masalah lingkungan lokal. Model ini dapat diadaptasi ke area ekowisata lain dengan menyesuaikan konteks budaya dan ekologi setempat, memberikan contoh replikabel bagaimana pemuda dapat menjadi agen kunci konservasi melalui pengalaman belajar terstruktur dan sensitif konteks.