Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Kelengkapan Rekam Medis Pasien Rawat Darurat pada Gejala Fever di RSUD Wangaya Kota Denpasar Purwanti, Ika Setya; Pandini, Putu Kanaya Aning; Aditya, Made Wahyu
Jurnal Rekam Medic Vol 6, No 1 (2023): Edisi Februari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v6i1.5864

Abstract

Pendahuluan Ketepatan pengisian dokumen rekam medis merupakan salah satu faktor yang digunakan untuk menilai kualitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit. Semakin lengkap pengisian dokumen rekam medis, maka semakin baik mutu rekam medis tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan persentase kelengkapan pengisian identifikasi, autentifikasi, pencatatan, dan laporan penting yang benar pada dokumen rekam medis rawat darurat pasien dengan gejala demam di RSUD Wangaya Kota Denpasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan jumlah sampel sebanyak 85 rekam medis rawat darurat pasien dengan gejala demam, yang dipilih menggunakan metode probability sampling dengan teknik acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan pengisian identifikasi sebanyak 100%. Sedangkan pengisian autentifikasi pada Tanda Tangan DPJP 85 (100%),Cap Dokter 53 (62,4%),Tanggal Pelayanan 85 (100%), TTD Perawat 42 (49,4%), Nama Terang Dokter dan Perawat 73 (85,9%). Pecatatan Pembetulan Kesalahan Kata 80 (94,1%), Catatan Perkembangan Pasien 76 (89,4%), Assesmen Keperawtan Darurat 60 (70,6%) dan Tindakan Keperawatan yaitu 60 (70,6%). Pelaporan Keluhan Utama 77 (90,6%), Riwayat Penyakit 65 (76,5%), Pemeriksaan Fisik 60 (70,6%), Diagnosa Kerja 56 (65,9%) dan Tindakan 50 (58,8%). Kesimpulan dari keempat analisis kelengkapan tertinggi pengisian dokumen rekam medis rawat darurat pada gejala fever di RSUD wangaya Kota Denpasar yakni terdapat pada pengisian identifikasi. 
Perancangan Sistem Filling Rekam Medis di Rumah Sakit Umum Tabanan Aditya, Made Wahyu Aditya; Ika Setya Purwanti
Jurnal IT UHB Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Ilmu Komputer dan Teknologi
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/ikomti.v6i3.2023

Abstract

The efficiency of medical record management plays an essential role in improving the quality and accuracy of hospital services. At Tabanan General Hospital, several issues were identified in the manual medical record filling process, including incomplete borrowing data and document return delays exceeding 24 hours. These problems were mainly caused by the use of manual expedition books, which are less effective and efficient. This study aims to design an electronic medical record filling system to support accurate and timely document management. The research employed a descriptive qualitative method combined with a waterfall design approach. The system design included the development of Data Flow Diagrams (DFD), Entity Relationship Diagrams (ERD), and user interface prototypes. The resulting system design is considered acceptable based on expert validation and is recommended for implementation at Tabanan General Hospital to improve efficiency, data completeness, and tracking accuracy in the medical record management process.
Sosialisasi Platform SatuSehat Mobile dalam Upaya Habituasi Teknologi Kesehatan Berbasis Rekam Medis Kepada Kalangan Pelajar di SMK Kesehatan PGRI Denpasar Widana, Anak Agung Gde Oka; Purwanti, Ika Setya; Bintari, Ni Wayan Desi; Prihatiningsih, Diah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17223

Abstract

ABSTRAK Masalah yang sering terlihat di kalangan pelajar adalah terkait hadirnya sejumlah aplikasi yang berpengaruh pada pada kualitas diri. Salah satu masalah tersebut adalah pemahaman terhadap eksistensi dari aplikasi berbasis kesehatan yang kehadirannya sangat membantu dibidang kesehatan namun belum semua pelajar menyadari eksistensinya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan, mempraktekkan serta membiasakan pengoperasian teknologi berbasis kesehatan bagi siswa SMK Kesehatan PGRI Denpasar. Kegiatan dilaksanakan dengan cara bimbingan serta penyuluhan, Pre Test, Post Test dan diskusi tanya jawab terkait materi yang telah disampaikan. Peserta kegiatan ini secara kuantitas berjumlah 33 orang siswa, yang didominasi oleh peserta didik perempuan. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menunjukkan hasil bahwa; (1) Peserta pengabdian masyarakat di SMK Kesehatan PGRI Denpasar didominasi oleh siswa perempuan dalam rentang usia 17 tahun, (2) Popularitas platform SatuSehat Mobile pada siswa tergolong masih rendah, namun setelah diberikan sosialisasi secara intensif terdapat peningkatan yang signifikan pada pemahaman akan eksistensi, fungsi, kewajiban penggunaan dan keterampilan siswa. Sosialisasi platform SatuSehat Mobile dalam upaya habituasi teknologi kesehatan berbasis rekam medis kepada kalangan pelajar di SMK Kesehatan PGRI Denpasar berjalan sesuai dengan rencana dan menunjukkan hasil yang baik dengan tingkat responsibility yang tinggi. Kata Kunci: SatuSehat Mobile, Habituasi, Teknologi Kesehatan, Rekam Medis  ABSTRACT A problem that is often seen among students is related to the presence of a number of applications that affect the quality of self. One of these problems is understanding the existence of health-based applications whose presence is very helpful in the health sector but not all students are aware of their existence. This service activity aims to introduce, practice and familiarize the operation of health-based technology for students of SMK Kesehatan PGRI Denpasar. Activities are carried out by means of guidance and counseling, Pre Test, Post Test and question and answer discussions related to the material that has been delivered. Participants in this activity in quantity amounted to 33 students, which were dominated by female students. The implementation of this community service shows the results that; (1) Community service participants at SMK Kesehatan PGRI Denpasar are dominated by female students in the age range of 17 years, (2) The popularity of the SatuSehat Mobile platform among students is still low, but after being given intensive socialization there is a significant increase in understanding of the existence, function, usage obligations and skills of students. The socialization of the SatuSehat Mobile platform in an effort to habituate medical record-based health technology to students at SMK Dwijendra Denpasar has gone according to plan and shows good results with a high level of responsibility. Keywords: SatuSehat Mobile, Habituation, Health Technology, Medical Records
BRIDGING DOCUMENTATION GAPS IN ELECTRONIC MEDICAL RECORDS: AN ANALYSIS OF INCOMPLETE MEDICAL ASSESSMENTS AND THEIR CONSEQUENCES FOR INA-CBGS REIMBUREMENT Ika Setya Purwanti; Made Wahyu Aditya
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 4 (2025): Vol. 2 No. 4 Edisi Oktober 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i4.1475

Abstract

Electronic Medical Records (EMR) are designed to improve service quality, documentation accuracy, and administrative efficiency, including reimbursement through the Indonesian Case-Based Groups (INA-CBGs). However, incomplete medical assessments remain a challenge, potentially leading to service gaps and reduced hospital claims. This qualitative descriptive study was conducted at Dharma Yadnya General Hospital, Denpasar, which has fully implemented EMR since 2024. Data were obtained through in-depth interviews with five informants: two medical record officers, the head of the emergency nursing unit, the head of the inpatient nursing unit, and the head of the medical record department. Data analysis used the 3M framework: Man, Method, and Material. From the Man aspect, heavy workloads of doctors and the lack of administrative support staff often caused delays and incomplete documentation. From the Method aspect, although Standard Operating Procedures (SOPs) and system reminders existed, monitoring relied mainly on manual follow-ups via WhatsApp groups, limiting effectiveness. From the Material aspect, the EMR system was user-friendly and supported by weekly vendor maintenance, but occasional network disruptions and insufficient administrative staff still hampered real-time documentation. Incomplete medical assessments in EMR directly affect INA-CBGs claims, especially when comorbidities, complications, or procedures are not recorded, resulting in under-coding and reduced reimbursement. Strengthening human resources, enforcing SOPs, and improving system support are essential to ensure documentation completeness, service quality, and financial sustainability
Aktualisasi Rekam Medis Bersama Pelajar melalui Empathy Reinforcement Terhadap Teknologi Berbasis Kesehatan di SMK Kesehatan Pgri Denpasar Widana, Anak Agung Gde Oka; Purwanti, Ika Setya; Bintari, Ni wayan Desi; Prihatiningsih, Diah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22081

Abstract

ABSTRAK Masalah yang sering muncul pada kalangan pelajar di lingkungan pendidikan adalah rendahnya empati atau kepedulian (low empathy) dari para siswa ketika dihadapkan pada perkembangan teknologi kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan, mempraktekkan serta membiasakan pengoperasian teknologi berbasis kesehatanbagi siswa SMK Kesehatan PGRI Denpasar. Kegiatan dilaksanakan dengan cara bimbingan serta penyuluhan, Pre Test, Post Test dan diskusi tanya jawab terkait materi yang telah disampaikan. Peserta kegiatan ini secara kuantitas berjumlah 21 orang dengan keseluruhan siswa perempuan. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menunjukkan hasilbahwa; (1) Peserta pengabdian masyarakat di SMK Kesehatan PGRI Denpasar keseluruhan dihadiri oleh siswa perempuan dalam rentang usia 17 tahun, (2) Popularitas teknologi berbasis kesehatan pada siswa tergolong masih rendah, namun setelah diberikan sosialisasi secara intensif terdapat peningkatan yang signifikan pada pemahaman akan eksistensi, fungsi, kewajiban penggunaan dan keterampilan siswa. Aktualisasi rekam medis bersama pelajar melalui empathy reinforcement terhadap teknologi berbasis kesehatan di SMK Kesehatan PGRI Denpasar berjalan sesuai dengan rencana dan menunjukkan hasil yang baik dengan tingkat responsibility yang tinggi. Kata Kunci: Rekam Medis, Empathy Reinforcement, Teknologi Kesehatan  ABSTRACT A common problem among students in educational settings is low empathy or concern (low empathy) when faced with developments in health technology. This community service activity aims to introduce, practice, and familiarize students at PGRI Denpasar Health Vocational School with the operation of health-based technology. The activity was conducted through guidance and counseling, pre-tests, post-tests, and question-and-answer discussions related to the material presented. The number of participants in this activity was 21, all of whom were female students. The implementation of this community service activity showed the following results: (1) All participants in the community service activity at PGRI Denpasar Health Vocational School were female students aged 17 years, (2) The popularity of health-based technology among students was still low, but after intensive socialization, there was a significant increase in understanding of its existence, functions, usage obligations, and skills. The implementation of medical record updating with students through empathy reinforcement toward health-based technology at SMK Kesehatan PGRI Denpasar proceeded as planned and yielded good results with a high level of responsibility. Keywords: Medical Records, Empathy Reinforcement, Health Technology
Deteksi dini infeksi saluran kemih dan kesadaran napza di SMA PGRI 4 Denpasar Diah Prihatiningsih; Ni Wayan Desi Bintari; Ika Setya Purwanti; Anak Agung Gde Oka Widana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25919

Abstract

Abstrak Infeksi saluran kemih (ISK) adalah masalah kesehatan yang sering muncul akibat kebiasaan buruk dalam menjaga kebersihan diri, khususnya di area urogenital. Remaja berisiko lebih tinggi terkena ISK karena sering mengabaikan kebersihan pribadi. Selain itu, penyalahgunaan Napza (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) juga menjadi ancaman serius bagi remaja. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMA PGRI 4 Denpasar bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang pencegahan ISK dan bahaya Napza. Program ini bekerja sama dengan SMA PGRI 4 Denpasar sebagai mitra utama dalam kegiatan edukasi, sosialisasi, dan demonstrasi pemeriksaan ISK dan Napza. Hasil pre-test menunjukkan bahwa 33,33% siswa memiliki pengetahuan cukup dan 50% memiliki pengetahuan kurang tentang ISK, sementara 50% siswa memiliki pengetahuan cukup dan 16,67% memiliki pengetahuan kurang tentang Napza. Setelah kegiatan, post-test menunjukkan peningkatan signifikan: 91,67% siswa memiliki pengetahuan baik tentang ISK (peningkatan 116%) dan 100% memiliki pengetahuan baik tentang Napza (peningkatan 67%). Peningkatan ini menunjukkan efektivitas program PKM dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai ISK dan Napza. Peningkatan pengetahuan ini berbanding lurus dengan peningkatan kesadaran siswa, karena pemahaman yang lebih baik biasanya meningkatkan kesadaran dan mendorong perubahan perilaku positif. Kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan dan menghindari penyalahgunaan Napza meningkat sejalan dengan pengetahuan mereka yang lebih baik setelah mengikuti program ini. Implikasi dari program ini menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan dan keterlibatan berbagai pihak dalam upaya pencegahan masalah kesehatan remaja, serta pentingnya dukungan dari keluarga dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan remaja.Kata kunci: pengetahuan; kesadaran; napza;  ISK; remaja Abstract Urinary tract infections (UTIs) are a common health issue often resulting from poor personal hygiene, especially in the urogenital area. Adolescents are at a higher risk of developing UTIs due to frequently neglecting personal hygiene. Additionally, substance abuse (narcotics, psychotropics, and other addictive substances) poses a serious threat to adolescents. The Community Service Program (PKM) at SMA PGRI 4 Denpasar aims to increase adolescents' knowledge and awareness of UTI prevention and the dangers of substance abuse. This program collaborates with SMA PGRI 4 Denpasar as the main partner in educational activities, socialization, and demonstrations of UTI and substance abuse screenings. Pre-test results showed that 33.33% of students had moderate knowledge and 50% had poor knowledge about UTIs, while 50% of students had moderate knowledge and 16.67% had poor knowledge about substance abuse. After the program, post-test results showed a significant improvement: 91.67% of students had good knowledge about UTIs (a 116% increase), and 100% had good knowledge about substance abuse (a 67% increase). This improvement indicates the effectiveness of the PKM program in enhancing students' understanding of UTIs and substance abuse. The increase in knowledge is directly proportional to an increase in students' awareness, as better understanding typically enhances awareness and encourages positive behavioral changes. Students' awareness of the importance of maintaining hygiene and avoiding substance abuse increased in line with their improved knowledge after participating in this program. The implications of this program emphasize the importance of continuous education and the involvement of various parties in preventing adolescent health issues, as well as the crucial role of family and community support in creating an environment that promotes adolescent health. Keywords: knowledge; awareness; substance abuse; UTIs; adolescents
KORELASI KADAR VITAMIN D DENGAN HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL Ika Setya Purwanti; Devi Teguh Arisandi; Ni Luh Gede Puspita Yanti
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 3 (2024): Vol. 1 No. 3 Edisi Juli 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i3.135

Abstract

Hampir dua pertiga ibu hamil di Indonesia mengalami anemia atau kurangnya kadar hemoglobin. Kadar vitamin D yang rendah dapat mengakibatkan terjadinya resiko anemia gestastional. Dalam hal mekanisme biologis, Vitamin D mempengaruhi konsentrasi kadar hemoglobin dalam mengatur erythropoetin, sel imun dan produksi hepcidin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui korelasi kadar vitamin D dengan Hemoglobin pada ibu hamil di Prodia Bandung periode tahun 2022. Metode penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan design cross sectioanl menggunakan pendekatan purpossive sampling menggunakan data sekunder sebanyak 669 sampel. Hasil penelitian didapatkan kadar Vitamin D terdapat 280 sampel (41,9%) tergolong dalam kategori cukup (sufficiency) dan hasil kadar hemoglobin yang normal yaitu sejumlah 622 ibu hamil (93%). Analisa data statistik dengan Spearman rho menunjukan nilai p value 0,653 > α (0,05). Hal ini berarti Ha ditolak dan H0 diterima yang artinya tidak terdapat hubungan signifikan antara kadar Vitamin D dan Hemoglobin pada ibu hamil. Kadar Hemoglobin pada ibu hamil tidak hanya dipengaruhi oleh kadar Vitamin D tetapi ada faktor lain seperti usia kehamilan, asupan vitamin, asupan makanan, aktivitas fisik dan faktor lainnya.
ANALISIS KELENGKAPAN PENGISIAN CATATAN PERKEMBANGAN PASIEN TERINTEGRASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK INSTALASI GAWAT DARURAT I Wayan Agus Cahyandika; Ika Setya Purwanti
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 4 (2024): Vol. 1 No. 4 Edisi Oktober 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i4.315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelengkapan CPPT elektronik yang dilihat dari 4 aspek yaitu, Identifikasi, Autentifikasi, Pelaporan, pencatatan yang benar. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, Hasil dari penelitian ini yaitu hasil analisis dari kunjungan pasien pada bulan Januari – Februari dan Maret 2024 didapatkan sempel sebanyak 356 kunjungan, penulis mendapatkan hasil sebagai berikut diantaranya, data identifikasi dari ccpt instalasi gawat darurat di peroleh informasi bahwa kelengkapan Nama, Jenis kelamin, dan No Rekam medis 100 % lengkap (356) responden, pada autentifikasi analisis data identifikasi dari ccpt instalasi gawat darurat di peroleh informasi bahwa dari 356 responden yang digunakan, menunjukan hasil bahwa kelengkapan tertinggi dengan jumlah bahwa yang lengkap sebanyak 320 dengan persentase 89.9% dan yang tidak lengkap sebanyak 36 dengan persentase 10.1%. Laporan Penting tentang catatan perkembangan pasien terintegrasi instalasi gawat darurat di RSU Dharma Yadnya, menunjukan hasil bahwa kelengkapan tertinggi dengan jumlah 314 catatan perkembangan pasien terintegrasi pasien, dengan jumlah persentase 88.4 %, ketidaklengkapan tertinggi sebanyak 42 dengan persentase 13.2%. Pencatatan yang benar pada catatan perkembangan pasien terintegrasi instalasi gawat darurat di RSU Dharma Yadnya, diperoleh bahwa kelengkapan keterbacaan tulisan, pembetulan 100% lengkap, namun masih terdapat bagian yang kosong dalam pencatatan yaitu 19.1% atau 68 responden keterbatasan penulis dari penelitian ini yaitu Penelitian dari keterbatasan pelaksanaannya, keterbatasan dalam penelitian terkait sistem yang mengakses CCPT rekam medis elektronik. Adapun saran yang dapat penulis sampaikan yaitu sebaiknya dilakukan sosialisasi mengenai kelengkapan dan ketepatan waktu pengisian CPPT kepada seluruh petugas medis yang bertanggung jawab dalam pengisian cppt.