Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Sosialisasi Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Pada Tanaman Jagung Di Desa Nglampin Qoriati, Yani; Utsman, Ahmad Farid
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20724

Abstract

Pendahuluan: Jagung merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki nilai strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat pedesaan. Namun, produktivitas jagung sering mengalami penurunan akibat serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Studi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani desa Nglampin kecamatan Ngambon kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Indonesia dalam melakukan pengendalian OPT secara tepat. Metode: Persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil: Terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta dengan hasil peningkatan 90% berdasarkan nilai postest dan pretest. Survei hasil kepuasan sosialisasi didapatkan nilai persentase 85% dengan nilai sangat puas dan 15% menilai cukup puas. Kesimpulan: Sosialisasi ini efektif meningkatkan pengetahuan dan pemahaman petani tentang penyuluhan OPT pada tanaman jagung di desa Nglampin dengan dibuktikan pada hasil postest, pretest, dan survei kepuasan kegiatan.
Identifikasi Fitokimia Hasil Fraksinasi Ekstrak Etanol Daun Tapak Dara Catharanthus roseus Menggunakan Kromatografi Lapis Tipis: Phytochemical Identification of Ethanol Extract Fractionation Results of Tapak Dara Leaves (Catharanthus Roseus L.) Using Thin Layer Chromatography Method Al Bari, Akhmad; Yani’ Qoriati; Nely Alfiana Faricha; Elis Faiqotul Kamelia
Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI) Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7 No 1 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jafi.v7i1.7066

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tinggi yang berpotensi sebagai sumber bahan baku obat herbal, salah satunya adalah tapak dara yang mengandung berbagai metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi golongan senyawa fitokimia hasil fraksinasi ekstrak etanol tapak dara menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Proses ekstraksi dilakukan secara sonikasi terhadap 500 g serbuk daun dengan 1.000 mL etanol 96%, menghasilkan rendemen sebesar 7,28%. Fraksinasi dilakukan bertingkat menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol, menghasilkan randemen masing-masing sebesar 21,4%, 10,2%, dan 18,9%. Hasil KLT menunjukkan bahwa fraksi n-heksana mengandung alkaloid (Rf 0,28; 0,33; 0,39) dan flavonoid (Rf 0,28), fraksi etil asetat mengandung alkaloid (Rf 0,80; 0,88), flavonoid (Rf 0,11), serta tanin (Rf 0,11; 0,44), sedangkan fraksi etanol negatif terhadap semua uji.
PELATIHAN PEMBUATAN SABUN WAJAH SESUAI JENIS KULIT BAGI SANTRI PONDOK PESANTREN DI BOJONEGORO Al-Bari, Akhmad; Saputri, Romadhiyana Kisno; Qoriati, Yani’; Amelia, Rika; Habiburrohman, Muhammad
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26670

Abstract

Abstrak: Remaja pada usia prapubertas atau pubertas rentan mengalami gangguan kulit seperti jerawat. Sekitar 84% santri Pondok Pesantren Adnan Al Charish mengalami gangguan kulit seperti jerawat kulit kering, gatal atau alergi dan infeksi kulit. Alternatif yang dapat dilaksanakan untuk menurunkan masalah kulit adalah dengan pembuatan sabun natural. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri terkait dengan kondisi kulit dan pembuatan sabun wajah sesuai dengan jenis kulit yang dimiliki. Mitra merupakan santri putri santri putri dengan usia 17-18 tahun yang berjumlah 40 santri. Metode pengabdian dilaksanakan dengan cara pemaparan materi tentang kondisi kulit yang dilanjutkan dengan diskusi, selanjutnya pelatihan pembuatan sabun wajah sesuai jenis kulit dilakukan dengan metode praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan pengetahuan mitra yang dinilai dari nilai pre-post test mengalami peningkatan, saat post test pengetahuan pada kategori sangat baik naik sebesar 47,5% dan pada kategori baik naik sebesar 22,5%. Pengukuran keterampilan membuat sabun di akhir pelatihan menunjukkan 55% mitra memiliki keterampilan dalam kategori baik.Abstract: Adolescents at prepubertal or pubertal age are prone to skin disorders such as acne. About 84% of Adnan Al Charish Islamic Boarding School students experience skin disorders such as dry skin acne, itching or allergies and skin infections. An alternative that can be implemented to reduce skin problems is by making natural soap. Community service activities aim to increase the knowledge and skills of students related to skin conditions and making facial soap according to their skin type. Partners are female santri with the age of 17-18 years, totalling 40 santri. The method is carried out through a presentation on skin conditions, followed by a discussion. This is then followed by a hands-on training session on making facial soap tailored to different skin types.. The results of the activity show that partner knowledge assessed from the pre-post test scores has increased, when the post test knowledge in the excellent category increased by 47.5% and in the good category increased by 22.5%. Measurement of soap making skills at the end of the training showed 55% of partners had skills in the good category.
PEMBERDAYAAN PESANTREN MELALUI PENDAMPINGAN MEMBUAT SPRAY ANTINYAMUK DARI EKSTRAK TAPAK DARA Al-Bari, Akhmad; Qoriati, Yani’; Nirmala, Atika
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34792

Abstract

Abstrak: Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, khususnya di lingkungan pesantren. Salah satu upaya preventif adalah pemanfaatan insektisida nabati berbahan alami seperti tapak dara (Catharanthus roseus L.) yang mengandung sitronellol dan geraniol sebagai senyawa repelan. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan santri pondok pesantren di Bojonegoro, dalam pembuatan spray antinyamuk herbal. Kegiatan diikuti oleh 40 santri putri melalui tahapan sosialisasi, ceramah, diskusi interaktif, dan praktik langsung. Evaluasi pengetahuan dilakukan dengan pretest–posttest dengan masing-masing 10 pertanyaan, sedangkan keterampilan diamati langsung oleh tim pengabdian. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pemahaman yakni 90% peserta mencapai kategori sangat baik setelah sosialisasi. Pada aspek keterampilan yakni 82,5% peserta mampu meracik spray antinyamuk secara mandiri sesuai prosedur.Abstract: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a major public health problem in Indonesia, particularly in Islamic boarding schools. One preventive effort is the use of botanical insecticides derived from natural plants such as periwinkle (Catharanthus roseus L.), which contains citronellol and geraniol as repellent compounds. This community service program aimed to enhance the knowledge and skills of students at Islamic Boarding School, Bojonegoro, in producing herbal mosquito repellent spray. The program involved 40 female students through stages of socialization, lectures, interactive discussions, and hands-on practice. Knowledge evaluation was conducted using pretest–posttest with 10 questions each, while skills were assessed through direct observation. Results indicated a significant improvement in knowledge (soft skills), with 90% of participants achieving an excellent category after the training. Meanwhile, 82.5% of participants demonstrated the ability to independently formulate and package mosquito repellent spray according to procedures.
Pelatihan deteksi skincare aman dan halal di Pondok Pesantren Bojonegoro Akhmad Al-Bari; Yani’ Qoriati; Charliandri Saputra Wahab
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29306

Abstract

AbstrakPenggunaan skincare di kalangan remaja santri semakin meningkat. Namun, banyak produk yang beredar di pasaran mengandung bahan tidak aman dan belum bersertifikasi BPOM maupun halal. Program pengabdian yang dilaksanakan di Pondok Pesantren ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan santri dalam mendeteksi skincare yang aman dan halal. Kegiatan ini melibatkan 40 santri putri berusia 17–18 tahun yang dipilih melalui observasi awal. Pelatihan dimulai dengan pemaparan materi tentang ciri-ciri produk skincare berisiko, pentingnya sertifikasi BPOM dan halal, serta pelatihan praktis untuk mengidentifikasi label dan menguji keberadaan bahan berbahaya merkuri dalam sampel skincare menggunakan reagen kit. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan para santri, dengan 96% peserta mencapai kategori baik. Sementara itu, keterampilan deteksi merkuri berada dalam kategori sangat baik. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran santri terhadap pentingnya memilih produk yang sesuai dengan prinsip syariah dan standar keamanan. Diharapkan, santri dapat lebih bijak dalam memilih produk skincare, sehingga masalah kulit di kalangan santri dapat berkurang. Kata kunci: pelatihan deteksi; skincare; aman; halal; merkuri. AbstractThe use of skincare products among teenage students in Islamic boarding schools has been on the rise. However, many products on the market contain harmful ingredients and lack certification from BPOM or halal approval. This community outreach program, conducted at an Islamic boarding school, aims to improve students' knowledge and skills in identifying safe and halal skincare products.  The initiative involved 40 female students aged 17–18, selected through an initial observation process. The training commenced with sessions covering the traits of potentially harmful skincare products, the significance of BPOM and halal certification, and hands-on practice in analyzing product labels and testing for hazardous substances, such as mercury, in skincare samples using reagent kits.  The outcomes demonstrated a notable enhancement in students' understanding, with 96% achieving a "good" level of knowledge. Furthermore, their ability to detect mercury was rated as "outstanding." This program effectively heightened the students' awareness of the necessity of choosing products that comply with Islamic values and safety standards. It is expected that the students will make wiser decisions when selecting skincare products, helping to minimize skin-related issues within their community. Keywords: training on detecting safe; skincare; safe; halal; mercury
Pemanfaatan Bonggol Jagung Sebagai Energi Alternatif dalam Mendukung Kemandirian Masyarakat Desa Tondomulo Efendi, Moh. Yusuf; Yani’ Qoriati; Nurul Huda
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1551

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan bonggol jagung sebagai energi alternatif yang mendukung kemandirian masyarakat Desa Tondomulo. Bonggol jagung, yang selama ini dianggap limbah, memiliki potensi sebagai bahan bakar ramah lingkungan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Mitra dalam kegiatan ini adalah BUMDes, Kelompok Tani dan PKK. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang pengolahan bonggol jagung menjadi briket yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif dan memiliki nilai ekonomi. Metode yang digunakan adalah Asset-Based Community Development (ABCD), yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal. Proses pengabdian meliputi Identifikasi Aset Komunitas, Pemetaan Aset, Pembangunan Relasi dan Jaringan, Identifikasi dan Penetapan Tujuan Bersama, Perencanaan Tindakan, Evaluasi dan Pembelajaran, Penguatan Keberlanjutan. Hasil yang diperoleh dari kegiatannnya ini adalah peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya energi terbarukan, pengurangan limbah organik, dan terciptanya kemandirian energi desa. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan.
Antibacterial Activity Test of an Ethanol Extract Toner Formulation from Water Apple Leaves (Syzygium aqueum) Against Propionibacterium acnes Darojatun Ni'mah; Yani’ Qoriati; Atika Nirmala
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 8 No 2 (2026): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/fnzz4q83

Abstract

Background: Acne vulgaris is an inflammatory condition of the pilosebaceous unit, one of the contributing causes of which namely the bacterium Propionibacterium acnes. Long-term utilization of synthetic antibacterial agents may result in bacterial antibiotic resistance; therefore, alternative therapies based on natural ingredients are needed. Leaves from the water apple plant (Syzygium aqueum). Contain active compounds which consists of flavonoids, tannins, saponins, and alkaloids, which possess bacterial inhibition activity and can be formulated into skincare products such as toners. Toner refers to a liquid skincare preparation that is applied to assist in cleansing the skin from residual impurities, balance skin pH, control excess oil, and help manage acne problems. Aim: The purpose of this study was to evaluate the physical characteristics and antibacterial effect of an ethanolic extract toner formulation derived from water apple leaves active against Propionibacterium acnes. Method:  Inhibitory power test research method (agar diffusion – disk) with four variations of extract concentration, namely F0 (0%), F1 (1%), F2 (3%), and F3 (5%). Extraction was carried out by maceration using 96% ethanol. The toner To ensure quality, the prepared toner samples underwent several physical assessments, including observation of appearance, consistency, pH value, moisture content, andflow properties. Antibacterial activity was assessed using the agar diffusion method with paper discs. Results: The results showed that the water apple leaf extract toner formulations met the quality requirements in accordance with the Indonesian National Standard (SNI) for topical preparations, as indicated by acceptable organoleptic properties, homogeneity, pH, moisture content, and viscosity. Furthermore, the antibacterial activity test demonstrated that the ethanol extract toner formulation F3 at a concentration of 5% exhibited the strongest inhibitory effect against Propionibacterium acnes, with an average inhibition zone diameter of 15.03 mm. Conclusion: The ethanol extract toner preparation of guava leaves meets physical quality standards according to SNI and has fairly high effectiveness as an antibacterial agent in inhibiting the growth of bacteria that cause acne.
How Does Marketing Training Influence Students’ Knowledge and Skills in Developing Santripreneurship Within Islamic Boarding Schools? Qoriati, Yani; Al-Bari, Akhmad; Saputri, Romadhiyana Kisno; Nisak, Siti Khoirun
Transformatif: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tranformatif.v7i1.14700

Abstract

This study examines the influence of marketing training on students’ knowledge and skills in developing santripreneurship within Islamic boarding schools (pesantren). Despite the significant potential of pesantren as centers of community-based economic empowerment, many student-led business units face constraints, particularly in product marketing, which limits their competitiveness and sustainability. To address this issue, a structured marketing training program was conducted at Adnan Al Charish Islamic Boarding School, focusing on soap product development, packaging, labeling, and digital marketing strategies. The study employed a Participatory Action Research (PAR) approach involving 25 students through stages of planning, action, observation, and reflection. Data were collected using pre-tests, post-tests, observations, and satisfaction surveys. The findings reveal a substantial improvement in both knowledge and practical skills, with 84% of participants achieving a “very good” level in knowledge and 92% in skills after the training. Additionally, 88% of participants reported being “very satisfied,” indicating the high relevance and effectiveness of the training program. These results demonstrate that participatory and practice-based learning approaches effectively enhance students’ competencies, confidence, and ability to apply marketing strategies, particularly in utilizing digital platforms to expand market reach. In conclusion, marketing training plays a vital role in strengthening santripreneurship by improving students’ capabilities. However, continuous mentoring, advanced training, and long-term evaluation are necessary to ensure sustainability and maximize the impact of such programs.