Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

DUKUNGAN DAN SOLIDARITAS CIVITAS AKADEMIKA FAKULTAS SOSIAL SAINS DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS UBUDIYAH INDONESIA TERHADAP PROBLEMATIKA PMI PENEMPATAN NEGARA MALAYSIA Murnia Suri; Fitriliana Fitriliana; Kesumawati Kesumawati; Muhammad Aqil
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menghadapi beragam permasalahan di luar negeri, khususnya di Malaysia, seperti status keimigrasian ilegal, pelanggaran kontrak kerja, hingga kekerasan dan eksploitasi, terus menjadi perhatian publik dan pemerintah. Menyikapi kompleksitas persoalan tersebut, civitas akademika Fakultas Sosial Sains dan Ilmu Pendidikan Universitas Ubudiyah Indonesia melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di KBRI Malaysia melalui koordinasi diplomatik, observasi lapangan, dialog humanis, serta pemberian edukasi dan konseling ringan bagi PMI. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan data faktual mengenai kondisi PMI, tetapi juga memperkuat rasa percaya diri dan solidaritas mereka, sekaligus meningkatkan pemahaman tentang hak-hak dasar serta pentingnya legalitas dokumen. Target capaian dari kegiatan ini adalah PMI memiliki kompetensi, lebih mandiri, dan mampu meng-upgrade soft skill sehingga memiliki posisi tawar di pasar kerja internasional, dengan indikator capaian berupa terselesaikannya permasalahan PMI, kemandirian pribadi, dan kemandirian ekonomi. Luaran yang dihasilkan mencakup laporan PKM, artikel ilmiah, policy brief, modul edukasi sederhana, dan video dokumentasi sebagai bahan advokasi dan edukasi publik. Kata Kunci: Pekerja Migran Indonesia, Pengabdian Masyarakat, KBRI Malaysia, Edukasi dan Konseling, Kemandirian Ekonomi.
FORMULASI EKSTRAK DAUN BENALU KOPI (Loranthus ferrugineus Roxb) SEBAGAI DASAR PEMBUATAN KRIM ANTIINFLAMASI Nasria Nasria; Zulia Ananda; Kesumawati Kesumawati; Eva Rosdiana; Siti Samaniyah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4452

Abstract

Abstrak Inflamasi adalah reaksi lokal jaringan terhadap infeksi atau cedera yang melibatkan mediator dan respons imun. Salah satu tumbuhan yang dapat digunakan untuk mengobati inflamasi yaitu tumbuhan benalu kopi (Loranthus ferrugineus Roxb). Sebagai upaya pemanfaatan benalu kopi yang lebih efektif, maka perlu dilakukan pengembangan menjadi suatu produk sediaan topikal, seperti krim antiinflamasi. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui apakah ekstrak daun benalu kopi (Loranthus ferrugineus Roxb) dapat dijadikan bahan dasar krim antiinflamasi. Metode Penelitian: True Experimental Laboratories dengan uji stabilitas sediaan krim meliputi uji organoleptis, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, dan viskositas serta uji aktivitas antiinflamasi yang menggunakan mencit sebanyak 18 ekor yang dibagi ke dalam 6 kelompok perlakuan yang terdiri dari kontrol negatif, kontrol positif (krim hidrokortison), krim F1, krim F2, Krim F3 dan krim F4. Edema pada kulit punggung mencit di ukur pada interval jam ke-0 (setelah induksi karagenin 2%) dan jam ke-1 hingga ke-6 (setelah perlakuan). Data dianalisis menggunakan program SPSS dengan uji normalitas (Kolmogorov-Smirnov), uji homogenitas (Levene Test), dan uji statistik parametrik (One-Way ANOVA).  Hasil Penelitian: Krim ekstrak daun benalu kopi (Loranthus ferrugineus Roxb) F1, F2, F3 dan F4 memiliki mutu fisik yang sesuai dengan spesifikasi selama uji stabilitas. Krim ekstrak daun benalu kopi (Loranthus ferrugineus Roxb) dapat menurunkan edema pada kulit punggung mencit sebesar 12,5 % (F2), 14,3 % (F3) dan 25,0 % (F4). Data yang dihasilkan tidak terdistribusi normal dan tidak homogen (P<0,05) serta tidak terdapat perbedaan rata-rata edema kulit punggung mencit pada jam ke-0 hingga jam ke-6 setelah diberikan perlakuan (P<0,05). Kesimpulan: Ekstrak daun benalu kopi (Loranthus ferrugineus Roxb) dapat dijadikan sebagai dasar pembuatan krim antiinflamasi dan formulasi krim yang memiliki aktivitas antiinflamasi paling besar dibandingkan dengan formulasi yang lain adalah formulasi 4 (F4).Kata Kunci    : Daun Benalu Kopi, Krim, Edema, Antiinflamasi Abstract Inflammation is a local tissue reaction to infection or injury involving mediators and an immune response. One plant that can be used to treat inflammation is the coffee parasite leaves (Loranthus ferrugineus Roxb). In an effort to use coffee parasites more effectively, it is necessary to develop it into a topical product, such as an anti-inflammatory cream. Aims: To determine that coffee parasite leaves extract (Loranthus ferrugineus Roxb) can be used as a basic ingredient for anti-inflammatory cream. Methodology: True Experimental Laboratories with stability tests of cream preparations including organoleptic tests, homogeneity, spreadability, stickiness, pH and viscosity as well as anti-inflammatory activity tests using 18 mice divided into 6 treatment groups consisting of negative control, positive control ( hydrocortisone cream), F1 cream, F2 cream, F3 cream and F4 cream. Edema on the back skin of mice was measured at the 0th hour interval (after 2% carrageenin induction) and 1st to 6th hour (after treatment). The data were analyzed using the SPSS program with normality tests (Kolmogorov-Smirnov), homogeneity tests (Levene Test), and parametric statistical tests (One-Way ANOVA). Result: Coffee parasite leaves extract cream (Loranthus ferrugineus Roxb) F1, F2, F3 and F4 has physical quality that meets specifications during the stability test. Coffee parasite leaves extract cream (Loranthus ferrugineus Roxb) can reduce edema on the back skin of mice by 12.5% (F2), 14.3% (F3) and 25.0% (F4). The resulting data was not normally distributed and homogeneous (P<0.05) and there was no difference in the average back skin edema of mice from the 0th to the 6th hour after treatment (P<0.05). Conclusion: Coffee parasite leaves extract (Loranthus ferrugineus Roxb) can be used as a basis for making anti-inflammatory creams and the cream formulation that has the greatest anti-inflammatory activity compared to other formulations is formulation 4 (F4).Keywords: Coffee Parasite Leaves, Cream, Edema, Anti-inflammatory 
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN CLAY MASK EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) SEBAGAI PELEMBAP WAJAH Kesumawati Kesumawati; Herlina Putri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5603

Abstract

Kulit kering merupakan salah satu permasalahan kulit yang sering terjadi akibat paparan sinar matahari berlebih, suhu, dan kelembapan udara yang ekstrem. Kondisi ini menyebabkan penurunan kadar air di lapisan kulit, sehingga kulit menjadi kasar dan kehilangan kelembapan. Masker wajah merupakan salah satu bentuk kosmetik topikal yang dapat digunakan untuk merawat dan melembapkan kulit. Daun kersen (Muntingia calabura L.) diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi dan berpotensi sebagai bahan aktif dalam produk kosmetik alami. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan mengevaluasi sediaan clay mask yang mengandung ekstrak daun kersen sebagai pelembap wajah. Evaluasi dilakukan terhadap karakteristik fisik sediaan serta efektivitasnya dalam meningkatkan kelembapan kulit wajah. Metode yang digunakan ekstrak daun kersen diperoleh melalui metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Selanjutnya, ekstrak diformulasikan ke dalam sediaan clay mask dengan tiga konsentrasi: F1 (10%), F2 (15%), dan F3 (20%). Evaluasi dilakukan terhadap uji organoleptik, pH, homogenitas, waktu kering, viskositas, iritasi, uji hedonik, dan uji kelembapan kulit menggunakan skin analyzer. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji one way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga formula memiliki karakteristik fisik yang memenuhi standar, formulasi menunjukkan pH yang sesuai dengan pH kulit, homogenitas yang baik, dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Uji kelembapan menunjukkan bahwa clay mask ekstrak daun kersen dapat meningkatkan kelembaban kulit, sementara uji kesukaan menunjukkan respon positif dari pengguna terhadap produk ini. Formula F3 (20%) menunjukkan peningkatan kelembapan kulit paling signifikan sebesar 46,79% dibandingkan formula lain (p < 0,05). Ekstrak daun kersen dapat diformulasikan menjadi clay mask yang stabil, aman, dan efektif dalam meningkatkan kelembapan kulit wajah. Dengan demikian, ekstrak daun kersen berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif dalam produk perawatan kulit berbasis bahan alami. Kata Kunci: Ekstrak Daun Kersen, Clay Mask, Karakteristik fisik, Pelembap wajah
Formulasi Lip Balm Ekstrak Kulit Buah Jeruk Manis (Citrus sinensis L.) Sebagai Pelembab Bibir Kesumawati Kesumawati; Syarifah Raisy
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5962

Abstract

ABSTRAK Kosmetik yang sering digunakan untuk melembabkan bibir yaitu lip balm. Fungsi lip balm yaitu untuk melindungi bibir dari kekeringan akibat paparan sinar matahari dan menjaga kelembaban bibir. Salah satu bahan alam yang kaya akan jumlah antioksidan yaitu kulit buah jeruk manis. Kulit buah jeruk manis mampu memberikan efek lembab bagi bibir karna mengandung zat yang dikenal sebagai sumber vitamin C, bertindak sebagai antioksidan yang dapat menetralkan radikal bebas. Mengetahui formulasi sedian lip balm dari ekstrak kulit buah jeruk manis (Citrus sinensis L.) yang efektif dalam melembabkan bibir. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium. Lip Balm diformulasikan dengan K (-) tidak ada penambahan ekstrak, sedangkan pada F1 (6%), F2 (8%), F3 (10%) ada penambahan ekstrak kulit buah jeruk manis, kemudian tahap evaluasi formulasi lip balm dan data uji kelembaban lip balm sebagai pelembab bibir dianalisis menggunakan metode statistik berupa uji One Way Anova. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi parameter sediaan yang baik dan tidak mengiritasi kulit. Hasil uji efektivitas kelembaban menggunakan alat skin analyzer pada kulit lengan bagian dalam panelis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kelembaban kulit sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Persentase kenaikan kelembaban untuk K(-), F1, F2, F3 dan K (+) berturut-turut adalah 38%, 39,44%, 43,22%, 44,22% dan 35,55%. Sediaan lip balm dari ekstrak kulit buah jeruk manis (Citrus sinensis L.) berpotensi sebagai pelembab bibir dan memenuhi standar parameter lip balm yang baik. Ekstrak kulit buah jeruk manis (Citrus sinensis L.) dapat diformulasikan sebagai lip balm dan lip balm ekstrak kulit buah jeruk manis (Citrus sinensis L.) memiliki efektivitas sebagai pelembab bibir. Kata Kunci: Kulit Buah Jeruk Manis, Lip Balm, Ekstrak, Pelembab Bibir ABSTRACT Cosmetics that are often used to moisturize lips are lip balm. The function of lip balm is to protect the lips from dryness due to sun exposure and maintain lip moisture. One natural ingredient that is rich in antioxidants is sweet orange peel. Sweet orange peel is able to provide a moisturizing effect on the lips because it contains a substance known as a source of vitamin C, which acts as an antioxidant that can neutralize free radicals. Knowing the formulation of lip balm from sweet orange peel extract (Citrus sinensis L.) which is effective in moisturizing the lips. The research method used is laboratory experimental. Lip Balm is formulated with K (-) without adding extracts, while in F1 (6%), F2 (8%), F3 (10%) there is the addition of sweet orange peel extract, then the lip balm formulation evaluation stage and moisture test data Lip balm as a lip moisturizer was analyzed using statistical methods in the form of the One Way Anova test. The evaluation results show that all formulas meet the parameters of a good preparation and do not irritate the skin. The results of the moisture effectiveness test using a skin analyzer on the panelists' inner arm skin showed that there was a difference in skin moisture before and after treatment. The percentage increase in humidity for K(-), F1, F2, F3 and K (+) are 38%, 39.44%, 43.22%, 44.22% and 35.55% respectively. Lip balm preparations from sweet orange peel extract (Citrus sinensis L.) have the potential as a lip moisturizer and meet the standard parameters of a good lip balm. Sweet orange (Citrus sinensis L.) peel extract can be formulated as a lip balm and sweet orange (Citrus sinensis L.) peel extract lip balm is effective as a lip moisturizer. Keywords: Sweet Orange Peel, Lip Balm, Extract, Lip Balm
PENERAPAN PROGRAM EDUKASI KESEHATAN TENTANG CEGAH DIABETES (CERDIK) DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN PRILAKU SEHAT DI DAYAH MODERN DARUL ULUM BANDA ACEH Kesumawati Kesumawati; Syarifah Asyura; Nanda Fitriana; Ismiati Ismiati; Ella Frisella; Eva Susanna; Fitriliana Fitriliana; Murnia Suri; Siti Samaniyah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. pada pasien DM, Sel-sel dalam tubuh berhenti berespon terhadap insulin atau pankreas berhenti memproduksi insulin, hal ini mengakibatkan hiperglikemia sehingga dalam waktu tertentu dapat menyebabkan komplikasi metabolik akut, selain itu dalam jangka panjang hiperglikemia menyebabkan komplikasi neuropatik. Diabetes sendiri memiliki 3 tipe yakni diabetes melitus tipe 1 yang mana terjadi ketika pankreas tidak dapat membuat cukup insulin untuk tubuh. Biasanya muncul npada usia anak-anak atau remaja, dan dapat didiagnosa pada pria maupun wanita. Kemudian diabetes melitus tipe 2 dimana umumnya 90-95% penderita berada pada usia di atas 40 tahun. Meskipun pankreas masih dapat membuat insulin, namun kualitasnya buruk dan tidak berfungsi dengan baik sehungga meningkatkan gula darah. Pasiennya tidak perlu suntikan insulin tapi harus mengkonsumsi obat oral atau tablet. Selanjutnya diabetes gestational dimana disebabkan perkembangan hormon pada wanita hamil yang menyebabkan resistensi insulin.Kata kunci : Diabetes Melitus, Cerdik, Obesitas, Hiperglikemia
PENGARUH POLA MAKAN SEIMBANG TERHADAP KESEHATAN TULANG PADA REMAJA DI DESA TIBANG KOTA BANDA ACEH Kesumawati Kesumawati; Syarifah Asyura; Eva Susanna; Fitriliana Fitriliana; Murnia Suri; Ismiati Ismiati; Rouzatun Nisa
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kesehatan tulang pada masa remaja merupakan faktor penting dalam mencegah osteoporosis dan gangguan muskuloskeletal di usia dewasa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah penerapan pola makan seimbang yang mencukupi kebutuhan zat gizi, khususnya kalsium, fosfor, vitamin D, dan protein. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang pengaruh pola makan seimbang terhadap kesehatan tulang di Desa Tibang, Banda Aceh. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, serta evaluasi pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan melalui kuesioner. Sasaran kegiatan adalah remaja usia 12–18 tahun yang berdomisili di Desa Tibang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman remaja mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang dan hubungannya dengan kesehatan tulang. Selain itu, peserta menunjukkan sikap yang lebih positif terhadap penerapan pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pembentukan perilaku hidup sehat pada remaja guna mendukung pertumbuhan dan kesehatan tulang yang optimal. Kata kunci: pola makan seimbang, kesehatan tulang, remaja, pengabdian masyarakat ________________________________________ Abstract Bone health during adolescence plays a crucial role in preventing osteoporosis and musculoskeletal disorders in adulthood. One effective effort to maintain bone health is the implementation of a balanced diet that meets nutritional requirements, particularly calcium, phosphorus, vitamin D, and protein. This community service activity aimed to improve adolescents’ knowledge and awareness regarding the effect of a balanced diet on bone health in Tibang Village, Banda Aceh. The methods included health education sessions, interactive discussions, and evaluation of participants’ knowledge before and after the activity using questionnaires. The target group consisted of adolescents aged 12–18 years living in Tibang Village. The results showed an improvement in adolescents’ understanding of the importance of balanced nutrition and its relationship with bone health. Participants also demonstrated a more positive attitude toward adopting healthy eating habits in their daily lives. This activity is expected to serve as an initial step in promoting healthy lifestyle behaviors among adolescents to support optimal growth and bone health. Keywords: balanced diet, bone health, adolescents, community service
PENYULUHAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN SPRAY ANTINYAMUK BERBAHAN ALAMI DARI DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN GIGITAN Aedes aegypti DI DESA KLIENG MEURIA, KABUPATEN ACEH BESAR Kesumawati Kesumawati; Rulia Meilina; Syarifah Asyura; Ismiati Ismiati; Fitriliana Fitriliana; Eva Susanna; Rouzatun Nisa; Silmi Kaffah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Salah satu upaya pencegahan gigitan nyamuk adalah penggunaan repelan berbahan alami yang lebih aman dan ramah lingkungan. Daun kemangi (Ocimum basilicum) merupakan tanaman obat keluarga (TOGA) yang mengandung senyawa aktif seperti linalool, eugenol, dan metil chavicol yang berpotensi sebagai repelan alami terhadap nyamuk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan daun kemangi sebagai bahan pembuatan spray antinyamuk alami. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik pembuatan spray antinyamuk berbahan minyak atsiri daun kemangi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Klieng Meuria, Kabupaten Aceh Besar, dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, kader PKK, kader Posyandu, dan masyarakat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata nilai pre-test sebesar 47% menjadi 94% pada post-test. Seluruh peserta juga mampu mempraktikkan pembuatan spray antinyamuk secara mandiri sesuai dengan prosedur yang telah diberikan. Antusiasme peserta selama kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan tanaman obat keluarga sebagai bahan antinyamuk alami dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Kegiatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan DBD melalui pemanfaatan tanaman lokal. Spray antinyamuk berbahan daun kemangi dapat menjadi salah satu alternatif repelan alami yang aman, mudah dibuat, ekonomis, serta ramah lingkungan untuk membantu mengurangi risiko gigitan nyamuk Aedes aegypti.   Kata kunci: Aedes aegypti; daun kemangi (Ocimum basilicum), Demam Berdarah Dengue, pengabdian kepada masyarakat, spray antinyamuk.   Abstract Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains one of the major public health problems in Indonesia. The disease is caused by the dengue virus and transmitted through the bites of Aedes aegypti mosquitoes. One preventive approach to reduce mosquito bites is the use of natural repellents that are safer and more environmentally friendly than synthetic products. Basil (Ocimum basilicum) is a medicinal plant containing essential oil compounds such as linalool, eugenol, and methyl chavicol, which have the potential to act as natural mosquito repellents. This community service program aimed to improve community knowledge and skills in utilizing basil leaves as a natural mosquito repellent spray. The program employed educational counseling, demonstrations, hands-on training in preparing basil essential oil-based mosquito repellent spray, and evaluation through pre-test and post-test questionnaires. The activity was conducted at the Klieng Meuria Village Hall, Aceh Besar Regency, involving 30 participants consisting of housewives, PKK members, Posyandu cadres, and local community members. The results showed a significant improvement in participants' knowledge, with the average pre-test score increasing from 47% to 94% in the post-test. In addition, all participants were able to independently prepare the mosquito repellent spray according to the demonstrated procedure. The high level of participant engagement indicated that the utilization of medicinal plants as natural mosquito repellents was well accepted by the community. This community service activity successfully enhanced participants' knowledge, practical skills, and awareness regarding dengue prevention through the utilization of local medicinal plants. Basil leaf-based mosquito repellent spray can serve as a safe, economical, environmentally friendly, and easy-to-prepare natural alternative to help reduce the risk of Aedes aegypti mosquito bites.   Keywords: Aedes aegypti; basil (Ocimum basilicum); community service; Dengue Hemorrhagic Fever; natural mosquito repellent spray.