Timor Utama
STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EARLY WARNING SYSTEM PADA PEMANTAUAN WILAYAH SEKITAR UNTUK DETEKSI DINI KESEHATAN IBU HAMIL DAN ANAK DI PUSKESMAS PAMULANG Maulina, Fresty Cahya; Sasykirana, Nasywa; Firmansyah, Miftah Parid; Utama, Timor
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2026): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/erjermik.v5i1.1305

Abstract

The high Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia remain critical challenges within the health sector's development. In the Pamulang Public Health Center's working area, this issue is exacerbated by suboptimal data management for extramural Maternal and Child Health (MCH) services, particularly at integrated healthcare centers (Posyandu). Conventional manual recording and reporting practices still predominate, leading to risks of data vulnerability, such as loss, damage, and information fragmentation. Such conditions impede the effectiveness of real-time health monitoring for mothers and children. This study aims to design a web-based extramural service information system to enhance the quality, efficiency, and integration of MCH data. The research employs a qualitative method with a Rapid Application Development (RAD) approach. Data collection was conducted through in-depth observations and semi-structured interviews with healthcare professionals, community health volunteers (kader), and patients. System requirement analysis covers functional and non-functional specifications, represented through system modeling instruments including flowcharts, Data Flow Diagrams (DFD), Entity Relationship Diagrams (ERD), use case diagrams, and user interface designs. The results yield a web-based extramural MCH service information system design that facilitates healthcare providers and volunteers in digitizing examination records, periodic reporting, and longitudinal health progress monitoring. A key advantage of this system is its capacity for integration with the Public Health Center Management Information System (SIMPUS), directly supporting the strengthening of Maternal and Child Health Local Area Monitoring (PWS-KIA). The implementation of this system design is expected to transform data collection and processing from manual to structured digital models. Strategically, the system serves as an accelerative instrument for clinical and administrative decision-making while providing a fundamental reference for primary-level health technology development to significantly reduce maternal and infant mortality.
TINJAUAN PERALIHAN REKAM MEDIS MANUAL KE REKAM MEDIS ELEKTRONIK MENGGUNAKAN 5 (Lima) UNSUR MANAJEMEN DI INSTALASI REKAM MEDIS RSIA BUAH HATI PAMULANG Utama, Timor; Firmansyah, Miftah Parid; Sari, Mita Hidayah
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2026): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/erjermik.v5i1.1295

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah memengaruhi sistem pelayanan kesehatan di rumah sakit, termasuk peralihan dari rekam medis manual ke Rekam Medis Elektronik (RME). Di Indonesia, rumah sakit secara bertahap mulai mengimplementasikan RME untuk meningkatkan efisiensi dan mutu pelayanan. Rumah Sakit Ibu dan Anak Buah Hati Pamulang mulai menerapkan RME pada tahun 2024, namun dalam proses transisi tersebut masih ditemukan beberapa kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan dalam peralihan dari rekam medis manual ke RME berdasarkan lima unsur manajemen, yaitu man, money, method, material, dan machine. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan koordinator rekam medis dan petugas IT, sedangkan objek penelitian adalah unit rekam medis dan unit IT. Analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan pendekatan lima unsur manajemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi RME secara umum telah sesuai dengan peraturan yang berlaku dan mendukung efisiensi kerja. Namun, pelatihan belum menjangkau seluruh pengguna secara menyeluruh. Tersedia anggaran khusus, sarana dan prasarana memadai, serta alur penggunaan yang jelas sehingga membantu keteraturan pekerjaan. Secara keseluruhan, penerapan RME mempermudah kinerja petugas, meskipun optimalisasi pengembangan sumber daya manusia masih diperlukan untuk meningkatkan efektivitas dan mutu pelayanan.
Optimasi Waktu Tunggu Pelayanan Melalui Rancangan Prototipe Sistem E-Registration: Studi Kasus Puskesmas Bambu Apus Maulina, Fresty Cahya; Firmansyah, Miftah Parid; Utama, Timor; Koswara, Fajar Maliq
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2026): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/erjermik.v5i1.1304

Abstract

Meningkatnya permintaan akan layanan kesehatan yang efisien di Puskesmas Bambu Apus memerlukan transformasi digital yang signifikan dalam administrasi pasien. Kendala konvensional, termasuk antrean fisik yang padat, durasi tunggu yang lama, dan risiko kesalahan pencatatan manual yang inheren, secara fundamental menghambat kualitas layanan dan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pendaftaran yang berfokus pada efesiensi layanan pendaftaran.Karena keterbatasan penelitian, lingkup penelitian ini mencakup tahapan analisis kebutuhan, perancangan arsitektur sistem. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur, wawancara mendalam dengan petugas rekam medis dan pasien, serta tinjauan komprehensif terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dan kebijakan institusi. Kerangka kerja evaluasi berfokus pada kompetensi sumber daya manusia, kesiapan material termasuk infrastruktur perangkat keras dan jaringan, serta keselarasan sistemik dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Sintesis dari elemen-elemen ini menghasilkan prototipe fungsional yang memitigasi hambatan administratif dan menyediakan antarmuka digital yang efisien. Pada akhirnya, implementasi sistem ini menawarkan solusi strategis untuk transisi dari proses manual ke otomatis, memastikan integritas data yang lebih tinggi dan layanan kesehatan masyarakat yang lebih responsif.