Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISIS KOMPONEN BIAYA SMKK PADA PROYEK KONSTRUKSI DI SULAWESI TENGAH BERDASARKAN PERMEN PUPR NO. 10 TAHUN 2021 Sri Nur Akifa; Lilis Deviana; Nirmalawati; Arief Setiawan
Surya Teknika Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Surya Teknika Volume 2 Nomor 1 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jst.v2i1.7640

Abstract

Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) pada dasarnya harus diterapkan dalam setiap proyek konstruksi. Dalam penerapan SMKK tentunya akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komponen biaya SMKK terhadap nilai proyek konstruksi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian studi kasus pada enam proyek perencanaan di Sulawesi Tengah. Alokasi biaya yang ditinjau berdasarkan Permen PUPR No. 10 Tahun 2021 adalah sebanyak 9 komponen biaya yaitu (1) penyusunan RK3K; (2) sosialisasi, promosi dan pelatihan K3; (3) alat pelindung diri dan alat pelindung kerja; (4) asuransi dan perizinan; (%) personel K3; (6) fasilitas kesehatan; (7) rambu-rambu; (8) konsultansi dengan ahli terkait; dan (9) kegiatan dan peralatan yang terkait dengan pengendalian risiko keselamatan konstruksi. Hasil penelitian pada ke-enam proyek studi kasus di atas menunjukkan bahwa masing-masing proyek memiliki alokasi biaya SMKK terhadap nilai proyek sebesar 19,43%; 9,59%; 16,84%; 11,94%; 5,80%; dan 0,78% dan alokasi biaya SMKK terbesar pada komposisi penyediaan personel keselamatan konstruksi. Persentase di atas menunjukkan bahwa keenam proyek konstruksi tersebut memiliki nilai alokasi biaya SMKK yang tidak jauh berbeda meskipun jenis dan risiko keselamatan konstruksi yang berbeda. Hal ini dikarenakan pada Permen PUPR No. 10 Tahun 2021 belum ditetapkan nilai pasti untuk penerapan biaya SMKK pada proyek konstruksi.
Evaluasi Perilaku Mekanik Mortar Berkelanjutan menggunakan Butiran Plastic PET (Polyethylene Terephthalate) sebagai Substitusi Agregat Halus Allo, Misel Boro; Ramadhan, Bayu Rahmat; Wahidin, Suci Amalia Namira; Verucha, Novacharisma V.; Akifa, Sri Nur; Said, Sugira; Seril, Boroallo
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 7 No. 2 (2025): Paulus Civil Engineering Journal V7N2 2025
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/qk4qny98

Abstract

Transformasi penggunaan material tidak terbarukan menjadi terbarukan menjadi material inovatif yang berkelanjutan. Limbah plastik tahunan meningkat dan memperparah kerusakan lingkungan. Peningkatan limbah plastic yang sulit terurai, dan menimbulkan gas beracun saat di bakar dapat merusak alam. Memanfaatkan sampah ini dalam produksi beton dapat membantu melestarikan sumber daya bangunan. Penelitian ini untuk menguji perilaku mekanik mortar dengan pengantian agregat menggunakan limbah plastic PET (butiran) dengan variasi 0%, 3% dan 5% dari berat pasir. Pengujian dilakukan pada umur 7 dan 28 hari. Penelitian ini mengevaluasi flow mortar, density, dan kuat tekan. Penggantian agregat halus menggunakan agregat plastik PET sampai 5% dalam campuran mortar menunjukkan dampak positif pada nilai kuat tekan mortar dan material dapat menyerap energi yang baik. Penelitian ini menunjukkan peningkatan kekuatan tekan mortar hingga 1.16 kali dibandingkan campuran kontrol saat menggunakan 5% agregat limbah PET sebagai agregat limbah plastik PET dalam campuran mortar sehingga mendukung pengembangan bahan konstruksi yang berkelanjutan
Pengaruh Rasio Air–Pengikat terhadap Waktu Pengikatan dan Kuat Tekan Pasta Geopolimer Wahidin, Suci Amalia Namira; Rasyid, Moh. Iqbal; Adam, Andi Arham; Akifa, Sri Nur; Ramadhan, Bayu Rahmat
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 7 No. 3 (2025): Paulus Civil Engineering Journal V7N3 2025
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/kad1vv33

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh rasio air terhadap bahan pengikat terhadap waktu pengikatan dan kuat tekan pasta geopolimer berbasis abu terbang tipe F dari PLTU Mpanau, Palu, dengan penambahan kapur padam (Ca(OH)₂) sebesar 10% dari berat bahan dasar. Aktivator yang digunakan terdiri dari sodium silikat dan sodium hidroksida, serta air murni tanpa kandungan mineral. Variasi dosis Na₂O yang digunakan adalah 6%, 8%, dan 10%, dengan rasio air terhadap bahan pengikat bervariasi dari 0,24 hingga 0,42. Benda uji berbentuk silinder berdiameter 2,5 cm dan tinggi 5 cm, dengan pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 3, 7, 14, dan 28 hari. Hasil menunjukkan bahwa setiap dosis Na₂O memiliki rentang rasio air terhadap bahan pengikat tertentu yang menghasilkan waktu pengikatan ideal. Dosis Na₂O 10% menunjukkan rasio optimal antara 0,26 – 0,34, sedangkan pada dosis 8% optimum terjadi pada rasio 0,42, dan pada dosis 6% berada pada kisaran 0,38 – 0,40. Kuat tekan tertinggi sebesar 22,68 MPa diperoleh pada dosis Na₂O 10% dengan rasio air terhadap bahan pengikat sebesar 0,28 pada umur 28 hari.
Performa Kuat Tekan Mortar Geopolimer Berbasis Fly Ash dengan Variasi Rasio Alkali Aktivator: Performa Kuat Tekan Mortar Geopolimer Berbasis Fly Ash dengan Variasi Sri Nur Akifa; Akifa, Sri Nur; Tikara, Medi; Adam, Andi Arham; Ramadhan, Bayu Rahmat; Wahidin, Suci Amalia Namira
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 7 No. 3 (2025): Paulus Civil Engineering Journal V7N3 2025
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/3y5tev29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi komposisi alkali aktivator terhadap kuat tekan mortar geopolimer berbasis abu terbang tipe F. Abu terbang diperoleh dari PLTU Mpanau dan diaktivasi menggunakan kombinasi Sodium Silikat (Na₂SiO₃) dan Sodium Hidroksida (NaOH). Benda uji berupa mortar berbentuk kubus berukuran 50 × 50 × 50 mm, dengan rasio massa abu terbang terhadap pasir sebesar 1 : 2,75 dan rasio air terhadap padatan (w/s) sebesar 0,35. Variasi dosis aktivator yang digunakan adalah 25%, 40%, dan 55% terhadap berat abu terbang, dengan perbandingan Sodium Silikat terhadap total aktivator (W/A) sebesar 0; 0,3; 0,5; 0,7; dan 1. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 3, 7, 14, dan 28 hari untuk mengevaluasi perkembangan kekuatan mekanik seiring waktu. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan dosis aktivator dan nilai W/A secara signifikan mempengaruhi karakteristik kuat tekan mortar. Kuat tekan optimum sebesar 24,72 MPa tercapai pada komposisi dosis aktivator 55% dan rasio W/A 0,5 pada umur 28 hari. Nilai tersebut menunjukkan bahwa mortar geopolimer dengan komposisi tersebut memiliki potensi untuk diaplikasikan sebagai elemen struktural alternatif yang ramah lingkungan.
Performa Kuat Tekan Mortar Geopolimer Berbasis Fly Ash dengan Variasi Rasio Alkali Aktivator: Performa Kuat Tekan Mortar Geopolimer Berbasis Fly Ash dengan Variasi Sri Nur Akifa; Akifa, Sri Nur; Tikara, Medi; Adam, Andi Arham; Ramadhan, Bayu Rahmat; Wahidin, Suci Amalia Namira
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 7 No. 3 (2025): Paulus Civil Engineering Journal V7N3 2025
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/3y5tev29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi komposisi alkali aktivator terhadap kuat tekan mortar geopolimer berbasis abu terbang tipe F. Abu terbang diperoleh dari PLTU Mpanau dan diaktivasi menggunakan kombinasi Sodium Silikat (Na₂SiO₃) dan Sodium Hidroksida (NaOH). Benda uji berupa mortar berbentuk kubus berukuran 50 × 50 × 50 mm, dengan rasio massa abu terbang terhadap pasir sebesar 1 : 2,75 dan rasio air terhadap padatan (w/s) sebesar 0,35. Variasi dosis aktivator yang digunakan adalah 25%, 40%, dan 55% terhadap berat abu terbang, dengan perbandingan Sodium Silikat terhadap total aktivator (W/A) sebesar 0; 0,3; 0,5; 0,7; dan 1. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 3, 7, 14, dan 28 hari untuk mengevaluasi perkembangan kekuatan mekanik seiring waktu. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan dosis aktivator dan nilai W/A secara signifikan mempengaruhi karakteristik kuat tekan mortar. Kuat tekan optimum sebesar 24,72 MPa tercapai pada komposisi dosis aktivator 55% dan rasio W/A 0,5 pada umur 28 hari. Nilai tersebut menunjukkan bahwa mortar geopolimer dengan komposisi tersebut memiliki potensi untuk diaplikasikan sebagai elemen struktural alternatif yang ramah lingkungan.
Effect of Activator Composition on the Setting Time and Compressive Srength Of Fly Ash–Lime-Based Geopolymer Paste Ramadhan, B.R.; Lonardya, C.J.; Adam, A.A.; Akifa, S.N.; Wahidin, S.N.; Payung, F.R.
REKONSTRUKSI TADULAKO: Civil Engineering Journal on Research and Development Vol. 6 Issue 2 (September 2025)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/renstra.v6i2.766

Abstract

This study aims to investigate the optimal composition of geopolymer paste based on fly ash and lime to achieve ambient temperature hardening, ideal setting time, and high compressive strength. The primary materials used include Class F fly ash from the Mpanau coal-fired power plant and hydrated lime (calcium hydroxide) at 5% of the fly ash weight. The activators employed were Sodium Silicate (Na2SiO3) and Sodium Hydroxide (NaOH), with Na2O dosage variations of 7.5%, 10%, and 12.5%, and activator modulus (SiO2/Na2O ratio) variations of 0.75, 1.00, and 1.25. The specimens were cylindrical with a diameter of 25 mm and a height of 50 mm, and compressive strength tests were conducted at 3, 7, 14, and 28 days. The results showed that the optimum setting time was achieved at a Na2O dosage of 7.5% with an activator modulus of 0.75 and 1.00, yielding setting times of 88.67 and 60.94 minutes, respectively. The highest compressive strength was recorded at a Na2O dosage of 10% with an activator modulus of 1.25, reaching 29.76 MPa at 28 days. These findings suggest that the composition of the alkaline activator significantly influences the early-age properties and mechanical performance of fly ash–lime-based geopolymer paste
Pengaruh Dosis Pada Kehilangan Berat Mortar Dengan Bahan Pengikat Alkali Activated Slag Bayu Rahmat Ramadhan; Ratmadi Payung, Fritswel; Nur Akifa, Sri; Arrang Sarungallo, William
Surya Teknika Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Surya Teknika Volume 1 Edisi 2 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jst.v1i2.6516

Abstract

Sulawesi Tengah merupakan salah satu wilayah di Indonesia dengan produksi limbah baja terbesar, didorong oleh pesatnya pertumbuhan industri baja berbasis nikel. Limbah baja tersebut, seperti Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS), memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam produk alkali-activated slag (AAS), seperti pasta, mortar, dan beton. Inovasi ini menawarkan solusi yang lebih berkelanjutan dibandingkan dengan penggunaan semen konvensional. Namun, tantangan utama adalah memastikan ketahanan material berbasis AAS di lingkungan agresif, khususnya dalam media asam sulfat. Penelitian ini berfokus pada pengaruh variasi dosis terhadap perubahan berat mortar berbasis AAS (alkali-activated slag mortar atau AASM), yang diaktifkan dengan Na?SiO? dan NaOH sebagai aktivator utama, dalam larutan asam sulfat (H?SO?) 7% selama 56 hari, dengan rasio air semen, modulus, activator/binder, dan Superplasticizer yang tetap. Kinerja AASM dibandingkan dengan mortar Portland Composite Cement (PCC) konvensional dan mortar campuran untuk mengevaluasi ketahanannya. Lima desain campuran diuji pada ketiga jenis mortar, masing-masing dirancang untuk mencapai kuat tekan target sebesar 40 MPa. Hasil pengujian selama 56 hari menunjukkan perbedaan signifikan dalam perubahan berat dan karakteristik visual antar jenis mortar. Sampel AASM mengalami ekspansi, dengan berat yang tetap stabil atau bahkan meningkat, disertai munculnya retakan di tepi sampel. Sebaliknya, mortar campuran dan PCC menunjukkan sifat rapuh, pelarutan material, serta penurunan berat yang signifikan. Hasil ini mengindikasikan bahwa AASM memiliki kemampuan mempertahankan berat yang lebih baik dalam lingkungan asam sulfat 7% dibandingkan dengan mortar campuran maupun PCC, sehingga menjadikannya alternatif yang lebih tahan lama untuk konstruksi di kondisi kimia yang agresif. Penelitian ini mempertegas potensi AAS sebagai solusi konstruksi ramah lingkungan, dengan menyoroti pentingnya optimalisasi desain campuran untuk meningkatkan ketahanan terhadap serangan sulfat.
Reframing Public Policy on Narcotic Case Dismissals: Integrating Maqasid  al-Shari‘ah and Restorative Justice in the Contemporary Era Waris, Irwan; Susanti, Ani; Haryono, Dandan; Rahmat Ramadhan, Bayu; Nur Akifa, Sri
MILRev: Metro Islamic Law Review Vol. 4 No. 1 (2025): MILRev: Metro Islamic Law Review
Publisher : Faculty of Sharia, IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/milrev.v4i1.10579

Abstract

The handling of narcotics crimes in Indonesia remains a persistent legal and social challenge, especially in balancing punitive measures with rehabilitation efforts. This empirical legal research investigates the implementation of prosecution termination policies using a restorative justice approach in narcotics cases and analyzes their compatibility with the principles of Maqasid al-Shari‘ah. Field data were collected through in-depth interviews with 12 key informants, consisting of prosecutors, judges, police investigators, religious leaders, and former drug offenders who had undergone restorative justice proceedings. Additional data were obtained through direct observation of mediation sessions at the prosecutor’s office and the analysis of legal documents, including case files and institutional guidelines. The field findings reveal that the application of restorative justice is still limited and discretionary, often depending on the initiative of individual prosecutors and the willingness of victims or communities to engage in non-litigation settlement. While some prosecutors have successfully used this approach for first-time or non-distributor offenders, significant legal and structural constraints remain—such as the absence of detailed operational guidelines, lack of coordination between institutions, and limited public understanding of restorative mechanisms. Nevertheless, the study finds that the use of restorative justice aligns substantively with the goals of Maqasid al-Shari‘ah, particularly in protecting life (hifz al-nafs), intellect (hifz al-‘aql), and religion (hifz al-din), by prioritizing rehabilitation, mental health recovery, and spiritual reintegration over mere incarceration. Restorative practices, such as sulh (mediation) and community involvement, are also consistent with Islamic legal traditions emphasizing compassion, reconciliation, and prevention of greater harm (dar’ al-mafasid). The academic contribution of this study lies in offering a normative-empirical synthesis between Islamic legal principles and restorative justice practices, providing a conceptual and policy framework for the transformation of narcotics prosecution models in Indonesia. It emphasizes the importance of integrating maqāṣid-based reasoning into contemporary criminal justice reform to foster a more humane, rehabilitative, and socially responsive legal system.
Effect of Multi-Variable Mix Composition on the Setting Time and Flow Properties of Fly Ash-GGBFS Geopolymer Mortar Bayu Rahmat Ramadhan; Andi Arham Adam; Sri Nur Akifa; Suci Amalia Namira Wahidin; Novacharisma Vindiantri Verucha; Misel Borro Allo
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2025): Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v9i2.310

Abstract

The development of eco-friendly construction materials increasingly emphasizes the utilization of industrial waste, with fly ash being a prominent alternative binder to Portland cement. However, Type F fly ash exhibits limitations due to its inherently low calcium (CaO) content, which results in slow geopolymerization reactivity and typically necessitates high-temperature curing to achieve optimal early strength. This research aims to optimize the utilization of 100% fly ash as a binder in geopolymer mortar by incorporating Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS). GGBFS serves as a source of reactive calcium, specifically to accelerate C-A-S-H gel formation. The alkaline activator used comprises NaOH and Na₂SiO₃ solutions, varied at specific ratios. The experimental program investigates the influence of three key parameters: GGBFS content (10%, 20%, and 30% by fly ash weight), activator/binder ratio (30%, 35%, and 40%), and aggregate/binder ratio (2.25, 2.5, and 2.75). The primary focus is to evaluate their effect on the fresh properties of geopolymer mortar, particularly flowability and setting time, under ambient curing conditions (without heat treatment). The findings of this study are expected to demonstrate that GGBFS addition significantly enhances early reactivity and facilitates the development of geopolymer mortar suitable for ambient temperature applications. This research is anticipated to contribute to the advancement of sustainable construction materials through the optimal utilization of industrial waste, especially for applications where high-temperature curing is impractical.