Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Post Sectio Caesarea di UPTDK. RSU. Haji Medan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Tahun 2024 Nasution, Zulkhairani; Nasution, Herlia Sumardha; Marbun, Aghsila Hasma
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16843

Abstract

Operasi Sectio Caesarea merupakan prosedur persalinan melalui sayatan pada dinding rahim untuk mencegah komplikasi yang mengancam ibu dan bayi. Di Indonesia, prevalensi depresi postpartum mencapai 34% dan psiksis postpartum 1%, sementara tingkat kecemasan perempuan di Sumatera Utara sebesar 27,88%. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan tingkat kecemasan pada pasien Post Sectio Caesarea di RSU Haji Medan tahun 2024. Menggunakan desain Cross Sectional , sampel penelitian terdiri dari 35 pasien yang diambil melalui metode Non-Probability Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dianalisis dengan uji Spearman Rank. Hasil menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan tingkat kecemasan (p-value = 0,04; r = -0,14). Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa dukungan keluarga yang lebih tinggi berhubungan dengan tingkat kecemasan yang lebih rendah pada pasien pasca Sectio Caesarea. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Tingkat Kecemasan, Sectio Caesarea
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG MENSTRUASI TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA DALAM MENGHADAPI MENARCHE PADA SISWI UPT SMP N 15 MEDAN Fithriani, Fithriani; Lubis, Zulfahri; Agustian, Irwan; Marbun, Aghsila Hasma
Indonesian Trust Health Journal Vol 7 No 2 (2024): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v7i2.308

Abstract

Lack of knowledge about menstruation at menarche can lead to unpreparedness, fear, anxiety, as well as physical problems such as dizziness, nausea, dysmenorrhea, and irregular periods. Therefore, proper health education is essential to help adolescent girls face menarche without fear or anxiety. This study aims to evaluate the effect of health education about menstruation on adolescents' knowledge in facing menarche at UPT SMP N 15 Medan in 2024. This study used a pre-experimental method with a one group pretest-posttest design, conducted from January to July 2024 with a population of 162 people and a sample of 35 respondents selected using purposive sampling technique and analyzed with the Wilcoxon test. The results showed that before being given health education, the majority of respondents (42.9%) had poor knowledge. After the intervention, there was a significant increase with the majority of respondents (62.9%) having good knowledge. Analysis with the Wilcoxon test gave a p-value of 0.000 <0.05, indicating that health education about menstruation had a significant effect on the knowledge of adolescents at UPT SMP N 15 Medan in 2024. In conclusion, health education has a positive influence in improving adolescents' knowledge about menarche. It is recommended that UPT SMP N 15 Medan routinely conducts counseling on reproductive health for adolescents every year to support their readiness in facing the first menstrual experience. Abstrak Pengetahuan tentang menstruasi saat menarche dapat menyebabkan ketidaksiapan, ketakutan, kecemasan, serta masalah fisik seperti pusing, mual, dismenore, dan menstruasi tidak teratur. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan yang tepat sangat penting untuk membantu remaja putri menghadapi menarche tanpa rasa takut atau cemas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pendidikan kesehatan tentang menstruasi terhadap pengetahuan remaja dalam menghadapi menarche di UPT SMP N 15 Medan pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest, dengan populasi sebanyak 162 orang dan sampel sebanyak 35 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan, mayoritas responden (42.9%) memiliki pengetahuan yang kurang. Setelah intervensi, terjadi peningkatan signifikan dengan mayoritas responden (62.9%) memiliki pengetahuan yang baik. Analisis dengan uji Wilcoxon memberikan nilai p-value 0.000 < 0.05, menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan tentang menstruasi berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan remaja di UPT SMP N 15 Medan tahun 2024. Kesimpulannya, pendidikan kesehatan memiliki pengaruh positif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai menarche. Disarankan agar UPT SMP N 15 Medan secara rutin mengadakan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi bagi remaja setiap tahunnya untuk mendukung kesiapan mereka dalam menghadapi pengalaman menstruasi pertama.
Pengaruh Pola Asuh Pola Pemberian Makan Dan Status Gizi Ibu Saat Hamilterhadap Kejadian Stunting Pada Balita Usia 12-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan Tahun 2023 Marbun, Aghsila Hasma; Badi’ah, Atik; Maimunah, Siti
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Media Informatika Edisi September - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i2.5587

Abstract

The high rate of stunting problems that occur reflects the existence of chronic nutritional problems, influenced by the condition of the mother or prospective mother, during the fetal period and infancy/toddlerhood, including illnesses suffered during the toddler years. Like nutritional problems, they are not only related to health problems, but are also influenced by various other conditions that indirectly affect health. This research aims to determine the influence of parenting patterns, feeding patterns and nutritional status of mothers during pregnancy on the incidence of stunting. In this study, a cross-sectional research design was used. The research population was at the Pekan Labuhan Community Health Center, Medan Labuhan District, Medan City. The collection technique uses purposive sampling. The total sample was 39 people. This statistical test uses multiple logistic regression. Parenting style has a significant influence on the incidence of stunting (P Value 0.004 < 0.05), Diet has a significant influence on the incidence of stunting (P Value 0.021 < 0.05), Nutritional status has a significant influence on the incidence of stunting (P value 0.002 < 0.05). The conclusion of this research is that the most dominant factor influencing the incidence of stunting is nutritional status. It is recommended that health workers develop Posyandu/nutrition cadres to provide education or counseling regarding stunting, nutritional knowledge, maternal parenting and environmental cleanliness.
Pengaruh Akupresur Titik Pc 6 Terhadap Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I Di Klinik Pratama Niar Medan Marbun, Aghsila Hasma; Fithriani, Fithriani; Harfa, Aulia
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 5, No 1 (2025): J-BIKES JULI
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-bikes.v5i1.131

Abstract

Emesis gravidarum merupakan hal fisiologis akan tetapi apabila tidak segera diatasi akan menjadi patologis. Sebagian  wanita hamil belum dapat mengatasi mual muntah yang berkelanjutan sehingga menggangu aktifitas sehari-hari, dan termasuk dalam keadaan yang disebut hiperemisis gravidarum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh akupresur titik PC 6 terhadap Emesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I di Klinik Pratama Niar.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pre-eksperimental research. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pre-test dan post-test desaign. Adapun jumlah populasi yaitu 145 orang ibu hamil trimester I yang datang melakukan kunjungan ANC di Klinik Pratama Niar. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 34 responden dengan tekhnik penelitian sampel purposive sampling, dengan menggunakan uji Wilcoxon. Waktu pelaksanaan penelitian adalah 20 Juni 2024 sampai 20 Juli 2024.Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui terdapat perbedaan sebelum dan setelah diberikan akupresur dengan menggunakan titik PC 6 pada ibu hamil trimester I di Klinik Niar Medan. Hasil analisa  wilcoxon rank test diperoleh nilai p-value 0,010,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya ada pengaruh akupresur dengan menggunakan titik PC 6 terhadap  Emesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Akupresur PC 6 terhadap frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I.
Hubungan Spiritualitas Dan Religiusitas Dengan Kemampuan Perawatan Diri Pada Pasien DM Tipe II Lubis, Zulfahri; Pasaribu, Masdalifa; Muchsin, Rosanti; Hasma Marbun, Aghsila
JINTAN: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jintan.v4i2.1053

Abstract

  Sebagian besar pasien memiliki praktik perawatan diri yang rendah. Meskipun pasien memiliki sikap positif terhadap perawatan diri diabetes, hampir setengah dari pasien memiliki pengetahuan yang buruk tentang diabetes dan praktik perawatan diri. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara spiritualitas dan religiusitas dengan kemampuan perawatan diri penderita DM Tipe II. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional, populasi dalam penelitian ini sebanyak 120 orang dan jumlah sampel sebanyak 30 orang penderita DM Tipe II dengan menggunakan purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah Proporsi Binominal. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan dengan kemampuan perawatan diri (nilai P 0,000 < 0,05), dengan nilai eksponen B sebesar 4,009 yang berarti variabel spiritualitas dapat mempengaruhi kemampuan perawatan diri sebesar 4%. Religiusitas mempunyai hubungan dengan kemampuan perawatan diri (nilai P 0,008 < 0,05), dengan nilai eksponen B sebesar 2,847 yang berarti variabel Religiusitas berpengaruh terhadap Kemampuan Perawatan Diri sebesar 2,847%. Secara bersama-sama variabel spiritualitas dan religiusitas mampu mempengaruhi kemampuan perawatan diri sebesar 6,91%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara spiritualitas dan religiusitas dengan kemampuan perawatan diri pada pasien DM Tipe II. Diharapkan dengan adanya penelitian ini, tenaga kesehatan lebih giat dalam memberikan pendidikan kesehatan tentang aspek spiritualitas dan religiusitas kepada pasien DM Tipe II.
Pengaruh Status Gizi Ibu Saat Hamil Terhadap Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Pekan Labuhan Hasma Marbun, Aghsila; Fauziah Silalahi, Yetti; Sumardha Nasution, Herlia; Dynaria Siregar, Yetti
JIDAN: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : UNIVERSITAS HAJI SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jidan.v5i2.1573

Abstract

Tingginya masalah stunting yang terjadi menggambarkan adanya masalah gizi kronis, dipengaruhi dari kondisi ibu atau calon ibu, masa janin dan masa bayi/balita, termasuk penyakit yang diderita selama masa balita. Seperti masalah gizi, tidak hanya terkait masalah kesehatan, namun juga mempengaruhi berbagai kondisi lain yang secara tidak langsung mempengaruhi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Pengaruh status gizi ibu saat hamil dengan kejadian stunting. Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian Cross sectiona populasi penelitian di puskesmas pekan labuhan kecamatan medan labuhan kota medan. Teknik pengambilan menggunakan Purposive sampling . Jumlah sampel 39 orang. Uji statistik ini menggunakan regresi logistik berganda. Status gizi saat hamil mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kejadian stunting dengan (P value 0.002 < 0.05). Simpulan penelitian ini diperoleh bahwa faktor yang paling dominan mempengaruhi kejadian stunting adalah status gizi. Disarankan kepada tenaga kesehatan agar membina kader-kader Posyandu/gizi untuk memberikan edukasi atau penyuluhan mengenai stunting, pengetahuan gizi, pola asuh ibu, dan kebersihan lingkungan.  
Supportive-Educative Health Counseling in Dealing With Menarche in Elementary School Students: Penyuluhan Kesehatan Supportif-Edukatif Dalam Menghadapi Menarche Pada Siswi Sekolah Dasar Sari Harahap, Asrika; Dynaria Siregar, Yetti; Noviyanti Harahap, Rizky; Nugraeny, Lolita; Ulpa Ismail, Ilvira; Hasma Marbun, Aghsila; Handayani, Purnama
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v5i1.1307

Abstract

Adolescence is a time of physical and psychological changes which is usually called puberty. Puberty in adolescent girls is marked by the arrival of menarche, menarche is the first period of menstrual blood in women, usually occurs at the age of 10-16 years, while normal menarche occurs at the age of 12-13 years and currently the age of menarche is increasingly advanced, namely 10-16 years, this happens because it is influenced by nutritional status, heredity, socio-economics and exposure to mass media. The purpose of this research is to prepare yourself to face the arrival of menarche so you don't need to be afraid and worried. The respondents in this community service activity were 41 female students in class V & VI of SD IT Ar-Rayhan, Medan Amplas District. The method used was conducting a pretest by giving a questionnaire about menarche, then providing health education about menarche using tools, namely leaflets and posters, finally a posttest was carried out as an evaluation of female students' knowledge about menarche. The results of the study showed that respondents' knowledge was better after being given counseling about menarche compared to before being given the counseling. The knowledge category was good before the counseling was 26.8%, while after the counseling it increased to 87.8%. Therefore, significant differences were found in knowledge before and after being given counseling about menarche. Health education about menarche really helps female students to prepare themselves for the arrival of menarche so that female students no longer need to be afraid and afraid of menarche.