Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PROSPECTIVE TEACHERS' PERCEPTIONS OF ENGLISH AREA TRAINING: ENHANCING 21ST-CENTURY COMPETENCIES Hustiana Hustiana; Dwi Adi Nugroho; Asdar Asdar; Nurqadriyanti Hasanuddin; Ahmad Junaedi; Fajriani Fajriani
Journal of English Teaching, Applied Linguistics and Literatures (JETALL) Vol 8, No 3 (2025): JETALL VOLUME 8 NUMBER 3 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jetall.v8i3.22284

Abstract

This study explored the perceptions of prospective teachers regarding the English Area Training at SMA 3 Majene in Sulawesi Barat and its influence on the enhancement of their competencies pertinent to the 21st century: communication, collaboration, creativity, and critical thinking, essential for future teachers' professional growth. The data sources were four prospective teachers selected through purposive sampling. They held a bachelor's degree for at least five months and had not become civil servant teachers or participated in Teacher Professional Education (PPG). Participants emphasized the significance of English Area Training in developing their 21st-century competencies. The research results indicated that prospective teachers generally have positive views on their communication skills, noting improvements through practice and feedback. In terms of collaboration, while three teachers felt the English area enhancement fostered cooperation, one disagreed with this strategy. Prospective teachers also reported increased creativity through innovative methods like games, which engage students. They experienced enhanced critical thinking through discussions and problem-solving together. The study suggests future researchers focus on the English area theme by integrating technology with effective methods to better engage Generation Z.
Shaping Shaping Future Classrooms: English Pre-Service Teachers’ Experiences with AI-Driven Teaching and Learning Mclean HY; Nurfadilah Nadjib; Rosnani Abdul Rahman; Nurqadriyanti Hasanuddin; Fajriani
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2918

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang didukung oleh analisis kuantitatif deskriptif untuk mengkaji dampak teknologi berbasis deep learning dalam pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL). Partisipan terdiri atas 25 calon guru Bahasa Inggris dari Polewali Mandar yang mengisi kuesioner 30 butir dengan skala Likert 5 poin, serta lima orang yang diwawancarai secara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para calon guru memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi dalam menggunakan AI (M = 3,93), literasi AI yang baik (M = 3,70), serta sikap positif terhadap AI (M = 3,92). Dukungan institusi juga tergolong kuat (M = 3,75), meskipun kebutuhan pelatihan masih sangat tinggi (M = 4,25). Selain itu, mereka menunjukkan niat yang kuat untuk menggunakan AI (M = 3,84), terutama guru yang lebih berpengalaman yang menilai AI sangat bermanfaat (M = 4,32). AI dipandang membantu dalam perencanaan pembelajaran, meningkatkan kreativitas, efisiensi, serta kemandirian belajar siswa. Namun, terdapat kekhawatiran terkait ketergantungan berlebihan pada AI yang dapat menurunkan kemampuan berpikir kritis, memicu kemalasan akademik, dan mengurangi interaksi sosial. Secara keseluruhan, calon guru EFL menunjukkan kesiapan dan sikap positif terhadap integrasi AI, dengan catatan perlunya pelatihan, dukungan institusi, dan pedoman etis yang memadai.
Pemanfaatan Media Pembelajaran Interaktif pada English Course di SD Negeri 58 Pangale Nurqadriyanti Hasanuddin; Nor Indriyanti; Nurman
Beru'-beru': Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Maret-Juni 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jipm.v4i1.5102

Abstract

Media pembelajaran merupakan salah satu elemen penting dalam proses pembelajaran. Perkembangan teknologi yang masif berdampak positif pada perkembangan media pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran Bahasa Inggris melalui pemanfaatan media pembelajaran interaktif WordWall pada English Course di SDN 58 Pangale, Kabupaten Majene. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 29 November-13 Desember 2024 ini diikuti oleh 16 peserta didik. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan 3 tahapan yaitu tahapan perencanaan, implementasi, serta evaluasi efektivitas penggunaan media WordWall. Evaluasi dilaksanakan dengan membagikan angket kepada para peserta English Coyrse. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta didik setuju bahwa media ini menarik, interaktif, dan memudahkan pemahaman materi, dengan 87,5% menyatakan waktu pengerjaan soal sesuai kemampuan mereka dan 93,75% menyatakan WordWall membantu memahami materi lebih baik. Berdasarkan hasil pengisian angket, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media WordWall mampu meningkatkan motivasi, keterlibatan aktif, dan pemahaman peserta didik terhadap materi Bahasa Inggris melalui pemanfaatan media pembelajaran yang interaktif dan metode pembelajaran yang inovatif dan efektif berbasis teknologi.
Edukasi Perencanaan Karier dan Pemilihan Jurusan melalui Jalur SNBP dan SNBT Wahyuni Adam; A. Mutmainnah Taslim; Yusfa Lestari; Nurqadriyanti Hasanuddin; Nurfadilah Nadjib
SOCIETY: Jurnal Pengabdian Kepada Madyarakat Vol. 1 No. 3 (2026): Peningkatan Kreatifitas
Publisher : CV. Intake Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68195/society.v1i3.23

Abstract

Abstract: standardized interest and aptitude assessment using the Holland occupational themes framework, and reflective group discussion. Effectiveness was measured through a one-group pretest-posttest design analyzed with the Wilcoxon signed-rank test and normalized gain score. Results showed a highly significant knowledge increase, with average scores rising from 44.70 to 79.38, producing a normalized gain score of 0.614 in the medium-to-high category. A total of 82.2 percent of participants aligned their study program choices with their dominant interest profile, the average satisfaction score reached 4.35 out of 5.00, and 91.1 percent of participants were actively engaged. The activity concludes that a structured one-day career education intervention can significantly improve students’ readiness for the university selection process and promote more informed, self-directed decision-making. Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan perencanaan karier dan kemampuan memilih program studi siswa kelas dua belas di sebuah sekolah menengah atas negeri di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, melalui edukasi tentang jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru berbasis prestasi dan berbasis tes. Kegiatan dilaksanakan dalam satu sesi penuh sehari dengan melibatkan 45 siswa yang dipilih melalui pengambilan sampel bertujuan. Metode yang digunakan mencakup sosialisasi terstruktur, asesmen minat dan bakat terstandar menggunakan kerangka tema pekerjaan Holland, serta diskusi kelompok reflektif. Keberhasilan diukur menggunakan desain uji satu kelompok sebelum dan sesudah intervensi yang dianalisis dengan uji peringkat bertanda Wilcoxon dan perhitungan skor gain ternormalisasi. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan, dengan rata-rata skor naik dari 44,70 sebelum kegiatan menjadi 79,38 sesudahnya, menghasilkan skor gain ternormalisasi sebesar 0,614 yang termasuk kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak 82,2 persen peserta berhasil menyelaraskan pilihan program studi tentatif mereka dengan profil minat dominannya. Rata-rata kepuasan peserta mencapai 4,35 dari skala 5,00, dan 91,1 persen peserta terlibat aktif sepanjang sesi berlangsung. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa intervensi edukasi karier terstruktur yang dilaksanakan dalam satu hari mampu meningkatkan kesiapan siswa dalam menghadapi proses seleksi perguruan tinggi dan mendorong pengambilan keputusan yang lebih terinformasi dan mandiri.