Febriyanti Febriyanti
Faculty Of Health And Science, Universitas Mercubaktijaya, Padang, West Sumatra, Indonesia

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PELATIHAN KEMANDIRIAN BERKARYA PERSONAL HYGIENE MENSTRUAL KIT PADA WARGA BINAAN LAPAS PEREMPUAN Dian Furwasyih; Febriyanti Febriyanti; Gina Muthia; Siska Lusia Putri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37939

Abstract

Upaya promosi dan preventif tentang infeksi saluran reproduksi dan penyakit menular seksual hanya sebagian dilakukan oleh tenaga kesehatan, termasuk di lapas perempuan sama sekali tidaka ada dilakukan, dan kebutuhan personal hygiene saat menstruasi tidak tersedia di lapas untuk semua wanita subur, tapi hanya dikhususkan untuk ibu nifas saja. Narapidana WUS tidak mendapatkan edukasi rutin tentang kesehatan reproduksi khususnya tentang personal hygiene. Personal hygiene yang buruk saat menstruasi dapat menyebabkan berbagai keluhan pada kesehatanreproduksi perempuan, seperti mengalami keputihan, infeksi saluran kemih, dan infeksi pada daerah reproduksi perempuan seperti vulva, vagina, maupun serviks dan HIV. Tindakan pencegahan yang bisa dilakukan yaitu dengan menjaga personal hygiene daerah vagina ada menjaga kebersihan selama haid termasuk jenis pembalut yang digunakan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada peserta lapas wanita dalam memahami pentinya kesehatan dan menjaga kesehatan reproduksi dan mencegah penyakit menular seksual serta mampu berkarya meskipun dalam lapas dengan menghasilkan pembalut yang bersih dan hygine hingga mampu menggunakan Marketplace untuk kebutuhan penjualan. Tahapan kegiatan pengabdian dimulai dengan edukasi kesehata, screning HIV dan pemeriksaan IVA tes serta memberikan memberikan sosialisasi dan pelatihan, serta melakukan pendampingan dalam marketing. Adapun hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa seluruh responden merasakan kebermanfaatan program melalui peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam memelihara kesehatan sampai bisa menghasilkan dan produksi sendiri.
Effectiveness of Red Dragon Fruit Juice in Reducing Blood Glucose Levels among Elderly Patients with Type II Diabetes Mellitus Febriyanti Febriyanti; Meria Kontesa; Em Yunir; Elsyie Yuniarti; Mira Andika; Mitayani Mitayani; Yani Maidelwita; Eka Putri Primasari
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 8, No 2 (2026): Contagion
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v8i2.28560

Abstract

Type II Diabetes Mellitus (T2DM) is a major chronic health problem among the elderly, characterized by persistent hyperglycemia and increased risk of complications. Alongside pharmacological therapy, safe and affordable non-pharmacological interventions are needed to support glycemic control. Red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) contains dietary fiber and bioactive compounds with potential hypoglycemic effects.  This study aims evaluate the effect of red dragon fruit juice on fasting blood glucose levels in elderly patients with Type II Diabetes Mellitus (T2DM). A quasi-experimental pretest–posttest control group design was employed. Fifty elderly patients aged 60-75 years with Type II Diabetes Mellitus were recruited through purposive sampling and assigned to an intervention group (n = 25) or a control group (n = 25). The intervention group received red dragon fruit juice (200–250 mL/day) for 14 days, while the control group received standard care. Fasting blood glucose levels were measured before and after the intervention and analyzed using paired sample t-tests. The intervention group demonstrated a significant reduction in mean fasting blood glucose from 139.20 mg/dL to 121.40 mg/dL, with a mean difference of 17.80 mg/dL (p = 0.001). In contrast, the control group exhibited only a slight decrease from 138.60 mg/dL to 136.80 mg/dL, with a mean difference of 1.80 mg/dL, which was not statistically significant (p = 0.075). These findings indicate that red dragon fruit juice significantly reduces fasting blood glucose levels in elderly patients with Type II Diabetes Mellitus (T2DM). This intervention may be considered a safe and practical complementary nutritional therapy to support diabetes management in the elderly.Keywords: Type II Diabetes Mellitus, Red Dragon Fruit Juice, Fasting Blood Glucose, Elderly, Complementary Nutrition.
Behavioral Study of Diabetes Mellitus Patients in Blood Glucose Control: A Phenomenological Study Febriyanti Febriyanti; Masrul Masrul; Najirman Najirman; Ahmad Syafruddin Indrapriyatna; Em Yunir; Mudjiran Mudjiran; Rima Semiarty; Dwi Yulia
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.4918

Abstract

The disease pattern in Indonesia is currently shifting from infectious diseases to degenerative diseases. This pattern is accompanied by the problem of a double burden of disease. The incidence of degenerative diseases is increasing along with changes in lifestyle and environmental behavior. One of the threats of degenerative diseases to public health is diabetes mellitus. The prevalence of diabetes in people aged over 15 years increased from 10.9% in 2018 to 11.7% in 2023. This shows that this disease is not only a problem for the elderly but also affects the productive age group. The main causes include unhealthy diet, lack of physical activity, and obesity. This study aims to observe and explore the behavior of people with diabetes in controlling blood glucose while suffering from diabetes. The research method used in this study is qualitative research with a phenomenological approach, with the informant selection technique using the snowball technique of 25 people. The main instrument of qualitative research is the researcher herself. The researcher is a nurse with a Masters in Nursing. The researcher as a facilitator also uses the tools used in the study as data collection instruments, namely the Digital Voice Recorder in this case the researcher's cellphone (Oppo A92) and interview guidelines and field notes and the researcher conducted in-depth interviews for approximately 3 weeks, data processing and data analysis using the Colaizzi method which consists of seven stages. Based on the results of in-depth interviews with 25 informants, 16 themes of the phenomenon of factors causing uncontrolled blood glucose were obtained, including incorrect knowledge about diabetes, the assumption that diabetes is a harmless disease, boredom factors in managing diet, poor behavior in daily eating habits, taking medication not according to the given dose, rarely or not doing sports activities, having an attitude that ignores the rules in following a diet while suffering from diabetes, information obtained from health workers and family is minimal, information from various media such as the internet is not utilized, limited health workers in providing education, feelings of hopelessness while suffering from diabetes mellitus, feeling that they do not get support from family or health workers in treating diabetes while suffering from diabetes mellitus, alternatives to drugs from the hospital are taking herbal medicines. The phenomenon of the dominant factors causing uncontrolled blood glucose is incorrect knowledge about diabetes, as well as the assumption that diabetes is a harmless disease, as well as boredom factors in regulating diet, and poor behavior in daily eating habits, as well as rarely or never doing sports activities, and having attitudes and behaviors that ignore the rules in undergoing treatment while suffering from diabetes.
PENGEMBANGAN PROGRAM EDUKASI DAN PENDAMPINGAN PEMANFAATAN HERBAL LOKAL (KAYU MANIS DAN PARE) DALAM POLA MAKAN SEHARI-HARI BAGI PENDERITA DIABETES MELITUS  febriyanti febriyanti; Yola Yolanda; Dedi Adha; Zulham Efendi; Lola Despitasari; Fitria Alisa; Nurleny
JURNAL ABDI MERCUSUAR Vol 5 No 2 (2025): JURNAL ABDI MERCUSUAR
Publisher : LPPM Universitas MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/zqk30410

Abstract

Latar belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan mandiri melalui edukasi, pola makan sehat, dan dukungan berkelanjutan. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien DM dalam memanfaatkan herbal lokal, yaitu pare (Momordica charantia) dan kayu manis (Cinnamomum verum), sebagai bagian dari pola makan sehari-hari. Kegiatan melibatkan 33 pasien dan 2 kader kesehatan melalui edukasi, demonstrasi pengolahan herbal, serta pendampingan selama 14 hari. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan, dengan kategori baik meningkat dari 58,2% menjadi 93,3%. Peserta mampu mengolah pare tanpa rasa pahit dan memanfaatkan kayu manis sebagai minuman sehat. Kepatuhan konsumsi tinggi, disertai penurunan kadar gula darah sewaktu. Kesimpulan program ini efektif meningkatkan pemahaman, keterampilan, serta perilaku makan sehat, sehingga dapat menjadi model intervensi komunitas berbasis kearifan lokal untuk pengelolaan DM.
VIRTUAL REALITY (VR) DENGAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM IMPLEMENTASI REHABILITASI PSIKOSOSIAL ODGJ Yola Yolanda; Febriyanti Febriyanti; Guslinda Guslinda
Menara Medika Vol 8, No 2 (2026): VOL 8 NO 2 MARET 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i2.7447

Abstract

Pendahuluan: Gangguan jiwa merupakan masalah kesehatan global yang membutuhkan pendekatan rehabilitasi psikososial yang efektif. Keterbatasan tenaga profesional dan fasilitas layanan menimbulkan kebutuhan inovasi terapi, termasuk penggunaan Virtual Reality (VR). Teknologi ini berpotensi menciptakan lingkungan simulatif aman yang mampu meningkatkan fungsi sosial dan emosional Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen One Group Pretest–Posttest pada 10 ODGJ yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi VR diberikan selama tiga hari. Empat aspek perilaku psikososial diukur, yaitu emosi-afektif, interaksi-komunikasi, kognitif-adaptif, dan motorik-fisik. Analisis dilakukan menggunakan Paired T-test untuk melihat perbedaan skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Skor rata-rata perilaku psikososial sebelum intervensi adalah 1,24 (SD 0,18), menggambarkan kemampuan awal yang rendah dan homogen. Setelah diberikan intervensi VR, skor meningkat menjadi 2,37 (SD 0,20), dengan selisih 1,13 poin. Hasil uji statistik menunjukkan peningkatan signifikan (p0,00). Perbaikan terlihat pada regulasi emosi, kemampuan interaksi, respons kognitif, serta koordinasi motorik; responden menjadi lebih tenang, lebih komunikatif, dan mampu mengikuti instruksi simulasi dengan lebih baik. Kesimpulan: Intervensi VR terbukti efektif meningkatkan fungsi psikososial ODGJ dalam waktu singkat. Lingkungan virtual yang imersif memfasilitasi pembelajaran sosial dan emosional tanpa risiko stigma, sementara pendekatan terapi digital ini membantu secara personal. VR dapat menjadi alternatif inovatif pendukung terapi konvensional dalam upaya rehabilitasi psikososial di layanan kesehatan jiwa.
PEMULIHAN LAYANAN KESEHATAN DAN GIZI ANAK SEKOLAH DASAR MELALUI UKS DAN PENDAMPINGAN USAHA BAKERY SEHAT PASCA BENCANA mitayani mitayani; Eka Putri Primasari; Lilik Suhery; Febriyanti Febriyanti; Yani Maidelwita; Zulmardi Zulmardi
Jurnal Salingka Abdimas Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v6i1.7939

Abstract

Banjir yang melanda Kelurahan Gurun Laweh, Kota Padang pada akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026 menimbulkan dampak signifikan terhadap sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat. Kondisi pascabencana menyebabkan terganggunya sanitasi lingkungan sekolah, meningkatnya risiko penyakit pada siswa, munculnya gangguan psikososial, serta menurunnya kapasitas produksi UMKM. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan selama satu bulan penuh, yaitu pada tanggal 28 Januari hingga 28 Februari 2026, dengan melibatkan 60 mahasiswa lintas disiplin ilmu. Program ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan masyarakat melalui implementasi Model UKS Tanggap Bencana serta penguatan UMKM berbasis sanitasi, kesehatan dan keselamatan kerja (K3), serta digitalisasi usaha. Pendekatan yang digunakan adalah partisipatif dan kolaboratif melalui tahapan sosialisasi, pemetaan masalah, implementasi program, pendampingan, serta evaluasi dan keberlanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan sanitasi lingkungan sekolah hingga ≥80%, peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) siswa ≥75%, penurunan kecemasan siswa ≥30%, serta peningkatan fasilitas ruangan UKS yang sesuai standar dengan dibekali dokter kecil dan pada mitra 2 terdapatnya kapasitas produksi UMKM ≥25% dan bantuan fasilitas berupa oven. Program ini juga menghasilkan inovasi SITANGGUH PASCA (Sistem Terintegrasi Teknologi Tepat Guna untuk Pemulihan Pascabencana) yang terbukti efektif, sederhana, dan mudah direplikasi. Dengan demikian, program ini mampu meningkatkan keberdayaan masyarakat serta mempercepat pemulihan kondisi pascabencana secara berkelanjutan. 
PENGUATAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) MELALUI EDUKASI DAN PEMBENTUKAN DOKTER KECIL DI SDN 17 GURUN LAWEH Febriyanti Febriyanti; Mitayani; Yani Maidelwita; Eka Putri Primasari; Yola Yolanda; Mira Andika; Guslinda; Lola Despitasari; Fitria Alisa; Viki Yusri; Vivi Syofia Sapardi; Nurleny; Eliwarti; Lilik Suhery; Weny Amelia; Fitri Wahyuni; Yusriana; Ade Putra Nanda
JURNAL ABDI MERCUSUAR Vol 6 No 1 (2026): JURNAL ABDI MERCUSUAR
Publisher : LPPM Universitas MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/rknksv34

Abstract

Latar Belakang: Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) berperan penting dalam meningkatkan kesehatan peserta didik melalui upaya promotif dan preventif. Pascabencana banjir, pelaksanaan UKS di SDN 17 Gurun Laweh mengalami kendala berupa menurunnya sanitasi lingkungan, terbatasnya fasilitas UKS, serta rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pelaksanaan UKS melalui edukasi kesehatan dan pembentukan dokter kecil bagi siswa dan guru sekolah dasar. Metode: Pengabdian masyarakat dilaksanakan pada Januari–Februari 2026 dengan sasaran 20 siswa dan 5 guru. Kegiatan meliputi edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan sederhana, praktik PHBS, pendampingan pengelolaan UKS, serta pelatihan dokter kecil menggunakan metode penyuluhan interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung. Evaluasi dilakukan melalui observasi terhadap indikator capaian program. Hasil: Program meningkatkan perilaku PHBS siswa sebesar ?75%, memperbaiki sanitasi lingkungan sekolah sebesar ?80%, menurunkan keluhan kesehatan siswa sebesar ?20%, serta menurunkan tingkat kecemasan sebesar ?30%. Selain itu, ruang UKS menjadi lebih representatif dan terbentuk kader dokter kecil yang mampu mendukung pelaksanaan program kesehatan di sekolah. Kesimpulan: Edukasi kesehatan yang dipadukan dengan penguatan UKS dan pembentukan dokter kecil efektif meningkatkan kapasitas siswa dan guru dalam mewujudkan sekolah sehat serta mendukung keberlanjutan program UKS.