Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pelatihan Penggunaan Obat dan Alat Laboratorium yang Benar Terhadap Pelajar SMPIT Mutiara Ilmu Bangkalan Sarah Zielda Najib; Azzahroh Arum; Ayu Putri Adi Febrianty; Teguh Setiawan Wibowo
Jurnal Pengabdian West Science Vol 3 No 12 (2024): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v3i12.1826

Abstract

Edukasi memiliki peran yang penting dan mendasar bagi seseorang dan kelompok Masyarakat. Melalui edukasi maka terjadi transfer pengetahuan sehingga lebih lanjut dapat terjadi perubahan pola piker kea rah yang lebih baik untuk kemajuan dan berdampak positif bagi individu maupun kelompok. Penyalahgunaan obat dewasa ini sudah sering terjadi dan marak terjadi baik di kalangan pelajar, kelompok, maupun masyarakat luas. Untuk itu diperlukan edukasi bagi masyarakat agar dapat mengetahui dampak dari penyalahgunaan obat. Penggunaan alat laboratorium yang benar juga penting diajarkan supaya pelajar dapat menggunakan dengan baik dan benar sebab pada Tingkat Pendidikan yang lebih tinggi juga diperlukan keterampilan penggunaan alat laboratorium. Pelaksanaan kegiatan Pelatihan Penggunaan Obat dan Alat laboratorium yang benar dimulai dengan pemberian sambutan dari masing-masing instansi yang dilanjut dengan pemaparan materi, pengenalan bentuk obat dan alat laboratorium secara langsung disertai diskusi. Selama pelaksanaan, dibagikan brosure mengenai Penggunaan Obat dan Alat laboratorium yang benar sebagai materi pelatihan kepada para siswa. Kegiatan Pelatihan Penggunaan Obat dan Alat laboratorium yang benar terhadap pelajar SMPIT Mutiara Ilmu Bangkalan berjalan dengan lancar dan efektif. Hal ini ditunjukkan dari pemahaman siswa yang mengisi kuis yang diberikan dengan benar.  Pelatihan ini dapat menjadi solusi untuk pencegahan penyalahgunaan obat dan menurunkan angka tingginya penyalahgunaan obat terutama dikalangan remaja serta menjadi promosi kesehatan masyarakat   melalui pemahaman pelajar tentang penggunaan obat yang benar.
PUBLIC HEALTH GOVERNANCE AND SOCIAL TRUST: LESSONS FROM GLOBAL HEALTH CRISES Sarah Zielda Najib; Nurul Hidayati; Teguh Setiawan Wibowo; Roya Zahir
Cognitionis Civitatis et Politicae Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/politicae.v3i2.4151

Abstract

Public health governance has become a critical determinant of societal resilience as recent global health crises have demonstrated that effective emergency responses depend not only on healthcare capacity but also on institutional legitimacy, transparent decision-making, and public trust. Persistent variation in policy compliance and crisis outcomes across countries has intensified interest in understanding how governance quality influences collective behavioral responses during public health emergencies. This study aimed to examine the relationship between public health governance, institutional transparency, social trust, and community resilience across diverse national contexts. A mixed-methods sequential explanatory design was employed involving 3,600 respondents from twelve countries representing different governance systems and public health capacities. Quantitative data were collected using validated measures of governance effectiveness, institutional trust, policy compliance, communication credibility, healthcare preparedness, and community resilience, and analyzed through multilevel modeling, structural equation modeling, mediation analysis, and hierarchical regression. Qualitative evidence was obtained through semi-structured interviews, focus group discussions, policy document analysis, and institutional case studies, followed by thematic interpretation. Findings revealed that governance effectiveness significantly strengthened institutional trust, while transparent communication and information credibility enhanced policy compliance, vaccination acceptance, and community resilience. Community resilience further reinforced the positive relationship between institutional trust and behavioral compliance during health emergencies. Results indicate that sustainable public health governance requires coordinated institutional leadership, evidence-based communication, transparent policymaking, and meaningful public engagement. The proposed governance framework offers practical guidance for strengthening institutional resilience and social trust during future global health crises.
THE POLITICS OF PUBLIC HEALTH DATA: A STUDY ON DATA GOVERNANCE, PRIVACY, AND SECURITY DURING HEALTH CRISES Sarah Zielda Najib; Nurul Hidayati; Teguh Setiawan Wibowo; Rania Khatib
Cognitionis Civitatis et Politicae Vol. 3 No. 3 (2026)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/politicae.v3i3.3151

Abstract

Public health crises such as pandemics intensify the political significance of health data, exposing tensions between the need for rapid data sharing, the protection of individual privacy, and the assurance of data security. Governments increasingly rely on large-scale data collection and digital surveillance to inform policy responses, yet these practices often raise ethical, legal, and political concerns. This study aims to analyze how data governance frameworks shape the management of public health data during health crises, with particular attention to the balance between public interest, privacy rights, and data security. The research employs a qualitative research design based on document analysis and comparative policy review, examining national regulations, emergency health policies, and international guidelines related to health data governance. The findings indicate that data governance during health crises is strongly influenced by political priorities, institutional capacity, and levels of public trust. Weak regulatory clarity and limited oversight mechanisms tend to exacerbate privacy risks and public resistance, while transparent governance models and robust security protocols enhance data legitimacy and compliance. The study concludes that effective public health data governance requires an integrated approach that aligns legal safeguards, ethical principles, and technological security with crisis-driven decision-making. Strengthening accountability and transparency is essential to ensuring that public health objectives do not undermine fundamental rights during emergencies.
Management of Expired Medications at the Pharmacy Department of Hikmah Sawi Maternity and Children’s Hospital Sarah Zielda Najib; Jamilah Hamidi Yanti; Aulya Zhafarani Zein
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 12 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i12.3195

Abstract

Pengelolaan obat di departemen farmasi rumah sakit sangat penting untuk memastikan kualitas obat. Pengelolaan obat yang efektif dalam pelayanan kesehatan sangat penting untuk menjamin bahwa obat-obatan memenuhi standar yang dibutuhkan dan kebutuhan aktual, termasuk penanganan yang tepat terhadap obat yang rusak atau kadaluwarsa. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami pengelolaan obat kadaluwarsa di Departemen Farmasi Rumah Sakit Bersalin dan Anak Hikmah Sawi. Metode yang digunakan adalah observasi kualitatif, yang melibatkan observasi langsung dan wawancara. Hasil observasi terhadap sistem pengelolaan obat kadaluwarsa di fasilitas pelayanan kesehatan menunjukkan bahwa semua tahapan proses telah dilakukan sesuai dengan Pedoman Pengelolaan Obat Rusak dan Kadaluwarsa di Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengelolaan obat kadaluwarsa di Departemen Farmasi Rumah Sakit Bersalin dan Anak Hikmah Sawi sudah efektif.
Edukasi Penggunaan Cefadroxil sebagai Antibiotik Terapi pada Pasien Pasca Operasi Sesar: Sebuah Upaya Peningkatan Kepatuhan dan Pencegahan Resistensi Antibiotik Sarah Zielda Najib; Teguh Setiawan Wibowo
Sciences du Nord Community Service Vol. 3 No. 02 (2026): Sciences du Nord Community Service
Publisher : North Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71238/sncs.v3i02.162

Abstract

Penggunaan antibiotik yang rasional pada pasien pasca operasi sesar merupakan upaya penting dalam mencegah infeksi luka operasi dan menekan angka resistensi antimikroba. Cefadroxil, sebagai sefalosporin generasi pertama oral, sering digunakan sebagai antibiotik terapi lanjutan pada pasien pasca sesar. Namun, rendahnya pemahaman pasien dan keluarga tentang cara penggunaan yang tepat masih menjadi kendala dalam keberhasilan terapi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga tentang penggunaan cefadroxil sebagai antibiotik terapi pada pasien pasca operasi sesar. Sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 4 Juli 2026 di ruang pertemuan RSIA Hikmah Sawi Bangkalan dengan peserta sebanyak 21 orang yang terdiri dari pasien pasca operasi sesar dan keluarga. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan sosialisasi dengan metode ceramah interaktif dan diskusi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan setelah mengikuti sosialisasi, yang tercermin dari peningkatan skor post-test dibandingkan pre-test. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa edukasi terstruktur oleh narasumber yang kompeten efektif dalam meningkatkan pemahaman pasien dan keluarga tentang penggunaan cefadroxil yang rasional. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah perlunya integrasi program edukasi serupa dalam paket pelayanan pasca operasi sesar di berbagai fasilitas kesehatan secara berkelanjutan.