Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Usability and User Experience Evaluation on Extracurricular Website (SINEMA) Implementation using SUS and UEQ Methods Wirdayanti; AKBAR, MUHAMMAD; Sabarudin Saputra; Deni Luvi Jayanto; Sri Khaerawati Nur; Nouval Trezandy; Bakri
Information Technology International Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Information Technology International Journal
Publisher : Magister Teknologi Informasi UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/itij.v3i2.57

Abstract

The rapid integration of web-based platforms in higher education highlights the importance of usability and user experience in supporting students’ extracurricular activities. This study evaluates the usability and user experience of the Student Extracurricular Information System (SINEMA) developed at Tadulako University. A total of 99 respondents participated, selected from a population of 5,581 active users through Slovin’s formula. Two standardized instruments were applied: the System Usability Scale (SUS) to capture global usability perceptions and the User Experience Questionnaire (UEQ) to assess six dimensions of user experience. The SUS results indicate a mean score of 76.06, which falls within Grade B and the “Good” category, exceeding the global benchmark. This suggests that the system is generally usable, although certain respondents reported minor challenges requiring further improvement. The UEQ results show that Perspicuity (1.94), Dependability (1.94), and Stimulation (1.93) achieved the “Excellent” category, reflecting clarity, reliability, and engagement. Meanwhile, Attractiveness (1.65), Efficiency (1.58), and Novelty (1.72) were rated “Good,” highlighting positive perceptions but also opportunities for optimization. Overall, the findings demonstrate that SINEMA effectively supports extracurricular management with satisfactory usability and strong user experience. The study contributes novelty by integrating SUS and UEQ for comprehensive evaluation within a higher education extracurricular context. Recommendations include enhancing efficiency and novelty to elevate user satisfaction and system adoption.
Peningkatan Literasi Bagi Siswa SD di Desa Watumaeta, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso Kasim, Anita Ahmad; Nur, Sri Khaerawati; Yulandari, Anisa; Saputra, Sabarudin; Jayanto, Deni Luvi
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v7i4.3712

Abstract

Kesenjangan pendidikan di wilayah terpencil yang disebabkan oleh keterbatasan akses dan ekonomi menghalangi anak-anak memperoleh pendidikan dasar yang layak, padahal pendidikan merupakan fondasi penting untuk membentuk karakter dan mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai amanat UUD 1945. Kemampuan literasi merupakan keterampilan dasar yang berperan penting dalam mendukung keberhasilan siswa pada jenjang pendidikan berikutnya. Namun, siswa sekolah dasar di daerah pedesaan, termasuk di Desa Watumaeta, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, masih menghadapi tantangan serius dalam keterampilan membaca dan memahami teks. Keterbatasan bahan bacaan, minimnya sarana literasi, metode pengajaran yang konvensional, serta rendahnya dukungan dari lingkungan keluarga menjadi faktor utama yang menghambat perkembangan literasi anak. Untuk mengatasi masalah tersebut, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan literasi siswa melalui penyediaan bahan bacaan tambahan, pembangunan sudut baca di kelas, serta penerapan metode pembelajaran interaktif berupa storytelling, membaca bersama, diskusi, permainan edukatif, dan literasi digital sederhana. Kegiatan dilaksanakan di SDN Watumaeta dengan melibatkan 35 siswa, guru, dan orang tua. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test kemampuan membaca. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 45,7 pada pre-test menjadi 70,1 pada post-test, dengan rata-rata peningkatan 24,4 poin. Selain capaian kuantitatif, temuan kualitatif memperlihatkan meningkatnya minat baca siswa, partisipasi aktif dalam kegiatan literasi, serta dukungan positif dari guru dan orang tua. Hasil ini membuktikan bahwa intervensi sederhana berbasis sarana baca dan metode interaktif efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa di daerah pedesaan. Enhancing Literacy Skills Among Elementary School Students in Watumaeta Village, Lore Utara District, Poso Regency Educational disparities in remote areas caused by limited access and economic constraints prevent children from obtaining adequate basic education, even though education is a crucial foundation for character building and advancing the nation's intellectual life in accordance with the mandate of the 1945 Constitution. Literacy skills are a fundamental competence that plays a crucial role in supporting students’ success in higher levels of education. However, elementary school students in rural areas, including Watumaeta Village, North Lore District, Poso Regency, still face serious challenges in reading and text comprehension. Limited reading materials, inadequate literacy facilities, conventional teaching methods, and lack of family support are major factors that hinder children’s literacy development. To address these issues, this community service program was implemented to improve students’ literacy through the provision of additional reading materials, the establishment of classroom reading corners, and the application of interactive learning methods such as storytelling, shared reading, group discussions, educational games, and simple digital literacy activities. The program was carried out at SDN Watumaeta involving 35 students, teachers, and parents. Evaluation was conducted using pre-test and post-test reading ability assessments. The results showed an increase in the average score from 45.7 in the pre-test to 70.1 in the post-test, with an average gain of 24.4 points. In addition to the quantitative results, qualitative findings indicated improved reading interest, more active participation in literacy activities, and strong support from teachers and parents. These outcomes demonstrate that simple interventions based on reading facilities and interactive methods are effective in enhancing students’ literacy skills in rural elementary schools.
Implementasi Smart Housing Services Akses Hunian Berkualitas Melalui Teknologi Digital Ayu Hernita; Nouval Trezandy Lapatta; Sri Khaerawati Nur; Deny Wiria Nugraha
Indonesia Berdampak: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/0r4aa406

Abstract

Transformasi digital dalam layanan publik menjadi salah satu prioritas dalam meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam sektor perumahan. Salah satu solusi inovatif adalah penerapan Smart Housing Services, yaitu sistem layanan digital yang memungkinkan masyarakat mengakses informasi, bantuan, dan fasilitas perumahan secara daring. Namun, pemahaman dan kesiapan instansi pemerintah daerah dalam mengimplementasikan layanan ini masih perlu ditingkatkan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan mengenai pemanfaatan Smart Housing Services kepada pegawai Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Parigi Moutong. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan satu hari yang mencakup pengenalan konsep layanan perumahan digital, simulasi penggunaan sistem, serta pembuatan media sosialisasi visual berupa infografis dan poster. Peserta juga dibekali dengan modul dan template yang dapat digunakan kembali untuk kegiatan penyebaran informasi kepada masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi tahapan persiapan, penyampaian materi, praktik langsung, dan evaluasi hasil. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep Smart Housing Services sebesar 85%, berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Selain itu, peserta berhasil menghasilkan media edukatif sederhana yang dapat mendukung upaya literasi digital di bidang layanan perumahan. Kegiatan ini diharapkan menjadi kontribusi awal dalam mendukung perluasan akses hunian berkualitas berbasis teknologi, serta memperkuat peran Dinas Kominfo sebagai motor penggerak transformasi digital di daerah.