Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EVALUASI KEAKTIFAN KELAS IBU HAMIL MELALUI PENGETAHUAN TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEMULUTAN Sintiya Halisha Pebriani; Helni Anggraini; Satra Yunola; Zuhana
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 16 No 1 (2026): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v16i1.537

Abstract

Kelas ibu hamil merupakan salah satu upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil, khususnya terkait tanda bahaya kehamilan. Keaktifan ibu hamil dalam mengikuti kelas tersebut diharapkan berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keaktifan ibu hamil dalam mengikuti kelas ibu hamil serta hubungannya dengan tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Pemulutan. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional dengan jumlah responden sebanyak 30 ibu hamil. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Spearman Rank (Rho). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 20–35 tahun (86,7%), berada pada trimester III kehamilan (50%), berpendidikan SMA (15%), dan tidak bekerja (26%). Sebagian besar responden tergolong kurang aktif dalam mengikuti kelas ibu hamil, yaitu sebanyak 27 orang (90%). Meskipun demikian, mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan baik tentang tanda bahaya kehamilan, yaitu sebanyak 24 orang (80%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara keaktifan mengikuti kelas ibu hamil dengan tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan (p value = 0,381) dengan koefisien korelasi r = 0,166 yang menunjukkan hubungan sangat lemah. Kesimpulan penelitian ini adalah keaktifan ibu hamil dalam mengikuti kelas ibu hamil tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Pemulutan.
Evaluasi kejadian interaksi obat antihipertensi pada pasien rawat jalan di klinik x kota Palembang Hairun Niza; Abu Rachman; Dini Afriliza; Satra Yunola; Helni Anggraini
Sasambo Journal of Pharmacy Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sjp.v7i1.519

Abstract

Data World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa pada tahun 2023, 1,28 miliar orang dewasa berusia 30 hingga 79 tahun di seluruh dunia mengalami hipertensi, hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah >140/>90 mmHg. Hipertensi terapi secara farmakologi membutuhkan pengobatan tunggal atau kombinasi jika terdapat komplikasi maka juga membutuhkan beberapa macam obat untuk terapinya. Risiko interaksi obat meningkat jika pasien mengonsumsi lebih dari dua jenis obat sekaligus. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat potensi terjadinya interaksi obat di Klinik X Kota Palembang. Metode penelitian secara retrospektif dengan tehnik pengumpalan purposive sampling dengan alat bantu resep dan rekam medik pasien. Hasil penelitian menunjukkan karateristik responden usia >56 tahun dengan jenis kelamin laki-laki terbanyak, terdapat interaksi obat antihipertensi yaitu sebanyak 37 potensi terjadinya interaksi obat terutama penggunaan amlodipine dengan obat obat lain. Kesimpulan terdapatnya interaksi obat pada pasien rawat jalan di Klinik X Kota Palembang. Interaksi minor sebesar 2.7%, moderat 94.65 dan mayor 2.7%.
Analysis of Risk Factors for Mean Arterial Pressure and Body Mass Index on the Incidence of Preeclampsia Nur Purnama Sari; Ramesia Ratnawati; Satra Yunola; Helni Anggraini; Elvina Indah Syafriani
Journal La Medihealtico Vol. 7 No. 1 (2026): Journal La Medihealtico
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamedihealtico.v7i1.2827

Abstract

Preeclampsia is a major cause of maternal and perinatal morbidity and mortality worldwide, including in Indonesia. Early screening during pregnancy allows for early identification and optimal patient monitoring. This study aimed to analyze the relationship between Mean Arterial Pressure (MAP) and Body Mass Index (BMI) with the incidence of Preeclampsia, and to determine the most dominant factor in the working area of Pakjo Community Health Center (Puskesmas) Palembang. This study used a Case-Control design. The sample consisted of 62 pregnant women, divided into 31 Preeclampsia cases and 31 Non-Preeclampsia controls, derived from medical record data for the 2023–2024 period. Data analysis utilized the Chi-Square test for bivariate analysis and Binary Logistic Regression for multivariate analysis. Bivariate Analysis: A statistically significant relationship was found between Positive MAP (p < 0.001, OR = 6.597) and Overweight/Obese BMI (p < 0.001, OR = 8.381) with the incidence of Preeclampsia. Multivariate Analysis: After controlling for MAP, only High BMI proved to be a significant independent predictor (p = 0.030). Pregnant women with High BMI had a 4 times greater chance of experiencing Preeclampsia (OR = 4.848; 95% CI: 1.165–20.182). The MAP variable became non-significant in the multivariate model (p = 0.234). High BMI (Obesity/Overweight) is the most dominant risk factor and a strong independent predictor for the incidence of Preeclampsia. It is recommended that Pakjo Community Health Center prioritize intervention programs focused on weight management and nutrition counseling starting from the pre-pregnancy and early pregnancy periods as a primary effort to prevent Preeclampsia.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FREKUENSI KUNJUNGAN KELAS IBU HAMIL PADA IBU HAMIL TRIMESTER III di PUSKESMAS PEMULUTAN KABUPATEN OGAN ILIR TAHUN 2025 Helni Anggraini; Satra Yunola; Yollanda Dwi Santi Violentina; Sintiya Halisya Pebriani; Nur Purnama Sari
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30803

Abstract

Kelas ibu hamil merupakan salah satu upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan pengetahuan serta perilaku ibu hamil dalam menjaga kesehatan kehamilan. Keikutsertaan ibu hamil dalam kelas ibu hamil dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pengetahuan, jarak tempuh, dan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, jarak tempuh, dan pekerjaan dengan frekuensi kunjungan kelas ibu hamil. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 34 responden ibu hamil. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji chi square dengan tingkat signifikansi α ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi kunjungan kelas ibu hamil kategori lengkap dan tidak lengkap masing-masing sebanyak 17 orang (50%). Responden dengan pengetahuan baik sebanyak 18 orang (52,9%), jarak tempuh jauh sebanyak 18 orang (52,9%), serta ibu yang bekerja dan tidak bekerja masing-masing sebanyak 17 orang (50%). Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan frekuensi kunjungan kelas ibu hamil (p value = 0,016; OR = 7,800), antara jarak tempuh dengan frekuensi kunjungan kelas ibu hamil (p value = 0,016; OR = 7,800), serta antara pekerjaan dengan frekuensi kunjungan kelas ibu hamil (p value = 0,006; OR = 10,563). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan, jarak tempuh, dan pekerjaan dengan frekuensi kunjungan kelas ibu hamil. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi puskesmas dalam meningkatkan cakupan kehadiran ibu hamil melalui optimalisasi edukasi dan akses pelayanan kesehatan.
PENGARUH PEANUT BALL (NON FARMAKOLOGI) DENGAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA PRIMIGRAVIDA Helni Anggraini; Satra Yunola; Hairun Niza; Sintiya Halisya Pebriani
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.2938

Abstract

Peanut ball merupakan bola yang berbentuk seperti kacang, penggunaan peanut ball diletakkan tepat di antara kaki sehingga kedua kaki dapat membuka otot panggul untuk membantu penurunan nyeri persalinan dan meningkatkan kemajuan persalinan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh Peanut Ball Dengan Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif. Jenis penelitian quasy experiment dengan one group pretest and posttest design. Populasi ibu yang bersalin di TPMB Rusmalenidari bulan Juni – September, menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian berdasarkan uji shapiro wilk pengetahuan p- data nyeri sebelum dan sesudah diberi intevensi (peanut ball) berdistribusi normal dengan sig > 0,05. Berdasarkan uji didapatkan sig <0, 05 artinya terdapat pengaruh penggunaan peanut ball terhadap penurunan intensitas nyeri. diharapkan bidan di TMB untuk memberikan terapi non farmakologi peanut ball untuk menurunkan intesitas nyeri persalinan kala I pada fase aktif.