Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pengaruh Kompres Air Hangat dan Kompres Hangat Jahe Terhadap Nyeri Artritis Reumatoid Rian Yuliyana; Deasy Dondaria; Nurul Hanni Suhada
Jurnal Keperawatan Vol 6 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses penuaan pada lanjut usia menyebabkan banyak keluhan salah satunya adalah nyeri Artritis Reumatoid. Pada nyeri Artritis Reumatoid ini biasanya akan muncul rasa tidak nyaman untuk disentuh, muncul pembengkakan, peradangan, kekakuan, dan pembatasan gerakan. Diperlukan suatu tindakan farmakologi dan nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri pada lanjut usia, salah satunya adalah terapi nonfarmakologi kompres air hangat dan kompres hangat jahe. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuiPengaruhKompes Air Hangat dan Kompres Hangat Jahe Terhadap Nyeri Artritis Reumatoid Pada Lansia di Posyandu Batu 10 Tanjungpinang tahun 2016. Merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain Quasi Eksperimen dengan Pretest and Posttest Nonequivalent Control Group, pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Cluster Sampling pada 22 responden dari 220 populasi lansia yang ada di Posyandu Batu 10 Tanjungpinang dan di analisis dengan uji Paired T test. Uji statistik Paired T test diperoleh hasil nilaiρ value 0,000 ρ < α 0,05 maka Ha diterima dan dapat di artikan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kompres air hangat dan kompres hangat jahe terhadap penurunan nyeri Artritis Reumatoid. Hasil rata-rata perubahan nyeri Artritis Reumatoid lebih tinggi pada pemberian kompres hangat jahe yaitu 5,364 dibandingkan pada pemberian kompres air hangat yaitu 2,909. Hal ini artinya kompres hangat jahe lebih efektif dalam menurunkan nyeri Artritis Reumatoid pada lansia.
Pengaruh Pelatihan Pertolongan Pertama terhadap Tingkat Pengetahuan Near Drowning pada Masyarakat di Desa Bintan, Riau, Indonesia Yuliyana, Rian; Astuti, Indah Dwi; Gusrianti, Elsa
Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI): September 2023-Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jiki.v7i1.9636

Abstract

Kematian akibat tenggelam menjadi salah satu ancaman bagi daerah pariwisata yang banyak pantai. resiko tenggelam tinggi  tengelam disebabkan oleh tinggi interaksi  masyarakat dengan laut. Sehingga adanya peningkatan pengetahuan terhadap pertolongan pertama near drwoning sangat penting. Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Universitas Ljubljana yang melakukan pelatihan tentang pertolongan pertama tenggelam dapat mengurangi risiko dalam melakukan pertolongan pertama tenggelam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan terhadap tingkat pengetahuan  near drowning pada masyarakat Desa Malang Rapat, Bintan, Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-test dan post test design with control group dengan Random Teknik sampling. Sampel penelitian ini adalah  40 responden yang dibagi 20 kelompok inervensi dan 20 kelompok control. instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan dan materi yang digunakan berdasarkan sumber dari guidelines for cardiopulmonary resuscitation and emergency cardiovascular. Hasil penelitian yang didapat adalah  ada perbedaan yang signifikan  pada pengetahuan pada kelompok intervensi p < 0,05, yang membuktikan bahwa adanya pengaruh pelatihan pertolongan pertama near drowning terhadap pengetahuan pada kelompok Intervensi, sedangkan pada kelompok kontrol tidak  bermakna/signifikan.   Dari hasil penelitian ini disarankan untuk selalu melakukan refreshing Kembali kepada masyarakat tentang penanganan pertolongan pertama pada korban tenggelam untuk mempertahankan pengetahuan near drowning. Kata Kunci: Near Drowning, Pelatihan, Tingkat Pengetahuan
Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Mental di Wilayah Kerja Pukesmas Mekar Baru Yuliyana, Rian; Daniati, Meisa; Romalina, Romalina; Suriani, Yas
SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2024): SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN
Publisher : Poltekes Kemenkes Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53579/segantang.v2i1.153

Abstract

Kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tentram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar. Penyakit mental dapat menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya dapat merusak interaksi atau hubungan dengan orang lain, namun juga dapat menurunkan prestasi di sekolah dan produktivitas kerja. Di Kepulauan Riau hanya 60% skrining kesehatan jiwa yang dilakukan dari target yang ditentukan. Lokasi pelaksanaan ialah Majelis Taklim Mesjid Al Fajarul, yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Mekar Baru. PKM mekar baru adalah salah satu PKM yang memiliki masalah kesehatan jiwa di Tanjungpinang. Kegiatan edukasi dilakukan terhadap 45 anggota Majelis Taklim. Setiap anggota diberikan pre-test dan pemeriksaaan Deteksi Dini kemudian diberikan edukasi terkait Kesehatan Mental Masyarakat setelahnya dilakukan post-test. Penyuluhan diberikan melalui media leaflat Hal ini ditunjukkan dengan antusias responden bertanya dan membagikan informasi yang didapat. Edukasi yang diberikan juga tersampaikan dengan baik yang dibuktikan dari peningkatan pengetahuan responden terkait Kesehatan Mental dengan melihat perbandingan hasil pre-test rata-rata sebanyak 79,6 meningkat menjadi post-test 83. Untuk itu, kegiatan edukasi menggunakan media edukasi sangat penting diterapkan sebagai salah satu upaya peningkatan pengetahuan masyarakat terutama tentang Kesehatan Mental.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KESIAPAN DOSEN POLTEKKES KEMENKES TANJUNGPINANG DALAM MENGHADAPI INTERPROFESSIONAL EDUCATION (IPE): Relationship Between Knowledge and Readiness of Lecturers at Poltekkes of The Ministry of Health in Tanjungpinang about Interprofessional Education (IPE) Yuliyana, Rian; Martias , Indra; Pusparianda, Dewi
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI KESEHATAN TERPADU Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Terpadu
Publisher : Poltekes Kemenkes Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53579/jitkt.v1i2.7

Abstract

Interprofessional Education was first initiated by the World Health Organization (WHO) as a strategy to increase collaboration between different health workers in order to see a problem and be able to solve it holistically so as to achieve quality health service outcomes. Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang has conducted a workshop on IPE in 2018, besides that several lecturers have also been trained to become IPE facilitators by the PPSDM Health Ministry of the Republic of Indonesia. This study was aims  to determine the relationship between the level of knowledge and the readiness of lecturers at the Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang in facing Interprofessional Education (IPE). This research was a quantitative research, the type of research used is descriptive analytic which is analyzed by the chi square test and exact fisher. The subjects of this research were 42 lecturers of Tanjungpinang Health Poltekkes. The results  was showed that the risk factors for lecturers who had sufficient knowledge tended to be 2,567 times more unprepared for IPE than those who had good knowledge. However, there was no significant relationship between the level of knowledge and the readiness of lecturers to face IPE. It is suggested that this research can be taken into consideration by policy makers at the Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang in preparing Interprofessional Education (IPE) for both lecturers and students of the three study programs.
Menggali Potensi ChatGPT pada Peran Tenaga Kesehatan: Looking into the Potential of ChatGPT in the Role Healthcare Professionals Yuliyana, Rian; Daswito, Rinaldi
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI KESEHATAN TERPADU Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Terpadu
Publisher : Poltekes Kemenkes Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53579/jitkt.v3i2.138

Abstract

This editorial article seeks to elucidate the potential of ChatGPT for healthcare professionals. ChatGPT is an advanced form of artificial intelligence that has the potential to offer significant advancements in addressing the pressing demands of society. The utilization of ChatGPT among health personnel might be seen as a phenomenon that yields both positive and bad consequences. One beneficial application is generating automated summaries of patient interactions and medical history, which can enhance the efficiency of medical documentation. Nevertheless, the utilization of ChatGPT in health care also presents ethical and legal issues. ChatGPT's performance may be inadequate in terms of context or nuance, both of which are crucial for ensuring safe and effective healthcare. ChatGPT represents a notable advancement in the field of information technology. However, it is crucial to carefully assess its application in the healthcare industry in the upcoming years, taking into account the need for equilibrium.
Edukasi CABG Berbasis Android dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Post Operasi CABG Agritubella, Syafrisar Meri; Yuliyana, Rian; Masnun, Masnun; Ardenny, Ardenny
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 6 No 2 (2024): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v6i2.13594

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of Android-based CABG education in improving the quality of life of post-CABG surgery patients. The research method used is experimental research. Measurement of patient quality of life using the Short from Survey 36 (SF36) questionnaire. The data that has been obtained will be categorized based on a scale of 0-100. The results showed that the average quality of life of patients in the experimental group was in the good category (mean = 64.99), and in the control group was also in the good category (mean = 62.28). Based on the research results, both groups showed good categories. Still, the average quality of life score for the experimental group was greater than that of the intervention group, so the provision of Android-based CABG education had a positive effect on the quality of life of post-CABG surgery patients. In conclusion, Android-based CABG education improves the quality of life of post-CABG surgery patients compared to conventional education. Keywords: Android, CABG, Education, Quality of Life, Post Surgery.
Depression In Adolecents Rian Yuliyana
Journal of Health Science and Nursing Study Vol 1 No 1 (2022): Journal of Health Science and Nursing Studies
Publisher : Ruang Ide

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58516/jhsns.v1i1.22

Abstract

Background: A mental disorder that can be suffered by all is depression. The health burden brought on by depression makes depression an important public health issue. Objective; this study was descriptive survey on depression in adolescents on Berakit village, Riau Islands. Method:  a descriptive design was employed 65 participants by simple random sampling at Berakit Village, Bintan, Riau Island. Depression Anxiety Stress Scale (DASS) were use as the instruments. Data was analyzed by using descriptive statistics. Results of this study found that most mean the range score in screening for depression was normal (83%). Most most mean the range score in screening for anxiety adolescent was early anxiety (22%). Moreover, the most of participant rate middle stress (24%). Conclusion these finding indicated that there are depression cases in further intervention to promote management stress to adolescent in seacoast.   Key words: Depression, anxiety, adolescent
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Kesehatan Jiwa Remaja (Kemeja) yuliyana, Rian; Gusrianti, Elsa; Yunita, Yunita; Astuti, Indah Dwi
Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI), Vol 8 (1), 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jiki.v8i1.12508

Abstract

Latar Belakang: Seorang remaja yang tidak mampu menggunakan potensi dirinya akan terjerumus kedalam perilaku menyimpang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas modul Kesehatan Mental remaja (Kemeja) terhadap pencegahan perilaku menyimpang pada remaja di wilayah kepulauan. Metode: Desain penelitian ini adalah quasi-experiment dengan pre-posttest with control group design. Populasi adalah semua remaja diwilayah kerja Puskesma Botania Kota Batam. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dengan sample sebanyak 20 responden perlakuan dan 20 kontrol. Instrumen yang ddigunakan adalah kuesioner Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Hasil: Hasil penelitian ini menujukkan ada perbedaan yang signifikan pada SDQ pada kelompok intervensi p < 0,05, yang menunjukkan bahwa adanya pengaruh edukasi dalam upaya memelihara kesehatan mental pada Remaja dalam upaya pencegahan perilaku menyimpang. Simpulan: Modul KEMEJA efektif dalam meningkatkan kesehatan mental remaja dan berkontribusi terhadap pencegahan perilaku menyimpang. Saran: Diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan pendidikan kesehatan mental pads remaja secara berkelanjutan sehingga dapat mencegah perilaku menyimpang.  Kata Kunci: Kesehatan Mental; Pendidikan Kesehatan; Remaja
The Negative and Positive Effects of Social Media on Adolescent Mental Health Yuliyana, Rian; Daswito, Rinaldi; Ilmaskal, Radian
Journal of Health Sciences and Epidemiology Vol. 2 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : RRZ Scientific Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62404/jhse.v2i1.39

Abstract

Social media is a widely utilized and essential aspect of daily life, particularly for teens. Adolescents in today's digital age are growing up in a culture where social media platforms are prevalent and substantially influence various parts of their lives. The amount of social media usage in Indonesia is steadily growing annually. This article examines the negative and positive effects of social media on the mental wellbeing of young people. Several articles have suggested that excessive usage of social media among adolescents can result in sleeplessness, anxiety, and depression. On the other hand, social media can positively affect health and improve relationships. This article highlights the significance of using social media prudently and ethically while effectively managing one's emotions, which can increase benefits. Therefore, minimizing might lead to negative consequences, particularly about adolescents' psychological wellbeing and societal support.
Telehealth by Nursing Practitioners in the Archipelago: Bridging Healthcare Gaps Through Digital Innovation Yuliyana, Rian; Daswito, Rinaldi; Ilmaskal, Radian
Journal of Health Sciences and Epidemiology Vol. 3 No. 2 (2025): August 2025
Publisher : RRZ Scientific Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62404/jhse.v3i2.82

Abstract

This article examines prominent concerns about using telehealth by nursing practitioners in the archipelago. Implementation of telehealth, defined as technologies that enable patients and clinicians to exchange information about their health state remotely. Telehealth was initially developed to reach rural and underserved populations, providing basic care. This article discusses the advantages and obstacles of telehealth for nursing practitioners in the archipelago. Many articles indicate that the use of telehealth for practicing nurses presents numerous barriers, including personal barriers. Conversely, telehealth offers improved patient access, cost savings, and better outcomes through increased patient engagement. Therefore, nurses preparing for this need to be prepared with telehealth education, practical experience, and consistent integration into their professional development.