Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Persepsi Guru, Siswa dan Orang Tua Terhadap Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di Era New Normal Pandemi Covid-19 Wati, Nanik Istika; Fauzi, Afif Restu; Chomsin, Muhammad
Jurnal Inovasi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 1 No 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM STAI Syekh Jangkung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi telah diperbolehkannya izin pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas sejak Juli 2021 melalui surat keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru, siswa dan orang tua terhadap Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di era new normal pandemi covid-19. Pengambilan data dalam penelitian menggunakan interview dan kuesioner. Kuesioner diberikan kepada guru, siswa dan orang tua siswa MI/ SD se-Kecamatan Kayen. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method yang merupakan gabungan antara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil yaitu: 1) Persepsi data guru yang menyatakan Sangat Setuju (SS) sebesar 66,67%, Setuju (S) sebesar 26,67% dan Ragu-ragu (‘R) sebesar 6,67%. 2) Persepsi data siswa yang menyatakan Sangat Setuju (SS) sebesar 66,67%, Setuju (S) sebesar 20,00%, Ragu-ragu (‘R) sebesar 6,67% dan Tidak Setuju (TS) sebesar 3,33%. 3) Persepsi data orang tua siswa yang menyatakan Sangat Setuju (SS) sebesar 75,00%, Setuju (S) sebesar 16,67%, Ragu-ragu (‘R) sebesar 6,67% dan Tidak Setuju (TS) sebesar 1,67%. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa persepsi dari guru, siswa dan orang tua menyatakan sangat setuju dengan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas pada masa pandemi Covid-19.
Analisis Keaktifan Belajar Peserta Didik Kelas IV Terhadap Bilangan Pecahan Melalui Penerapan Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) Octaviani , Dessy; Fauzi, Afif Restu; Kholissotussafaah
Jurnal Inovasi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 2 No 1 (2023): 2023
Publisher : LPPM STAI Syekh Jangkung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan proses pembelajaran di Sekolah Dasar tidak terlepas dari berbagai permasalahan diantaranya yaitu keaftifan belajar peserta didik. Maka dalam pembelajaran maslaah keaktifan belajar harus menjadi faktor utama untuk segera diatasi dan diselesaikan agar proses pembelajaran yang diberikan oleh guru dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan diri peserta didik khususnya dalam mengaktifkan mereka selama proses pembelajaran berlangsung. Permasalahan keaftifan belajar muncul pada siswa kelas IV MI Raudlatul Muta’alimin, sehingga dilakukan penelitian untuk menganalisis keaktifan belajar peserta didik menggunakan model Numbered Head Together (NHT) dalam pembelajaran. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif-deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV. Data penelitian dilakukan melalui wawancara dan angket keaktifan belajar peserta didik. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa guru menerapkan model Numbered Head Together (NHT) mampu menumbuhkan keaktifan belajar peserta didik diantaranya mereka sudah memiliki inisiatif belajar dan juga bertanya, motivasi belajar yang tinggi, menyiapkan kebutuhan, memiliki rasa ingin tahu, mencari sumber lain ketika tidak mengerti pada materi yang diberikan oleh guru, memiliki stratego belajar, serta mengevaluasi hasil belajarnya.
Analisis Puisi “Kecoa Pembangunan” Karya Ws Rendra Menggunakan Pendekatan Marxisme: Analisis Puisi “Kecoa Pembangunan” Karya Ws Rendra Menggunakan Pendekatan Marxisme Fauzi, Afif Restu; Dessy Octaviani
Jurnal Inovasi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 3 No 2 (2024): 2024
Publisher : LPPM STAI Syekh Jangkung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan puisi “Kecoa Pembangunan” karya WS Rendra, (2) memaparkan pemikiran Karl Marx dalam teori marxisme, (3) memaparkan hasil analisis puisi “Kecoa Pembangunan” karya WS Rendra menggunakan pendekatan marxisme. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotis. Data penelitian ini berupa bait dalam puisi karya W.S Rendra yang berjudul ‘Kecoa Pembangunan’. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan Semiotika Rifaterre. Hasil analisis menggunakan pendekatan marxisme dalam puisi “Kecoa Pembangunan” menunjukan terdapat enam komponen ideologi marxisme, yaitu kritik ekonomi politik, sosialisme-komunis, teori perjuangan kelas, struktur sosial masyarakat, dan teori kelas atas- kelas bawah. Puisi “Kecoa Pembangunan” karya WS Rendra secara umum memberi gambaran bagaimana gaya kepemimpinan pemerintahan Indonesia pada saat zaman rezim orde baru dilihat dari sisi ekonomi, sosial, struktur masyarakat, dan teori kelas dalam ideologi marxisme.
Pelanggaran Kesantunan Berbahasa Pada Tuturan Penolak dan Pembela Ba’alawy di Kolom Komentar Facebook Reels : Politeness Violations in the Utterances of Ba’alawi’s Supporters and Opponents in Facebook Reels Comment Sections Fauzi, Afif Restu; Fikriyyati, Indah
CARAKA Vol 12 No 1 (2025): Desember
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v12i1.20743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pelanggaran kesantunan berbahasa pada tuturan penolak dan pembela Ba’alawi di kolom komentar Facebook Reels, serta (2) menjelaskan jenis tuturan pada bidal yang melanggar prinsip kesantunan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan pragmatik dengan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui metode simak dengan teknik sadap, baca, dan catat, kemudian dianalisis menggunakan metode padan pragmatis dengan teknik pilah unsur penentu dan teknik lanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran kesantunan terjadi pada lima bidal, yaitu ketimbangrasaan, kemurahhatian, kerendahhatian, keperkenanan, dan kesetujuan. Dari 120 tuturan, ditemukan 116 tuturan yang melanggar kesantunan, dengan rincian: 19 tuturan melanggar bidal ketimbangrasaan, 8 bidal kemurahhatian, 27 bidal kerendahhatian, 42 bidal keperkenanan, dan 20 bidal kesetujuan. Bidal yang paling sering dilanggar adalah keperkenanan (42 tuturan atau 36,20%). Jenis tindak tutur yang muncul meliputi komisif, representatif, perlokusi, direktif, lokusi, ilokusi, dan ekspresif, dengan variasi yang dominan pada bidal keperkenanan. Temuan ini menunjukkan bahwa interaksi kebahasaan di media sosial cenderung melanggar prinsip kesantunan, terutama pada aspek keperkenanan.
Analysis of Early Reading Skills of Lower Grade Elementary School Students in Kahayan Tengah Subdistrict, Pulang Pisau Regency Nurachmana, Alifiah; Poerwadi, Petrus; Cuesdeyeni, Patrisia; Purwaka, Albertus; Diman, Paul; Fauzi, Afif Restu
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 11 No. 1 (2025): Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/tunas.v11i1.10838

Abstract

Background: The low level of literacy and numeracy among primary school students in Indonesia highlights the need for contextual and engaging learning media that reflect local culture. Conventional teaching methods often fail to capture students’ interest and do not integrate local wisdom effectively. Aim: This research aims to develop and test an interactive animation-based learning media using Central Kalimantan folktales to enhance students’ literacy and numeracy skills in primary education. Method: The study employed a research and development (R&D) approach by designing, validating, and testing a digital prototype that combines animation, narration, and interactivity. Expert validation was conducted to refine the prototype, followed by pilot testing in selected partner schools in Central Kalimantan. Data were collected through observations, questionnaires, and learning assessments, and an  alyzed descriptively to evaluate the media’s effectiveness in improving learning outcomes. Results and Discussion: The results indicated that the interactive animation media successfully increased students’ engagement and motivation, leading to higher literacy and numeracy achievement compared to traditional learning tools. Teachers reported that the integration of local folktales provided meaningful and enjoyable learning experiences while reinforcing students’ cultural identity. The discussion emphasizes the potential of culturally grounded digital media to support the thematic learning approach in the Merdeka Curriculum and contribute to the preservation of local culture. Conclusion: The research concludes that the developed interactive animation learning media based on Central Kalimantan folktales is effective in enhancing primary school students’ literacy and numeracy skills. It also demonstrates significant potential for large-scale implementation, commercialization, and collaboration with the creative industry, reaching Technology Readiness Level 5 as a foundation for sustainable dissemination.