Irma Valentina Manurung
Fakultas Kesehatan, Universitas Haji Sumatera Utara, Medan

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PELATIHAN BANTUAN HIDUP DASAR UNTUK MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN DAN KEBERANIAN SISWA SMA AL-FITYAN MEDAN Balqis Nurmauli Damanik; Syahferi Anwar; Dudut Tanjung; Ismayadi Ismayadi; Nilawati; Irma Valentina Manurung
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/nzs7nm37

Abstract

Abstract   The incidence of respiratory arrest and cardiac arrest in the community is closely related to the epidemiology of heart disease. According to data from the Indonesian Ministry of Health in 2024, the prevalence of heart disease in Indonesia is 17 per 1000 people, increasing the risk of unpredictable occurrences of cardiac arrest and respiratory arrest. Adolescents, as members of both family and community, must possess basic skills in providing basic life support (BLS) to reduce the risk of death complications due to heart disease. The objectives of the BLS training conducted at SMA Al-Fityan Medan are to (1) provide health education on heart disease to adolescents, (2) teach adolescents their role in daily life to reduce the risk of heart disease from an early age, and (3) provide BLS training to adolescents. This community service activity (PKM) includes health education and a BLS demonstration. The training proved beneficial, with a significant increase in participants' knowledge, as evidenced by comparing pre-test and post-test results (p<.000). Participants were also able to effectively perform BLS after the training. Education on heart disease and BLS training for adolescents is essential in preventing heart disease and its complications. Keywords: basic life support, adolescent, cardiovascular, SMA Al-Fityan Medan  
Inovasi Web Augmented Reality dalam Meningkatkan Kesiapsiagaan Bencana Siswa Sekolah Pesisir Anwar, Syahferi; Manurung, Irma Valentina; Damanik, Balqis Nurmauli; Hely, Hely
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/fc846732

Abstract

SMAN 1 Pantai Cermin merupakan sekolah pesisir yang terletak ±1,2 km dari garis pantai dengan ketinggian rata-rata 2 meter di atas permukaan laut, sehingga sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi. Survei awal menunjukkan 65% siswa belum pernah mendapatkan pelatihan kesiapsiagaan bencana, sementara 70% masyarakat sekitar belum memahami prosedur tanggap darurat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kesiapsiagaan bencana siswa, guru, dan masyarakat SMAN 1 Pantai Cermin melalui penerapan modul edukasi berbasis Augmented Reality (AR) dan simulasi praktik lintas sektor. Kegiatan dilaksanakan selama enam bulan dengan pendekatan community-based participatory dengan tahapan: (1) survei dan analisis kebutuhan, (2) sosialisasi, (3) pengembangan dan validasi modul WebAR berbasis AR.js/MindAR, (4) pelatihan guru dan anggota PMR, (5) simulasi kebencanaan lintas sektor bersama PMI dan BPBD, serta (6) pendampingan dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui observasi keterampilan praktik, survei kepuasan peserta, dan penilaian kompetensi fasilitator. Sebanyak 200 siswa SMAN 1 Pantai Cermin berhasil memperoleh keterampilan dasar kebencanaan mencakup prosedur evakuasi, penggunaan tandu darurat, dan identifikasi titik kumpul. Sebanyak 10 guru berhasil menjadi fasilitator internal kesiapsiagaan bencana. Modul WebAR berhasil dikembangkan dan digunakan secara aktif dalam satu ruang simulasi sekolah. Keterlibatan tiga lembaga mitra (PMI, BPBD, Dinas Pendidikan) tercapai, dan seluruh luaran termasuk buku saku, video edukasi, serta artikel publikasi berhasil diselesaikan. Integrasi teknologi WebAR dalam program pelatihan kesiapsiagaan bencana terbukti efektif, terjangkau, dan dapat diterapkan di sekolah pesisir dengan keterbatasan infrastruktur. Pendekatan simulasi partisipatif lintas sektor memperkuat kapasitas institusional sekolah sebagai pusat ketahanan komunitas.