Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PEMBERDAYAAN IBU-IBU BALITA DAN KADER POSYANDU DALAM PENCEGAHAN ISPA DI DESA TANJUNG ANOM, KECAMATAN PANCUR BATU, KABUPATEN DELI SERDANG Damanik, Balqis Nurmauli; Anwar, Syahferi; Manurung, Irma Valentina; Zalukhu, Gerson; Daya, Melinda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/5qh94536

Abstract

Abstract This community service aims to improve the knowledge of mothers of toddlers and posyandu cadres regarding the prevention and management of Acute Respiratory Tract Infections (ARTI) in toddlers in Tanjung Anom Village, Pancur Batu District, Deli Serdang Regency. The method used in this service is health counseling involving lectures, discussions, question-and-answer sessions, and demonstrations using visual media such as leaflets and LCDs. This activity was attended by 30 participants consisting of mothers of toddlers and posyandu cadres. The results showed a significant increase in participants' knowledge about the causes, symptoms, and preventive measures of ARTI, with more than 80% of participants able to identify the symptoms of ARTI and the preventive steps they can take. This increase in knowledge also influenced the attitudes of mothers and posyandu cadres in managing ARTI at the family level. This service contributes significantly to empowering the community, especially mothers of toddlers and posyandu cadres, in the prevention and management of ARTI at the village level. The sustainability of this activity needs to be facilitated by the health center and local cadres to maintain the achieved results. Keywords: counseling, ARTI, toddlers, prevention, community empowerment Abstrak Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu balita dan kader posyandu mengenai pencegahan dan penanganan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balita di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah penyuluhan kesehatan yang melibatkan ceramah, diskusi, tanya jawab, serta demonstrasi dengan menggunakan media visual seperti leaflet dan LCD. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari ibu-ibu balita dan kader posyandu. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai penyebab, gejala, dan cara pencegahan ISPA, dengan lebih dari 80% peserta mampu mengidentifikasi gejala ISPA dan langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil. Peningkatan pengetahuan ini juga berpengaruh pada sikap ibu dan kader posyandu dalam menangani ISPA di keluarga. Pengabdian ini memberikan kontribusi signifikan dalam memberdayakan masyarakat, khususnya ibu-ibu balita dan kader posyandu, dalam upaya pencegahan dan penanganan ISPA di tingkat desa. Keberlanjutan dari kegiatan ini perlu difasilitasi oleh pihak puskesmas dan kader setempat untuk menjaga hasil yang telah dicapai. Kata Kunci: penyuluhan, ISPA, balita, pencegahan, pemberdayaan masyarakat
ANALISIS FAKTOR YANG MEMENGARUHI KURANG ENERGI KRONIK (KEK) PADA IBU HAMIL Marcelya, Shella; Nur Aini; Jumirah; Ismail Efendy; Irma Valentina Manurung
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/bpwtnx09

Abstract

Kurang Energi Kronik (KEK) adalah salah satu masalah gizi yang sering terjadi pada ibu hamil. KEK merupakan kondisi masalah kurang gizi yang disebabkan oleh asupan gizi yang tidak seimbang sehingga menyebabkan ibu hamil kekurangan energi dalam kurun waktu yang cukup lama. Tingginya prevalensi KEK pada ibu hamil mencerminkan masih rendahnya upaya pemenuhan gizi sehingga akan berdampak terhadap ibu maupun bayi yang dilahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap KEK pada Ibu Hamil di UPT. Puskesmas Singkawang Utara I Kota Singkawang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil berjumlah 141 orang. Besar sampel dalam penelitian ini diambil dengan rumus slovin berjumlah 104 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh asupan gizi (p value 0,000), pendapatan (p value 0,000), jarak kehamilan (p value 0,012) dan paritas (p value 0,031) terhadap KEK pada Ibu hamil. Tidak ada pengaruh pengetahuan (p value 0,089) terhadap KEK pada Ibu Hamil. Faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap KEK pada ibu hamil adalah Asupan Gizi dengan nilai Exp (B) sebesar 37,024. Diharapkan kepada penanggung jawab gizi dan KIA Puskesmas agar lebih aktif dalam melakukan edukasi kepada ibu hamil tentang KEK serta cara mencegah dan menanganinya. Diharapkan kepada penanggung jawab program KB agar lebih giat menjalankan program KB agar dapat mencegah KEK dalam kehamilan
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG Yulita; Nur Aini; Thomson P. Nadapdap; Zuraidah Nasution; Ramadhani Syafitri Nasution; Irma Valentina Manurung
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/se2xkd42

Abstract

Metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) merupakan metode kontrasepsi dengan tingkat keefektifannya tinggi. Peningkatan cakupan penggunaan MKJP merupakan salah satu program yang sedang digalakkan di Indonesia. Namun, cakupan penggunaan MKJP masih rendah seperti implan sebanyak 10,6% dan IUD sebanyak 7,7%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penggunaan MKJP di wilayah kecamatan Trumon Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian yaitu 314 pasangan usia subur. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitas. Analisa data yang digunakan berupa analisis univariat, bivariat menggunakan uji chi-square dan multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berhubungan dengan penggunaan MKJP adalah jumlah anak, pengetahuan, sikap, dukungan kader, dukungan suami, dukungan tokoh adat, dan persepsi. Faktor yang tidak berhubungan dengan penggunaan MKJP adalah umur, pendidikan, dan pekerjaan. Dukungan suami merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan penggunaan MKJP dengan Exp(B)=4,43; 95% CI 1,97–9,93
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU HAMIL KONSUMSI ASAM FOLAT Sinaga, Sharon Kristin; Nur Aini; Asriwati; Ismail Efendy; Ramadhani Syafitri Nasution; Irma Valentina Manurung
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/tmet4904

Abstract

Konsumsi asam folat selama kehamilan penting untuk mencegah komplikasi pada ibu dan janin. Data SKI 2023 secara nasional hanya 44,2% ibu hamil yang mengkonsumsi TTD mengandung zat besi dan asam folat. Penelitian bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh dengan kepatuhan konsumsi asam folat pada ibu hamil di Puskesmas Tenggilis. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan sampel 100 ibu hamil. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square. Analisis multivariat menunjukkan ibu dengan riwayat kunjungan ANC, tidak teratur memiliki risiko 39,2 kali lebih besar untuk tidak patuh dibandingkan dengan yang teratur (OR = 39,158; p = 0,037; 95% CI = 1,244–1232,588). Media informasi yang tidak berperan meningkatkan risiko ketidakpatuhan sebesar 130,2 kali dibandingkan media informasi yang baik (OR = 130,237; p = 0,005; 95% CI = 4,373–3879,064). Tenaga kesehatan yang kurang berperan meningkatkan risiko ketidakpatuhan sebesar 71,8 kali dibandingkan yang berperan (OR = 71,822; p = 0,020; 95% CI = 1,986–2596,844). Pengetahuan ibu yang kurang baik meningkatkan risiko ketidakpatuhan sebesar 13,6 kali dibandingkan pengetahuan baik (OR = 13,611; p = 0,022; 95% CI = 1,447–128,016). Informasi yang kurang meningkatkan risiko ketidakpatuhan sebesar 32,8 kali dibandingkan informasi yang baik (OR = 32,814; p = 0,044; 95% CI = 1,090–987,446).
FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERSEPSI REMAJA TERHADAP SEKS PRANIKAH Vacsriani, Mariska; Ismail Efendy; Nur Aini; Asriwati; Tri Niswati Utami; Irma Valentina Manurung
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/maw1y448

Abstract

Seks pranikah pada remaja menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang mendesak untuk diteliti karena berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, dan sosial remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi persepsi remaja terhadap seks pranikah di SMK Kesehatan Imelda Medan. Desain penelitian menggunakan metode Kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII dengan sampel sebanyak 79 orang menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan uji regresi logistic berganda. Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh perhatian keluarga, spiritual dan pergaulan bebas terhadap persepsi seks pranikah pada remaja. Faktor yang paling dominan yaitu pergaulan bebas. Variabel pergaulan bebas memiliki nilai Exp (B) sebesar 152.684, dengan demikian responden yang memiliki pergaulan bebas cenderung memiliki persepsi terhadap seks pranikah sebesar 5.028. Nilai B atau logaritma natural dari 5.028 adalah 152.684. Oleh karena nilai B bernilai positif, dengan demikian variabel pergaulan bebas memiliki pengaruh positif terhadap seks pranikah pada remaja atau jika responden memiliki sikap pergaulan bebas dengan demikian cenderung memiliki persepsi terhadap seks pranikah pada remaja sebesar 152.684 kali. Dibutuhkan peran aktif orang tua, sekolah, dan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi, pengawasan, dan pembinaan moral sejak dini guna mencegah terjadinya seksual pranikah berisiko di kalangan remaja.