Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DENGAN MEDIA BONGKAR PASANG UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERTANYA SISWA KELAS V SDN BABBALAN Ila Ariska; Tita Tanjung Sari; Nisfil Maghfiroh Meita
Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2020): Januari-Juni 2020
Publisher : FKIP Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/alpen.v4i1.38

Abstract

Penelitian ini bertujuan menerapkan model pembelajaran make a match dengan media bonkar pasang untuk meningkatkan keterampilan bertanya pada siswa kelas V SDN Babbalan pada tema 9 benda-benda disekitar. Jenis pelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari dua siklus dalam satu siklus terdiri dari dua pertemuan. Masing-masing siklus terdiri dari tahapan, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Instrumen penelitian menggunakan observasi dan tes keterampilan bertanya. Teknik analisis data observasi yang terdiri dari a. Lembar observasi kemampuan guru daam meningkatkan keterampilan bertanya siswa b. Lembar observasi profile keterampilan bertanya siswa. Indikator keberhasilan nilai rata-rata hasil keterampilan bertanya meningkat dan dinyatakan berhasil yang telah ditetapkan SDN Babbalan. Peningkatan keterampilan bertanya pada siklus I dikategorikan sedang dengan niai 64,28% menjadi kategori tinggi pada akhir siklus sebesar 92,85%. Pada siklus II siswa sangat antusias dalam mengikuti proses belajar mengajar serta dalam berkelompok. Menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya penilain pada sintaks guru dan siswa yang sebesar 66,66% sintaks guru dan 72,22% sintaks siswa.
PERBANDINGAN SOAL HOTS DAN LOTS PADA UJIAN NASIONAL SEKOLAH DASAR SEDERAJAT DI KABUPATEN SUMENEP Uwais Bayquni Mahbubillah; Tita Tanjung Sari; Nisfil Maghfiroh Meita
Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2020): Januari-Juni 2020
Publisher : FKIP Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/alpen.v4i1.39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat kesulitan tipe HOTS dan LOTS dalam bentuk persentase pada soal ujian nasional mata pelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam waktu tiga tahun terakhir (2016-2017, 2017-2018 dan 2018-2019). Hasil penelitian yang didapatkan pada mata pelajaran Matematika tahun 2016-2017 terdapat 16 soal berkriteria HOTS dan 24 berkriteria LOTS, tahun 2017-2018 terdapat 12 soal berkriteria HOTS dan 18 berkriteria LOTS, tahun 2018-2019 terdapat 14 soal berkriteria HOTS dan 16 berkriteria LOTS dan untuk mata pelajaran Ipa tahun 2016-2017 terdapat 15 soal berkriteria HOTS dan 25 berkriteria LOTS, tahun 2017-2018 terdapat 15 soal berkriteria HOTS dan 20 berkriteria LOTS, tahun 2018-2019 terdapat 17 soal berkriteria HOTS dan 18 berkriteria LOTS. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa soal berkriteria HOTS pada mata pelajaran Matematika tertinggi pada tahun 2016-2017 dengan 16 butir soal berkriteria HOTS sedangkan pada mata pelajaran Ipa tertinggi pada tahun 2018-2019 dengan 17 butir soal berkriteria HOTS.
IMPLEMENTASI METODE PEMBACAAN PUISI DALAM MENGATASI MASALAH POOR SELF CONCEPT DI KELAS IV SDN PATEAN II Nurul QOmariyah L.S; Tita Tanjung Sari; Nisfil Maghfiroh Meita
Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 2 (2020): Juli-Desember 2020
Publisher : FKIP Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/alpen.v4i2.74

Abstract

Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam mengatasi masalah Poor Self Concept adalah dengan cara membaca puisi. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama dua siklus dimana setiap siklusnya terdapat dua pertemuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan pembacaan puisi dan untuk mengetahui peningkatan percaya diri siswa melalui metode pembacaan puisi bagi kelas IV SDN Patean II. Penelitian ini menggunakan beberapa instrumen penelitian, diantaranya: RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), LKP (Lembar Kegiatan Penelitian), Rubrik penilaian membaca puisi dan yang terakhir adalah angket siswa. Dari hasil penelitian yang didapatkan selama dua siklus terbukti bahwa keterlaksanaan membaca puisi termasuk baik. Hal ini dibuktikan dengan LKP (Lembar Kegiatan Penelitian) dimana pada siklus pertama diperoleh data sebesar 84% dan siklus ke II sebesar 89%. Pada aspek peningkatan percaya diri siswa berdasarkan rubrik penilaian membaca puisi pada siklus pertama diperoleh data sebesar 54% dan siklus ke II mengalami peningkatan menjadi sebesar 74%. Indikatornya adalah pada saat anak membaca puisi mereka lebih percaya diri, dapat mengeluarkan pendapatnya, dapat membaca puisi dengan suara yang lantang, serta dapat mengeluarkan ekspresi saat membaca puisi. Artinya masalah Poor Self Concept dikatakan menurun melalui penerapan metode membaca puisi.
DEVELOPMENT OF LEARNING MEDIA PIMCA (PINTAR MEMBACA) TO HELP BEGINNING READING OF GRADE 1 SDN DUNGKEK 1 Syaihol Hadi; Ratna Novita Punggeti; Nisfil Maghfiroh Meita
Widyagogik Vol 9, No 2 (2022): Widyagogik
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/widyagogik.v9i2.14402

Abstract

The aim of the research development is to: 1) Develop Pimca (Pintar Membaca) learning media to help students be able to begin reading; and 2) Know the response of teachers and students to the learning media pimca to help them read the beginning. This research refers to the 4D development model which includes the stages of definition, design,  development, and dissemination.  This development is only carried from the define stage,  design,  to the development  stage.  The instrument used in this research was the media design validation sheet and the feasibility of the material. The results of media design validation get a percentage of 80% of media design experts.  The validation of material feasibility gets a  percentage of  77%  of material feasibility experts and is categorized as very suitable and not revised. The product trial stage results in student responses from 5 students of grade II elementary school as subjects research trials. The results of student responses showed very good criteria, it is 94%. Meanwhile, the results of the teacher's response showed very good criteria, namely 100%. Based on the results of the research, it is concluded that the development of pimca media is suitable for use as a media for playing while learning because it has passed validation and has received good responses from students and teachers.
PENDAMPINGAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Nisfil Maghfiroh Meita; Herowati Herowati
Jurnal ABDIRAJA Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v3i1.785

Abstract

Buku merupakan jendela dunia, dengan membaca buku akan memberikan wawasan yang luas. Kebiasaan untuk membaca buku menjadi pondasi peserta didik untuk selalu belajar dan membuka wawasan baru. Saat ini membaca buku menjadi sangat mahal dari pada menggunakan gawai. Selain itu sulitnya akses buku bacaan yang tidak tersedia di lembaga pendidikan khususnya di SD Darmista 1 Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep. Sarana perpustakan belum tersedia, sehingga peserta didik tidak memiliki kesempatan untuk berwisata literasi di sekolah. Gerakan literasi sekolah (GLS) tidak harus membeli buku dan tidak harus selalu membaca buku pelajaran, salah satu kegiatan di dalam gerakan literasi adalah “kegiatan 15 menit membaca buku non-pelajaran sebelum waktu belajar dimulai”. Hal ini dilakukan bertujuan untuk membiasakan peserta didik untuk membaca buku minimal 1 kali dalam 1 hari meskipun hanya sebentar. Sesuai dengan pepatah yang mengatakan “sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit” artinya usaha/ upaya kecil yang terus-menerus pasti akhirnya akan memberikan hasil. GLS diharapkan dapat menumbuhkan minat baca dan menstimulus keterampilan baca peserta didik. Materi baca berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik. Membiasakan peserta didik untuk membaca buku harus disertai kerjasama seluruh warga sekolah dan masyarakat. Usia 7-12 merupakan usia peserta didik di sekolah dasar (SD), jika di usia ini peserta didik sudah terbiasa menyempatkan waktu untuk membaca buku maka di jenjang pendidikan menengah sampai dengan perguruan tinggi juga akan menjadi kebiasaan.
Peningkatan Keteramplian Listening Bagi Dosen Calon Peserta Tes Toep/PLTI Di Lingkungan Universitas Wiraraja Melalui Pelatihan Pengayaan Kosa Kata Dalam Media Audio Visual Akhmad Feri Fatoni; Nisfil Maghfiroh Meita
Jurnal ABDIRAJA Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v5i1.1095

Abstract

Pentingnya penguasaan bahasa Inggris tidak terlepas dari pelaksanaan tes bahasa Inggris berskala internasional seperti TOEP/TOEFL. Seperti diketahui bahwa pelaksanaan tes berskala internasional tersebut sering menjadi acuan kelulusan dosen untuk mendapat sertifikasi dosen. Namun fakta yang terjadi di Universitas Wiraraja dihimpun dari Badan Kepegawaian Univesitas Wiraraja, pada awal tahun 2020 dari sebanyak 144 dosen tetap hanya sekitar.49 dosen yang telah mendapatkan sertifikasi. Minimnya kelulusan dosen dalam mengikuti tes PLTI dikarenakan sebagian besar peserta mengalami kesulitan terlebih ketika mengerjakan tes listening. Hal ini dikarenakan minimnya penguasaan kosa kata bahasa Inggris. Menurut Fatoni (2020), penguasaan kosa kata sangat mempengaruhi keterampilan mendengarkan bahsa Inggris. Salah satu alternatif pembelajaran yang dapat dilakukan untuk membantu pembelajar meningkatkan keterampilan listening adalah dengan pembelajaran menggunakan audio visual. Pembelajaran dengan menggunakan audio visual merupakan metode efisien yang dapat meningkatkan kemampuan listening sekaligus memperkaya penguasaan kosa kata bahasa Inggris. Materi yang digunakan dalam pembelajaran adalah percakapan aktivitas sehari-hari dan disuguhkan dengan visualisasi kronologi kejadiannya disertai subtitle dan dikemas dalam bentuk tes/soal. Tujuan PkM ini adalah untuk meningkatkan keterampilan mendengarkan bahasa Inggris masyarakat sasaran. Sehingga mereka lebih mudah dalam menghadapi soal listening. Manfaat pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kuantitas dosen yang mendapat sertifikasi di lingkungan Universitas Wiraraja. Selain itu melalui pengabdian ini akan dihasilkan modul materi peningkatan keterampilan listening dan trik mengerjakan soal. Kegiatan yang dilaksanakan hingga pertemuan kelima mengindikasikan bahwa rangkaian kegiatan telah mencerminkan tujuan PkM. Pada akhir pertemuan, mayoritas peserta PkM mengalami peningkatan keterampilan mengerjakan soal listening.
Standardisasi Laboratorium IPA SMPN 3 Sumenep Nisfil Maghfiroh Meita
PendIPA Journal of Science Education Vol 2, No 3 (2018): October
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.87 KB) | DOI: 10.33369/pendipa.2.3.227-234

Abstract

AbstraCT[Standardization of science laboratory at SMPN 3 Sumenep]. Schools must have laboratory infrastructure in addition to other educational equipment and tools. Therefore, students can construct thinking from the concrete towards abstract thinking. To get a good laboratory, a standardized laboratory is needed in accordance with national education standards in Indonesia, especially standard facilities and infrastructure. The objectives of this research were to describe 1) the science laboratory equipment of SMPN 3 Sumenep; 2) science laboratory management of SMPN 3 Sumenep; and 3) suitability of the standardization of the science laboratory of SMPN 3 Sumenep with Indonesian government regulation of PERMEN No. 24,  2007. The subject of the research is SMPN 3 Sumenep. This research is a qualitative descriptive study. Data collection techniques use interviews, observation, and document scrutiny. The instrument used was an observation instrument with a Guttman scale. Data validity test is done by triangulating data sources. Data were analyzed using models from Miles and Huberman with the stages of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that 1) Science laboratory equipment at Sumenep Junior High School 3 had a percentage of 86.34% with good / ideal criteria and in accordance with the standardization of PERMEN No. 24 of 2007; 2) Management of science labs at Sumenep Junior High School 3; and 3) Science Laboratory of SMPN 3 Sumenep is a good / ideal laboratory for SMP Science Laboratory and has fulfilled standardization based on PERMEN No. 24 of 2007.  Keywords: Standardization; Science Laboratory; Indonesian government regulation. 
STUDI KELAYAKAN PENGELOLA LABORATORIUM IPA SMPN 4 SUMENEP BERDASARKAN PERMENDAGRI 26/2008 Nisfil Maghfiroh Meita
LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA Vol. 7 No. 1 (2017): May 2017
Publisher : Faculty of Teaching and Education, University of Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/lensa.v7i1.19

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kinerja pengelola laboratorium IPA SMPN 4 Sumenep Tahun Pelajaran 2014/2015. Fokus penelitian diarahkan pada pengelola laboratorium IPA berdasarkan kompetensi pengelola dalam Permendiknas 26/2008. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Seluruh data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode interaktif Miles dan Huberman kemudian diperiksa kebenarannya menggunakan triangulasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kompetensi pengelola laboratorium IPA SMPN 4 Sumenep belum memenuhi standar. Kepala laboratorium IPA kurang paham terhadap tanggung jawab dan tugas yang diembannya, begitu pula guru-guru IPA yang terlibat dalam pengelolaan laboratorium IPA. Kompetensi pengelola laboratorium IPA SMPN 4 Sumenep cenderung lebih berkompeten di bidang pengadministrasian laboratorium dan mekanisme operasional laboratorium IPA.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR ELEKTRONIK BERBASIS ANDROID SEBAGAI MEDIA INTERAKTIF Moh. Jazuli; Lutfiana Fazat Azizah; Nisfil Maghfiroh Meita
LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA Vol. 7 No. 2 (2017): November 2017
Publisher : Faculty of Teaching and Education, University of Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/lensa.v7i2.22

Abstract

Teknologi smartphone berbasis android tidak hanya digunakan sebagai alat komunikasi, tetapi juga dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang bisa menyajikan materi ajar secara praktis. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan produk bahan ajar elektronik berbasis android sebagai media interaktif; (2) mengetahui kelayakan produk bahan ajar elektronik berbasis android sebagai media interaktif; dan (3) mengetahui respon mahasiswa terhadap produk bahan ajar elektronik berbasis android sebagai media interaktif. Jenis penelitian ini adalah Research & Development menggunakan model 4D. Subjek uji coba penelitian dan pengembangan ini yaitu ahli materi, ahli media, dan mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Wiraraja. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan angket. Data yang diperoleh dari hasil angket dianalisis menggunakan statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini, yaitu: 1) bahan ajar elektronik berbasis android sebagai media interaktif tersusun atas komponen dasar, meliputi: (1) petunjuk penggunaan; (2) indikator; (3) materi; (4) soal-soal; (5) percobaan mandiri; dan (6) evaluasi mandiri; 2) bahan ajar elektronik berbasis android sebagai media interaktif layak digunakan dilihat dari hasil validasi materi, validasi media, dan kemudahan penggunaan media. Hasil validasi materi memperoleh nilai sebesar 92,4% dengan kategori sangat baik, hasil validasi media memperoleh nilai sebesar 95,6% dengan kategori sangat baik, serta kemudahan penggunaan media memperoleh nilai sebesar 97,9% dengan kategori sangat baik berdasarkan penilaian ahli media dan 92,2 % dengan kategori sangat baik dari hasil respon mahasiswa; 3) mahasiswa memberikan respon positif terhadap bahan ajar elektronik berbasis android sebagai media interaktif dilihat dari hasil angket respon mahasiswa, yaitu memperoleh nilai sebesar 91% dengan kategori sangat baik.
KEAKTIFAN SISWA DARI ASPEK SIKAP DAN KETERAMPILAN MELALUI PEMBELAJARAN AKTIF Iip Siti Halifah; Dyah Ayu Fajarianingtyas; Nisfil Maghfiroh Meita
LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA Vol. 9 No. 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Faculty of Teaching and Education, University of Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/lensa.v1i1.44

Abstract

Pembelajaran aktif adalah pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam mencari jawaban atas pertanyaan yang di berikan guru dan juga aktif dalam mencari solusi untuk masalah yang diberikan guru. Dalam pembelajaran aktif untuk mendapatkan keaktifansiswadariaspeksikap dan keterampilan terjadi melalui proses pencarian atau percobaan. Keaktifan siswa di MTs Aqidah Usymuni dari aspek sikap, dan aspek keterampilan rendah. Salah satu solusi yang dapat diterapkan yaitu pembelajaran akif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keaktifan siswa dari aspek sikap, dan aspek keterampilan setelah diterapkan pembelajaran aktif. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII  yang terdiri 16 siswaperempuan.Teknik pengumpulan data berupa lembar observasi. Data keaktifan siswa dari aspek sikap, aspek keterampilan dianalisis secara deskriptif dengan persentase. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu (1) dan pada aspek sikap indikator bertanya termasuk kategori sangat tinggi, dan indikator berpendapat termasuk kategori tinggi; (2) serta pada aspek keterampilan indikator melakukan percobaan termasuk kategori sangat tinggi,  indikator menjelaskan hasil percobaan termasuk kategori sangat tinggi,  dan indikator merefleksi  termasuk ketegori sangat tinggi. Pembelajaran Aktif dapat mengetahui keaktifan siswa dari aspek sikap, dan keterampilan.