Tuharto Tuharto
Department Of Mathematics Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGEMBANGAN PERMAINAN LABIRIN MATEMATIKA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS PESERTA DIDIK Husain, Muhammad Awwal; Tuharto, Tuharto
Jurnal Pedagogi Matematika Vol 10, No 2 (2024): Jurnal Pedagogi Matematika
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpm.v10i2.21281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk media pembelajaran permainan labirin matematika dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis peserta didik, ditinjau dari kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa produk media pembelajaran memenuhi standar valid dengan memenuhi kriteria sangat baik oleh dosen ahli dan guru dengan skor rata-rata 1 dari skor maksimal 1. Memenuhi standar praktis dengan nilai sangat baik oleh guru dengan skor rata-rata 4,3 dari skor maksimal 5, dinilai baik oleh peserta didik dengan skor rata-rata 3,22 dari skor maksimal 4, dan masuk kategori sangat baik pada keterlaksanaan pembelajaran dengan persentase 100%. Serta, memenuhi standar efektif dengan masuk kategori sedang dengan hasil tes kemampuan berpikir kreatif matematis peserta didik memperoleh nilai rata-rata N-Gain 0,51 dari nilai N-Gain maksimal 1.
Hubungan Adversity Quotient, Self Efficacy, dan Kemandirian Belajar dengan Prestasi Belajar MAtematika Marchelino, Immanuel; Tuharto, Tuharto
Jurnal Pedagogi Matematika Vol 10, No 1 (2024): Jurnal Pedagogi Matematika
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpm.v10i1.18469

Abstract

Prestasi Indonesia di bidang matematika pada TIMSS 2015 dan PISA 2018 masih kurang baik dibandingkan dengan negara lain. Kemampuan individu mengelola dan menyelesaikan masalah yang dihadapi dikenal dengan adversity quotient (AQ). Terdapat dua perbedaan hasil penelitian terkait hubungan AQ dengan prestasi belajar matematika. Keyakinan seseorang terhadap kemampuan yang dimilikinya dikenal dengan istilah self-efficacy (SE). SE berperan positif dalam prestasi belajar matematika (Fitriana, S., Ihsan, H., Annas, S., 2015). Kemampuan individu menciptakan dorongan untuk belajar dikenal dengan kemandirian belajar. Terdapat dua perbedaan hasil penelitian terkait hubungan kemandirian belajar dengan prestasi belajar matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan parsial dan gabungan antara AQ, SE, dan kemandirian belajar dengan prestasi belajar matematika peserta didik SMP Negeri di Kabupaten Gamping. Metode penelitian yang digunakan adalah ex-post facto dan korelasional. Terdapat hubungan positif, rendah, dan signifikan antara adversity quotient (X1) dengan prestasi belajar matematika (Y). Terdapat hubungan positif, rendah, dan signifikan antara self-efficacy (X3) dengan prestasi belajar matematika. Terdapat hubungan positif, rendah, dan signifikan antara kemandirian belajar (X3) dengan prestasi belajar matematika (Y). Terdapat hubungan positif, rendah, dan signifikan antara adversity quotient (X1), self-efficacy (X2), dan kemandirian belajar (X3) dengan prestasi belajar matematika (Y).
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA BERDASARKAN TIPE KEPRIBADIAN KEIRSEY DI SMP NEGERI 3 NGAGLIK Riandani, Rusdiana Mivta; Tuharto, Tuharto
Jurnal Pedagogi Matematika Vol 10, No 3 (2024): Jurnal Pedagogi Matematika
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpm.v10i3.20808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis terhadap hasil belajar siswa berdasarkan tipe kepribadian Keirsey pada materi PLSV. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian siswa dari kelas VIII di salah satu SMP Negeri yang berlokasi di Ngaglik sebanyak 53 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket, tes, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket tipe kepribadian Keirsey, tes kemampuan komunikasi matematis, tes hasil belajar matematika, dan wawancara. Dari keempat instrumen tersebut menghasilkan data yang kemudian dianalisis dengan langkah – langkah sebagai berikut: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Dari 53 subjek penelitian, terdapat 11 siswa tipe Guardian, 16 siswa tipe Artisan, 5 siswa tipe Rational, dan 21 siswa tipe Idealist. 2) Kemampuan komunikasi siswa cenderung pada kategori sedang, dengan 6 siswa berkategori tinggi, 39 siswa berkategori sedang, dan 8 siswa berkategori rendah. 3) Keempat tipe cenderung dominan pada IKKM ketiga dan lemah pada IKKM keempat. 4) Semakin tinggi kemampuan komunikasi matematis pada tiap tipe, semakin tinggi pula hasil belajar matematika yang didapatkan. Melalui penelitian ini, peneliti menyarankan agar kemampuan komunikasi matematis siswa lebih ditingkatkan lagi dengan berlatih mengerjakan soal – soal matematika yang berkaitan dengan komunikasi matematis.
Microteaching Frequency and the Development of Teaching Skills and Pedagogical Content Knowledge among Prospective Mathematics Teachers Rosnawati, Raden; Wijaya, Ariyadi; Tuharto, Tuharto; Caturiyati, Caturiyati; Santos, Mariano Dos
Jurnal Pendidikan MIPA Vol 26, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmipa.v26i4.pp2124-2138

Abstract

The teaching skills developed by prospective teachers are often repeated in different situations. Therefore, the optimal frequency of microteaching practices may influence both teaching skills and pedagogical content knowledge. This study used a cross-sectional design to compare teaching skills and pedagogical content knowledge among groups based on the frequency of microteaching practices conducted by prospective mathematics teachers. A total of 79 students were randomly selected from three universities in Yogyakarta that implemented microteaching with varying frequencies. These frequencies were classified into four categories: once, twice, three times, and more than three times. Teaching skills were assessed using observation sheets that outlined aspects such as explaining skills, asking questions, providing guidance, providing reinforcement, managing whiteboard use, and regulating body movement (non-verbal cues). Pedagogical content knowledge was measured using a test instrument. Data were analyzed using descriptive statistics and a one-way ANOVA test. The results showed that the frequency of practice has a different impact on teaching skills and pedagogical content knowledge. Prospective teachers who practiced microteaching more than three times significantly differed in their explaining skills, while their providing reinforcement differed significantly from those who practiced at least three times. Conversely, prospective teachers who practiced twice performed similar levels of skill in asking questions, whiteboard management, and regulating body movement compared to those who practiced more frequently. Pedagogical content knowledge of prospective teachers who practiced more than three times was significantly higher than that of those who practiced three or fewer times. These findings suggest that universities should carefully regulate the frequency of microteaching practices to optimize students' teaching skills and pedagogical content knowledge in mathematics education for those who aspire to become effective mathematics teachers. These findings suggest that universities should carefully regulate the frequency of microteaching practices to optimize students' teaching skills and pedagogical content knowledge in mathematics education students who aspire to become effective mathematics teachers.    Keywords: teaching skills, microteaching, mathematics.  
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Ponjong Puspitasari, Nurmeiati; Tuharto, Tuharto
Jurnal Pedagogi Matematika Vol 11, No 3 (2025): Jurnal Pedagogi Matematika
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpm.v11i3.20574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif matematis ditinjau dari gaya belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ponjong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 57 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ponjong. Data diperoleh dari angket gaya belajar dan tes matematika yang mengukur kemampuan berpikir kreatif matematis serta dianalisis secara kuantitatif menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ponjong mayoritas cenderung pada gaya belajar kinestetik, diikuti auditorial, visual, auditorial-kinestetik, visual-auditorial, dan visual-kinestetik; (2) Kemampuan berpikir kreatif matematis siswa cenderung di tingkat sedang dengan siswa bergaya belajar visual, kinestetik, dan visual-auditorialnya cenderung di tingkat sedang, auditorial di tingkat rendah, visual-kinestetik di tingkat sedang dan rendah, serta auditorial-kinestetik di tingkat tinggi dan sedang. Selain itu, siswa bergaya belajar visual paling kuat di fluency, lemah di originality, serta paling kuat dibanding gaya belajar lain di flexibility dan elaboration. Siswa bergaya belajar auditorial paling kuat di fluency, lemah di originality, serta paling lemah dibanding gaya belajar lain di fluency, flexibility dan elaboration. Siswa bergaya belajar kinestetik, visual-auditorial, dan visual-kinestetik paling kuat di fluency dan lemah di originality. Kemudian, siswa bergaya belajar auditorial-kinestetik paling kuat di fluency, lemah di originality, serta paling kuat dibanding gaya belajar lain di fluency dan originality-nya. Kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang berbeda-beda dan masih kurang optimal pada siswa berdasarkan masing-masing gaya belajar yang dimiliki, diharapkan adanya pembelajaran yang lebih memperhatikan perbedaan gaya belajar siswa juga peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa.