Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JOURNAL ONLINE OF PHYSICS

Pemodelan Level-level Energi Diskret Dalam Proses Fotovoltaik Pada Sel Surya Kuantum Dot dan Well Nanomaterial Hubertus Ngaderman; Ego Srivajawati
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 1 No. 2 (2016): JOP (Journal Online of Physics) Vol 1 No 2
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v1i2.2914

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan pemodelan SS nanostruktur dengan menghitung level energi elektron pada pita konduksi. Divais fotovoltaik nano yaitu kuantum dot KD dan kuantum well KW mengerjakan jangkauan lebar transisi elektron dimana bisa dikontrol oleh distribusi jangkauan luas yang sesuai ukuran KD. KD memberikan kemampuan menyerap cahaya dimana menciptakan pasangan elektron hole yang terlokasi didalam dot. Transisi elektron didalam KD secara berarti melampaui energi termal dan tidak bisa diinduksi oleh fonon termal sementara transisi hole secara mudah diinduksi oleh fonon akustik termal. Konsep dan komputasi untuk menghitung level energi, konsep yang digunakan adalah DEK. Ketebalan well adalah cukup kecil ( atau kurang), set level energi diskret akan ada didalam well dan mempunyai pergantungan pada massa efektif dan ketebalan well yaitu meningkat dengan pengurangan atau . Energi maksimum pada ketebalan lapisan . Energi maksimum pada . adalah selisih besar energi di titik awal adalah dan di ketebalan akhir pada KW yaitu adalah . Oleh karena itu transisi elektron didalam KW secara berarti melampaui energi termal dan tidak bisa diinduksi oleh fonon termal.   Kata kunci: nanoteknologi; SS nanostruktur; kuantum dot KD; kuantum well KW
Nanoteknologi Dalam Pemodelan Level Energi Diskret Sel Surya Kuantum Dot Dengan Menggunakan Divais Efek Kuantum Ego Srivajawaty S; Hubertus Ngaderman
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 2 No. 1 (2016): JOP (Journal Online of Physics) Vol 2 No 1
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v2i1.3443

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan pemodelan SS nanostruktur dengan menghitung level energi elektron pada pita konduksi. Divais fotovoltaik nanoyaitu kuantum dot KD dan kuantum well KW mengerjakan jangkauan lebar transisi elektron dimana bisa dikontrol oleh distribusi jangkauan luasyang sesuai ukuran KD. KD memberikan kemampuan menyerap cahaya dimana menciptakan pasangan elektron hole yang terlokasi didalam dot. Transisi elektron didalam KD secara berarti melampaui energi termal dan tidak bisa diinduksi oleh fonon termal sementara transisi hole secara mudah diinduksi oleh fonon akustik termal. Konsep dan komputasi untuk menghitung level energi, konsep yang digunakan adalah DEK. Ketebalan well Lw adalah cukup kecil (10nm atau kurang), set level energi diskret akan ada didalam well dan mempunyai pergantungan pada massa efektf dan ketebalan well yaitu En meningkat dengan pengurangan W, atau Lw. Energi maksimum E± = 3,77 X 10AeV pada ketebalan lapisan Lw = 0,1nm. Energi maksimum £2 = 1,51 X 105eV pada Lw = 0,1 nm. AE adalah selisih besar energi di titik awal 0,1 nm adalah 1,13 X 105eV dan di ketebalan akhir pada KW yaitu 10nm adalah 1,13 X 101eV. Oleh karena itu transisi elektron didalam KW secara berarti melampaui energi termal dan tidak bisa diinduksi oleh fonon termal.   Kata kunci: nanoteknologi; kuantum dot bermuatan
Eksperimen Dengan Menggunakan Teknik Deposisi Spin Coater dan Pemodelan DSSC Buah Senduduk Dalam Menentukan Karakteristik dan Efisiensi Ego Sriwijayaty sriwijayati; Hubertus Ngaderman
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 2 No. 2 (2017): JOP (Journal Online of Physics) Vol 2 No 2
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.61 KB) | DOI: 10.22437/jop.v2i2.4387

Abstract

Teknologi sel surya saat ini adalah teknologi yang dikembangkan sebgai energi alternatif. Dye Sensitized Solar Cells DSSC merupakan salah satu kandidat yang berpotensi sebagai sel surya generasi mendatang dikarenakan ia tidak memerlukan material dengan tingkat kemurnian tinggi sehingga biaya produksi yang rendah. Dye yang digunakan sebagai sensitizer dapat berupa sintetik maupun alami. Dye sintetik menggunakan organik logam berbasis ruthenium komplek (jenis ini mahal), selain itu mengandung logam berat yang berpengaruh buruk pada lingkungan. Untuk mengurangi biaya dikembangkanlah DSSC berbasis organik pada material sensitizernya. DSSC menggunakan prinsip yang sama dengan proses fotosintesis yaitu dye bertingkah laku seperti klorofil yang menyerap cahaya dan memproduksi carrier. Efisiensi mencapai di atas 10% tetapi dengan menggunakan ruthenium. Maka diperlukan penelitian yang secara besar-besaran mencari, menginvestigasikan material sensitizer yang mempunyai performansi baik, murah dan aman bagi lingkungan. Dalam penelitian ini akan dilakukan fabrikasi DSSC dengan menggunakan dye buah senduduk (Melastoma Malabathricum ) dan semikonduktor oksidanya adalah nanokristal TiO2. Efisiensi yang terhitung adalah 9,06%.
PEMODELAN GENERATOR YANG EFEKTIF YANG DIPASANGKAN DENGAN IMPACT WRENCH SEBAGAIUSAHA UNTUK MENINGKATKAN DAYA PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SAMPAH: INTRUMENTATTION AND COMPUTATIONAL PHYSICS Hubertus Ngaderman; Ego Srivajawaty Sinaga
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 7 No. 1 (2021): JOP (Journal Online of Physics) Vol 7 No 1
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v7i1.13106

Abstract

The amount of waste can be overcome, some efforts are needed to reduce it. This research will focus on the numerical model of a solid waste power plant. Researchers replace turbine with an impact which have a specification certain pressure, the impact rotates the generator The purpose of this research is to get the rms voltage of a generator, where the generator is a generator capable of supplying a rms voltage. This effort is made to convert waste energy into electrical energy. Generators which are the main topic in this research are synchronous generators and permanent magnet generators. Water with a mass of requires a temperature of to provide the required stress, while water with a mass of , its temperature is Water with a mass of requires a temperature of to provide the required voltage, while water with a mass of has a temperature of . For a water mass of , a temperature of , the synchronous rotor speed is , the rms voltage is . To reach the rms voltage of , the rotor on the generator must rotate at a synchronous speed of .
SIMULASI REAKSI ANTARA KATION LITIUM DAN ANION HEKSAFLUOROFOSFAT DENGAN PELARUT ETHYLENE CARBONATE MENGGUNAKAN POTENSIAL LENNARD JONES 12-6 Sinaga, Ego Srivajawaty; Ngaderman, Hubertus; Anou, Kezia Noviani
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 10 No. 1 (2024): JOP (Journal Online of Physics) Vol 10 No 1
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v10i1.37884

Abstract

Peneliti menggunakan parameter dari Lennard Jones dan sistem mekanika statistik yang digunakan adalah sistem assembli mikrokanonik. Sistem dari penelitian dengan topik baterai litium ion ini adalah ineraksi antara reaktan dan produk yang terkreasi di dalam elektrolit baterai. Pada saat garam litium hexafluorophosphate  berinteraksi dengan pelarut etilen karbonat (EC) maka kation  menjadi terikat dengan anion  dan dikelilingi oleh pelarut EC. Ion  dan   dalam bentuk pasangan bermigrasi sebagai satu kesatuan. Variabel independen yang merupakan besaran kunci pada penelitian ini adalah kecepatan dan dari kecepatan molekul tersebut maka akan dapat ditentukan energi sistem. Tujuan penelitian adalah mencari distribusi kecepatan Maxwell. Setiap molekul mempunyai energi beragam namun kemunculannya akan terlihat secara lebih akurat jika kita melihat distribusi kecepatan sedangkan kecepatan secara tersendiri mempunyai kaitan dengan energi kinetik. Peneliti mengambil sistem dengan jumlah partikel tetap, volume tetap dan energi total tetap. Energi kinetik dan energi potensial juga disajikan disini dimana peneliti menggunakan ruang pada sistem assembli mikrokanonik dimana jumlah partikel , volume  dan energi  bernilai tetap. Penelitian ini menggunakan metode simulasi MD klasik untuk mencari distribusi probabilitas kecepatan Maxwell.
MENENTUKAN ENTROPI PADA PERISTIWA SOLVASI LITIUM HEKSAFLUOROFOSFAT DAN ETILEN KARBONAT DI DALAM SISTEM ENSEMBEL DENGAN JUMLAH PARTIKEL, VOLUME DAN ENERGI SEBAGAI VARIABEL KONTROL Ngaderman, Hubertus; Sinaga, Ego Srivajawaty
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 10 No. 3 (2025): JOP (Journal Online of Physics) Vol 10 No 3
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v10i3.45615

Abstract

Tujuan penelitian adalah mencari variabel entropi. Akhir dari peristiwa simulasi Monte Carlo (MC) adalah tercapainya kesetimbangan termodinamika,  yaitu saat entropi sistem mencapai nilai maksimum. Ketika entropi sistem maksimum maka distribusi probabilitas Boltzmann dapat diturunkan sehingga kita mendapat faktor Boltzmann. Penurunan faktor Boltzmann tersebut diambil dari variabel entropi dengan cara memaksimumkan variabel entropi tersebut. Entropi didefinisikan sebagai ukuran ketidakteraturan atau keacakan sistem. Sistem akan cenderung menuju keadaan dengan entropi maksimum. Pada saat garam  berinteraksi dengan pelarut  maka terjadi peristiwa solvasi dan peristiwa ini akan menyebabkan molekul-molekul secara acak. Pada simulasi MC dengan algoritma Metropolis, keseimbangan termal dapat dihubungkan dengan keadaan stasioner rantai Markov ketika mencapai keseimbangan termal maka didapatkan hasil untuk 2 atom yaitu litium dan karbon maka pada langkah yang ke-10.000, nilai entropi dengan nilai  dan energi rata-rata adalah . Dengan penambahan atom oksigen maka entropi bernilai  dan energi rata-rata adalah . Dengan demikian terlihat bahwa ada kenaikan entropi dan energi rata-rata jika atom oksigen ditambahkan. Entropi yang didefinisikan sebagai ukuran ketidakteraturan atau keacakan sistem akan semakin meningkat jika atom ditambahkan begitu pula dengan energi rata-rata.