Bimo Setyo Utomo
Sekolah Tinggi Teologi Injili Efrata Sidoarjo

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Metanarasi Kerajaan Allah sebagai Fondasi Konseptual Teologi Perjanjian Lama Silva Yani; Hasanahati Ndruru; Bimo Setyo Utomo
Fidelitas: Jurnal Teologi dan Pemikiran Kristen Vol 1 No 1 (2026): Fidelitas: Jurnal Teologi dan Pemikiran Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Doulos Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerajaan Allah merupakan salah satu tema sentral dalam Perjanjian Lama, namun kedudukannya sebagai metanarasi yang membentuk fondasi konseptual Teologi Perjanjian Lama masih belum banyak dikaji secara komprehensif. Artikel ini bertujuan menganalisis fungsi Kerajaan Allah sebagai kerangka teologis yang mengintegrasikan tema-tema utama Perjanjian Lama. Kajian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research melalui analisis terhadap teks-teks Perjanjian Lama dan literatur akademik mutakhir menggunakan pendekatan teologi biblika. Analisis dilakukan dengan menelusuri perkembangan tema Kerajaan Allah mulai dari penciptaan, perjanjian, monarki, kenabian, hingga pengharapan eskatologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kerajaan Allah berfungsi sebagai fondasi ontologis, perjanjian, etis, dan eskatologis yang menyatukan keseluruhan narasi Perjanjian Lama dalam satu kerangka teologis yang koheren. Dengan demikian, Kerajaan Allah tidak hanya merupakan salah satu tema teologis, tetapi juga metanarasi yang memberikan integrasi konseptual bagi Teologi Perjanjian Lama.
Rekonstruksi Paradigma Apologetika Kristen Berdasarkan1 Petrus 3:15 bagi Penguatan Identitas dan Misi Gereja Kontemporer Alfin Ari Dominggus; Bimo Setyo Utomo
Fidelitas: Jurnal Teologi dan Pemikiran Kristen Vol 1 No 2 (2026): Fidelitas: Jurnal Teologi dan Pemikiran Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Doulos Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan masyarakat digital, meningkatnya pluralisme, dan menguatnya skeptisisme terhadap iman Kristen menuntut gereja memiliki paradigma apologetika yang tidak hanya mampu mempertahankan doktrin, tetapi juga menghadirkan kesaksian yang relevan dan transformatif. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi paradigma apologetika Kristen berdasarkan 1 Petrus 3:15 serta menjelaskan kontribusinya bagi penguatan identitas dan misi gereja kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan analisis teologis terhadap 1 Petrus 3:15 yang didukung berbagai literatur akademik mutakhir mengenai apologetika, eklesiologi, dan Missio Dei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa apologetika menurut 1 Petrus 3:15 merupakan ekspresi kehidupan yang menguduskan Kristus sebagai Tuhan, berakar pada pengharapan Kristen, dan diwujudkan melalui kesaksian yang lemah lembut serta penuh hormat. Penelitian ini juga merekonstruksi paradigma apologetika melalui pergeseran dari pendekatan defensif menuju transformatif, dari rasionalitas semata menuju integrasi karakter dan rasionalitas, serta dari aktivitas individual menuju tanggung jawab eklesial. Paradigma tersebut berkontribusi dalam memperkuat identitas Kristosentris, kesaksian, misi, dan relevansi pelayanan gereja kontemporer.
Intervensi Allah sebagai Manifestasi Anugerah Preventif dalam Kejadian 20:1-18 Lanang Yanuar Santoso; Bimo Setyo Utomo
Fidelitas: Jurnal Teologi dan Pemikiran Kristen Vol 1 No 2 (2026): Fidelitas: Jurnal Teologi dan Pemikiran Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Doulos Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji intervensi Allah dalam Kejadian 20:1–18 sebagai manifestasi anugerah preventif, khususnya melalui tindakan Allah yang menahan Abimelekh sebelum dosa mencapai aktualisasinya. Penelitian sebelumnya telah membaca Kejadian 20 melalui perspektif etika gender, karakterisasi tokoh, doa syafaat, penyelesaian konflik, dan perjanjian, sedangkan dimensi preventif dari tindakan anugerah Allah belum memperoleh perhatian yang memadai. Penelitian ini bertujuan merumuskan dimensi teologis anugerah preventif melalui narasi Abraham, Sara, dan Abimelekh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan analisis naratif dan teologis terhadap perkembangan konflik, beberapa ungkapan penting, intervensi Allah, tanggung jawab moral manusia, kerentanan Sara, batas perkawinan, serta kesinambungan janji perjanjian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anugerah Allah bekerja sebelum aktualisasi dosa, melindungi pihak yang rentan, menjaga integritas perkawinan, dan memelihara penggenapan janji Allah. Anugerah preventif dengan demikian merupakan tindakan Allah yang mendahului dan membatasi realisasi dosa sekaligus mengarahkan manusia kepada respons moral yang bertanggung jawab.
Internalisasi Hidup Berpusat pada Injil sebagai Paradigma Formasi Iman Remaja Kristen di Era Kontemporer Melda Tessy; Bimo Setyo Utomo
Fidelitas: Jurnal Teologi dan Pemikiran Kristen Vol 1 No 2 (2026): Fidelitas: Jurnal Teologi dan Pemikiran Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Doulos Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan budaya digital dan perubahan sosial menghadirkan tantangan baru bagi pembentukan iman remaja Kristen sehingga Pendidikan Agama Kristen memerlukan paradigma yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan doktrin, tetapi juga transformasi kehidupan. Penelitian ini bertujuan menganalisis internalisasi hidup berpusat pada Injil sebagai paradigma formasi iman remaja Kristen serta menjelaskan kontribusinya terhadap pengembangan Pendidikan Agama Kristen di era kontemporer. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis terhadap berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi hidup berpusat pada Injil membentuk transformasi pembelajaran, memperkuat identitas Kristiani, mengembangkan spiritualitas autentik, serta mendorong pembaruan kurikulum dan strategi pembelajaran yang lebih transformatif. Paradigma ini memberikan landasan konseptual bagi Pendidikan Agama Kristen yang Kristosentris, kontekstual, dan relevan dalam membentuk remaja yang dewasa dalam iman.