Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

TANTANGAN DAN STRATEGI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DI ERA DIGITAL Toni Wijaya; Lukman Habibul Umam
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 3 No. 3: Mei 2024
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan utama dalam manajemen pendidikan Islam di era digital, strategi yang digunakan untuk mengatasi tantangan tersebut, serta dampak dari penerapan strategi manajemen tersebut terhadap kualitas pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus sebagai desain penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi dari beberapa institusi pendidikan Islam di Indonesia yang telah berhasil mengimplementasikan strategi manajemen di era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam manajemen pendidikan Islam di era digital meliputi teknologi, kurikulum, keterampilan SDM, aksesibilitas, manajemen informasi, etika, peran guru, dan ketersediaan konten. Strategi manajemen yang efektif dalam mengatasi tantangan tersebut antara lain pengembangan kurikulum berbasis teknologi, pelatihan dan pengembangan keterampilan SDM, infrastruktur teknologi yang memadai, pengelolaan informasi yang efektif, pengawasan konten dan etika, peran guru sebagai fasilitator pembelajaran, dan ketersediaan konten berkualitas. Implementasi strategi manajemen tersebut telah memberikan dampak positif terhadap kualitas pendidikan Islam, seperti peningkatan kualitas pembelajaran, peningkatan aksesibilitas, pengembangan keterampilan teknologi, efisiensi pengelolaan pendidikan, pengembangan model pembelajaran baru, peningkatan kualitas tenaga pendidik, dan peningkatan keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak-anak mereka. Dengan demikian, penerapan strategi manajemen yang tepat dalam pendidikan Islam di era digital tidak hanya meningkatkan efektivitas dan efisiensi pendidikan, tetapi juga mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan dan tuntutan zaman yang terus berkembang. Di era digital yang terus berkembang pesat seperti sekarang ini, pendidikan Islam dihadapkan pada berbagai tantangan baru yang tidak pernah ada sebelumnya. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah lanskap pendidikan secara fundamental, mempengaruhi cara belajar, mengajar, dan mengelola institusi pendidikan. Manajemen pendidikan Islam yang efektif dan adaptif menjadi kunci dalam menghadapi dinamika era digital ini.
Evaluasi Pengalaman Belajar Mahasiswa Dalam Penggunaan Kamus Digital Jamak Taksir Pada Pembelajaran Kitabah Joni Kawijaya; Lukman Habibul Umam; Mulyono
Jurnal Adab dan Peradaban Islam Vol 2 No 1 (2026): Pemikiran Keislaman dan Dinamika Sosial
Publisher : CV JK Riset Publishing Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55982/adab.2026.152

Abstract

The utilization of digital technology in Arabic language learning, particularly digital dictionaries for jamak taksir (broken plurals), significantly depends on user experience (UX). This study aims to evaluate students' learning experiences using a jamak taksir digital dictionary in kitabah (writing) instruction at IAI Darul A’mal Lampung. Employing a descriptive quantitative approach, data were collected from 10 students via Likert-scale questionnaires and observations, then analyzed using SPSS. The results indicate that the user experience falls into the "Excellent" category, with an average score of 4.28 (85.6%). Specific scores include user satisfaction (4.35) and usefulness (4.40). Students found it easier to adapt, felt supported during the writing process, and showed increased confidence. Despite obstacles such as limited interactive features and varying digital literacy, these findings prove that UX is vital for effective learning media. Consequently, future digital media development must comprehensively consider user experience to enhance the quality of Arabic language pedagogy in religious higher education.
Analisis Faktor-Faktor Kemalasan Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Kelas Mulyono; Yusuf Mustofa; Lukman Habibul Umam; Ema Puspitasari
Lisan An Nathiq : Jurnal Bahasa dan Pendidikan Bahasa Arab Vol. 7 No. 2 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/lan.v7i2.7063

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh prilaku malas belajar bahasa Arab yang dialami oleh AFZ. AFZ (nama inisial) merupakan serorang siswi kelas IX Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Insan Mulia Batanghari. Penelitian bertujuan untuk mengkonstruksi faktor-faktor kemalasan belajar bahasa Arab yang dialami oleh AFZ. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Single Subject Research dan merupakan studi kasus dari fenomena siswa yang memiliki perilaku malas belajar. Peneliti menjadi instrumen utama dalam penelitian ini. Adapun alat pengumpul data yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dan analisis data yang digunakan adalah pendekatan Miles dan Hubermen Hasil penelitian ini menunjukan bahwa prilaku malas belajar bahasa Arab yang dialami oleh AFZ dilatarbelakangi oleh beberapa faktor berikut: Pertama, kurangnya minat belajar AFZ yang disebabkan oleh kurangnya pemahaman terhadap tujuan dari pembelajaran bahasa Arab. Kedua, Kondisi fisik AFZ yang lelah karena mengikuti program kegiatan di sekolah dan asrama. Ketiga, menejemen waktu pembelajaran bahasa Arab yang kurang tepat. Keempat, metode mengajar guru yang lebih dominan menggunakan metode ceramah dalam menyampaikan materi. Kelima, keterbatasan media pembelajaran. Keenam, kondisi kelas yang kurang nyaman serta sarana prasarananya yang kurang memadai. Prilaku malas belajar yang dialami oleh AFZ berdampak jelas pada nilai bahasa Arabnya tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).