Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Rekomendasi Promosi Instagram Ads Pada Umkm Fashion Berdasarkan Tanggapan Konsumen dan Penilaian Expert (Studi pada UMKM Brader Mkr dan Nais) Fagar Fertiwi Fardah Tunisa Ahmad; Widi Samsudin; Efrina Masdaini
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7245

Abstract

Pola promosi UMKM pada masa kini lebih berfokus pada pemanfaatan media sosial atau internet. Seiring berkembangnya teknologi, Instagram dikenal sebagai salah satu media sosial terpopuler yang digunakan oleh kalangan UMKM, terutama dari sektor fashion. Dari segi brand image dan kekinian, instagram menjadi wadah yang sangat potensial untuk mengembangkan pemasaran UMKM. Karena tergolong baru dibanding media lain pada umumnya, instagram dilengkapi dengan berbagai fitur promosi berbayar (dikenal sebagai iklan) seperti instagram ads. Di antara banyak fitur lain, promosi dengan instagram ads cukup umum karena dinilai lebih optimal. Namun, tidak semua UMKM menerapkan fitur ini secara maksimal dikarenakan beberapa faktor seperti ketepatan target market, konten yang sesuai, dan pesan yang disampaikan sesuai dengan karakteristik konsumen. Karenanya, penelitian ini bertujuan menyusun rekomendasi promosi instagram ads berdasarkan respon konsumen pada UMKM fashion, yaitu Brader Mkr dan Nais, serta penilaian ahli dalam totalaby length. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan prosedur depth interview pada pemilik UMKM, konsumen, dan expert iklan instagram Ads. Simpan data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil simpulan menunjukkan bahwa strategi promosi instagram ads paling efektif dilihat dari penggunaan video informatif, penjelasan deskripsi produk yang rinci dan konsisten, serta promosi diskon dengan addicted yang singkat. Strategi tersebut mempengaruhi purchase intention, image positif, dan word of mouth konsumen. Expert menilai optimalitas media ditentukan target audience, kejelasan pesan, serta kesesuaian konten iklan dengan karakter produk. Diharapkan praktisi dapat memahami upaya ini dan dapat menjadi motivasi bagi peneliti-praktisi selanjutnya.
Dampak Otomatisasi FinTech terhadap Redundansi dan Reskilling Tenaga Kerja: Sebuah Systematic Literature Review dari Perspektif Manajemen Risiko SDM Randy Hidayat; Widi Samsudin; Rz Muhammad Rahman; Bora Alviolesa
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Financial Technology (FinTech) dan kecerdasan buatan telah mentransformasi industri jasa keuangan serta berdampak signifikan terhadap ketenagakerjaan. Otomatisasi yang didorong FinTech menciptakan redundansi tenaga kerja di satu sisi, namun di sisi lain mendorong kebutuhan mendesak akan reskilling. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis bukti empiris mengenai dampak otomatisasi FinTech terhadap redundansi dan reskilling tenaga kerja, serta merumuskan kerangka manajemen risiko sumber daya manusia (SDM). Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA 2020. Pencarian dilakukan pada basis data Scopus, Web of Science, Google Scholar, dan Portal Garuda menggunakan kata kunci terkait FinTech, otomatisasi, redundansi, reskilling, dan manajemen risiko SDM. Kriteria inklusi meliputi artikel jurnal peer-review terindeks SINTA 1-4 atau Scopus/WoS Q1-Q4, terbit 2020-2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otomatisasi FinTech secara nyata menyebabkan redundansi, dengan lebih dari 63.000 pekerjaan terpangkas di sektor perbankan global pada 2026 dan proyeksi hingga 200.000 pekerjaan dalam tiga hingga lima tahun ke depan, terutama menyasar pekerja berketerampilan rendah serta fungsi operasional dan manajemen menengah. Strategi reskilling terbukti efektif sebagai mitigasi risiko SDM, sebagaimana praktik terbaik di bank UOB (melatih 20.000 karyawan dalam Generative AI) dan kebijakan OJK mewajibkan alokasi 2,5% biaya tenaga kerja untuk pelatihan. Namun, kesenjangan antara niat dan eksekusi reskilling (hanya 57% perusahaan memiliki jalur reskilling bermakna) serta ancaman experience gap tetap menjadi tantangan utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen risiko SDM di era FinTech harus mengintegrasikan identifikasi risiko redundansi, investasi pelatihan berkelanjutan, dan pendekatan transisi tenaga kerja yang seimbang.
Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia UMKM Olahan Kelapa melalui Strategi Digital Marketing di Desa Bangun Sari, Kabupaten Banyuasin Wani Fitriah; Widi Samsudin
Suluh Abdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Suluh Abdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/suluhabdi.v8i1.2056

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) pelaku UMKM olahan kelapa dalam menerapkan strategi digital marketing di era ekonomi digital di Desa Bangun Sari, Kabupaten Banyuasin. Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat dan pelaku UMKM yang belum memanfaatkan teknologi digital secara optimal serta masih memiliki keterbatasan dalam pengelolaan usaha dan pemasaran produk. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan edukatif dan partisipatif melalui pelatihan inovasi produk, pendampingan pengemasan dan branding, pelatihan digital marketing, serta pelatihan manajemen usaha berbasis pencatatan digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam mengembangkan produk olahan berbasis sabut kelapa yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, seperti cocopeat, coco pot, dan keset sabut kelapa. Selain itu, peserta juga mengalami peningkatan keterampilan dalam desain kemasan, penguatan merek produk, serta pemanfaatan media sosial dan marketplace sebagai media pemasaran digital. Pelaku UMKM juga mulai menerapkan sistem pencatatan usaha sederhana berbasis digital untuk mendukung pengelolaan usaha yang lebih tertata dan profesional. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menerapkan strategi digital marketing. Peningkatan kompetensi dan pengembangan SDM terbukti memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM olahan kelapa di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat.