Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PICTURE OF PERINEAL WOUND HEALING IN Mrs. I POST PARTUM BY GIVING BETEL LEAF BOILED WATER IN KAJONGAN VILLAGE, PURBALINGGA Teti Sundari; Priyatin Sulistyowati; Wiwik Priyatin
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 3 (2025): Vol. 2 No. 3 Edisi Juli 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i3.1160

Abstract

Background: Healing perineal wounds in postpartum mothers is an essential aspect of recovery after childbirth. These wounds can cause discomfort and potentially disrupt daily activities as well as the mental health of the mother. The presence of perineal wounds may lead to infection; Therefore, wound care is necessary to reduce the risk of infection and accelerate the healing process. Betel leaves are known for their antiseptic and anti-inflammatory properties that can support the healing process. Objective: This study aims to describe the healing of perineal wounds in postpartum mothers with the administration of betel leaf decoction. Method: This research employs a qualitative descriptive method with a case study approach. Results: After implementing perineal care using betel leaf decoction, which was applied regularly in the morning and evening after bathing for 5 days, there was a noticeable acceleration in the healing process of the wounds and an increase in maternal satisfaction regarding wound care. Conclusion: Wound care for perineal injuries using betel leaf decoction is effective for healing perineal wounds in postpartum mothers .
ASUHAN KEPERAWATAN HARGA DIRI RENDAH DENGAN FOKUS TINDAKAN MENGIDENTIFIKASI KEMAMPUAN ASPEK POSITIF Ambar Widyowati; Sudiarto; Wiwik Priyatin
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.352

Abstract

Data Riset Kesehatan Dasar (2018) banyaknya penderita skizofrenia di Indonesia sampai berkisar 400.000 individu atau 1,7 per 1.000 masyarakat. Skizofrenia suatu gangguan yang berpengaruh pada otak sehingga seseorang menjadi terganggu perilaku, pikiran, presepsi dan juga emosi. Gejala skizofrenia dengan harga diri rendah ditandai rasa ketidakmampuan, berperasaan negatif ke diri sendiri, tidak percaya diri, tidak berharga serta keputusasaan yang jika tidak segera di tangani akan menyebabkan depresi. Intervensi yang diberikan yaitu melatih kelebihan positif dan mengidentifikasi kemampuan pada diri individu klien. Melaksanakan asuhan keperawatan mengidentifikasi kemampuan aspek positif yang di miliki klien dengan gangguan konsep diri harga diri rendah. Metode: Deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 4 hari didapatkan pasien sudah paham cara mengidentifikasi aspek positif dan melatih kemampuan yang dimiliki. 
GAMBARAN PEMBERIAN RENDAMAN AIR JAHE MERAH HANGAT TERHADAP PENURUNAN NYERI ASAM URAT PADA NY.M Sudiarto; Naendri Endarning Tyas; Wiwik Priyatin
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.356

Abstract

Latar Belakang : Asam urat merupakan hasil postmetabolisme akhir dari purin dan merupakan salah satu komponen asam nukleat yang berada dalam inti sel tubuh. Peningkatan kadar asam urat dapat menyebabkan gangguan pada tubuh manusia seperti nyeri hebat pada persendian. Nyeri adalah sensasi yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang actual dan potensial. Nyeri dapat mengakibatkan perasaan yang tidak menyenangkan seperti rasa terbakar, mati rasa, rasa seperti diiris atau ditusuk. Merendam kaki dengan air jahe merah hangat dapat membantu mengurangi nyeri arthritis karena hangatnya. Jahe mengandung Oleorasin atau Zingerol yang dapat menghambat prostaglandin, sehingga nyeri mereda. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran pemberian rendaman air jahe merah hangat terhadap penurunan nyeri asam urat pada lansia di wilayah puskesmas Kemangkon Kabupaten Purbalingga. Hasil : Setelah 3 hari pemberian rendaman air jahe merah hangat terhadap penderita asam urat terjadi penurunan nyeri dari skala 6 turun menjadi 2 dan kadar asam urat. Kesimpulan : Pemberian rendaman air jahe merah hangat mampu menurunkan nyeri pada penderita asam urat.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. B GANGGUAN PERSEPSI SENSORI HALUSINASI PENDENGARAN DENGAN FOKUS TINDAKAN TERAPI MUSIK DI RSJD Dr. RM. SOEDJARWADI KLATEN Amalia Anggun Pramesti; Sudiarto; Wiwik Priyatin
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.387

Abstract

Berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) (2018), di Indonesia, penderita skizofrenia sekitar 6,7% dari 282,654 penduduk. Satu ciri khas skizofrenia adalah halusinasi sensori, salah satunya pada sensori pendengaran. Halusinasi pendengaran biasa mendengar suara-suara tetapi orang lain tidak mendengar. Apabila halusinasi tidak ditangani dengan baik, maka dapat menimbulkan risiko terhadap keamanan diri pasien sendiri, orang lain, juga lingkungan sekitar. Salah satu cara untuk menurunkan halusinasi pendengaran yaitu dengan terapi musik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui asuhan keperawatan pada pasien gangguan persepsi sensori hausinasi pendengaran dengan fokus tindakan terapi musik. Menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Hasil setelah dilakukan terapi musik klasik ini diberikan selama 2 kali sehari (pagi, siang) dengan durasi 10-15 menit selama 3 hari dengan menggunakan MP3 dan headset frekuensi halusinasi menurun. Didapatkan kesimpulan terapi musik klasik dapat menurunkan frekuensi halusinasi pendengaran. Kata Kunci : Halusinasi, Musik, Skizofrenia
PENERAPAN RELAKSASI BENSON UNTUK MENGURANGI NYERI PADA Ny. Y POST SECTIO CAESAREA DI DESA KALIMANAH WETAN PURBALINGGA Sofi Tri Wulandari; Priyatin Sulistiowati; Wiwik Priyatin
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.388

Abstract

Sectio Caesarea (SC) yaitu proses yang dilakukan untuk mengeluarkan janin dengan melalui tindakan insisi pada dinding abdomen dan juga uterus. Nyeri hebat setelah operasi caesar adalah respon fisiologis yang kompleks di sebabkan oleh ketegangan lambung dan usus, kerusakan jaringan, dan kontraksi rahim. Nyeri yang dialami pasien setelah operasi caesar jelas akan menimbulkan rasa tidak nyaman, nyeri yang dialami pasien setelah operasi caesar juga akan menyebabkan masalah tambahan, seperti ketidaknyamanan saat bergerak karena intensitas nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh penerapan relaksasi Benson untuk mengurangi nyeri pada pasien Post Sectio Caesarea. Metode pengumpulan data menggunakan analisa deskriptif dan studi kasus. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya penerunan intensitas nyeri pada pasien Post Sectio Caesarea dari kategori sedang-berat menjadi ringan-sedang. Implementasi pemberian terapi nonfarmakologis berupa relaksasi Benson dilakukan selama 3 hari selama 10-15 menit efektif untuk menurunkan nyeri klien post sectio caesarea dengan hasil sebelum dilakukan relaksasi skala nyeri klien 6 (nyeri sedang) menurun menjadi 2 dengan kategori nyeri ringan. Kata kunci: Nyeri; Relaksasi Benson; Sectio Caesarea (SC)
GAMBARAN PENERAPAN SIMRS PADA BAGIAN PELAPORAN INTERNAL DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MODEL 5M DI RUMAH SAKIT X Olivia Ratna Julianggi; Wiwik Priyatin; Khusnul Khotimah Arum Nur Cahyanti
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.479

Abstract

Laporan internal memuat catatan dan atau rekaman kegiatan yang telah diselesaikan atau dikerjakan oleh pihak manajemen rumah sakit. Pelayanan kesehatan yang baik dan bermutu kepada masyarakat, rumah sakit memerlukan dukungan input yang bermutu juga sehingga akan menghasilkan output yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran penerapan SIMRS pada bagian pelaporan internal dengan menggunakan pendekatan model 5M di Rumah Sakit X. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, dengan menggunakan unsur man, money, material, machine, methode melalui analisis kualitatif dengan menggunakan metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini untuk unsur man sudah sesuai, untuk unsur money sudah terdapat anggaran operasional tetapi belum terlaksana untuk anggaran pelatihan, untuk unsur materials ketersediaan bahan-bahan sudah cukup memadai, unsur machine sudah terdapat mesin pendukung dalam pengelolaan, dan untuk unsur methode terdapat SOP untuk kegiatan pelaporan, tetapi belum terdapat SOP khusus untuk kegiatan pelaporan internal. Kata kunci: 5M, Pelaporan, Pelaporan internal, SIMRS
EDUKASI PEMBERANTASAN JENTIK – JENTIK NYAMUK PADA KELUARGA TN.H DENGAN POST DEMAM BERDARAH DI DESA PETIR Fina Triyaningsih; Wiwik Priyatin
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.481

Abstract

Latar Belakang :Menurut survei yang dilakukan peneliti pada tanggal 7 November 2022 berupa wawancara dengan Ketua RT Desa Petir, diperoleh data bahwa warga Desa Petir masih kurang pengetahuannya tentang pemberantasan nyamuk dan fooging juga jarang. Selesai. Berdasarkan survei yang dilakukan peneliti pada tanggal 8 November 2022 berupa wawancara dengan Bidan Desa Petir untuk kasus DBD di Desa Petir, terdapat sekitar 10 kasus DBD dalam 1 tahun terakhir. rendah, masih banyak sampah berserakan, kurangnya promosi kesehatan di lingkungan sekitar dan pelaksanaan fooging yang masih belum efektif. Tujuan :Mengetahui perilaku, setelah diberikan edukasi pengetahuan tentang pemberantasan jentik nyamuk pada keluarga Pak H Pasca DBD di Desa Petir. Metode :Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan bantuan kategori media lembar pengetahuan dan lembar observasi. Hasil :Tingkat pengetahuan meningkat dari tidak tahu menjadi mampu menerapkan dan kategori pengetahuan meningkat dari kurang (skor 0-4) menjadi baik (skor 11-15). Kesimpulan :Dengan melakukan pendidikan dapat mengubah pengetahuan, sikap, dan tindakan individu, keluarga, dan masyarakat . Kata Kunci: Keluarga, Pasca DBD, Edukasi Pemberantasan Jentik Nyamuk
NURSING CARE FOR SOCIAL ISOLATION: WITHDRAWAL IN Mr. S WITH A FOCUS ON SOCIALIZATION THERAPY AT DR. RM. SOEDJARWADI KLATEN REGIONAL PSYCHIATRIC HOSPITAL Anggita Presti Utami; Sudiarto; Wiwik Priyatin
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 4 (2025): Vol. 2 No. 4 Edisi Oktober 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i4.1454

Abstract

Background: Social isolation is a condition in which individuals feel lonely. This condition is often caused by a lack of interaction with others and reflects a negative and threatening situation. Therefore, nursing interventions are needed to reduce symptoms of social isolation and increase the interest in initiating interactions, one of which is through introduction training. Introduction training is an activity designed to develop an individual’s ability to initiate and maintain conversations, as well as to get to know others with the aim of building positive social relationships. Objective: This study aims to describe nursing care for social isolation disorder: withdrawal, with a focus on the intervention of introduction training. Method: This study used a descriptive method with a case study approach. Results: After three days of nursing interventions, the symptoms of social isolation: withdrawal were reduced, and the patient was able to introduce himself. Conclusion: Nursing care for social isolation: withdrawal, focusing on the introduction training intervention over three days, proved to be highly effective for patients with social isolation: withdrawal and can help reduce the associated symptoms.
NURSING CARE FOR SENSORY PERCEPTION DISORDERS: AUDITORY HALLUCINATIONS IN Mr. T WITH A FOCUS ON HARASSMENT TECHNIQUES AT THE DR. RM. SOEDJARWADI REGIONAL MENTAL HOSPITAL, KLATEN Choeriyatun Ngatiyah; Sudiarto; Wiwik Priyatin
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 4 (2025): Vol. 2 No. 4 Edisi Oktober 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i4.1458

Abstract

Mental disorders are a health problem that remains a major challenge in Indonesia. Auditory hallucinations are a sensory perception disorder that often occurs in patients with schizophrenia. Patients have difficulty distinguishing between real and unreal stimuli, which can lead to risky behaviors such as harming themselves or others. One non-pharmacological intervention that can be applied to address hallucinations is the rebuke technique, which is a firm and directed verbal action to reject perceived hallucinations. The purpose of this study is to describe nursing care for patients with sensory perception disorders: auditory hallucinations with the application of the rebuke technique as the main intervention. This study uses a descriptive case study approach on one patient in the Flamboyan Ward of Dr. RM. Soedjarwadi Klaten Mental Hospital. Data collection was carried out through interviews, observations, and documentation studies, then analyzed based on the stages of the nursing process. The results showed that after the rebuke technique intervention was consistently implemented for three days, there was a decrease in the frequency of hallucinations from 3-4 times to 1-2 times a day. The patient also showed an increase in the ability to recognize and reject hallucinations independently. Furthermore, the patient began to engage in social interactions and participate more actively in daily activities. The conclusion is that the reprimand technique has proven effective as a nursing intervention in addressing auditory hallucinations. This intervention is simple, easy to implement, and can improve the patient's coping skills in dealing with hallucinatory symptoms.
AN OVERIVEW OF TOMATO JUICE ADMINISTRATION ON BLOOD PRESURE REDUCTION IN ELDERLY PATIENTS WITH HYPERTENSION IN GEMURUH VILLAGE Luthfi Nafisa Agustina; Dwi Astuti; Wiwik Priyatin
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 4 (2025): Vol. 2 No. 4 Edisi Oktober 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i4.1462

Abstract

Background: Hypertension is a common non-communicable health problem among the elderly and poses a risk of serious complications. Nonpharmacological therapy using tomato juice—which is rich in potassium and lycopene—has the potential to naturally lower blood pressure. Objective: To observe the changes in blood pressure in elderly patients with hypertension following the administration of tomato juice. Method: A case study design involving one elderly respondent (78 years old) with mild hypertension. The intervention consisted of administering 200 ml of tomato juice every morning before meals for 7 consecutive days. Blood pressure was measured every morning before and after consuming the juice. Results: There was an average reduction of 7.4 mmHg in systolic blood pressure and 5.4 mmHg in diastolic blood pressure after 7 days of intervention, indicating a positive effect of tomato juice in lowering blood pressure. Conclusion: Daily administration of tomato juice for 7 days effectively reduced blood pressure in an elderly hypertensive individual, suggesting it as a safe and practical non-pharmacological therapy.