Sony Hasmarita
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pasundan

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Optimalisasi Penggunaan Program Excel dalam Pengembangan Sumber Daya Lokal untuk Manajemen Kompetisi Tenis Meja: Implementasi melalui Program Pengabdian Masyarakat Sony Hasmarita; Muchamad Ishak; Gugun Gunawan
QUADHELIX (Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Prodi Magister Penjas Vol. 1 No. 2 (2025): QUADHELIX : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/quadhelix.v1i2.7

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Desa Girimukti, Kecamatan Saguling, Bandung Barat, dalam mengelola kompetisi tenis meja secara profesional melalui optimalisasi Microsoft Excel. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan sasaran panitia olahraga, pemuda, dan pemain tenis meja aktif. Sebanyak 20 peserta dipilih secara purposive berdasarkan keaktifan dan komitmen mengikuti pelatihan penuh. Instrumen evaluasi berupa pre-test, post-test, observasi, dan kuesioner kepuasan. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor keterampilan Excel dari 45 menjadi 87 (naik 93,3%). Kemampuan membuat jadwal pertandingan otomatis naik dari 15% menjadi 85%, sementara penyusunan klasemen otomatis meningkat dari 10% menjadi 90%. Penguasaan rumus dasar Excel (SUM, AVERAGE, IF, VLOOKUP) naik dari 25% menjadi 95%. Sebanyak 95% peserta menyatakan puas, dan 80% mampu mengoperasikan template Excel secara mandiri. Template Excel dinilai sangat aplikatif dan 100% layak direplikasi untuk manajemen kompetisi lain seperti voli dan futsal. Kesimpulannya, pelatihan ini efektif memberdayakan masyarakat desa melalui peningkatan literasi digital dan profesionalisme olahraga, serta menjadi model pengabdian yang layak diterapkan di desa lain.
Peningkatan Kompetensi Guru SD di Cimahi Utara dalam Melakukan Asesmen Presisi Teknik Dasar Tenis Meja Berbasis Aplikasi Video Motion Analysis Sony Hasmarita
aksararaga Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Aksara Raga
Publisher : STKIP Pasundan Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/aksararaga.v8i1.152

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru PJOK SD di Kecamatan Cimahi Utara dalam melakukan asesmen teknik dasar tenis meja melalui teknologi Video Motion Analysis (VMA). Masalah utama mitra adalah rendahnya akurasi asesmen akibat keterbatasan pengamatan manual (Naked Eye Observation). Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan penggunaan aplikasi VMA dengan desain one-group pretest-posttest terhadap 25 guru. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan rerata skor kompetensi guru dari 62,45 menjadi 88,30. Fitur slow-motion dan frame-by-frame analysis memungkinkan diagnosis kesalahan biomekanika siswa secara lebih presisi dan objektif. Selain itu, penggunaan video meningkatkan motivasi belajar dan kesadaran tubuh siswa melalui umpan balik visual yang transparan. Simpulannya, adaptasi teknologi VMA menjadi solusi krusial bagi profesionalisme guru dalam menghadapi tantangan kurikulum pendidikan jasmani modern di sekolah dasar.
Workshop Dan Pendampingan Pembuatan Video Pembelajaran Penjas Berbasis Smartphone Bagi Guru Pjok Sekolah Menengah Di Kota Cimahi muchamad ishak; Muhamad Yusuf Nursyamsi; sony Hasmarita
aksararaga Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Aksara Raga
Publisher : STKIP Pasundan Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/aksararaga.v8i1.153

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru PJOK di Kota Cimahi dalam memproduksi video pembelajaran berbasis smartphone. Di era digital, integrasi teknologi dalam pendidikan jasmani menjadi tuntutan krusial untuk memvisualisasikan gerak secara efektif. Metode pengabdian menggunakan pendekatan pelatihan (workshop) dan pendampingan intensif. Populasi mencakup seluruh guru PJOK Sekolah Menengah di lokasi mitra, dengan sampel 30 guru yang ditentukan melalui teknik total sampling. Instrumen menggunakan angket kompetensi produksi video dengan skala Likert 1-5. Analisis data dilakukan secara deskriptif persentase. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan: pada tahap pre-test, 63,3% guru berada pada kategori kurang kompeten. Namun, pasca-pendampingan (post-test), terjadi pergeseran drastis di mana 73,3% guru mencapai kategori sangat kompeten. Rata-rata skor kompetensi meningkat dari 52,4 menjadi 87,6. Disimpulkan bahwa pelatihan teknis berbasis mobile learning efektif meningkatkan kapabilitas pedagogis dan teknologis guru dalam menciptakan konten pembelajaran mandiri.
Sosialisasi Pengenalan Peraturan Kids Athletic Dan Youth Athletic Kepada Jajaran Orang Tua Dan Pengurus Klub Atletik Di Kota Cimahi Kerja Sama Dengan Family Athletic Club Sandi Dwi Triono; sutiswo; Sony hasmarita
aksararaga Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Aksara Raga
Publisher : STKIP Pasundan Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/aksararaga.v7i2.154

Abstract

Program Pengembangan atletik usia dini memerlukan pemahaman yang komprehensif tentang peraturan dan implementasi program kids athletic dan youth athletic. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman orang tua serta pengurus klub atletik di Kota Cimahi mengenai peraturan kids athletic dan youth athletic melalui kerja sama dengan Family Athletic Club. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan edukasi dengan pendekatan ceramah, diskusi, dan simulasi praktik. Populasi dan sampel penelitian berjumlah 10 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dengan skala Likert dan observasi langsung. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan perhitungan persentase dan kategorisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan peserta setelah sosialisasi berada pada kategori baik dengan persentase 60% (6 orang), kategori cukup 30% (3 orang), dan kategori kurang 10% (1 orang). Peningkatan pemahaman signifikan terjadi pada aspek peraturan kompetisi, kategori usia, dan jenis nomor perlombaan. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap kesiapan orang tua dan pengurus dalam mengembangkan program atletik usia dini yang sesuai standar internasional.
Pelatihan Penerapan Teori Bermain sebagai Strategi Pemanasan Aktif dalam Pembelajaran PJOK bagi Guru di Kecamatan Cisarua Gugun Gunawan; Akhmad Sobarna; Sandi Dwi Triono; Sony Hasmarita; Ricky Ferrari Valentino; Yudi Hidayat
aksararaga Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Aksara Raga
Publisher : STKIP Pasundan Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/aksararaga.v8i1.159

Abstract

Tujuan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru PJOK SD se Kecamatan Cisarua dalam menerapkan teori bermain sebagai strategi pemanasan aktif yang efektif, menyenangkan, dan berbasis gerak. Metode Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan pelatihan partisipatif dan pemberdayaan, melibatkan 20 guru PJOK SD se-Kecamatan Cisarua pada bulan Februari - Maret 2025. Tahapan meliputi analisis kebutuhan, penyusunan modul, pelatihan inti, pendampingan praktik, dan evaluasi akhir. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pre-test dan post-test serta lembar observasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil dan Capaian terdapat peningkatan signifikan pemahaman dan keterampilan peserta setelah pelatihan, dengan nilai median pre-test 52,5 meningkat menjadi 82,5 pada post-test (p < 0,001). Tingkat kehadiran peserta mencapai 100%, dan sebesar 85% peserta menyatakan sangat puas terhadap pelaksanaan program. Luaran kegiatan berupa modul pelatihan tercetak, video demonstrasi permainan pemanasan aktif, dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasis teori bermain. Kesimpulan Pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi guru PJOK SD di Kecamatan Cisarua. Direkomendasikan agar program dilanjutkan secara berkala dan diperluas ke kecamatan lain di Kabupaten Bandung Barat.
The Hybrid Gamification-Tpack (Technological Pedagogical Content Knowledge) Approach in Improving 4Cs Skills and Physical Literacy of Junior High School Students in Athletic Learning Muchamad Ishak; Sony Hasmarita; Muhamad Yusuf Nursyamsi; Gugun Gunawan; Ricky Ferrari Valentino; Yopi Meirizal; Papat Yunisal
Journal of Physical and Outdoor Education Vol. 7 No. 3 (2025): Journal of Physical and Outdoor Education
Publisher : STKIP Pasundan Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/jpoe.v7i3.413

Abstract

This study aims to analyze the effect of the Hybrid Gamification-TPACK approach on improving 4Cs Skills (Communication, Collaboration, Critical Thinking, Creativity) and Physical Literacy of 8th-grade students in athletic learning. Methods: This study used a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group design. The research population was all 8th-grade students of SMPN 1 Cikao, Garut Regency, totaling 48 students who were sampled using total sampling technique. The sample was divided into experimental group (n=24) receiving Hybrid Gamification-TPACK learning and control group (n=24) receiving conventional learning. The intervention duration was 10 weeks with a frequency of 2 meetings per week. Research instruments used 4Cs Skills Assessment Rubric and Physical Literacy Assessment for Youth (PLAY) Tools. Data analysis used Independent Sample t-test and Paired Sample t-test with significance level α=0.05. Results: Results showed significant improvements in the experimental group for 4Cs Skills (pretest: M=64.25, SD=8.67; posttest: M=85.17, SD=6.42; p<0.001) and Physical Literacy (pretest: M=68.50, SD=9.23; posttest: M=87.33, SD=7.15; p<0.001). The control group also experienced improvements but not as significant as the experimental group. There were significant differences between experimental and control groups on posttest 4Cs Skills (p<0.001; Cohen's d=2.89) and Physical Literacy (p<0.001; Cohen's d=2.42). Conclusion: The Hybrid Gamification-TPACK approach proved effective in improving 4Cs Skills and Physical Literacy of junior high school students in athletic learning and can be an innovative alternative in 21st-century Physical Education learning
Implementation of Physical Education Curriculum in Athletics Learning for Sprint Running at Junior High School Akhmad Sobarna; Sumbara Hambali; Sony Hasmarita; Mohd Shariman Shafie
Pedagogy Review Vol 5, No 2 (2026): Pedagogy Review
Publisher : Institute of Multidisciplinary Research and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61436/pedrev/v5i2.pp211-222

Abstract

The effective implementation of Physical Education (PE) curricula in athletics instruction remains a persistent challenge at the secondary school level, particularly regarding teachers' pedagogical competence and the contextual adaptation of curricula. This study aims to examine the implementation of the PE curriculum in sprint running instruction among eighth-grade students at the Junior High School level. A descriptive quantitative design with a survey approach was employed, involving 94 eighth-grade students selected through total sampling. Data were collected using a validated curriculum implementation observation sheet (validity: r = 0.87; reliability: α = 0.88), a 60-meter sprint performance test, and a learning motivation questionnaire. Data were analyzed using descriptive statistics, paired-samples t-test, and N-gain score calculation. PE curriculum implementation was categorized as "fairly good," with a mean score of 71.4 (SD = 8.32). Sprint running performance improved significantly from pre-test (M = 9.84 s) to post-test (M = 9.21 s), t(93) = 8.74, p 0.001, yielding a moderate N-gain score of 0.42. Multiple regression analysis identified teacher pedagogical competence, lesson plan quality, availability of facilities, and student learning motivation as significant predictors of curriculum implementation effectiveness, collectively accounting for 68% of the variance. These findings demonstrate that while overall curriculum implementation remains at a moderate level, it was sufficient to produce meaningful and statistically significant gains in student sprint performance, with teacher competence and instructional planning quality emerging as central determinants. Sustained improvement requires continuous professional development for PE teachers and the adoption of contextually adapted instructional modules responsive to students' learning needs. Keywords:  Physical education, athletics learning, junior high school, quantitative  research.