Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Etnomedisin Tumbuhan Obat Untuk Pengobatan Pasca Persalinan di Desa Tanjung Harapan Lampung Tengah Riza Dwiningrum; Mida Pratiwi; Yenny Marthalena; Etik Purwanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1935

Abstract

Etnomedisin merupakan ilmu yang mempelajari pengobatan dan keterampilan meracik obat tradisional berdasarkan budaya lokal masyarakat. Masyarakat di Desa Tanjung Harapan Kecamatan Anak Tuha Kabupaten Lampung Tengah masih menggunakan pengobatan tradisional untuk pasca persalinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis ramuan dan tumbuhan obat, bagian tumbuhan obat serta cara pemanfaatan tumbuhan obat pasca persalinan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah snowball sampling. Berdasarkan hasil wawancara dengan 12 informan didapatkan hasil bahwa terdapat 13 jenis ramuan dan 25 jenis tumbuhan obat bahan penyusun ramuan pasca persalinan dengan presentase ramuan tertinggi yaitu jamu beras kencur dan kunyit asam masing-masing dengan persentase 23 %, tumbuhan yang memiliki persentase tertinggi sebagai bahan penyusun ramuan obat pasca persalinan adalah jahe dengan persentase sebesar 12,24 %. Bagian tumbuhan obat yang paling sering digunakan yaitu daun dengan persentase 36%. Cara pemanfaatan yang paling banyak digunakan dengan cara diminum dengan persentase 60%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat 13 jenis ramuan dan 25 jenis tumbuhan obat bahan penyusun ramuan yang digunakan untuk pengobatan pasca persalinan oleh masyarakat di Desa Tanjung Harapan Lampung Tengah.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN WARGA DESA TANJUNG AGUNG DALAM MEMANFAATKAN KULIT KAKAO SEBAGAI ANTIDIABETES Iga Mayola Pisacha; Dewi Damayanti Abdul Karim; Wina Safutri; Diah Kartika Putri; Iqfan Adi Rismawan; Doni Faizal; Etik Purwanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.40245

Abstract

Kulit kakao memiliki peran penting dalam mencegah diabetes, berfungsi sebagai pengobatan herbal yang membantu proses penurunan diabetes. Namun, di Kabupaten Pesawaran, masyarakat menghadapi tantangan dalam akses terhadap obat berkualitas dan kurangnya kemampuan mengolah tumbuhan pertanian lokal sebagai alternatif pengobatan dan penghasilan. Observasi menunjukkan banyak warga Desa Tanjung Agung kesulitan mendapatkan pengobatan efektif, dengan keterbatasan dana dan masalah dalam rantai pasokan obat. Kurangnya metode pembelajaran yang variatif membuat masyarakat kurang mengenal dan menghargai tanaman tradisional sebagai alternatif pengobatan, padahal warga memiliki kelompok tani kakao yang sangat berpotensi dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Tanpa intervensi yang tepat, pengetahuan masyarakat mengenai pengobatan herbal menjadi sangat terbatas, berpotensi mengakibatkan hilangnya warisan budaya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang diabetes dan manfaat teh kulit buah kakao dengan menggunakan metode ceramah dan pelatihan. Kegiatan ini meliputi pelatihan pembuatan dan pengecekan kesehatan. Dengan harapan dapat mengatasi permasalahan utama yang diidentifikasi termasuk rendahnya pengetahuan tentang diabetes dan manfaat kulit kakao. Antusias warga begitu besar terhadap adanya kegiatan tersebut, parameter kesuksesan program diukur dari peningkatan pengetahuan peserta saat pretest dan posttest. Hasil analisis data diperoleh terjadinya peningkatan pengetahuan warga dari 49,40% menjadi 87,80%. Dengan adanya kegiatan ini, harapannya masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengobatan tradisional, sehingga dapat mengembangkan identitas dan kebanggaan terhadap budaya lokal yang melimpah.