Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Identifikasi Konsentrasi Emisi Fine Particle di Ruangan Tertutup dengan Sistem Pendingin Udara Otomatis Budianto, Arif; Hadi, Kasnawi Al; Apriza, Nanda Medina; Wijaya, Roviq
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 4 (2024): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v5i4.509

Abstract

Particulate matter adalah emisi udara yang terdiri dari kumpulan partikel padat dan cair dan tersuspensi di udara. Emisi ini berukuran sangat kecil (berorde submikron) dan mengambang bebas di udara. Fine particle adalah salah satu jenis particulate matter yang umum digunakan sebagai komponen penentu kualitas udara di dalam ruangan. Di sisi lain, sistem pengukuran konsentrasi emisi ini relatif mahal dan kurang ekonomis. Sejalan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menidentifikasi konsentrasi fine particle dalam ruang berpendingin udara. Pengukuran dilakukan menggunakan sebuah sensor debu digital dan papan mikrokontroler di dalam ruang pengujian selama satu jam. Pengukuran tersebut dilakukan dengan dua variasi kondisi, yakni aktif (banyak orang di dalamnya) dan non aktif (ruang kosong). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa aktivitas dan pergerakan manusia dalam kondisi pengujian aktif memiliki konsentrasi fine particle yang lebih tinggi dibandingkan kondisi non aktif. Perbedaan konsentrasi di antara kedua kondisi ini sebesar 12 µg/m3. Hasil ini menyimpulkan bahwa aktivitas manusia termasuk sebagai faktor yang dapat mempengaruhi distribusi partikulat berorde submikron di dalam ruangan. Ruangan berpendingin udara berpotensi memiliki lebih banyak konsentrasi fine particle dibandingkan dengan ruang tanpa pendingin udara.
Peningkatan Kapasitas Dan Kesadaran Lingkungan Siswa Dalam Penanggulangan Pencemaran Udara Di SMAN 2 Selong, Lombok Timur Alaydrus, Alfina Taurida; Minardi, Suhayat; Syamsuddin, Syamsuddin; Al Hadi, Kasnawi; Mardiana, Laili; Budianto, Ari; Wijaya, Roviq; Fidya, Karina Alma
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 5 No 3 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v5i3.2293

Abstract

Pertumbuhan populasi dan aktivitas ekonomi yang pesat di Lombok Timur telah meningkatkan ancaman pencemaran udara yang berdampak buruk pada kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan. Sebagai upaya untuk mengatasi hal ini, program peningkatan kapasitas dan kesadaran lingkungan telah dilaksanakan di SMAN 2 Selong, Lombok Timur. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang pencemaran udara serta cara-cara untuk meminimalisir dampaknya. Melalui metode Direct Instruction, Focus Group Discussion (FGD), dan demonstrasi alat ukur (PM10), siswa diberikan pemahaman teoritis dan praktis mengenai pencemaran udara. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran siswa terkait pentingnya menjaga kualitas udara dan melakukan tindakan preventif terhadap polusi udara. Diharapkan, melalui kegiatan ini, siswa dapat berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan di sekitar mereka
Identifikasi Konsentrasi Emisi Fine Particle di Ruangan Tertutup dengan Sistem Pendingin Udara Otomatis Budianto, Arif; Hadi, Kasnawi Al; Apriza, Nanda Medina; Wijaya, Roviq
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 4 (2024): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v5i4.509

Abstract

Particulate matter adalah emisi udara yang terdiri dari kumpulan partikel padat dan cair dan tersuspensi di udara. Emisi ini berukuran sangat kecil (berorde submikron) dan mengambang bebas di udara. Fine particle adalah salah satu jenis particulate matter yang umum digunakan sebagai komponen penentu kualitas udara di dalam ruangan. Di sisi lain, sistem pengukuran konsentrasi emisi ini relatif mahal dan kurang ekonomis. Sejalan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menidentifikasi konsentrasi fine particle dalam ruang berpendingin udara. Pengukuran dilakukan menggunakan sebuah sensor debu digital dan papan mikrokontroler di dalam ruang pengujian selama satu jam. Pengukuran tersebut dilakukan dengan dua variasi kondisi, yakni aktif (banyak orang di dalamnya) dan non aktif (ruang kosong). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa aktivitas dan pergerakan manusia dalam kondisi pengujian aktif memiliki konsentrasi fine particle yang lebih tinggi dibandingkan kondisi non aktif. Perbedaan konsentrasi di antara kedua kondisi ini sebesar 12 µg/m3. Hasil ini menyimpulkan bahwa aktivitas manusia termasuk sebagai faktor yang dapat mempengaruhi distribusi partikulat berorde submikron di dalam ruangan. Ruangan berpendingin udara berpotensi memiliki lebih banyak konsentrasi fine particle dibandingkan dengan ruang tanpa pendingin udara.
Pengembangan KIT Fisika Berbasis Photogate Sensor Terintegrasi STEM Solusi Modern Alat Praktikum Rahayu, Satutik; Sutrio; Al Hadi, Kasnawi; Wijaya, Roviq; Ahmad, Imam Mulkhair
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/vh5vrk85

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan KIT Fisika berbasis sensor photogate yang terintegrasi dengan pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang mengadaptasi model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Sesuai dengan batasan masalah, tahapan penelitian hanya dilaksanakan sampai pada tahap Development (Pengembangan) untuk mengukur tingkat kelayakan teoretis produk. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar validasi yang dinilai oleh 2 orang ahli (materi dan media) serta 23 orang guru fisika sebagai praktisi pembelajaran. Data hasil validasi kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan indeks Aiken's V. Hasil penelitian memaparkan tiga tahapan awal: (1) Tahap Analysis mengidentifikasi kebutuhan alat peraga mekanika yang presisi melalui pemanfaatan teknologi sensor; (2) Tahap Design menghasilkan purwarupa KIT fisika beserta panduan yang memadukan keempat disiplin STEM; dan (3) Tahap Development menunjukkan bahwa KIT Fisika berbasis sensor photogate memperoleh nilai indeks Aiken's V pada rentang 0,92–0,99 untuk setiap indikator, dengan persentase kelayakan sebesar 97% dalam kategori sangat layak. Berdasarkan hasil uji kevalidan, dapat disimpulkan bahwa produk KIT Fisika berbasis sensor photogate terintegrasi STEM yang dikembangkan telah memenuhi standar kelayakan dan siap untuk dilanjutkan ke tahap uji coba lapangan (implementasi) dalam pembelajaran Fisika.