Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Budaya dan Pariwisata Sumatera Utara Etnis Angkola Harahap, Hadya Aminah; Simbolon, Putri Octavia; Purba, Agatha Olivia; Manihuruk, Debora Saputri; Lubis, Fitriani
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 2, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v2i2.4059

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara komprehensif aspek budaya dan potensi pariwisata etnis Angkola di Sumatera Utara. Sebagai salah satu sub-etnis Batak, Angkola memiliki warisan budaya yang kaya dan unik, namun belum sepenuhnya tereksplorasi dalam konteks pariwisata. Melalui pendekatan etnografi dan analisis kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi elemen-elemen kunci budaya Angkola, (2) mengevaluasi potensi pariwisata berbasis budaya di wilayah tersebut, dan (3) menganalisis tantangan dan peluang dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etnis Angkola memiliki beragam aset budaya yang dapat dikembangkan menjadi atraksi wisata, termasuk sistem kekerabatan Dalihan Na Tolu, seni pertunjukan tradisional, arsitektur khas, dan kuliner lokal. Namun, pengembangan pariwisata juga menghadapi tantangan seperti kurangnya infrastruktur, minimnya promosi, dan potensi degradasi budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan pariwisata berbasis budaya Angkola memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal, dukungan pemerintah, dan kolaborasi dengan sektor swasta untuk memastikan keberlanjutan budaya dan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
PEMEROLEHAN BAHASA ANAK USIA DINI DITINJAU DARI STUDI KASUS ANAK USIA 3 HINGGA 5 TAHUN Harahap, Hadya Aminah; Simamora, Enjelina Pitri; Hutabarat, Ezra Natasya; Sitorus, Irma Yanti; Azizah, Nurul
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 7 No. 1 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v7i1.12015

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses pemerolehan bahasa pada anak usia dini, khususnya anak usia 3-5 tahun. Dengan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik pada anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak usia 3 tahun masih mengalami kesulitan dalam pengucapan kata-kata kompleks, cenderung menyederhanakan struktur kata, dan menggunakan kalimat sederhana dengan struktur dasar. Sementara itu, anak usia 5 tahun menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengucapan dan struktur kalimat yang lebih kompleks meskipun masih ditemukan kesalahan dalam pengucapan bunyi tertentu seperti /r/. Bilingualisme juga diamati pada subjek penelitian, di mana terjadi pencampuran kode bahasa dalam komunikasi sehari-hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemerolehan bahasa merupakan proses bertahap yang dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan interaksi anak dengan sekitarnya.
Dampak Penggunaan Bahasa Gaul Dikalangan Remaja Terhadap Bahasa Indonesia di Kost Hutabarat 110 Harahap, Hadya Aminah; Simamora, Samuel; Pasaribu, Feny Yulinani; Simanjuntak, Jesika Melissa Wati; Tarigan, Baherianta; Wuriyani, Elly Prihasti
Jurnal Akuntansi Hukum danĀ Edukasi Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jahe.v2i1.5880

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak penggunaan bahasa gaul di kalangan remaja terhadap bahasa Indonesia di Kost Hutabarat 110. Fenomena bahasa gaul telah menjadi bagian integral dari komunikasi sehari-hari di kalangan generasi muda Indonesia, namun pengaruhnya terhadap kemampuan berbahasa Indonesia baku masih menjadi perdebatan di kalangan pakar linguistik. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, penelitian ini menganalisis pola penggunaan bahasa gaul, faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta dampaknya terhadap bahasa Indonesia baku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa gaul di Kost Hutabarat 110 dicirikan oleh pemendekan kata, pengadopsian kata asing, penyimpangan struktur sintaksis, dan penciptaan kata-kata baru. Fenomena ini dipengaruhi oleh kebutuhan menunjukkan identitas kelompok, pengaruh media sosial, dan heterogenitas latar belakang budaya penghuni kost. Dampak penggunaan bahasa gaul bersifat ambivalen; di satu sisi berpotensi menurunkan kemampuan berbahasa Indonesia baku dalam konteks formal, namun di sisi lain berperan dalam memperkaya kosakata bahasa Indonesia melalui penciptaan kata-kata baru untuk konsep-konsep modern. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan yang menyeimbangkan standardisasi bahasa Indonesia dengan pengakuan terhadap dinamika dan kreativitas berbahasa, melalui penguatan pendidikan bahasa Indonesia dengan pendekatan kontekstual, pengembangan kesadaran metalinguistik, serta pemanfaatan media digital untuk mempromosikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Implikasi penelitian ini signifikan bagi perumusan kebijakan bahasa nasional yang responsif terhadap realitas sosiolinguistik kontemporer.
Dampak Penggunaan Bahasa Gaul Dikalangan Remaja Terhadap Bahasa Indonesia di Kost Hutabarat 110 Harahap, Hadya Aminah; Simamora, Samuel; Pasaribu, Feny Yulinani; Simanjuntak, Jesika Melissa Wati; Tarigan, Baherianta; Wuriyani, Elly Prihasti
Jurnal Akuntansi Hukum danĀ Edukasi Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jahe.v2i1.5880

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak penggunaan bahasa gaul di kalangan remaja terhadap bahasa Indonesia di Kost Hutabarat 110. Fenomena bahasa gaul telah menjadi bagian integral dari komunikasi sehari-hari di kalangan generasi muda Indonesia, namun pengaruhnya terhadap kemampuan berbahasa Indonesia baku masih menjadi perdebatan di kalangan pakar linguistik. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, penelitian ini menganalisis pola penggunaan bahasa gaul, faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta dampaknya terhadap bahasa Indonesia baku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa gaul di Kost Hutabarat 110 dicirikan oleh pemendekan kata, pengadopsian kata asing, penyimpangan struktur sintaksis, dan penciptaan kata-kata baru. Fenomena ini dipengaruhi oleh kebutuhan menunjukkan identitas kelompok, pengaruh media sosial, dan heterogenitas latar belakang budaya penghuni kost. Dampak penggunaan bahasa gaul bersifat ambivalen; di satu sisi berpotensi menurunkan kemampuan berbahasa Indonesia baku dalam konteks formal, namun di sisi lain berperan dalam memperkaya kosakata bahasa Indonesia melalui penciptaan kata-kata baru untuk konsep-konsep modern. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan yang menyeimbangkan standardisasi bahasa Indonesia dengan pengakuan terhadap dinamika dan kreativitas berbahasa, melalui penguatan pendidikan bahasa Indonesia dengan pendekatan kontekstual, pengembangan kesadaran metalinguistik, serta pemanfaatan media digital untuk mempromosikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Implikasi penelitian ini signifikan bagi perumusan kebijakan bahasa nasional yang responsif terhadap realitas sosiolinguistik kontemporer.
PEMEROLEHAN BAHASA ANAK USIA DINI DITINJAU DARI STUDI KASUS ANAK USIA 3 HINGGA 5 TAHUN Harahap, Hadya Aminah; Simamora, Enjelina Pitri; Hutabarat, Ezra Natasya; Sitorus, Irma Yanti; Azizah, Nurul
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 7 No. 1 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v7i1.12015

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses pemerolehan bahasa pada anak usia dini, khususnya anak usia 3-5 tahun. Dengan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik pada anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak usia 3 tahun masih mengalami kesulitan dalam pengucapan kata-kata kompleks, cenderung menyederhanakan struktur kata, dan menggunakan kalimat sederhana dengan struktur dasar. Sementara itu, anak usia 5 tahun menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengucapan dan struktur kalimat yang lebih kompleks meskipun masih ditemukan kesalahan dalam pengucapan bunyi tertentu seperti /r/. Bilingualisme juga diamati pada subjek penelitian, di mana terjadi pencampuran kode bahasa dalam komunikasi sehari-hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemerolehan bahasa merupakan proses bertahap yang dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan interaksi anak dengan sekitarnya.