Sofwan Hadianto Prasetyo
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Bahasa Flexing di Media Sosial TiktokMelalui Pandangan Sosiolinguistik Sofwan Hadianto Prasetyo; Arieni, Arieni Alfakhaera; Djoko Susanto
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 11 (2024): November 2024
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr964

Abstract

Perkembangan teknologi digital memfasilitasi munculnya fenomena "flexing" di media sosial, terutama di platform TikTok. Fenomena ini mengacu pada perilaku pengguna yang memamerkan kekayaan, gaya hidup mewah, atau pencapaian pribadi untuk membangun citra diri yang diinginkan di mata publik. Melalui perspektif sosiolinguistik, penelitian ini menganalisis bahasa yang digunakan dalam konten flexing, yang sering kali mencakup kata-kata mewah, frasa khas, dan intonasi tertentu. Studi ini bertujuan untuk memahami bagaimana bahasa flexing menjadi alat komunikasi yang mencerminkan status sosial, kebutuhan akan validasi sosial, dan identitas digital pengguna. Temuan menunjukkan bahwa flexing bukan hanya sarana komunikasi, tetapi juga simbol status di ruang digital, memperlihatkan bagaimana bahasa membentuk dan mengelola persepsi identitas sosial di lingkungan daring. Implikasi ini memperluas pemahaman sosiolinguistik terkait peran bahasa dalam budaya digital dan norma sosial di media sosial.
Batasan Melihat Aurat Perempuan dalam Proses Pinangan: Studi Komparatif Antara Perspektif Ibnu Hazm dan Imam Syafi'i Ayu, Ayu Rahma Fitri Prameswari Zain; Fahmi, Muhammad Fahmi Azizi; Sofwan Hadianto Prasetyo; Wildana Wargadinata
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 11 (2024): November 2024
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr969

Abstract

Pernikahan dalam Islam bukan hanya sekadar ikatan antara dua individu, tetapi juga melibatkan dimensi sosial, hukum, dan spiritual yang mempengaruhi masyarakat. Proses khitbah atau lamaran menjadi langkah penting dalam pernikahan, di mana batasan melihat aurat perempuan menjadi perhatian utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendalami pandangan Ibnu Hazm dan Imam Syafi'i mengenai batasan melihat aurat perempuan dalam proses pinangan. Penelitian ini menggunakan jensi penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka atau kajian literatur. Hasil dari penelitian penelitian ini adalah bahwa Ibnu Hazm memperbolehkan laki-laki untuk melihat seluruh anggota wanita pinangan dan bukan wanita secara umum, sedangkan Imam Syafi'i membatasi pandangan hanya pada wajah dan telapak tangan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi masyarakat Muslim dalam menjalani proses khitbah sesuai dengan prinsip syariat Islam
Dinamika Islamisasi di Indonesia pada Abad ke-15 dan ke-16 Masehi Ahmad Ahsanul Khuluq; Sofwan Hadianto Prasetyo; Moh Rifqi Falah Al Farabi; Zulfi Mubaraq
Jurnal Adabiya Vol. 28 No. 1 (2026): JURNAL ADABIYA
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/adabiya.v28i1.33667

Abstract

The study of the dynamics of Islamization in Indonesia in the 15th-16th centuries is important and warrants further research. This is due to the nature of the study, which remains the subject of discussion and debate. This paper aims to understand three main aspects: first, the form or paradigm of the study; second, the internal and external factors that influenced it; and third, the positive and negative impacts or implications of the survey of Indonesian society. This research uses a literature review method, employing an article review or review paper approach based on Mestika Zed's theory. Data were collected through a literature review and analyzed using content analysis. The results found 3 things:  First, there are 5 forms of the theme paradigm: (1) Trade; (2) Education; (3) Culture; (4) Marriage; and (5) Politics.  Second, internally, 2 factors influence the theme: (1) Islamic kingdom support, and (2) the role of Indonesian Ulama. As for the external influences, there are 2 factors: (1) Da'wah of foreign Ulama, and (2) International trade interactions. Third, there are 4 positive implications: (1) Cultural diversity; (2) Socio-political stability; (3) Formation of Islamic identity; and (4) Rapid spread of Islam. Meanwhile, the negative implication is that the Da'wah of Islam creates social tension due to differences in religion and local culture. The conclusion of this paper shows that the dynamics of Islamization in Indonesia in the 15th-16th centuries AD were very complex, comprehensive, and complete. Abstrak Kajian mengenai dinamika Islamisasi di Indonesia pada abad ke-15 hingga ke-16 M memiliki signifikansi penting untuk diteliti secara lebih mendalam. Hal ini disebabkan oleh sifat kajian tersebut yang terus menjadi bahan diskusi dan perdebatan. Tulisan ini bertujuan untuk memahami tiga aspek: pertama, bentuk atau paradigma kajian tersebut; kedua, faktor internal maupun eksternal yang memengaruhinya; dan ketiga, dampak atau implikasi baik positif maupun negatif yang ditimbulkan kajian tersebut terhadap masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan tinjauan artikel atau ulasan paper yang didasarkan pada teori Mestika Zed. Data dikumpulkan melalui prosedur kajian pustaka dan dianalisis menggunakan teknik analisis konten. Hasil  yang  ditemukan  3  hal:  Pertama,  paradigma tema tersebut ada 5 bentuk: (1) Perdagangan; (2) Pendidikan; (3) Budaya; (4) Pernikahan; serta (5) Politik. Kedua,  secara  internal  yang  mempengaruhi tema tersebut ada 2 faktor: (1) Dukungan kerajaan Islam; serta (2) Peran Ulama Indonesia. Adapun secara eksternal yang mempengaruhi ada 2 faktor: (1) Dakwah Ulama luar negeri; serta (2) Interaksi perdagangan internasional. Ketiga, implikasi positif  ada 4 hal: (1) Keragaman budaya; (2) Stabilitas sosial-politik; (3) Pembentukan identitas Islam; serta (4) Penyebaran Islam yang pesat. Sedangkan, implikasi negatifnya, yaitu Dakwah Islam menimbulkan ketegangan sosial akibat perbedaan agama dan budaya lokal. Kesimpulan tulisan ini menunjukkan bahwa dinamika Islamisasi di Indonesia pada abad 15-16 M ternyata eksistensinya sangat kompleks, komplit dan komprehensif.
MAHARAH KALAM LEARNING USING THE TAQDIMUL QISHOH METHOD FROM A VYGOTSKY THEORY PERSPECTIVE AT AL-MASHDUQIAH ISLAMIC BOARDING SCHOOL AND DARUL LUGHAH WAL KAROMAH ISLAMIC BOARDING SCHOOL Sofwan Hadianto Prasetyo; M. Faisol; Ahmad Mubaligh
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.43845

Abstract

This study discusses the learning of maharah kalam using the Taqdimul Qissah method, from the perspective of social constructivism proposed by Lev Vygotsky, at the Al-Mashduqiah Islamic Boarding School and the Darul Lughah Wal Karomah Islamic Boarding School. This study uses a qualitative method with an evaluation study approach. Data were collected through observations and interviews with teachers and students in grade 3 at the middle school. The results of the study indicate that the taqdimul qissah method is implemented at the Al-Mashduqiah Islamic Boarding School through teacher storytelling, vocabulary explanations, comprehension discussions, and individual retelling practies. This is in accordance with Vygotsky’s principles. While at the Darul Lughah Wal Karomah Islamic Boarding School, this is implemented through storytelling, group discussions, collaborative retelling practices, and individual assignments to compose stories. The ndings indicate that learning occurs through social interaction, gradual support (scaffolding), and communication practices that encourage students to use Arabic actively. Thus, the taqdimul qishah method aligns with the learning principles outlined in Vygotsky’s theory.