Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Strategi Pembelajaran Diferensiasi dalam Pendidikan Agama Islam: Perspektif Psikologis Lestari, Umi Fitri; Wati, Maini; Afandi, Muslim; Subhan, Mhd; Sahbana, M. Dwi Rahman
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1806

Abstract

Pembelajaran diferensiasi merupakan pendekatan yang dapat meningkatkan efektivitas pendidikan, terutama dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI). Artikel ini membahas strategi pembelajaran diferensiasi dari perspektif psikologis, dengan menekankan pentingnya memahami kebutuhan dan karakteristik siswa. Dalam konteks PAI, strategi ini tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga emosional dan sosial siswa. Penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi ini dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Melalui analisis data dan studi kasus, artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai penerapan pembelajaran diferensiasi dalam PAI. Kata Kunci: Pembelajaran diferensiasi, PAI, Perspektif Psikologis.
Kebijakan Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Wati, Maini; M, Amril
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.2910

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pendidikan agama Islam (PAI) di perguruan tinggi di Indonesia berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penelitian dilakukan melalui studi pustaka dengan menelaah undang-undang, peraturan pemerintah, dan kebijakan terkait, seperti Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Menteri Agama yang mengatur penyelenggaraan pendidikan agama di perguruan tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam memiliki dasar hukum yang kuat dalam sistem pendidikan nasional dan wajib diintegrasikan ke dalam kurikulum perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Kebijakan ini bertujuan membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki moralitas sesuai nilai-nilai keagamaan. Namun, implementasi kebijakan menghadapi tantangan seperti pengembangan kurikulum, kompetensi dosen, relevansi materi, serta rendahnya minat dan pemahaman mahasiswa terhadap PAI. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi dan penyesuaian berkelanjutan agar pendidikan agama Islam tetap relevan dan efektif dalam membangun karakter mahasiswa yang moderat, toleran, dan siap menghadapi tantangan global.
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Teknologi Terhadap Hasil Belajar PAI Siswa di SDN 008 Seberang Pantai Wati, Maini; Risnawati, Risnawati; Hamdani, M. Fikri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i1.6735

Abstract

Target dalam penyusunan karya ini guna menganalisis dengan menggunakan teknologi dan manual dari aspek hasil belajar siswa PAI. Karya ini fokusnya dengan kuantitatif yang di dalamnya terdapat unsur beberapa tahap yaitu analisis deskriptif, uji normalitas, uji paired sample t-test, uji homogenitas, dan uji independent sample t-test. Dalam melaksanakan analisis digunakan SPSS versi 16. Karya Ini menghasilkan nilai 86,09 pada kelas eksperimen. Serta memperoleh nilai rata-rata 76,50 pada kelas kontrol. Hingga dapat ditarik benang merah yaitu dengan menggunakan teknologi maka hasil belajar siswa dengan memperoleh yang lebih maksimal. Target kurikulum, tujuan akademik, dan harapan berbagai pihak harus dipenuhi guna menjamin kualitas pembelajaran yang relevan dan berkelanjutan. Dalam menghadapi tantangan Era Digitalisasi 5.0, integrasi teknologi dalam pembelajaran menjadi langkah inovatif yang dapat mempercepat pencapaian tersebut. Pemanfaatan teknologi seperti pembelajaran berbasis digital, AI, dan aplikasi pendidikan mampu meningkatkan interaktivitas, aksesibilitas, serta personalisasi pembelajaran. Hal ini tidak hanya memperkuat keterlibatan siswa, tetapi juga mengoptimalkan kinerja pendidik dalam mentransfer pengetahuan. Dengan demikian, penerapan teknologi dalam pendidikan menciptakan lingkungan belajar yang adaptif dan mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi dinamika global yang terus berubah.
Strategi Pembelajaran Diferensiasi dalam Pendidikan Agama Islam: Perspektif Psikologis Lestari, Umi Fitri; Wati, Maini; Afandi, Muslim; Subhan, Mhd; Sahbana, M. Dwi Rahman
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1806

Abstract

Pembelajaran diferensiasi merupakan pendekatan yang dapat meningkatkan efektivitas pendidikan, terutama dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI). Artikel ini membahas strategi pembelajaran diferensiasi dari perspektif psikologis, dengan menekankan pentingnya memahami kebutuhan dan karakteristik siswa. Dalam konteks PAI, strategi ini tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga emosional dan sosial siswa. Penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi ini dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Melalui analisis data dan studi kasus, artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai penerapan pembelajaran diferensiasi dalam PAI. Kata Kunci: Pembelajaran diferensiasi, PAI, Perspektif Psikologis.
The Application of the Problem Based Learning (PBL) Model in Enhancing Critical Thinking Skills and Learning Outcomes of Students in the Equal Education Program Wati, Maini
KOLOKIUM Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 14, No 1 (2026): Kolokium: Publishing April 2026
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/kolokium.v14i1.1202

Abstract

Education is an essential basic need for every individual and serves as the main foundation in the formation of quality human resources. Thru education, an individual not only acquires knowledge and skills but also internalizes moral and social values, as well as critical thinking abilities that are essential for facing life's challenges. However, the reality shows that the opportunity to obtain formal education is still not evenly distributed due to economic, social, and geographical factors. To bridge this gap, the Indonesian government organizes the Equivalency Education Program as part of the non-formal education pathway, which includes Package A, Package B, and Package C. This program aims to provide learning opportunities equivalent to formal education while also developing critical thinking skills and ensuring that students' learning outcomes are relevant to real-life needs. In practice, the implementation of equivalency education still faces various obstacles, especially in terms of teaching methods. The learning process, which tends to be conventional and educator-centered, results in low active participation and critical thinking skills among students. To address these issues, more contextual and participatory learning innovations are needed, one of which is the Problem Based Learning (PBL) model. This model emphasizes authentic problem-based learning, encouraging students to analyze, collaborate, and independently and reflectively find solutions. This study uses a descriptive qualitative approach with the aim of illustrating the implementation of PBL in enhancing critical thinking skills and learning outcomes of students in equivalency education programs. The conceptual review results indicate that the implementation of PBL has a positive impact on the improvement of critical thinking skills and learning outcomes in cognitive, affective, and psychomotor aspects. Thus, the application of the PBL model is considered effective and relevant in the context of equivalency education because it aligns with the principles of andragogy, contextual learning, and the development of lifelong learning.