Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Fostering Environmental Hygiene Habits in Children with Special Needs Hawa, Ika Ismatul; Muslam, Muslam
Aṭfālunā Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 7 No 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Atfaluna: Journal of Islamic Early Childhood Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/atfaluna.v7i2.9496

Abstract

Environmental hygiene is an important issue that impacts health and quality of life. As a consequence, several measures are required to keep the environment clean, including fostering environmental hygiene habits at an early age. This study aims to describe the habituation of environmental hygiene in children with special needs. The type of research used is qualitative, which is analyzed descriptively, using direct observation and semi-structured interviews with open questions involving participants, namely educators and students five to six years old. The results of this study indicate that the habituation of environmental hygiene in children with special needs at Talented Kindergarten Semarang City runs well through various methods such as hygiene songs, making costumes made from used goods, and applying the concept of Zero Waste Life Style. Personal cleanliness and toilet training are examples of habituation, which is the process of doing something repeatedly until it becomes second nature. The existence of adequate facilities can support children in maintaining cleanliness. The involvement of teachers, parents, and professionals in children's therapy influences their growth and development, in order for these activities to foster self-reliance, accountability, and environmental consciousness.
Korelasi tingkat pengetahuan dengan perilaku seksual pada remaja SMK Hawa, Ika Ismatul; Nito, Paul Joae Brett; Mahmudah, Rifa’atul; Ariani, Malisa
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v8i3.1323

Abstract

Masa remaja merupakan periode pertumbuhan dan perkembangan yang signifikan, baik secara fisik, mental, maupun intelektual. Remaja memiliki karakter khas seperti rasa ingin tahu yang besar, menyukai tantangan, serta cenderung berani mengambil risiko tanpa pertimbangan yang matang. Salah satu permasalahan yang sering muncul pada masa ini adalah perilaku seksual pranikah, yang umumnya terjadi pada remaja usia pertengahan (15–18 tahun) dan remaja akhir (19–21 tahun). Pada usia tersebut, remaja mulai mencari jati diri, timbul rasa cinta pada lawan jenis, dan mulai memikirkan berbagai hal yang berkaitan dengan seksualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi tingkat pengetahuan  dengan perilaku seksual remaja di SMK Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Banjarmasin sebanyak 92 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Hasil analisis data dengan uji chi-square menunjukkan bahwa responden dengan pengetahuan baik (31,5%) cenderung tidak berisiko terhadap perilaku seksual, sedangkan responden dengan pengetahuan cukup (68,5%) memiliki risiko ringan dalam perilaku seksual. Berdasarkan hasil uji chi-square diperoleh nilai p = 0,005 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku seksual siswa di SMK Banjarmasin.
Fostering Environmental Hygiene Habits in Children with Special Needs Hawa, Ika Ismatul; Muslam, Muslam
Atfaluna Journal of Islamic Early Childhood Education Vol. 7 No. 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Atfaluna: Journal of Islamic Early Childhood Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/atfaluna.v7i2.9496

Abstract

Environmental hygiene is an important issue that impacts health and quality of life. As a consequence, several measures are required to keep the environment clean, including fostering environmental hygiene habits at an early age. This study aims to describe the habituation of environmental hygiene in children with special needs. The type of research used is qualitative, which is analyzed descriptively, using direct observation and semi-structured interviews with open questions involving participants, namely educators and students five to six years old. The results of this study indicate that the habituation of environmental hygiene in children with special needs at Talented Kindergarten Semarang City runs well through various methods such as hygiene songs, making costumes made from used goods, and applying the concept of Zero Waste Life Style. Personal cleanliness and toilet training are examples of habituation, which is the process of doing something repeatedly until it becomes second nature. The existence of adequate facilities can support children in maintaining cleanliness. The involvement of teachers, parents, and professionals in children's therapy influences their growth and development, in order for these activities to foster self-reliance, accountability, and environmental consciousness.
Implementasi femcare guide dalam edukasi kesehatan reproduksi: Studi kualitatif pencegahan PCOS pada santri putri KH. Sahlan Rosjidi Universitas Muhammadiyah Semarang Hawa, Ika Ismatul; Azzahra, Nurul Fatimah; Wangi, Sekar; Kurniawati, Novia; Puspitaningrum, Dewi
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 9, No 2 (2025): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) merupakan salah satu gangguan endokrin yang paling banyak dialami wanita usia reproduksi dengan prevalensi global 6–10%. Kondisi ini berdampak pada siklus menstruasi, kesuburan, metabolisme, hingga kualitas hidup. Minimnya pengetahuan serta keterbatasan akses informasi kesehatan reproduksi, khususnya di lingkungan pesantren, meningkatkan risiko rendahnya kesadaran wanita muda terhadap pencegahan PCOS. Metode: Penelitian menggunakan metode Research and Development (RD) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Analisis kebutuhan dilakukan melalui wawancara terhadap 10 responden wanita muda. Produk divalidasi oleh ahli, lalu diuji coba pada 50 responden dengan desain pre-test dan post-test. Data dianalisis secara kualitatif (analisis tematik) dan kuantitatif (analisis deskriptif). Hasil: Hasil analisis kebutuhan menunjukkan 70% responden belum pernah mengetahui PCOS, sedangkan 30% memiliki pemahaman terbatas. Produk Femcare Guide dikembangkan berisi definisi, faktor risiko, gejala, dan langkah pencegahan berbasis gaya hidup sehat. Hasil uji coba menunjukkan peningkatan pengetahuan responden dari 78% (kategori baik) pada pre-test menjadi 86% pada post-test. Selain itu, terdapat peningkatan kesadaran dalam menjaga pola hidup sehat dan pemantauan siklus menstruasi. Simpulan: Femcare Guide terbukti efektif sebagai media edukasi digital untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi wanita muda. Media ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut menjadi aplikasi digital interaktif guna memperluas jangkauan pengguna.