Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STABILITAS EMOSI DAN IMPLIKASINYA PADA KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS Amanda Nofriandini; Mutia Nabila Putri; Fadiah Cahyani; Mya Indrawati; Andini Oktary; Yorisa Rahmawati; Izzanil Hidayati
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 8 No. 4 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v8i4.8941

Abstract

This study aims to examine the relationship between emotional stability and psychological well-being in final year university students. College students are often faced with high academic pressure, which may affect their psychological well-being. Emotional stability, which refers to the ability to maintain emotional balance in the face of stress, is expected to contribute to better psychological well-being. This study used a cross-sectional survey design with 44 participants of Psychology students at Universitas Negeri Padang. Data were collected through emotional stability and psychological well-being scales, which were analyzed using Pearson correlation. The results showed a significant positive relationship between emotional stability and psychological well-being (r = 0.723, p = 0.000). These findings indicate that increasing emotional stability can improve students' psychological well-being, which is important for managing academic stress.
HUBUNGAN ADIKSI MEDIA SOSIAL TIKTOK DENGAN TINGKAT KESEPIAN PADA MAHASISWA DI SUMATERA BARAT Bunga Aisya; Andini Oktary; Chintya Adysti Habiba Alya; Raudhahtul Jannah; Syarah Oletha Nabilah; Vania Putri Saecan
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.2109

Abstract

Penelitian ini menganalisis hubungan antara adiksi media sosial TikTok dengan tingkat kesepian pada mahasiswa di Sumatera Barat. Mahasiswa dalam rentang usia 18-25 tahun sedang mengalami masa transisi dari remaja menuju dewasa, sehingga rentan mengalami adiksi media sosial yang dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis mereka. Penelitian kuantitatif korelasional ini melibatkan 100 mahasiswa aktif dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Barat yang menggunakan TikTok. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring menggunakan dua instrumen terstandarisasi yaitu Skala Adiksi Media Sosial TikTok dan Skala Kesepian. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara adiksi TikTok dengan tingkat kesepian dengan koefisien korelasi 0,332 dan nilai signifikansi 0,001 (p < 0,05). Meskipun kekuatan hubungan lemah namun signifikan secara statistik, menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat adiksi TikTok cenderung semakin tinggi pula tingkat kesepian mahasiswa. Penggunaan TikTok berlebihan dapat mengganggu interaksi sosial bermakna di dunia nyata sehingga berpotensi meningkatkan perasaan kesepian. Penelitian ini memberikan wawasan bagi institusi pendidikan dan praktisi kesehatan mental dalam mengembangkan strategi meminimalkan dampak negatif media sosial.