Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Henti Jantung Mendadak pada Atlet: Tinjauan Sistematis terhadap Faktor Resiko, Pencegahan, dan Efektivitas Penggunaan Automated External Defibrillator di Lingkungan Olahraga Arimbi; Andi Ummul Khairi; Andini Febriyanda
SEMINAR NASIONAL DIES NATALIS 62 Vol. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional UNM ke-63 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Henti jantung merupakan kondisi dimana jantung tidak mampu memompa darah menuju organ vital pada tubuh sehingga terjadi keggagalan fungsi tubuh hingga berujung pada kematian mendadak. Di dunia olahraga, henti jantung sudah tidak asing lagi terdengar hingga menjadi penyumbang angka kematian terbesar pada atlet di lapangan permainan. Hal ini dikarenakan banyak faktor yang mengiringi seperti faktor genetik, riwayat keluarga, kondisi fisik, dan penggunaan zat peningkat performa. Penelitian ini menerapkan metode tinjauan literatur secara sistematis untuk mengevaluasi manajemen penanganan henti jantung dan penggunaan AED kepada atlet di lapangan. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa penggunaan AED setelah RJP pada waktu emas terjadinya henti jantung di lapangan dapat meningkatkan angka kehidupan atlet sebelum di berikan perawatan yang lebih lanjut. Semakin cepat dan tepat pertolongan yang diberikan akan semakin tinggi pula peluang keselamatan akibat henti jantung yang terjadi di lapangan.
Penyuluhan Manfaat Aktivitas Fisik bagi Kesehatan Lansia Arimbi, Arimbi; Febriyanda, Andini; Mukrim, Harvina; Arsal, Ulfah Widyastuti; Nurliani, Nurliani
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 1
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Program Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun 2025 dilaksanakan di Yayasan Batara Mulia Gowa dengan tujuan meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup lansia melalui penyuluhan dan pelatihan aktivitas fisik. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya aktivitas fisik lansia, meningkatnya risiko penyakit degeneratif, serta keterbatasan pengelola dalam menyediakan program latihan. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, edukasi kesehatan, senam lansia, penyusunan modul, penyediaan media edukasi, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan lansia dari 40% menjadi 85% serta peningkatan keterampilan aktivitas fisik di mana 72% lansia mampu mengikuti lebih dari 80% rangkaian latihan secara mandiri. Pengelola yayasan juga berhasil dilatih sebagai fasilitator internal dan mengintegrasikan jadwal latihan fisik dalam kegiatan rutin mingguan. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi lansia dalam menjaga kesehatan, sejalan dengan konsep Healthy Aging (Penuaan yang Sehat).Kata kunci: lansia, aktivitas fisik, penyuluhan kesehatan, PKM, healthy aging
Peningkatan Keterampilan Penanganan Pertama Cedera Sprain Ankle melalui Pelatihan Metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) pada Atlet Sepakbola Surur, Andi Ainun Zulkiah; Arimbi; Mukrim, Harvina; Anggraeni, Andi Sri Dewi; Febriyanda, Andini
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 1 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Sprain ankle merupakan jenis cedera yang sering dialami oleh atlet sepakbola. Namun, penanganan yang cepat dan tepat merupakan hal krusial dalam proses pemulihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas edukasi metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) terhadap peningkatan keterampilan penanganan pertama pada atlet sepakbola PSM U-18. Metode: Quasi eksperimental dengan desain pre dan post test. Subjek penelitian terdiri dari 35 atlet U-18 yang dipilih menggunakan metode total sampling. Intervensi berupa pelatihan metode RICE dilakukan selama dua sesi. Data keterampilan atlet dikumpulkan menggunakan anket berbasis checklist sebelum dan sesudah pelatihan. Analisis data menggunakan uji statistik paired t-test untuk mengetahui perbedaan signifikan antara hasil pre dan post test. Hasil: terdapat peningkatan yang signifikan (p<0,05) terhadap keterampilan atlet dalam melakukan penanganan pertama cedera sprain ankle setelah diberikan edukasi metode RICE. Kesimpulan: metode RICE dapat menjadi pendekatan edukasi yang bermanfaat dalam penanganan sprain ankle akut, khususnya dalam mengasah keterampilan penanganan cedera di lapangan. Diharapkan para atlet PSM U-18 dapat menerapkan dengan baik edukasi tersebut.
Resistance Training pada Penderita Diabetes Mellitus: Naratif Review Anggraeni M, Andi Sri Dewi; Sarifin G; Arimbi; Zurur, Andi Ainun Zulkiah; Febriyanda, Andini
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 1 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik jangka panjang yang ditandai dengan hiperglikemi secara kronis akibat kekurangan produksi insulin atau penurunan respons tubuh terhadap insulin. Diperlukan pengelolaan glikemik yang lebih baik sangat penting bagi penderita diabetes melitus. Aktivitas fisik diketahui dapat meningkatkan kontrol glikemik lebih spesifik dengan melakukan resistance training. Review ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak resistance training bagi penderita diabetes melitus. Metode: Penelitian ini merupakan naratif review menggunakan data sekunder yang diperoleh dari database Pubmed yang membahas terkait resistance training pada penderita diabetes melitus. Dari proses screening dari 201 publikasi, yang memenuhi kriteria adalah 6 jurnal. Hasil: Resistance training efektif memberikan dampak bagi penderita diabetes melitus Kesimpulan: Resistance training dapat diaplikasikan pada penderita diabetes melitus dengan tetap memperhatikan kondisi tubuh pasien