Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kelemahan dalam Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Indonesia: Penyebab dan Solusi Farraz Aulia Ihsan; Juliani; Anisa Dwi Lestari; Indah Sri Ratih; Fatiyyah Fitri
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah-sekolah Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang mempengaruhi efektivitasnya. Salah satu permasalahan utama adalah kekurangan guru PAI yang kompeten, yang berdampak pada kualitas pembelajaran. Selain itu, stigma negatif terhadap mata pelajaran PAI dan minimnya integrasi kurikulum agama dengan kurikulum umum turut memperparah situasi. Artikel ini menganalisis penyebab kelemahan dalam pelaksanaan PAI, termasuk kekurangan guru, persepsi masyarakat, dan tantangan integrasi kurikulum. Solusi yang ditawarkan meliputi peningkatan kualitas dan kuantitas guru PAI, reformasi kurikulum yang lebih integratif, serta peningkatan anggaran dan infrastruktur pendidikan Islam. Dengan mengatasi permasalahan ini, diharapkan PAI dapat berperan lebih efektif dalam membentuk karakter dan moral peserta didik.
Peran Pojok Baca dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa di SD Negeri 027950 Binjai Anisa Dwi Lestari; Juliani; Annisa Suge Hartati; Desi Lestari; Dinda Aldini
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/6qbytb06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pojok baca dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa di SD Negeri 027950 Binjai. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh rendahnya minat baca siswa sekolah dasar dan perlunya inovasi dalam penyediaan sarana literasi yang mendukung proses belajar. Pojok baca dipandang sebagai alternatif strategis dalam menciptakan lingkungan literasi yang menyenangkan dan efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru kelas dan siswa kelas III dan IV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pojok baca memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat dan kemampuan membaca siswa. Siswa menjadi lebih tertarik membaca karena suasana pojok baca yang menarik dan ketersediaan buku yang sesuai dengan tingkat perkembangan mereka. Selain itu, frekuensi dan durasi membaca siswa meningkat secara signifikan, dan siswa menunjukkan pemahaman bacaan yang lebih baik. Guru juga memiliki peran penting dalam mendampingi kegiatan membaca dan memfasilitasi diskusi pasca membaca. Namun demikian, ditemukan pula beberapa faktor penghambat, seperti keterbatasan jumlah buku, waktu pengelolaan yang terbatas oleh guru, serta kurangnya keterlibatan orang tua dalam mendukung kebiasaan membaca di rumah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pojok baca merupakan media literasi yang efektif apabila dikelola dengan baik dan mendapat dukungan dari semua pihak. Rekomendasi diberikan untuk penguatan koleksi bacaan, peningkatan peran guru, dan kolaborasi dengan orang tua guna memperkuat budaya literasi siswa.
ANALISIS JURNAL STATISTIKA DALAM PENGELOLAAN DATA DAN NILAI RAPORT SISWA DI SDN 025974 BINJAI UTARA Anisa Dwi Lestari; Annisa Suge Hartati
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara guru dalam mengolah data dan nilai raport siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Observasi dilakukan untuk mengetahui cara guru dalam mengolah data dan nilai siswa, sedangkan wawancara dilakukan untuk mengetahui cara guru dalam melakukan pengolahan data dan nilai raport siswa. Hasil penelitian menujukkan bahwa guru mengolah data siswa dalam bentuk tabel, diagram lambang, diagram batang, diagram garis dan diagram lingkaran. Nilai raport diolah dengan mengunakan tabel dan bantuan microsoft excel.
PEMERINTAHAN DAERAH DI INDONESIA: BENTUK, SUSUNAN, DAN PERANNYA DALAM PEMBANGUNAN Nurul Aini; Dhea Novitasari; Izwah Marhamah; Malikah Alya Azzahra; Anisa Dwi Lestari; Alvina Juliani Bahri; Andita Novaliana; Zazkia Falia Putri; Ana Mentari; Putut Ary Sadewo
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): December : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i4.855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, susunan, dan peran pemerintahan daerah dalam pembangunan di Indonesia. Sebagai negara kesatuan yang menerapkan asas desentralisasi, Indonesia memberikan otonomi yang luas kepada pemerintah daerah untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan serta pembangunan. Struktur pemerintahan daerah terdiri atas provinsi, kabupaten, dan kota yang masing-masing memiliki kewenangan, perangkat, serta mekanisme kelembagaan yang diatur dalam kerangka hukum nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui telaah terhadap jurnal ilmiah, buku referensi, regulasi, serta dokumen resmi pemerintah. Analisis dilakukan dengan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi konsep, struktur, serta fungsi pemerintahan daerah dalam konteks pembangunan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemerintahan daerah memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat pembangunan ekonomi lokal, menyediakan pelayanan publik, serta mengembangkan infrastruktur dasar. Namun, pelaksanaan otonomi daerah masih menghadapi berbagai tantangan seperti korupsi, birokrasi yang tidak efektif, keterbatasan sumber daya, dan rendahnya partisipasi masyarakat. Di sisi lain, terdapat peluang besar melalui penguatan desentralisasi, pemanfaatan teknologi informasi, serta optimalisasi potensi sumber daya daerah. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan daerah untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.