Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Waspada Gadget Untuk Tumbuh Kembang Anak Fetriyah, Umi Hanik; Budi, Indra; Wijaksono, M. Arief; Asmadiannor, Asmadiannor; Rosalina, Nadya; Melda, Melda; Cloudia, Lorenza; Agustina, Mely; Munawarah, Munawarah; Dewi, Ni Gusti Agung Ayu Sri; Habibi, Nur Hakidah; Nataly, Onevia Berlian; Virdasari, Sweetryani
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 4 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v2i4.447

Abstract

Pendahuluan: Anak-anak tentunya sangat senang jika memperoleh gadget dari orang tuanya. Penggunaan gadget secara berlebihan oleh anak-anak dapat berdampak negatif pada pola perilaku dan perkembangan mereka. Anak-anak yang terus-menerus menggunakan gadget cenderung mengalami ketergantungan, mengurangi waktu untuk belajar dan berinteraksi sosial, serta menghadapi risiko kesehatan seperti kerusakan jaringan saraf akibat radiasi gadget. Meskipun gadget bisa merangsang kreativitas dan kecerdasan, dampak negatifnya, termasuk menurunnya daya aktif dan kepedulian sosial anak, lebih dominan. Oleh karena itu, penting untuk membatasi waktu penggunaan gadget sesuai usia—anak di bawah 18 bulan sebaiknya tidak menggunakan gadget kecuali untuk panggilan video, anak usia 2-5 tahun maksimal 1 jam per hari dengan pengawasan, dan anak usia 6 tahun ke atas maksimal 1-2 jam per hari dengan batasan ketat—untuk memastikan tumbuh kembang yang sehat. Tujuan: Tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat yaitu untuk memberikan Edukasi kepada siswa kemudian memberikan pengetahuan secara langsung tentang Waspada Gadget Untuk Tumbuh Kembang Anak di SDN Pengambangan 6 Banjarmasin. Metode: Metode pengumpulan data pada kegiatan Pelatihan berupa pemberian pengetahuan dan keterampilan, serta memberikan Pre-Test dan Post-Test kepada siswa kelas 5 dan 6 SDN Pengambangan 6 Banjarmasin untuk mengukur tingkat pengetahuan. Hasil: Hasil Pelatihan ini melibatkan 25 siswa dalam kegiatan satu hari yang mencakup pre-test, materi, sesi tanya jawab, dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa tentang waspada gadget untuk tumbuh kembang anak, dengan persentase pemahaman kategori Tinggi meningkat dari 20% menjadi 92% dan kategori Rendah dari 20% menjadi 0%. Program ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang Waspada Gadget Untuk Tumbuh Kembang Anak. Simpulan: Pada kegiatan Edukasi ini dapat disimpulkan bahwa para peserta memahami dan mampu menerapkan Waspada Gadget Untuk Tumbuh Kembang Anak.
Kepercayaan terhadap Pemerintah dan Kepatuhan Pajak: Studi Kuantitatif Berdasarkan WVS Indonesia Tahun 2018 Agustina, Mely; Nandya Artha Dyanti; Gitara Dhea Pramudita
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4465

Abstract

Penelitian ini mengkaji sejauh mana tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah memengaruhi kepatuhan pajak di Indonesia, dengan memanfaatkan data Survei Nilai Dunia (World Values Survey/WVS) tahun 2018. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi logistik ordinal untuk menilai hubungan antara variabel sikap terhadap kepatuhan pajak dan sejumlah variabel prediktor, termasuk kepercayaan terhadap pemerintah serta faktor sosial-demografis. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap pemerintah, usia responden, tingkat pendidikan, dan jenis kelamin berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pajak. Sebaliknya, pendapatan, kepercayaan terhadap sesama, dan karakteristik wilayah tempat tinggal tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik. Temuan ini menegaskan bahwa kepercayaan publik terhadap pemerintah merupakan aspek penting dalam membangun sistem perpajakan yang berkelanjutan. Rekomendasi kebijakan diarahkan pada peningkatan akuntabilitas dan transparansi kelembagaan untuk memperkuat legitimasi fiskal di mata masyarakat.
Enhancing Students’ Reading Comprehension through Gimkit at the 10th Grade Students of SMKN 1 Pangkalan Baru Agustina, Mely
EEdJ: English Education Journal Vol. 5 No. 2 (2025): English Education Journal 2025
Publisher : English Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/b2c7dg92

Abstract

This study aimed to investigate whether there was a significant difference in students' reading comprehension between those taught using Gimkit and those who were not, as well as how does students' reading comprehension differ before and after implementing Gimkit at the 10th grade of SMKN 1 Pangkalan Baru. The research employed a quasi-experimental design with a pre-test and post-test control group involving 67 tenth-grade students of SMK Negeri 1 Pangkalan Baru. The participants were divided into two groups: 34 students in the experimental group and 33 in the control group. Both groups were given a pre-test and post-test focusing on short functional texts to measure their reading comprehension skill. The data were analyzed using t- tests in SPSS 26. The statistical analysis showed that the mean post-test score for the experimental group was 87.50, while the control group scored 59.85. The mean difference between the two groups was 27.653, with a standard error of 4.828. The Sig. (2-tailed) value was 0.000, and the t-obtained = 5.728, which was higher than the critical value of t-table = 2.00 at the 0.05 significance level with 65 degrees of freedom. Therefore, the null hypothesis (H₀) was rejected and the alternative hypothesis (Hₐ) was accepted. This means there was a significant difference in reading comprehension between students taught using Gimkit and those who were not. In conclusion, the use of Gimkit had a significant enhancement on the students' reading comprehension
Simulasi Rumah Banjar Pintar, Sehat dan Aman dari Bencana Mohtar, M. Sobirin; Syahlani, Ahmad; Latifah; Rosalina, Nadya; Habibi, Nur Hakidah; Fitriani, Laila Kodtriah; Khotimah, Khusnul; Nataly, Onevia Berlian; Agustina, Mely; Munawarah; Agung, Ni Gusti Ayu; Cloudia, Lorenza; Almaida
Bhakti Patrika Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Pubfine Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64408/bp.2026.2143

Abstract

Pendahuluan: Kampung Simpang Limau, Banjarmasin Timur, menghadapi berbagai tantangan kesehatan dan kebencanaan, termasuk tingginya kasus ISPA, sanitasi rumah yang buruk, pengelolaan sampah yang tidak optimal, serta rendahnya kesiapsiagaan terhadap banjir, kebakaran, gempa bumi, dan tanah longsor. Lingkungan padat dan minim edukasi memperparah risiko. Seperti dinyatakan oleh BNPB (2023), “Kesiapsiagaan masyarakat adalah kunci utama dalam mengurangi risiko bencana dan mempercepat pemulihan”. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan dalam satu hari melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode meliputi edukasi langsung, simulasi evakuasi, dan demonstrasi teknologi sederhana berbasis kearifan lokal. Inovasi yang diperkenalkan antara lain Aqua Senty (deteksi banjir), SIJAGAT (deteksi kebakaran), Resonansi Harapan (deteksi korban gempa), dan Filter Sampah Sungai. Hasil: Terdapat peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat. Pre-test masyarakat umum sebesar 47,17% meningkat menjadi 87,69% pada post-test. Ibu RT sebagai tokoh komunitas mengalami peningkatan dari 33,33% menjadi 86,66%. Respons masyarakat sangat positif terhadap materi dan simulasi yang diberikan. Kesimpulan: Program ini terbukti efektif dalam membentuk komunitas yang sehat, tangguh, dan adaptif terhadap risiko lingkungan dan bencana. Pendekatan edukatif berbasis teknologi tepat guna dan kearifan lokal mampu meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat secara signifikan.