Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EKSPLORASI KESALAHAN GRAMATIKA PADA PERFORMA BERBICARA BAHASA INGGRIS MAHASISWA SEMESTER IV STIBA-CNK Seno, Dominikus; Sudipa, I Nengah; Suparwa, I Nyoman
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 7, No 2 (2022): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v7i2.68-80

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis kesalahan tata bahasa pada penampilan berbicara dan untuk mengetahui faktor penyebab kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa semester empat di STIBA-CNK. Pendekatan penelitian dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif-deskriptif. Prosedur pengumpulan data; teknik observasi digunakan untuk mengamati kesiapan mahasiswa, teknik dialog untuk memperoleh data kuantitatif dan angket untuk memperoleh data kualitatif. Untuk menganalisis data, peneliti mengurutkan data yang telah dikumpulkan dari rekaman. Dalam hal ini peneliti menerapkan beberapa langkah untuk menganalisis data seperti mendengarkan setiap video, menyalin data dari setiap video, mengidentifikasi kesalahan ucapan, membentuk data ucapan, dan mengklasifikasikan data kesalahan berdasarkan lima kategori kesalahan dalam berbicara bahasa Inggris oleh T. J Fitikides (2002). Temuan menunjukkan kesalahan berbicara dengan lima kategori: 41% dari bentuk yang salah digunakan, 37% dari penghilangan yang salah, 2% dari kata-kata yang tidak perlu, 11% dari kata-kata yang salah ditempatkan, dan 8% dari kata-kata yang membingungkan. Selanjutnya, temuan lain yang menjadi penyebab kesalahan dan mempengaruhi mahasiswa dalam berbicara yaitu transfer interlingual, transfer intralingual, dan strategi komunikasi. 
EKSPLORASI KESALAHAN GRAMATIKA PADA PERFORMA BERBICARA BAHASA INGGRIS MAHASISWA SEMESTER IV STIBA-CNK Seno, Dominikus; Sudipa, I Nengah; Suparwa, I Nyoman
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 7, No 2 (2022): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v7i2.68-80

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis kesalahan tata bahasa pada penampilan berbicara dan untuk mengetahui faktor penyebab kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa semester empat di STIBA-CNK. Pendekatan penelitian dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif-deskriptif. Prosedur pengumpulan data; teknik observasi digunakan untuk mengamati kesiapan mahasiswa, teknik dialog untuk memperoleh data kuantitatif dan angket untuk memperoleh data kualitatif. Untuk menganalisis data, peneliti mengurutkan data yang telah dikumpulkan dari rekaman. Dalam hal ini peneliti menerapkan beberapa langkah untuk menganalisis data seperti mendengarkan setiap video, menyalin data dari setiap video, mengidentifikasi kesalahan ucapan, membentuk data ucapan, dan mengklasifikasikan data kesalahan berdasarkan lima kategori kesalahan dalam berbicara bahasa Inggris oleh T. J Fitikides (2002). Temuan menunjukkan kesalahan berbicara dengan lima kategori: 41% dari bentuk yang salah digunakan, 37% dari penghilangan yang salah, 2% dari kata-kata yang tidak perlu, 11% dari kata-kata yang salah ditempatkan, dan 8% dari kata-kata yang membingungkan. Selanjutnya, temuan lain yang menjadi penyebab kesalahan dan mempengaruhi mahasiswa dalam berbicara yaitu transfer interlingual, transfer intralingual, dan strategi komunikasi. 
Basic Vocabulary between Oenames Subdialect and Kaesmetan Subdialect of Dawan Language: A Comparative Study Seno, Dominikus; Gunas, Tobias; Faiqiyah, Layliyatul; Sabatani Jangku, Wilhelmus; Jufidah
Humanis Vol. 29 No. 4 (2025): Volume 29 No 4, November 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JH.2025.v29.i04.p03

Abstract

The core vocabulary of the Oenames and Kaesmetan subdialects of the Dawan language spoken in East Amfoang, Timor Island, was compared and contrasted in this study. Six native speakers were observed and interviewed using a descriptive qualitative method, using Morris Swadesh's 200-word list of basic vocabulary as a reference. Key word classes, including verbs, nouns, pronouns, adjectives, numerals, adverbs, and function words, were the focus of the analysis. The results demonstrated that both subdialects share a sizable number of lexical items, and the differences between them were also found. The Kaesmetan subdialect prefers open syllables, vowel retention, and syllabic expansion, whereas the Oenames subdialect tends to maintain compact forms with closed syllables and consonant clusters. This study confirmed that Oenames and Kaesmetan are closely related subdialects, enriching the internal diversity of the Dawan Language.
Strategi Komunikasi Lintas Budaya dalam Bahasa Inggris oleh Tenaga Profesional Pariwisata di Labuan Bajo Faiqiyah, Layliyatul; Seno, Dominikus; Dellarosa Halim, Natalia
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 18 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v18i1.3209

Abstract

Meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Labuan Bajo menuntut tenaga profesional pariwisata memiliki kompetensi lintas budaya yang efektif, khususnya dalam penggunaan bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi komunikasi lintas budaya yang digunakan oleh tenaga profesional pariwisata di Labuan Bako dalam melayani wisatawan dengan latar budaya yang beraneka ragam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara semi-terstruktur terhadap pekerja hotel, restoran, dan agen perjalanan. Data dianalisis dengan mengelompokkannya pada tiga aspek yaitu pengetahuan (knowledge), tantangan (challenge), dan strategi (strategies). Hasil dari penelitian ini menarik sebab karena menunjukkan bahwa aspek pengetahuan komunikasi lintas budaya tidak lantas mengeliminasi tantangan di lapangan, sehingga mendorong munculnya berbagai strategi yang adaptif dalam penggunaan bahasa Inggris saat melayani wisatawan mancanegara.