Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

STRATEGI TINDAK TUTUR DALAM IKLAN BAWASLU RI BERANI BICARA BENAR SEBAGAI PENDEKATAN HUKUM ADMINISTRASI NEGARA Pratama, Aditya; Hafidati, Putri
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jmbsi.v9i2.29512

Abstract

Komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat memegang peranan penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Salah satu instrumen komunikasi yang digunakan pemerintah adalah iklan layanan masyarakat. Penelitian ini mengkaji strategi tindak tutur dalam iklan layanan masyarakat berjudul "Berani Bicara Benar" yang bertujuan meningkatkan kualitas partisipasi publik dalam pemilu melalui pesan-pesan terkait keberanian, kejujuran, dan integritas. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan teori tindak tutur dan perspektif hukum administrasi negara, khususnya terkait akuntabilitas, legalitas, partisipasi publik, dan keterbukaan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan penggunaan tindak tutur sebagai strategi dalam mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam memfilter informasi dan mengawasi pemilu, sehingga memperkuat prinsip-prinsip good governance dan fungsi hukum administrasi dalam mendukung proses demokrasi yang adil.
POLA REGISTER DALAM UNGKAPAN NEGATIF PEMBELI PADA FORUM ULASAN E-COMMERCE Pratama, Aditya; Nurzafira, Istiqomah
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jmbsi.v10i1.31586

Abstract

This study examines register patterns in buyers' negative reviews on e-commerce platforms using a sociopragmatic and interactional linguistics approach. It identifies linguistic structures and communication strategies in expressing dissatisfaction, analyzing data through Halliday’s (1978) register components: field, tenor, and mode. Findings indicate that negative reviews predominantly feature informal and expressive language, often breaching politeness norms. Platform characteristics and buyer-seller dynamics further shape linguistic variation. These insights inform businesses and e-commerce platforms on digital communication strategies and effective responses to negative reviews.
OFF THE RECORD DAN EMBARGO DALAM DUNIA WARTAWAN Aditya Pratama; Sandika Ali; Witri Karisma Azhari
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2024): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The terms embargo and off the record in the world of journalist are familiar things to hear. An embargo is information obtained from a source that is not directly broadcast or reported according to the request of the source. Meanwhile, off the record is information obtained but not approved by the source to be reported or broadcast. The goal achieved in this research is to understand and describe off the record and embargo. The research method used by the author is a qualitative type using descriptive analysis. The research data collection technique was carried out by searching for articles using Google Scholar. From the research conducted, the results show that the embargo refers to requests for postponement of reporting from sources. Off the record refers to information that is confidential. Both of these things can happen if journalists and sources mutually agree. Istilah embargo dan off the record dalam dunia wartawan merupakan hal yang bukan asing lagi untuk didengar. Embargo adalah informasi yang di dapat dari narasumber tidak langsung ditayangkan atau diberitakan sesuai permitaan narasumber. Sementara, off the record merupakan informasi yang didapat tetapi tidak disetujui oleh narasumber untu diberitakan atau ditayangkan. Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah untuk memahami dan mendeskripsikan off the record dan embargo. Metode penelitian yg dipakai penulis merupakan jenis kualitatif menggunakan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan mencari artikel menggunakan Google Scholar. Dari penelitian yang dilakukan ini, menunjukan hasil bahwa embargo merujuk pada permintaan penundaan pemberitaan dari narasumber. Off the recorcd merujuk pada informasi yang dirahasiakan. Kedua hal tersebut dapat terjadi apabila wartawan dan narasumber saling menyetujui.