Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Kesadaran Adab sebelum Ilmu melalui Sosialisasi terhadap Fenomena Olok-Olok Penjual Es Teh Keliling Rahman, M Arief; Aimi, Aimi; Saputra, Aldy Revan; Ahwalia, Rahma; Wijaya, Rama; Nurvieyanti, Andhis
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/4cch7g87

Abstract

Fenomena olok-olok terhadap penjual es teh keliling yang dilakukan oleh beberapa oknum masyarakat menunjukkan adanya kekurangan pemahaman dan penerapan adab dalam kehidupan sehari-hari. Perilaku ini tidak hanya melukai harga diri korban, tetapi juga mencerminkan kurangnya kesadaran akan pentingnya adab sebelum ilmu dalam bermasyarakat. Adab merupakan pondasi utama dalam membangun hubungan sosial yang harmonis dan etis, sementara ilmu adalah sarana untuk mencapai tujuan tersebut. Melalui sosialisasi, masyarakat dapat diajak untuk memahami pentingnya adab sebelum ilmu, sehingga perilaku seperti hujatan atau olok-olok dapat diminimalisasi. Hasil sosialisasi menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis nilai moral dan agama dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menghargai sesama, terutama mereka yang bekerja keras untuk mencari nafkah. Program ini berhasil menurunkan potensi terjadinya perilaku tidak beradab, seperti olok-olok, dengan memberikan pandangan baru tentang pentingnya empati dan penghormatan terhadap sesama manusia. Melalui penguatan nilai-nilai adab sebelum ilmu, diharapkan masyarakat tidak hanya menjadi lebih beradab dalam tindakan, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam lingkungannya. Kegiatan ini merekomendasikan adanya keberlanjutan sosialisasi serupa untuk memperluas dampak positifnya, terutama di daerah-daerah dengan tingkat interaksi sosial yang tinggi.
MANAJEMEN PENDIDIKAN ANAK DALAM KELUARGA Aimi, Aimi
Jurnal Ecoment Global Vol. 4 No. 2 (2019): Edisi Agustus 2019
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.797 KB) | DOI: 10.35908/jeg.v4i2.760

Abstract

The concept of Child Education Management according to the Qur'an". The Qur'an is a revelation of God which was revealed to Prophet Muhammad as the eternal miracle of all time. The Qur'an is the Holy Book of the Muslims which contains guidelines for a happy life and guidance of the world and the hereafter. It contains worship, morals, exemplary story, occult news, universe and so on. Even the Qur'an mentions that It also functioned as an explanation of all things (tibyanan likulli sya-in) (QS. An Nahl/16:89). This reaffirms that there is no exception, everything in the universe hasits explanation from the Holy Qur'an. No exception regarding family issues, especially related to parenting and education for children who grew up in his family environment. The main problems in this research is how is the concept of child education management according to the Qur'an in thefamily? In line with that, the Holy Qur'an encourage every parent to feel worried, if then behind the day after, they left a weak generation (QS. An Nisa '/4:9). This is the requirement so that each moslem parent are able to manage their children's education so they can grow and develop a independently. For that, it needs a pattern and attempts so that the process can go as desired. The method used in the writing of this thesis is the method of thematic tafseer (maudhu'i). And the purpose of the research is to be able to find the concept of child education management in a family that Qur'anic. Ultimately it is hoped that the concept of child education management within the family based on the Qur'an will be the solution to achieve the goals of parents to have pleasant children (QS. Al Furqan/25:74), starting with the planning (planning) (QS. Al Anfal/8:60),organizations (organizing) (QS. Ash Shaff/61:4), applications (actuiting) (QS. At-Tawba: 105/9) and control (controlling) (QS. QAF/50:16-18). The four stages above, are big agendas for each moslem family in order for their children to become shalih and shalihah. Good cooperation between husband and wife in dividing duties and obligations as a father and mother became the key word in determining the success of the process of upbringing and education of their children to become a perfect human being as they expected Keyword : management, education, child, family
PENYELESAIAN KASUS PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA AKIBAT PANDEMI COVID-19 BERDASARKAN UNDANG-UNDANG PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL Afiudin, Ummie Tsabita Ananda; Adisti, Neisa Angrum; Puspasari, Ayu; Aimi, Aimi; Indasari, Dewi; Utama, Liza; Rasyid, Muhamad; Ramadhan, Muhammad Syahri
Repertorium: Jurnal Ilmiah Hukum Kenotariatan Vol. 12 No. 1 (2023): Repertorium
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28946/rpt.v12i1.2441

Abstract

Pandemi COVID-19 telah mengakibatkan banyak dampak dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat khususnya di Indonesia. Banyaknya pekerja dipecat oleh perusahaan karena banyak perusahaan yang mengalami kebangkrutan akibat pandemi. Banyaknya pekerja yang tidak mengetahui tata cara penyelesaian perselisihan hubungan industrial berdasarkan Undang Undang Nomor 2 Tahun 2004 Tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. Dalam menyelesaikan masalah ini, Undang Undang Nomor 2 Tahun 2004 Tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial telah menetapkan bahwa harus dilakukan dengan konsensus (non-litigasi) terlebih dahulu, tetapi kenyataannya tidak demikian. Pekerja/buruh secara langsung mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial tanpa terlebih dahulu membuat penyelesaian melalui musyawarah dan konsensus. Penelitian ini adalah jenis penelitian hukum normatif dengan pendekatan hukum dan pendekatan konseptual. Hasil diskusi menunjukkan penyelesaian kasus penghentian kerja berdasarkan Undang Undang Nomor 2 Tahun 2004 Tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu non litigasi yang berorientasi pada musyawarah dan konsensus serta litigasi dengan mengajukan gugatan ke pengadilan. Undang Undang Nomor 2 Tahun 2004 Tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial menekankan penyelesaian kasus penghentian kerja harus dilakukan melalui musyawarah konsensus terlebih dahulu, yakni perundingan bipartit. Dengan cara ini, jika kesepakatan tidak tercapai, penyelesaian dilakukan melalui mediasi, konsiliasi, atau arbitrase. Dengan cara ini, jika kesepakatan masih belum tercapai, penyelesaian baru menggunakan metode pengajuan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial. Ke depan, penulis menyarankan agar upaya dilakukan untuk terus meningkatkan kesadaran hukum para peminat terkait penyelesaian kasus penghentian pekerjaan.