Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERKEMBANGAN EKONOMI ISLAM INTEGRASI, DISINTEGRASI DAN MODERN Indasari, Dewi; Oktanisa, Silvana; Marshinta, Fransisca Ully
Jurnal Manajemen Vol 9 No 3 (2021): Jurnal Manajemen
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.52 KB) | DOI: 10.36546/jm.v9i3.399

Abstract

Perkembangan ekonomi Islam adalah wujud dari upaya menerjemahkan visi Islam rahmatan lil ‘alamin, kebaikan, kesejahteraan dan kemakmuran bagi alam semesta termasuk manusia di dalamnya. Tidak ada penindasan antara pemilik modal dan pekerja, tidak ada eksploitasi sumber daya alam yang berujung pada kerusakan ekosistem, tidak ada produksi yang berorientasi, jurang kemiskinan yang tidak terlalu dalam, tidak ada konsumsi yang berlebihan dan mubazir, tidak ada korupsi yang mensiasati pajak hingga trilyunan rupiah, dan tidak ada tipuan dalam perdagangan serta muamalah lainnya. Dalam kondisi tersebut manusia menemukan harmoni dalam kehidupan, kebahagiaan didunia dan insya allah sesudah kematian nantinya.
Sosialisasi Pentingnya Mengenalkan Kewajiban Berpuasa Pada Siswa-Siswi TK Kemala Bhayangkari 5 Palembang Indasari, Dewi; Puspasari, Ayu; Utama, Liza
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3: Mei 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v4i3.9388

Abstract

Bulan puasa Ramadahan bukan hanya milik oang-orang dewasa. Tapi juga anak-anak. Lihatlah, betapa mereka suka cita menyambut bulan suci ini. Tapi kapan mereka harus (dilatih) berpuasa? Pada usia berapa? Anak kecil laki-laki maupun perempuan jika sudah berusia lebih dari 7 tahun diperintahkan untuk berpuasa agar terbiasa. Orang tua hendaknya memerintahkannya sebagaimana memerintahkan untuk shalat. Wajib berpuasa jika sudah baligh.Orangtua hendaknya memerintahkan anak-anak nya untuk berpuasa dengan tujuan melatih dan membiasakan mereka mempraktikkan ajaran Islam dalam diri mereka hingga menjadi kebanggaan bagi mereka. Tetapi jika hal itu memberatkan atau membahayakan, maka mereka tidak harus melakukannya. Puasa anak kecil tidaklah wajib. Puasa tersebut bagi anak-anak itu ada pahala dan tidak ada dosa jika meninggalkannya Anak kecil yang belum baligh tidak diwajibkan berpuasa, akan tetapi dilatih melakukannya, khususnya jika mendekati baligh, sehingga jika baligh hal itu sudah tidak berat lagi. Akan berbeda dengan yang tidak membiasakannya sampai dia baligh, nampak kesulitan dan terasa berat.
Pengembangan Katalog Interaktif Aksesoris Pernikahan Adat Sumatera Selatan Berbasis Augmented Reality Darlies, Meiyi; Andri, RM Chairil; Utama, Liza; Indasari, Dewi
Jurnal Teknologi Informasi dan Multimedia Vol. 8 No. 1 (2026): February
Publisher : Sekawan Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/jtim.v8i1.893

Abstract

The preservation of local culture faces serious challenges, particularly among younger genera-tions who tend to view traditional clothing merely as ceremonial costumes without understand-ing the cultural values they embody. To address this issue, this study aims to develop a visuali-zation media based on Augmented Reality (AR) in the form of a catalog of South Sumatran wed-ding attire accessories, accompanied by cultural narratives as an educational effort and a means of digitally preserving traditional heritage. The research employs a Design-Based Research (DBR) approach, starting from the collection of cultural data, content development, and AR ap-plication prototyping, to user testing with target participants. Results indicate a 32% increase in cultural understanding, an average usability score of 82.5 (excellent), and positive user responses toward interactivity, 3D visualization, and contextual audio narration. Qualitative analysis re-veals increased interest in local culture and favorable perceptions of AR as an educational me-dium. These findings confirm that the use of a digital catalog and AR is effective as an interactive, informative, and engaging learning tool that supports the preservation of local cultural heritage.
Penguatan Karakter Kebangsaan Berbasis Nilai Pancasila Melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Puspasari, Ayu; Indasari, Dewi; Zaliah, Zaliah
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v5i1.1896

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat karakter nasional siswa melalui integrasi nilai-nilai Pancasila ke dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Latar belakang kegiatan ini adalah tantangan globalisasi, yang telah menyebabkan pergeseran nilai-nilai moral dan penurunan nasionalisme di kalangan siswa. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Budi Utama, Palembang, melibatkan 20 siswa kelas sembilan dengan menggunakan pendekatan pendidikan partisipatif. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaan terdiri dari lokakarya interaktif, kelas inspiratif, proyek kreatif bertema "Aku dan Nilai-Nilai Pancasila," serta refleksi tentang nilai-nilai nasional dan doa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang nilai-nilai Pancasila dan kemampuan mereka untuk menghubungkannya dengan ajaran Islam. Siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dan mampu menyajikan karya kreatif yang mencerminkan semangat kerja sama, toleransi, dan cinta tanah air. Pembelajaran kontekstual berbasis proyek telah terbukti efektif dalam menumbuhkan karakter religius dan nasionalis secara bersamaan. Dengan demikian, kegiatan ini merupakan praktik yang baik dalam mengintegrasikan pendidikan agama dengan nilai-nilai nasional dan dapat digunakan sebagai model untuk menerapkan pendidikan karakter di sekolah-sekolah lain.
PENYELESAIAN KASUS PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA AKIBAT PANDEMI COVID-19 BERDASARKAN UNDANG-UNDANG PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL Afiudin, Ummie Tsabita Ananda; Adisti, Neisa Angrum; Puspasari, Ayu; Aimi, Aimi; Indasari, Dewi; Utama, Liza; Rasyid, Muhamad; Ramadhan, Muhammad Syahri
Repertorium: Jurnal Ilmiah Hukum Kenotariatan Vol. 12 No. 1 (2023): Repertorium
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28946/rpt.v12i1.2441

Abstract

Pandemi COVID-19 telah mengakibatkan banyak dampak dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat khususnya di Indonesia. Banyaknya pekerja dipecat oleh perusahaan karena banyak perusahaan yang mengalami kebangkrutan akibat pandemi. Banyaknya pekerja yang tidak mengetahui tata cara penyelesaian perselisihan hubungan industrial berdasarkan Undang Undang Nomor 2 Tahun 2004 Tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. Dalam menyelesaikan masalah ini, Undang Undang Nomor 2 Tahun 2004 Tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial telah menetapkan bahwa harus dilakukan dengan konsensus (non-litigasi) terlebih dahulu, tetapi kenyataannya tidak demikian. Pekerja/buruh secara langsung mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial tanpa terlebih dahulu membuat penyelesaian melalui musyawarah dan konsensus. Penelitian ini adalah jenis penelitian hukum normatif dengan pendekatan hukum dan pendekatan konseptual. Hasil diskusi menunjukkan penyelesaian kasus penghentian kerja berdasarkan Undang Undang Nomor 2 Tahun 2004 Tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu non litigasi yang berorientasi pada musyawarah dan konsensus serta litigasi dengan mengajukan gugatan ke pengadilan. Undang Undang Nomor 2 Tahun 2004 Tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial menekankan penyelesaian kasus penghentian kerja harus dilakukan melalui musyawarah konsensus terlebih dahulu, yakni perundingan bipartit. Dengan cara ini, jika kesepakatan tidak tercapai, penyelesaian dilakukan melalui mediasi, konsiliasi, atau arbitrase. Dengan cara ini, jika kesepakatan masih belum tercapai, penyelesaian baru menggunakan metode pengajuan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial. Ke depan, penulis menyarankan agar upaya dilakukan untuk terus meningkatkan kesadaran hukum para peminat terkait penyelesaian kasus penghentian pekerjaan.