Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Ethnography

Prosesi Perkawinan Angkap Di Kampung Pining Kecamatan Pining Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh Sempurna, Anisa; Yurisman, Yurisman; Rahmi, Hijratur
Ethnography : Journal of Cultural Anthropology Vol 2, No 1 (2023): Vol 2, No 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ethnography.v2i1.3352

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang “Prosesi perkawinan angkap di Kampung Pining Kecamatan Pining Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh”. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, teknik pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Prosesi perkawinan di Kampung Pining terdiri dari tahap permulaan berupa: resek, rese, kono, dan tahap pelaksanaan berupa: nginte, beguru, naik rempele dan mah bai. Makna dalam prosesi perkawinan angkap  yaitu: 1. resek bermakna keinginan orang tua untuk melanjutkan kehidupan baru bagi anaknya. 2. Telangke (perantara) bermakna penghubung kedua keluarga mengenai tentang perjodohan. 3. Ikat lidah bermakna  agar calon pengantin tidak ingkar janji terhadap perjanjian. 4. Penyerahan mahar bermakna bukti berlanjutnya tahap pelaksanaan perkawinan. 5. Pemberian nasehat bermakna doa selamat bagi pengantin 6. Alang-alang bermakna rombongan keluarga pengantin laki-laki telah sampai tujuan 7. Air putih bermakna suci dalam membanagun kehidupan. Benda dalam prosesi perkawinan angkap yaitu: Batil bersap (cerana beserta perlengkapan sirih) bermakna pembuka pembicaraan dan penghormatan terhadap tamu yang hadir. Oros senare (beras 1 liter) bermakna sebagai penghidupan baik. Biji-bijian bermakna semoga pengantin berketurunan baik.
Makna Sosial Di Balik Fenomena Anak Penjaja Makanan : Studi Etnografi Pekerja Anak di Kota Padang Panjang Frastica, Yuliana; Yulika, Febri; Rahmi, Hijratur
Ethnography : Journal of Cultural Anthropology Vol 2, No 1 (2023): Vol 2, No 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ethnography.v2i1.3331

Abstract

Penelitian ini berjudul “Makna Sosial Di Balik Fenomena Anak Penjaja Makanan: Studi Etnografi Pekerja Anak Di Kota Padang Panjang.” Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang melatarbelakangi keterlibatan anak-anak dalam pekerjaan sebagai penjaja makanan di Kota Padang Panjang serta menganalisis dampak sosial, pendidikan, dan psikologis yang ditimbulkan dari aktivitas tersebut. Kajian ini menggunakan teori fenomenologi Alfred Schutz untuk memahami makna subjektif tindakan sosial anak-anak pekerja, serta teori kemiskinan kultural Oscar Lewis sebagai kerangka analisis terhadap kondisi sosial-ekonomi keluarga yang melatarbelakanginya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi lapangan, yang kemudian dianalisis secara deskriptif-interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat faktor utama yang mendorong anak-anak bekerja sebagai penjaja makanan, yaitu keterbatasan ekonomi keluarga, rendahnya tingkat pendidikan orang tua, faktor kebiasaan yang diwariskan, serta kondisi lingkungan rumah yang kurang kondusif. Keterlibatan anak-anak dalam aktivitas menjajakan makanan berdampak signifikan terhadap kehidupan mereka, meliputi terganggunya proses pendidikan formal, penurunan kondisi kesehatan akibat kelelahan dan paparan lingkungan kerja, serta munculnya risiko kekerasan fisik dan psikologis. Temuan ini menunjukkan bahwa fenomena pekerja anak di Kota Padang Panjang tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga mencerminkan dinamika sosial dan budaya kemiskinan yang kompleks.
Transformasi Surau, Lapau, Dan Rantau Dalam Struktur Sosial Masyarakat Minangkabau: Studi Etnografi Di Nagari Canduang Koto Laweh Muzaki, Ahmad; Bahrudin, Ahmad; Rahmi, Hijratur
Ethnography : Journal of Cultural Anthropology Vol 4, No 2 (2025): Etnography Juli - Desember 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ethnography.v4i2.5663

Abstract

Surau, lapau, dan rantau merupakan institusi budaya yang secara historis membentuk struktur sosial dan karakter laki-laki Minangkabau. Ketiga institusi ini berfungsi sebagai ruang pendidikan moral, sosial, dan kultural yang saling berkelindan dalam kehidupan masyarakat. Namun, dinamika sosial, perkembangan zaman, serta perubahan kebutuhan ekonomi telah mendorong terjadinya transformasi peran surau, lapau, dan rantau dalam masyarakat Minangkabau kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan faktor transformasi peran surau, lapau, dan rantau dalam struktur sosial masyarakat Minangkabau di Nagari Canduang Koto Laweh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan tokoh adat serta masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surau mengalami penyempitan fungsi dari pusat pendidikan sosial dan budaya menjadi ruang ibadah semata, lapau mengalami perubahan makna dari ruang dialektika menjadi ruang yang dipersepsikan negatif oleh sebagian masyarakat, sementara tradisi merantau mengalami perluasan subjek pelaku yang tidak lagi terbatas pada laki-laki. Transformasi ini berdampak pada perubahan pola pembentukan karakter, relasi sosial, dan pewarisan nilai budaya dalam masyarakat Minangkabau