Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

FOLKLORE AND CULTURAL MEMORY: AN EXAMINATION OF PRAMBANAN TEMPLE NARRATIVES Saputri, Yuni; Munira, Widia
Jurnal Sains Riset Vol 15, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v15i1.3201

Abstract

Indonesia is a country rich in history and culture. This history and culture are hereditary histories that are preserved and narrated from generation to generation. Folklore is one of the cultures that is still believed by the local community. One of the famous folktales is the story of Roro Jonggrang. The folktale of Roro Jonggrang is the folklore that is believed to be behind the existence of the largest Hindu temple in Southeast Asia, namely the Prambanan Temple. The story of Roro Jonggrang is a culture that stores local wisdom inherited from ancestors. Because a folktale is a story that is told by word of mouth, of course, it cannot be separated from the existence of some people who deny the truth of Roro Jonggrang's story. This is because scholars can find evidence regarding the original history of the Prambanan Temple. Even though there is a comparison between folklore and original history, folklore is still accepted as information in society. However, folklore is able to provide religious values, cultural values, ethical values, and social values. This paper will be explained in more detail how the folklore that developed in the community about Prambanan Temple.
FOLKLORE AND CULTURAL MEMORY: AN EXAMINATION OF PRAMBANAN TEMPLE NARRATIVES Saputri, Yuni; Munira, Widia
Jurnal Sains Riset Vol 15, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v15i1.3127

Abstract

Indonesia is a nation rich in orally transmitted folktales that have been preserved across generations. One of the most renowned folktales is the legend of Roro Jonggrang, which is believed to underpin the existence of the largest Hindu temple in Southeast Asia, the Prambanan Temple. The story of Roro Jonggrang embodies local wisdom passed down from ancestors. Since folktales are traditionally conveyed orally, there inevitably exist differing perspectives that challenge the authenticity of the Roro Jonggrang narrative. This skepticism arises as scholars have uncovered evidence pertaining to the historical facts of Prambanan Temple. This study employs a qualitative descriptive research method, which is well-suited for systematically exploring and interpreting complex cultural phenomena. The findings reveal a comparative analysis between the folktale and historical accounts, demonstrating that the folktale is more widely accepted within the community. This acceptance is attributed to the folktale’s capacity to convey religious values, cultural heritage, ethical principles, and social norms associated with Prambanan Temple.
Pembelajaran Sejarah Berbasis Inskripsi Kerajaan Samudera Pasai untuk Meningkatkan Nilai-Nilai Karakter Siswa di Era Covid 19 Suryana, Nina; Munira, Widia
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 7 No 2 (2022): Volume 7 Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.801 KB) | DOI: 10.28926/briliant.v7i2.936

Abstract

Pembelajaran sejarah merupakan salah satu alternatif peserta didik dalam menelusuri nilai-nilai kehidupan dari jejak historis untuk menghadapi problema sesuai dengan kondisi zaman yang selalu berubah. Dalam pengajaran sejarah yang efektif, kreatif dan inovasi dapat mencapai pembelajaran historical-mindednes dan  memiliki wawasan sejarah terutama dalam menghadapi era covid 19. Penelitian ini bertujuan untuk berguna untuk meningkatkan nilai-nilai karakter peserta didik melalui inskripsi Kerajaan samudera pasai sehingga peran sejarah lokal dapat mengkosepkan proses dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis dengan kunjungan langsung ke lokasi. Hasil penelitian menunjukkan inskripsi kerajaan samudera pasai dalam pembelajaran sejarah dapat meningkatkan karakter peserta didik selama pandemi covid 19 serta menguatkan nilai-nilai karakter melalui implementasi pembelajaran sejarah berbasis inskripsi   kerajaan samudera pasai.
Cultural Convergence: The Isnfluence of Indian Traditions on Birth Traditions in Aceh Saputri, Yuni; Fajri, Heri; Munira, Widia; Sari, Rizka Purnama; Tribedy, Elora
ETNOSIA : Jurnal Etnografi Indonesia Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Department of Anthropology, Faculty of Social and Political Sciences, Hasanuddin University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/etnosia.v10i2.46820

Abstract

Studies of Acehnese culture have predominantly focused on Islamic traditions, leaving pre-Islamic heritage particularly the Hindu-Buddhist influence introduced from India largely unexplored. As a central ritual in society marking the beginning of life, birth traditions in Aceh form a cultural genetic system that incorporates Indian, Islamic, and local elements at various level. This study seeks to explore the extent and ratio of Indian cultural influence in Acehnese birth traditions, especially in the context of a society now largely shaped by Islamic values. The study used qualitative ethnographic method based on Spradley’s theoretical framework, with data collected through participant observation and interview. The findings reveal that Indian influence remains evident in the symbols and rituals associated with birth traditions in Aceh, which encompass processions such as Khanduri, Peusijeuk, Intat Bu/Me Bu, Tanom Adoe, and Peutreun Aneuk. More complexly, the Peusijeuk tradition, which involves the use of water and leaves as ritual objects and signifies the aspiration for blessings, is demonstrably a Hindu influence that has since undergone Islamic syncretism, evidenced by the inclusion of Islamic prayers during the ritual. These findings highlight the complex and ongoing nature of cultural assimilation in Aceh, where Indian and Islamic influences coexist within the local cultural framework.
Penanaman Nilai Karakter Visioner dan Integritas Ki Hajar Dewantara dalam Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 1 Keumala Julia, Julia; Fajri, Heri; Munira, Widia
Education Enthusiast : Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol 5, No 3 (2025): Vol 5 No 3 (2025): Des
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengangkat masalah 1) bagaimanakah nilai-nilai karakter visioner dan integritas Ki Hajar Dewantara dalam pembelajaran sejarah di SMAN 1 Keumala 2) Bagaimana implikasi nilai-nilai nilai-nilai karakter visioner dan integritas Ki Hajar Dewantara dalam pembelajaran sejarah di SMAN 1 Keumala 3) Apa saja hambatan yang dihadapi pendidik dalam menanamkan nilai-nilai karakter visioner dan integritas Ki Hajar Dewantara dalam Pembelajaran sejarah di SMAN 1 Keumala. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Nilai karakter visioner dan integritas Ki Hajar Dewantara dalam pembelajaran sejarah secara keseluruhan memberikan gambaran yang seimbang antara berfikir kritis dan kreatif dalam pendidikan karakter. 2) Penanaman nilai karakter dalam pembelajaran sejarah memberikan dampak yang berbeda-beda tergantung pada pendekatan pengajaran, pengalaman belajar, serta latar belakang pribadi siswa. 3) Hambatan yang dihadapi pendidik merupakan proses kompleks yang membutuhkan strategi adaptif, kesadaran reflektif, dan dukungan sistemik. Nilai karakter tidak cukup hanya diajarkan, tetapi harus dihidupkan melalui contoh, dialog, dan ruang berpikir kritis
IMPLEMENTASI PROFIL PANCASILA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMAN 1 SAKTI Mardhatillah, Cut; Fajri, Heri; Munira, Widia
Education Enthusiast : Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol 5, No 3 (2025): Vol 5 No 3 (2025): Des
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengangkat masalah 1) Bagaimanakah implementasi nilai-nilai Profil Pancasila dalam pembelajaran sejarah. 2) Bagaimakah kualitas belajar siswa dalam pembelajaran Sejarah. 3) Bagaimanakah hambatan yang dihadapi guru dalam mengintegrasikan nilai pancasila dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Implementasi nilai-nilai Pancasila sangat dipengaruhi oleh pendekatan dan gaya mengajar masing-masing guru. Sebagian guru mempertahankan pendekatan konvensional dan tekstual, dengan fokus utama pada hafalan dan disiplin. Ada guru yang meminimalkan diskusi dan kreativitas, menempatkan sejarah sebagai penguasaan fakta semata. nilai-nilai Pancasila berhasil ditanamkan lebih efektif jika guru mampu mengaitkannya dengan kehidupan nyata, membangun ruang dialog, dan memberikan proyek-proyek kreatif yang merangsang pemahaman dan penghayatan siswa. 2) Kualitas belajar siswa dalam pembelajaran sejarah siswa merasa lebih tertarik dan semangat belajar sejarah ketika pembelajaran dikemas secara interaktif, visual, dan naratif. Media seperti video, cerita sejarah, permainan peran, dan diskusi kelompok membuat materi lebih mudah dicerna dan menyenangkan. 3) Hambatan yang dihadapi oleh guru diantaranya adalah keterbatasan sumber belajar, terutama yang aplikatif dan kontekstual. Keterbatasan waktu pembelajaran, yang membuat guru kesulitan menyeimbangkan penyampaian materi dengan penanaman nilai-nilai luhur.
IMPLEMENTASI SITUS MAKAM PUTROE BALEE SEBAGAI MOTIVASI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA NEGERI 1 MILA Akhdini, Sarima; Munira, Widia; Zaini, Muhammad
Education Enthusiast : Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol 6, No 1 (2026): Vol 6 No 1 (2026): February
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi situs Makam Putroe Balee sebagai sumber belajar sejarah di SMA Negeri 1 Mila, menganalisis respon siswa terhadap pemanfaatannya, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran berbasis situs sejarah lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan penyebaran angket kepada 31 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi situs Makam Putroe Balee dalam proses pembelajaran masih bersifat terbatas dan belum terintegrasi secara formal dalam kurikulum. Guru sejarah hanya menyisipkan informasi mengenai situs ini dalam pembahasan topik tertentu tanpa diikuti kegiatan belajar langsung di lapangan. Respon siswa terhadap pemanfaatan situs tersebut sangat positif; mayoritas siswa merasa
PEMANFAATAN SITUS SEJARAH MAKAM TUANKU HASYIM BANTA MUDA SEBAGAI WISATA RELIGI DI DESA PASAR PALOH PADANG TIJI KABUPATEN PIDIE Sulfida, Aura; Fahrizal, Fahrizal; Munira, Widia
Education Enthusiast : Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol 6, No 1 (2026): Vol 6 No 1 (2026): February
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Tuanku Hasyim Banta Muda dalam Kesultanan Aceh Darussalam, serta menelusuri potensi dan tantangan pengembangan makamnya sebagai objek wisata religi di Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif historis, penelitian ini didasarkan pada studi literatur, wawancara mendalam dengan tokoh agama, tokoh adat, sejarawan, dan masyarakat setempat, serta observasi langsung ke lokasi makam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tuanku Hasyim Banta Muda merupakan tokoh penting yang tidak hanya berjasa dalam bidang militer sebagai panglima perang, tetapi juga memainkan peran diplomatik dalam menjaga stabilitas politik Kesultanan Aceh. Makam beliau memiliki nilai sejarah dan spiritual yang tinggi serta potensi ekonomi bagi masyarakat sekitar jika dikembangkan sebagai wisata religi. Namun, pengembangan ini memerlukan langkah strategis dan partisipatif, seperti edukasi sejarah kepada pengunjung, pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan, serta keterlibatan aktif masyarakat lokal guna menjaga kelestarian dan kesakralan situs. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga menjadi kunci utama dalam mewujudkan pengelolaan makam Tuanku Hasyim Banta Muda sebagai warisan sejarah yang bernilai edukatif dan religius. Kata kunci: Tuanku Hasyim Banta Muda; Kesultanan Aceh Darussalam; wisata religi; pelestarian makam,; sejarah lokal; partisipasi masyarakat.
PEMANFAATAN MEDIA SEJARAH LOKAL HEURISTIK OF PEDIR DALAM MENINGKATKAN BELAJAR SEJARAH DI MAN 1 PIDIE Yanti, Wilda; Zaini, Muhammad; Munira, Widia
Education Enthusiast : Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol 6, No 1 (2026): Vol 6 No 1 (2026): February
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pemanfaatan media Heuristik of Pedir dalam meningkatkan pembelajaran sejarah di MAN 1 Pidie. Latar belakang penelitian ini didasari oleh belum adanya materi khusus mengenai Kerajaan Pedir dalam kurikulum nasional, padahal kerajaan tersebut memiliki nilai historis penting bagi masyarakat Pidie. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan guru dan siswa, serta penyebaran angket kepada 26 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Heuristik of Pedir mampu meningkatkan motivasi belajar, ketertarikan terhadap sejarah lokal, dan pemahaman siswa terhadap materi sejarah yang kompleks. Sebagian besar siswa menunjukkan respon positif, baik dalam aspek kejelasan media, keterlibatan dalam pembelajaran, maupun keingintahuan terhadap sejarah Kerajaan Pedir. Dengan demikian, media ini berpotensi menjadi sumber belajar alternatif yang efektif dan kontekstual. Penelitian ini merekomendasikan agar media sejarah lokal seperti Heuristik of Pedir diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran sejarah secara berkelanjutan dan sistematis