Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

MORFOMETRIK KIJING TAIWAN (Anodonta woodiana) DI BEBERAPA LOKASI DI KABUPATEN MINAHASA DAN MINAHASA UTARA Ahazia I. Tampa; Cyska Lumenta; Ockstan J. Kalesaran
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 2 No. 2 (2014): EDISI MEI - AGUSTUS 2014
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.2.2.2014.7148

Abstract

This study was conducted to determine morphometric kijing taiwan at several locations in Minahasa District and North Minahasa regency and its association with the abundance of plankton and water quality. Sampling gravestone taiwan and water quality obtained from the four (4 ) locations: Rap Rap Village, BBAT Tatelu North Minahasa Regency, Paleloan and Tataaran II Village, Minahasa regency. Morphometric measurements kijingg taiwan include dimensional measurements and weighing of the shell. Measurement of shell dimensions include length , width , and thickness. Include the weighing of the weighing of the total, shell weight and wet weight of meat. Water quality measurements carried out directly at the sites include measurement of temperature, pH, dissolved oxygen and water base texture, while the identification of plankton carried in Pathology and Clinical Laboratory of Fish Diseases, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, University of Sam Ratulangi. Morphometric measurements will be taken in any of 50 individual kijing taiwan each location. The results of morphometric measurements in multiple locations showed uniform size Tataaran II contained in the Village, the Village and Village Paleloan Rap Rap while in BBAT Tatelu uniformity of size only in size from 7-18 to 9-74 cm was caused by Taiwan in the pool because kijing BBAT Tatelu regarded as pest extermination so regularly done. Relationships shell length and total weight kijing taiwan to change at any time is influenced by several factors such as the condition of gonadal maturation , water quality and availability of food in the waters.
PENGARUH EKSTRAK LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata) TERHADAP DAYA HAMBAT BAKTERI Pseudomonas fluorescens SECARA IN VITRO Hidayati, Desy Amalia; Palinggi, Rifka Liling; Tampa, Ahazia Imanuel; Boikh, Lebrina Ivantry
Jurnal Bahari Papadak Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Serangan penyakit merupakan pemicu kegagalan budidaya. Penyakit yang menyerang organisme budidaya air tawar yaitu penyakit bacterial salah satu agen bakteri yang menginfeksi adalah bakteri P. fluorescens. Penggunaan antibiotik seringkali digunakan untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh bakteri, sehingga perlu adanya alternatif dengan penggunaan bahan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak lengkuas merah (A. purpurata) terhadap daya hambat bakteri P. fluorescens secara In Vitro. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan, 2 kontrol dan 4 kali ulangan. Perlakuan A (100 ppm), perlakuan B (105 ppm), perlakuan C (110 ppm), perlakuan D (115 ppm), perlakuan E (120 ppm), kontrol positif menggunakan tetracyline 30 ppm, dan kontrol negatif tanpa pemberian ekstrak. Hasil penelitian didapat zona hambat tertinggi pada perlakuan E (120 ppm) dengan rerata zona hambat sebesar 10,53 mm dan terendah pada perlakuan A (100 ppm) dengan rerata zona hambat sebesar 8,15 mm. Zona hambat antar perlakuan menunjukkan grafik linier dengan persamaan y = -3,25 + 0,11x dan koefisien determinasi (R2) yaitu sebesar 0,8552. Kata kunci: Lengkuas Merah (A. purpurata), P. fluorescens, Antibakteri Abstract - Disease attack is a trigger for cultivation failure. Disease tat attack freshwater aquaculture organisms, namely bacterial disease, one of the bacterial agents that infect are P. fluorescens bacteria. The use of antibiotics is still often used to treat diseases caused by bacteria, so there is a need for alternatives to the use of natural ingredients. This study aims to determine effect of red galangal extract (A. pupurata) on inhibitory of P. fluorescens bacteria in vitro. This study used an experimental method with a completely randomized design (CRD) consisting of 5 treatments, 2 controls and 4 replications. Treatment A (100 ppm), treatment B (105 ppm), treatment C (110 ppm), treatment D (115 ppm), treatment E (120 ppm), positive control with 30 ppm tetracyline, and negative control without extract. The results showed that the highest inhibition zone was in treatment E (120 ppm) with an average inhibition zone of 10,53 mm and the lowest was in treatment A (100 ppm) with an average inhibition zone of 8,15 mm. The inhibition zone between treatments shows a linear graph with the equation y = -3,25 + 0,11x and the coefficient of determination (R2) is 0,8552. Key words: Red galangal (A. purpurata), P. fluorescens, Antibacterial
PLASTIC WASTE POLLUTION AND ITS IMPLICATIONS FOR COASTAL MARINE ECOSYSTEMS (An Educational Study at SMPN 2 Semau) Missa, Yudishinta; Boikh, Lebrina Ivantry; Ayubi, Aludin Al; Tampa, Ahazia Imanuel
Jurnal Bahari Papadak Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract - Waste management issues are a global problem that continue to have negative impacts on the environment. One factor contributing to the increasing amount of waste is the growing diversity of human activities. Coastal areas are highly vulnerable to waste pollution, particularly plastic waste. Plastic waste pollution in coastal marine areas is one of the fastest-growing environmental issues, causing significant negative impacts on marine ecosystems, including the destruction of marine habitats, disruption of the food chain, and the decline in coastal environmental quality. This problem is not only ecological in nature but also has social and economic impacts on coastal communities. This study aims to analyze the understanding and awareness of students at SMPN 2 Semau regarding plastic waste pollution and its implications for coastal marine ecosystems, as well as to examine the effectiveness of educational approaches in improving students’ knowledge and positive attitudes toward plastic waste management. The research method used is descriptive quantitative, with data collected through questionnaires, observations, and environmental outreach activities involving students as the main subjects. The results reveal that although most students already possess basic knowledge about the negative impacts of plastic waste on marine ecosystems, their awareness and involvement in waste management remain relatively low. Environmental education programs in schools can serve as one effective strategy to reduce plastic waste pollution in coastal areas, thus preserving marine ecosystems to support the sustainability of natural resources and the welfare of coastal communities. Keywords: Plastic waste, marine ecosystem, environmental education.
Pola Penangkapan Ikan Pada Perikanan Skala Kecil di Pesisir Ohoi Hako, Kabupaten Maluku Tenggara Larwuy, Winster; Ayu, Lastri Sri; Boikh, Lebrina Ivantry; Armos, Nikanor Hersal; Hidayati, Desy Amalia; Palinggi, Rifka Liling; Tampa, Ahazia Imanuel
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 8 No 1 (2025): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi Mei 2025
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v8i1.4575

Abstract

Ohoi Hako merupakan desa pesisir di Pulau Kei Besar yang ditempati oleh nelayan yang menjalankan aktivitas perikanan skala kecil, namun kondisi tersebut tidak didukung dengan informasi ilmiah terutama mengenai pola penangkapan ikan yang dilakukan nelayan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pola penangkapan ikan ditinjau dari aspek temporal dan aspek spasial. Penelitian dilakukan pada bulan September 2023 di Ohoi Hako, Kecamatan Kei Besar Selatan Barat, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Pengambilan data dilakukan menggunakan teknik wawancara dan pemetaan partisipatif untuk memetakan waktu dan lokasi penangkapan melalui kalender musim dan peta daerah penangkapan. Tool yang digunakan untuk melakukan digitalisasi peta partisipatif adalah ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas penangkapan ikan berlangsung sepanjang tahun, dengan konsentrasi tinggi pada bulan Maret – April dan September – Desember, dan rendah pada bulan Januari – Februari dan Mei – Agustus. Gillnet hanya dapat dioperasikan selama enam bulan, sementara hand line dan troll line dapat dioperasikan sepanjang tahun. Lokasi penangkapan ikan meliputi perairan pantai sepanjang pesisir Ohoi Nerong ke Selatan hingga pesisir Ohoi Weduar Fer, meluas ke Saaru Rumaat hingga ke perairan sekitar Tanimbar Kei. Komposisi jenis tangkapan nelayan terdiri dari berbagai jenis ikan, dimana kerapu menjadi target utama tangkapan harian dan tongkol merupakan target utama musiman (Agustus – September).
Kesesuaian dan daya dukung ekowisata bahari di Pantai Boe dan Pulau Sanrobengi berdasarkan potensi sumberdaya alam pesisir dan pulau kecil Armos, Nikanor Hersal; Larwuy, Winster; Tampa, Ahazia Imanuel; Hidayati, Desy Amalia; Palinggi, Rifka Liling; Boikh, Lebrina Ivantry; Missa, Yudishinta
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v8i1.10444

Abstract

Haematological Response of Catfish (Clarias sp.) to Variations in Stocking Density in a Bucket Aquaponics System Pasaribu, Wesly; Fransira, Immaria; Santoso, Priyo; Tampa, Ahazia Imanuel
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 13 No. 2 (2025): ISSUE JULY-DECEMBER 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v13i2.65650

Abstract

Determining the optimum stocking density is a key aspect of intensive catfish farming to maintain fish health and reduce mortality rates. This study aims to evaluate the effect of three stocking densities (20, 30, and 40 fish per bucket) on the hematological profile and mortality of catfish (Clarias sp.) in a bucket-based farming system. The fish were reared for 56 days, and blood samples were taken on days 0, 28, and 56 to measure total white blood cells (WBC), lymphocytes, monocytes, granulocytes, red blood cells (RBC), hemoglobin, hematocrit, and platelet count. Mortality was calculated at the end of the rearing period based on the initial number of fish and the number of live fish. Data were analyzed using one-way ANOVA followed by Tukey HSD test (p < 0.05). Results showed that on day 28, densities of 30 and 40 fish triggered a significant increase in WBC and lymphocytes compared to 20 fish, indicating a stress response and non-specific immune activation at high stocking densities. Chronically, SDM, hemoglobin, and some hematocrit values on days 28 and 56 were consistently lower at densities of 30 and 40 fish, while the lowest platelet count was found at a density of 30 fish. Cumulative mortality increased sharply from around 15% at a density of 20 fish to ±42% and ±56% at densities of 30 and 40 fish. The combination of hematology profiles and mortality showed that a density of 20 fish per bucket was the most physiologically and biologically feasible stocking density under the maintenance conditions used in this study. Keywords: Aquaponics, Catfish, Density, Hematology, Abstrak Penentuan padat tebar optimum merupakan aspek kunci dalam budidaya lele intensif untuk menjaga kesehatan ikan dan menekan tingkat kematian. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh tiga tingkat kepadatan (20, 30, dan 40 ekor per ember) terhadap profil hematologi dan mortalitas ikan lele (Clarias sp.) dalam sistem pemeliharaan berbasis ember. Ikan dipelihara selama 56 hari, dan pengambilan sampel darah dilakukan pada hari ke-0, 28, dan 56 untuk mengukur sel darah putih total (SDP), limfosit, monosit, granulosit, sel darah merah (SDM), hemoglobin, hematokrit, dan jumlah trombosit. Mortalitas dihitung pada akhir pemeliharaan berdasarkan jumlah ikan awal dan ikan hidup. Data dianalisis menggunakan One-way ANOVA diikuti uji Tukey HSD (p < 0,05). Hasil menunjukkan bahwa pada hari ke-28, kepadatan 30 dan 40 ekor memicu peningkatan signifikan SDP dan limfosit dibanding 20 ekor, mengindikasikan respon stres dan aktivasi imun non-spesifik pada padat tebar tinggi. Secara kronis, nilai SDM, hemoglobin, dan sebagian hematokrit pada hari ke-28 dan ke-56 konsisten lebih rendah pada kepadatan 30 dan 40 ekor, sedangkan trombosit paling rendah dijumpai pada kepadatan 30 ekor. Mortalitas kumulatif meningkat tajam dari sekitar 15% pada kepadatan 20 ekor menjadi ±42% dan ±56% pada kepadatan 30 dan 40 ekor. Kombinasi profil hematologi dan mortalitas menunjukkan bahwa kepadatan 20 ekor per ember merupakan padat tebar yang paling layak secara fisiologis dan biologis pada kondisi pemeliharaan yang digunakan dalam penelitian ini.. Keywords: Akuaponik, Budidakber, Hematologi, Kepadatan, Lele
Sosialisasi dan Edukasi Pencemaran Sampah Plastik Laut di SMP Negeri 2 Semau Missa, Yudishinta; Tampa, Ahazia Imanuel; Soewarlan, Lady Cindy; Boikh, Lebrina Ivantry; Armos, Nikanor Hersal; Larwuy, Winster; Palinggi, Rifka Liling; Hidayati, Desy Amalia
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i2.515

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai ancaman pencemaran sampah plastik di perairan laut, khususnya pada wilayah pesisir Pulau Semau yang rentan terhadap akumulasi sampah. Sosialisasi berfokus pada sumber pencemar, karakteristik plastik yang sulit terurai, dampaknya terhadap ekosistem dan kesehatan, serta strategi pengurangan sampah melalui pendekatan 5R. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi secara interaktif melalui presentasi visual, diskusi, dan sesi tanya jawab. Evaluasi dilakukan melalui observasi terhadap keterlibatan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terkait bahaya sampah plastik dan pentingnya tindakan preventif dalam menjaga kebersihan laut, yang tercermin dari tingginya partisipasi dan kemampuan mereka mengidentifikasi solusi sederhana di lingkungan sekolah maupun rumah. Kegiatan ini dinilai efektif dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan dan mendorong siswa berperan sebagai agen perubahan. Program direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dan diperluas ke komunitas pesisir lainnya.