Bhayu Anggita Subarkah
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGUASAAN KOSA KATA PEMBELAJARAN BIPA MELALUI MEDIA SOSIAL BERTEMA KULINER LOKAL INDONESIA Bhayu Anggita Subarkah; Laily Nurlina
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i1.2625

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan media sosial sebagai materi ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dalam penguasaan kosa kata dengan fokus pada tema kuliner lokal Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan media sosial dan potensinya dalam pembelajaran bahasa, serta kekayaan kuliner Indonesia yang dapat menjadi daya tarik bagi pembelajar BIPA. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur. Data diperoleh dari berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku, dan artikel yang relevan. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan fokus pada identifikasi tema utama, pola, dan hubungan antara berbagai variabel dalam literatur yang telah dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial seperti Instagram, YouTube, dan TikTok memiliki potensi yang besar dalam pembelajaran BIPA. Konten yang beragam dan menarik, seperti resep masakan, vlog kuliner, dan ulasan restoran, dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik dan memperkaya kosakata serta pemahaman mereka tentang budaya Indonesia. Namun, pemanfaatan media sosial juga memiliki tantangan, seperti kualitas konten yang tidak selalu terjamin dan ketergantungan pada teknologi. Kesimpulannya, media sosial dapat menjadi alat yang efektif dalam penguasaan kosa kata pembelajaran BIPA, khususnya dengan tema kuliner lokal Indonesia. Namun, pemanfaatannya perlu dilakukan secara selektif dan dipadukan dengan metode pembelajaran lainnya. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengukur dampak jangka panjang dari pemanfaatan media sosial dalam meningkatkan kemampuan berbahasa peserta didik.
PERAN APLIKASI SITALING KERJA (SISTEM ANTI-BULLYING DAN KEKERASAN REMAJA) DALAM MENINGKATKAN KEBERANIAN DAN KETERAMPILAN MENULIS LAPORAN PERUNDUNGAN SISWA SMP NEGERI 2 KROYA Bhayu Anggita Subarkah; Eko Suroso
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i1.6088

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran aplikasi SITALING KERJA (Sistem Anti-Bullying dan Kekerasan Remaja) terhadap peningkatan keterampilan menulis laporan dan keberanian siswa dalam melaporkan kasus perundungan di SMP Negeri 2 Kroya. Aplikasi ini dikembangkan sebagai media pelaporan digital yang aman dan edukatif, sekaligus diintegrasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk memperkuat kompetensi literasi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa hasil laporan siswa yang dikirim melalui aplikasi SITALING KERJA, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan berdasarkan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi SITALING KERJA mampu meningkatkan kemampuan menulis teks laporan siswa secara signifikan, baik dari segi kelengkapan struktur, ketepatan isi, maupun objektivitas bahasa. Sebanyak 80% laporan siswa telah memenuhi unsur teks laporan peristiwa (orientasi, kronologi, reorientasi) dengan gaya bahasa yang lebih runtut dan faktual. Selain itu, 85% siswa menunjukkan keberanian moral dalam menulis laporan kasus perundungan yang sebelumnya enggan diungkapkan secara langsung. Temuan ini memperkuat teori literasi digital (Gilster, 1997), restitusi (Gossen, 2004), dan self-efficacy moral (Bandura, 1997) yang menegaskan pentingnya keterampilan menulis sebagai sarana refleksi, tanggung jawab sosial, dan pembentukan karakter. Dengan demikian, penerapan aplikasi SITALING KERJA tidak hanya berfungsi sebagai sistem pelaporan anti-bullying, tetapi juga sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis literasi digital dan karakter, yang mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan moral siswa secara harmonis. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi rujukan dalam pengembangan model pembelajaran menulis berbasis teknologi yang mendukung program Sekolah Ramah Anak dan Penguatan Pendidikan Karakter.
Identitas Wong Tegal: Kajian Budaya dan Estetika Resepsi Bahan Ajar Sastra Berbasis Kearifan Lokal Vani Indra Pramudianto; Ratino; Bhayu Anggita Subarkah; Mashudi; Onok Yayang Pamungkas
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 5 No. 01 (2024)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v5i01.10022

Abstract

This research aims to analyze the local wisdom of Tegal people through a literature study approach. Qualitative method was chosen to produce descriptive data. The data used are words, phrases, clauses and sentences that can be found in the poetry anthology and a description of the reception by readers obtained through an open questionnaire. The analysis of local wisdom includes several aspects, such as Naga Dina and Petungan, which are used in calculating good days for social and spiritual activities, as well as Gugon Tuwon or Pemali, which act as moral guidelines. In addition, this research also explored the role of Laku or actions carried out by Tegal people, which reflected spiritual, moral and cultural values. Traditional arts, such as wayang and folk games as well as the traditions of Jamasan and Ruwat Bumi also became an important part of the cultural identity of the Tegal community. All of these aspects not only shaped the character of Tegal people but also maintained social, natural and spiritual balance in daily life. The results of this research can be used as teaching media in high schools and universities. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kearifan lokal masyarakat Tegal melalui pendekatan studi pustaka. Metode kualitatif dipilih untuk dapat menghasilkan data deskriptif. Data yang digunakan adalah kata-kata, frasa, klausa dan kalimat yang dapat ditemukan dalam antologi puisi dan deskripsi resepsi oleh pembaca yang diperoleh melaui angket terbuka. Analisis kearifan lokal tersebut mencakup beberapa aspek, seperti Naga Dina dan Petungan, yang digunakan dalam penghitungan hari baik untuk kegiatan sosial dan spiritual, serta Gugon Tuwon atau Pemali, yang berperan sebagai pedoman moral. Selain itu, penelitian ini juga menggali peran Laku atau perbuatan yang dijalankan oleh masyarakat Tegal, yang mencerminkan nilai-nilai spiritual, moral dan budaya. Kesenian tradisional, seperti wayang dan permainan rakyat serta tradisi Jamasan dan Ruwat Bumi juga menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Tegal. Keseluruhan aspek tersebut tidak hanya membentuk karakter masyarakat Tegal tetapi juga menjaga keseimbangan sosial, alam, dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai media ajar di sekolah menengah maupun perguruan tinggi.
Eksplorasi Media Album Berpuisi untuk Pembelajaran Menulis Puisi Siswa Kelas VIII di Kabupaten Cilacap Ilawati Ilawati; Bhayu Anggita Subarkah; Mashudi Mashudi; Siti Faridah; Onok Yayang Pamungkas; Laily Nurlina
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 1 (2025): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa (JURRIBAH)
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurribah.v4i1.5015

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of the Poetry Album as a learning medium for teaching poetry writing to eighth-grade students in Cilacap Regency, Indonesia. Utilizing a qualitative exploratory approach, the research was conducted in three public junior high schools, involving 192 students and three Indonesian language teachers. Data were collected through participatory observations, semi-structured interviews, and documentation of students' works, and were analyzed using Miles and Huberman's interactive analysis model. The results indicate that 96-98% of students enjoyed using this media, and the average scores of students' poetry ranged from 82 to 88. These findings suggest that the Poetry Album can enhance students' motivation, emotional engagement, and poetry writing skills. Furthermore, this media has proven effective in enriching the learning process aesthetically and creatively, in line with Rosenblatt's (1995) aesthetic response theory and Vygotsky's (1978) constructivist theory. Thus, the Poetry Album is relevant for aesthetic-based literary learning in secondary schools.