Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Hypertension Control and Cardiovascular Risk Profiles in Patients with Established Coronary Artery Disease: A Single-Centre Study Handayani, Ahmad; Safar, Farha Sonia; Guhtama, Muhammad Ary
Ahmad Dahlan Medical Journal Vol. 7 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/admj.v7i1.15077

Abstract

Coronary artery disease (CAD) remains a leading cause of global morbidity and mortality, driven by interconnected risk factors such as hypertension, diabetes mellitus, smoking, obesity, and dyslipidemia. Effective management of these factors is essential in secondary prevention. This study aimed to compare the level of hypertension control with other cardiometabolic risk factors among CAD patients. Using a cross-sectional design, 40 CAD patients with multiple risk factors at Mitra Medika Amplas Hospital were assessed for hypertension control, smoking status, blood glucose regulation, achievement of ideal body weight, and dyslipidemia management based on clinical measurements and questionnaire data. Data were analyzed using descriptive statistics. Associations between risk factors and their level of control were assessed using the Chi-square test, with Fisher’s exact test applied when expected cell counts were small. Hypertension emerged as the most well-controlled risk factor, whereas blood glucose, body weight, and especially dyslipidemia showed poor levels of control. The study also found that an increasing number of coexisting risk factors correlated with progressively lower control of each individual factor. These findings underscore the need for more comprehensive, structured, and multidisciplinary risk-factor management to improve the effectiveness of secondary prevention in CAD patients.
Hubungan Obesitas dan Denyut Nadi Istirahat pada EKG dengan Skor Kualitas Hidup Pasien Atrial Fibrilasi di RS Mitra Medika Amplas Yunia Tasya Wanda; Ahmad Handayani
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v9i2.29093

Abstract

Atrial fibrilasi merupakan gangguan irama jantung supraventrikular yang paling sering ditemukan dan berhubungan dengan peningkatan morbiditas serta penurunan kualitas hidup pasien. Faktor kardiometabolik seperti obesitas dan denyut nadi istirahat diketahui berperan dalam patofisiologi AF dan berpotensi memengaruhi kondisi fisik maupun psikologis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan obesitas dan denyut nadi istirahat pada elektrokardiografi dengan kualitas hidup pasien atrial fibrilasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional dengan desain potong lintang yang dilakukan pada 31 pasien atrial fibrilasi rawat jalan di Poliklinik Jantung RS Mitra Medika Amplas. Obesitas dinilai berdasarkan indeks massa tubuh, denyut nadi istirahat diperoleh dari pemeriksaan elektrokardiografi, dan kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner SF-36 versi Bahasa Indonesia yang telah tervalidasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman dan regresi linear. Hasil: Penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara obesitas dengan kualitas hidup baik pada domain fisik maupun mental (p 0,05). Terdapat hubungan yang bermakna antara denyut nadi istirahat dan domain kesehatan mental kualitas hidup pasien AF (r= 0,531; p= 0,002), namun belum terbukti sebagai faktor independen pada analisis multivariat (p= 0,095).Kata kunci: atrial fibrilasi, denyut nadi istirahat, kualitas hidup, obesitas
Hypertension as a Determinant of Elevated Stress Among Hajj Pilgrims: A Cross-Sectional Study Faridj Maulana Amir; Elman Boy; Ahmad Handayani; Nurhasanah
Saintika Medika : Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol. 22 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.Vol22.SMUMM1.44313

Abstract

Introduction: The Hajj pilgrimage involves physically and mentally demanding rituals under extreme conditions, including heat, crowding, and long travel, which can increase psychological stress. Hypertension may worsen this stress due to higher risk of complications and altered stress responses. This study aimed to evaluate hypertension as a determinant of stress among Hajj pilgrims in Medan in 2024. Methods: An analytic cross-sectional study was conducted on 56 pilgrims, divided into two groups: 28 with hypertension and 28 without. Stress levels were measured using the Perceived Stress Scale (PSS-10) and analyzed using the chi-square test. Results: There was a significant association between hypertension and stress levels (p < 0.05). Pilgrims with hypertension had higher stress levels compared to those without hypertension. Discussion: Hypertension is associated with increased stress among Hajj pilgrims. Concerns about health risks during demanding rituals may heighten psychological burden. Proper hypertension management and psychological support before and during Hajj are important to reduce stress and improve pilgrims’ well-being.
Pengaruh Komorbid Hipertensi terhadap Time Recovery pada Pasien Covid-19 di RSUP Dr. M. Djamil Padang Rizki Ananda Aladin; Annisa Annisa; Ahmad Handayani; Aladin aladin
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v4i4.17144

Abstract

Pendahuluan: COVID-19, merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Tingkat keparahan dan angka kematian COVID-19 dipengaruhi oleh adanya penyakit penyerta yang dimiliki pasien. Penyakit penyerta yang paling banyak ditemukan pada pasien COVID-19 adalah hipertensi, disusul diabetes. Oleh karena itu, untuk menyesuaikan tindakan pengobatan dan pencegahan COVID-19 yang tepat, penting untuk mengetahui faktor prediktor yang berperan dalam proses penyembuhan penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh hipertensi dengan waktu penyembuhan pada pasien COVID-19. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 84 sampel diambil yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok hipertensi dan non-hipertensi. Data yang diperoleh dari rekam medis terdiri dari data demografi, karakteristik manifestasi klinis dan waktu konversi PCR negatif. Data dianalisis menggunakan Chi-Square Fisher Exact. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara 2 kelompok, kejadian waktu pemulihan yang lama lebih tinggi pada pasien hipertensi (35,7% vs 16,7%). Hasil analisis bivariat antara hipertensi dengan lama kesembuhan adalah p = 0,047 (p 0,05). Pembahasan: Hasil penelitian ini sejalan dengan beberapa penelitian dimana pada pasien dengan masa pemulihan yang lama, hipertensi merupakan salah satu faktor yang berpengaruh signifikan.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Antibiotik Terhadap Tingkat Kepatuhan Penggunaan Antibiotik Pada Mahasiswa Non Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Maulia Utari; Andri Yunaftri; Ahmad Handayani
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v4i4.16391

Abstract

Pendahuluan: Pengetahuan tentang antibiotik akan mempengaruhi kepatuahan dalam minum obat , maka semakin baik pengetahuan seseorang akan semakan patuh saat menjalankan pengobatan dan akan mengurangi kejadian resistensi pada antibiotik. Method:  Penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional dimanapengambilan data hanya diambil satu kali pengambilandengan menggunakan kuesioner. Analisi data menggunakan univariat dan bivariat dengan uji chi-square dengan uji alterntif menggunakan uji Fishers Exact Test. Result: Berdasarkan hasil uji chisquare didapatkan hasil P value yang menunjukan nilai p=0.000 yang berarti p value. Discussion: Terdapat hubungan antar tingkat pengetahuan tentang antibiotik terhadap tingkat kepatuhan minum antibiotik pana mahaiswa non kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.