Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Aktivitas Antimikroba Ekstrak Kapulaga Terhadap Spesies Jamur yang Tumbuh pada Roti (Rhizopus stolonifer) Sihombing, Dewi Restuana; Daniela, Connie
Jurnal Riset Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (RETIPA) Volume 3 Nomor 2
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/retipa.v3i2.2651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan buah kapulaga sebagai antimikroba menghambat pertumbuhan jamur pada roti, untuk mengetahui kadar uji antimikroba, antioksidan, uji fitokimia pada ekstrak buah kapulaga. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pengolahan Fakultas Pertanian Universitas Katolik Santo Thomas, Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yaitu dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu perbandingan konsentrasi ekstrak kapulaga dengan Pelarut metanol dengan sandi (KA) terdiri dari 4 taraf yaitu: KA1=100%:0%, KA2=80%:20%, KA3=70%:30%, KA4=60%:40%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbandingan konsentrasi ekstrak kapulaga dengan konsentrasi pelarut metanol mengandung kadar antioksidan sebesar 5,07% pada 100% konsentrasi kapulaga, dan memiliki daya hambat yang sangat baik pada konsentrasi ekstrak kapulaga 100%.
Komposisi Kandungan Asam Lemak Pada Minyak Ikan Sarden (Sardinella sp.) Pandiangan, Maruba; Daniela, Connie; Sihombing, Dewi Restuana; Daeli, Willharticer Kartika
Jurnal Riset Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (RETIPA) Volume 4 Nomor 1
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/retipa.vi.3170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan asam lemak pada minyak ikan sarden. Minyak ikan diambil dari bagian ikan yang dapat dikomsumsi, yaitu dengan diekstraksi dengan cara sokletasi menggunakan pelarut n-heksan. Setelah diperoleh minyak ikan dilakukan analisa karakteristik sifat fisika kimia dan analisis komponen asam lemak dengan GC-FID. Hasil penelitian menunjukkan bahwa titik keruh dan total padatan minyak ikan sarden adalah 24,00 0C dan 35,00 0Brix dengan nilai yang cukup besar menunjukkan bahwa minyak ikan belum murni. Kadar asam lemak bebas dan bilangan peroksida minyak ikan sarden melewati standar menunjukkan minyak ikan telah mengalami kerusakan. Bilangan jodium minyak ikan sarden 46,70 mg/100g memenuhi standar sebagai petunjuk ada asam lemak tidak jenuh. Bilangan penyabunan minyak ikan sarden 137,30 mg KOH/g mendekati standar petunjuk ada asam lemak rantai panjang. Minyak ikan sarden mengandung asam lemak omega 3 yaitu asam linolenat dan omega 6 yaitu asam linoleat dengan perbandingan dalam batas yang dianjurkan, sehingga ikan sarden berpotensi sebagai sumber omega 3 dan 6 untuk meningkatkan kesehatan manusia
Pengaruh Perbandingan Sari Buah Mangga dan Sari Daun Mint Serta Konsentrasi Karagenan Terhadap Mutu Permen Jelly Daniela, Connie; Sihombing, Dewi Restuana; Simanullang, Togi
Jurnal Riset Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (RETIPA) Volume 4 Nomor 1
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/retipa.vi.3172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan sari buah mangga dan sari daun mint yang optimal pada pembuatan permen jelly, mengetahui kandungan gizi dan senyawa antioksidan pada permen jelly mangga dan daun mint dan mengembangakan inovasi produk olahan mangga dan daun mint menjadi permen jelly. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Pangan, Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas pertanian Universitas Katolik Santo Thomas, Medan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan bulan Agustus 2023. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah perbandingan sari buah mangga dan sari daun mint yang terdiri dari 4 taraf, yaitu M1 = 95 % : 5%, M2 = 85 % : 15 %, M3 = 75 % : 25 % dan M4 = 65 % : 35 %. Faktor kedua adalah konsentrasi karagenan (K) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan, yaitu : K1 = 25 %, K2 =35 %, K3 = 45%, dan K4=55 %. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam. Hasil penelian menunjukkan bahwa perlakuan perbandingan sari buah mangga dan sari daun mint berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap kadar air, kadar abu, vitamin C, total padatan terlarut, mikroba, nilai organoleptik rasa, organoleptik aroma, organoleptik tekstur, dan organoleptik warna. Perlakuan konsentrasi karagenan berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap kadar air, kadar abu, vitamin C, total padatan terlarut, mikkroba, nilai organoleptik rasa, organoleptik aroma, organoleptik tekstur, dan organoleptik warna. Interaksi perlakuan perbandingan sari buah mangga dan sari daun mint serta konsentrasi karagenan berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap kadar air, kadar abu dan vitamin C, tetapi tidak nyata (p>0,05) terhadap total padatan terlarut, mikroba, nilai organoleptik rasa, organoleptik aroma, organoleptik tekstur, dan organoleptik warna. Mutu permen jelly terbaik diperoleh pada kombinasi perlakuan M1K4.
Diversifikasi Olahan Ubi Jalar Ungu Menjadi Hard Candy Kaya Antioksidan Sihombing, Dewi Restuana; Daniela, Connie; Siregar, Yen Cendiana
Jurnal Riset Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (RETIPA) Volume 4 Nomor 1
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/retipa.vi.3174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diversifikasi olahan ubi jalar ungu menjadi hard candy. Mengetahui kandungan gizi dan senyawa antioksidan pada hard candy ubi jalar ungu. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Pangan, Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Katolik Santo Thomas, Medan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2023. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah persentase sari ubi ungu yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: U1=100%, U2=75%, U3=50% dan U4= 25%. Faktor kedua adalah konsentrasi sukrosa (S) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan, yaitu : S1=50 %, S2=55%, S3=60% dan S4=65 %. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan persentase sari ubi jalar ungu dan perlakuan konsentrasi sukrosa berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap aktivitas antioksidan, kadar air, kadar abu, dan kadar gula reduksi. Interaksi perlakuan persentase sari ubi jalar ungu dan konsentrsai sukrosa berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap kadar air, kadar abu dan kadar gula reduksi, tetapi tidak nyata (p>0,05) terhadap aktivitas antioksidan. Mutu hard candy terbaik diperoleh pada kombinasi perlakuan U1S4
Pembuatan Minuman Fermentasi Dari Sari Buah Salak Lokal (Salacca zalacca) Daerah Pakkat Kabupaten Humbang Hasundutan Panjaitan, Delima; Sihombing, Dewi Restuana; Pandiangan, Maruba; Manalu, Baginda
Jurnal Riset Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (RETIPA) Volume 4 Nomor 1
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/retipa.vi.3190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan glukosa dan lama waktu proses fermentasi buah salak terhadap mutu minuman fermentasi buah salak, dan mengetahui zat gizi yang terkandung dalam minuman fermentasi salak. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pengolahan Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Katolik Santo Thomas, Medan dan dilakukan pada bulan Juni 2022. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan bentuk faktorial. Faktor pertama perbandingan konsentrasi ragi dengan sandi (S), terdiri dari 4 taraf yaitu: S1 = 6 g, S2 = 9 g, S3 = 12 g dan S4 =15 g. Faktor kedua adalah lama fermentasi dengan sandi (P) terdiri dari 4 taraf yaitu : P1 = 3 hari, P2 = 6 hari, P3 = 9 hari dan P4 = 12 hari. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi ragi berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap pH, kadar vitamin C, kadar serat kasar, viskositas, nilai organoleptik rasa, nilai organoleptik aroma, nilai organoleptik warna dan nilai organoleptik kesukaan. Perlakuan lama fermentasi berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap terhadap pH, kadar vitamin C, kadar serat kasar, viskositas, nilai organoleptik rasa, nilai organoleptik aroma, nilai organoleptik warna dan nilai organoleptik kesukaan. Interaksi perlakuan konsentrasi ekstrak ragi dan lama fermentasi berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap kadar vitamin C, tetapi berpengaruh tidak nyata (p>0,05) terhadap terhadap pH, kadar serat kasar, viskositas, nilai organoleptik rasa, nilai organoleptik aroma, nilai organoleptik warna dan nilai organoleptik kesukaan. Mutu minuman fermentasi terbaik diperoleh pada kombinasi perlakuan S4P1.
Studi Pembuatan Permen Jelly Berbasis Buah dan Tanaman Herbal yang Kaya Antioksidan Daniela, Connie; Sihombing, Dewi Restuana; Siregar, Erin Alawiyah
Jurnal Riset Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (RETIPA) Volume 4 Nomor 2
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/retipa.vi.3796

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh kombinasi buah mangga dan daun mint terhadap karakteristik kimia, antioksidan, dan sensori permen jelly serta pengaruh penambahan karagenan dengan berbagai konsentrasi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Pangan, Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas pertanian Universitas Katolik Santo Thomas, Medan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan bulan Agustus 2023. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah perbandingan sari buah mangga dan sari daun mint yang terdiri dari 4 taraf, yaitu M1 = 95 % : 5%, M2 =85%:15 %, M3=75% : 25 % dan M4 = 65 % : 35 %. Faktor kedua adalah konsentrasi karagenan (K) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan, yaitu : K1=25 %, K2 =35 %, K3=45%, dan K4=55%. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam. Hasil penelian menunjukkan bahwa perlakuan perbandingan sari buah mangga dan sari daun mint berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap kadar abu, total padatan terlarut, uji antioksidan, dan nilai organoleptik warna. Perlakuan konsentrasi karagenan berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap kadar abu, total padatan terlarut, nilai organoleptik warna. Interaksi perlakuan perbandingan sari buah mangga dan sari daun mint serta konsentrasi karagenan berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap kadar abu, kadar antioksidan, tetapi tidak nyata (p>0,05) terhadap total padatan terlarut, dan nilai organoleptik warna.
Pemanfaatan Ikan Belut Sawah (Monopterus albus) Sebagai Sediaan Bahan Pangan Konsentrat Protein Ikan Pandiangan, Maruba; Sihombing, Dewi Restuana; Sitohang, Apul; manurung, widya asdelina
Jurnal Riset Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (RETIPA) Volume 4 Nomor 2
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/retipa.vi.3817

Abstract

Konsentrat protein ikan adalah sediaan bahan protein kering yang diekstrak dengan cara menghilangkan lemak dan air. Tujuan penelitian mengetahui potensi belut sawah sebagai sediaan bahan pangan sumber protein hewani berbentuk konsentrat protein ikan. Ekstraksi dilakukan menggunakan etanol dengan perbandingan 3:1 antara pelarut dan daging ikan. Selanjutnya tepung konsentrat protein ikan belut dianalisis sifat fisika kimia. Sifat fisika konsentrat protein ikan belut sawah seperti daya serap air 1,21 g/ml, daya serap minyak 1,58 g/g, dan densitas kamba 0,47 g/ml, serta sifat kimia yaitu kadar lemak 6,0%, kadar protein 76,0%, kadar air 3,6%, dan kadar abu 2,22%. Dari hasil analisis sifat fisika kimia, menunjukkan bahwa konsentrat protein ikan belut sawah masuk golongan konsentrat protein ikan tipe A dan berpotensi sebagai sediaan bahan pangan berprotein yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan substitusi, fortifikasi dan penambahan pada produk-produk olahan pangan rendah protein. Konsentrat protein ikan adalah sediaan bahan protein kering yang diekstrak dengan cara menghilangkan lemak dan air. Tujuan penelitian mengetahui potensi belut sawah sebagai sediaan bahan pangan sumber protein hewani berbentuk konsentrat protein ikan. Ekstraksi dilakukan menggunakan etanol dengan perbandingan 3:1 antara pelarut dan daging ikan. Selanjutnya tepung konsentrat protein ikan belut dianalisis sifat fisika kimia. Sifat fisika konsentrat protein ikan belut sawah seperti daya serap air 1,21 g/ml, daya serap minyak 1,58 g/g, dan densitas kamba 0,47 g/ml, serta sifat kimia yaitu kadar lemak 6,0%, kadar protein 76,0%, kadar air 3,6%, dan kadar abu 2,22%. Dari hasil analisis sifat fisika kimia, menunjukkan bahwa konsentrat protein ikan belut sawah masuk golongan konsentrat protein ikan tipe A dan berpotensi sebagai sediaan bahan pangan berprotein yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan substitusi, fortifikasi dan penambahan pada produk-produk olahan pangan rendah protein.
Kandungan Senyawa Antioksidan dan Daya Terima Permen Jelly Substitusi Ekstrak Kapulaga dengan Jahe Merah Sihombing, Dewi Restuana; Daniela, Connie; Gulo, Historis
Jurnal Riset Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (RETIPA) Volume 4 Nomor 2
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/retipa.vi.3823

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa antioksidan dan daya terima permen jelly dari hasil ekstrak kapulaga dengan jahe merah. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pengolahan Pangan Fakultas Pertanian Universitas Katolik Santo Thomas. Penelitian dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor, yaitu perbandingan konsentrasi ekstrak kapulaga dengan konsentrasi ekstrak jahe merah dengan sandi (KJ), terdiri dari 5 taraf : KJ1=100%:0%, KJ2=80%:20%, KJ3=70%:30%, KJ4=60%:40%, KJ5=50%:50%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbandingan ekstrak kapulaga dengan ekstrak jahe merah tidak berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kadar air dan pH pada permen jelly kapulaga. Perlakuan perbandingan ekstrak kapulaga dengan ekstrak jahe merah berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap kadar abu, antioksidan, kadar gula reduksi, nilai organoleptik warna, aroma, rasa, tekstur dan kesukaan pada permen jelly kapulaga.
Uji Hidrolisis Protein dan Aktivitas Antioksidan Hidrolisat Protein Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Pandiangan, Maruba; Dewi Restuana Sihombing; Sanggam Dera Rosa Tampubolon
Jurnal Riset Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (RETIPA) Volume 5 Nomor 2
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/retipa.vi.4767

Abstract

Tujuan penelitian untuk memperoleh informasi tentang hidrolisis protein dan uji aktivitas antioksidan dari ikan nila (Oroechromis niloticus) menggunakan enzim papain. Hidrolisis dilakukan dengan menggunakan variasi konsentrasi enzim papain (3 %, 5%, 7%) dan lama hidrolisis (2 jam, 4 jam, dan 6 jam). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Pangan Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Universitas Katolik Santo Thomas Medan. Dari hasil penelitian kadar protein tertinggi diperoleh pada perlakuan E3L3 sebesar 60,07%, kadar air 12,13%, kadar abu 5,33%, nilai organoleptik aroma 6,73%, warna 6,60%, tekstur 6,70%. Aktivitas antioksidan hidrolisat protein ikan nila sebesar 99,81% dengan kategori sangat baik dimana IC50 kurang dari 0,05 mg/mL (50-100). Hasil analisis komposisi asam amino ditemukan kandungan asam amino essensial yaitu threonin, methionin, valin, ileusin, leusin dan lysin. Untuk menperoleh hidrolisat protein ikan nila yang terbaik dengan hidrolisis menggunakan enzim papain 5% dan lama hidrolisis 6 jam dimana diperoleh kadar protein tertinggi
Efektivitas Penambahan Ekstrak Temulawak dan Daun Sirih serta Lama Penyimpanan terhadap Kualitas Minuman Herbal Sihombing, Dewi Restuana
Jurnal Riset Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (RETIPA) Volume 1 Nomor 1
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.059 KB) | DOI: 10.54367/retipa.v1i1.906

Abstract

This study aims to determine the effect of the comparison of the concentration of temulawak extract And sirih leaves on the manufacture of herbal drink. This research was conducted in the laboratory of processing and Management of Agricultural Products, Faculty of Agriculture, Santo Thomas Catholic University, North Sumatra, Medan. This research was conducted with a factorial Complete Randomized Design (CRD), which consisted of two treatment factors. The first factor Comparison of the concentration of Temulawak and Betel Leaf with a code (K), consists of 5 levels, namely: K0 = Temulawak: sirih leaves = 100%: 0%, K1 = Temulawak: sirih leaves = 80%: 20%, K2 = Temulawak: sirih leaves = 70%: 30%, K3 = Temulawak: sirih leaves = 60%: 40%, K4 = Temulawak: sirih leaves = 50%: 50%. The second factor is the comparison of storage duration with a code (L), consisting of 4 levels, namely: L1 = 1 Week, L2 = 2 Weeks, L3 = 3 Weeks, L4 = 4 Weeks.