Nikmah, Sania Ulfatun
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PROSES PENGUMPULAN ALAT BUKTI DALAM TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN Nikmah, Sania Ulfatun
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 5 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v7i5.6876

Abstract

Tindak pidana korupsi masih menjadi masalah yang sangat sulit ditangani khususnya di negara ini, cara pemberantasan tindak pidana ini sering kali dinilai tidak memberikan efek jera bagi pelaku, mulai dari sanksi yang didapatkan bagi pelaku tidak sebanding dengan perbutan yang dilakukan dan sulitnya mengungkap tindak pidana ini dimuka hukum, saya membuat tulisan ini agar pihak yang membaca tulisan ini mampu menjadi penyalur aspirasi saya mengenai dampak korupsi bagi hak-hak manusia lain yang direnggut dalam tindak pidana ini, metode penelitian yang digunakan yuridis normatif untuk mempublikasi kepada khalayak tentang betapa miringnya penegakan hukum dinegara ini yang membuat hak manusia lain menjadi terenggut, perbaikan tentang hukuman bagi koruptor sangat perlu dilakukan guna memberikan efek jera kepada koruptor selain itu perevisian Undang-Undang tentang koruptor mungkin dapat mengembalikan rasa percaya masyarakat kepada penjalan kewenangan di negara ini dan menjaga hak-hak warga negara yang telah termaktum dalam Undang-Undang Negara Republik INDONESIA tahun 1945 serta Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999.
PROSES PENGUMPULAN ALAT BUKTI DALAM TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN Nikmah, Sania Ulfatun
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 7 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v7i7.6963

Abstract

Proses pengumpulan alat bukti dalam tindak pidana pembunuhan merupakan hal yang vital dalam sistem peradilan pidana. Isu hukum yang muncul dalam proses ini meliputi keabsahan alat bukti yang digunakan, prosedur pengumpulan yang sesuai dengan hukum acara pidana, serta perlindungan hak asasi manusia yang terdakwa. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menggali pemahaman yang lebih mendalam mengenai metode pengumpulan alat bukti dalam kasus tindak pidana pembunuhan. Metod eyang digunakan dalam penulisan ini adalah yuridis normatif sesuai dengan buku peter mahmud marzuki tentang penelitian hukum, metode ini hanya mengumpulkan data-data terkait masalah ini dan membuat perbandingan untuk memberitahu kepada khalayak tentang maksud penulisan ini. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperbaiki praktik pengumpulan alat bukti dalam kasus pembunuhan, serta meningkatkan keadilan dalam proses peradilan pidana. Kesimpulannya, proses pengumpulan alat bukti dalam tindak pidana pembunuhan merupakan bagian integraal dari sistem peradilan pidana. Dengan memperhatikan isu hukum yang bersinggungan dan mengikuti metode penelitian yang tepat, diharapkan praktik pengumpulan alat bukti dalam kasus ini dapat menjadi lebih efektif dan memenuhi standar keadilan yang diharapkan dalam sistem hukum.
Peran Dan Keterbatasan Bukti Digital Dalam Proses Peradilan Di International Criminal Court Putri, Amanda; Nikmah, Sania Ulfatun; Ramadhania, Naura Putri; Suherman, Asep
Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 3 (2026): April - Juni
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of information and communication technology has brought significant changes to the evidentiary system in international criminal law, particularly in the judicial process at the International Criminal Court. This study aims to analyze the role and limitations of digital evidence in supporting the process of proving international crimes, while also examining its implications for the principle of fair trial. The research method used is normative legal research with a statutory and conceptual approach, through a literature review of various relevant primary, secondary, and tertiary legal sources. The results show that digital evidence, such as video recordings, photographs, satellite imagery, and data from social media and open source intelligence (OSINT), plays a strategic role in uncovering facts, reconstructing events, and identifying perpetrators of international crimes, especially in conflict situations that are difficult to access directly. However, its use still faces various limitations, including those related to the validity, authenticity, and reliability of the evidence, and the lack of uniform international standards for its management. Furthermore, the complexity of digital evidence also poses challenges to the fulfillment of the principle of fair trial, particularly regarding the defendant's right to examine the evidence. Therefore, strengthening the legal framework, international standardization, and increasing technical capacity are necessary to ensure that the use of digital evidence supports the achievement of effective and integrated justice in the international criminal justice system.
Viktimologi Dalam Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online Di Indonesia Putri, Amanda; Nikmah, Sania Ulfatun; Ramadhania, Naura Putri; Utami, Ria Anggraeni
Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 3 (2026): April - Juni
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of digital technology has given rise to new forms of crime, one of which is online gender-based violence (OGBV), which is increasingly prevalent in Indonesia. This phenomenon demonstrates high vulnerability, particularly for women, as victims in the digital space. This study aims to analyze OGBV from a victimological perspective by highlighting the forms and characteristics of the crime, the vulnerability factors of victims, and available legal protections. The research method used is normative legal research with a legislative and conceptual approach, utilizing secondary data obtained through literature review. The results indicate that OGBV has specific characteristics, such as anonymity, easy spread, and long-term impacts due to digital traces that are difficult to erase. From a victimological perspective, victims experience not only material losses but also serious psychological and social impacts, exacerbated by the phenomena of victim blaming and revictimization. Although Indonesia has regulations in place, the implementation of legal protection for victims of OGBV remains suboptimal. Therefore, a more comprehensive and victim-oriented approach is needed to achieve effective legal protection and justice for victims in the digital era.